
Leo menghampiri Tuan Hisam yang tampak menyendiri Di Halaman belakang Villa,Villa yang sangat mewah dan bernuangsa Etnik Nan cantik yang di lengkapi banyak fasilitas yang menarik dan berkualitas.
"Hisam seperti tengah asik memandangi desain Etnik Villa itu meski sesekali terdengar menghela napas bahkan tarikan napasnya sangat berat sekali,Leo bisa memahami itu semua.
"Perlahan dia mendekat,
"Sungguh menyedihkan rasanya,mengetahui diriku sudah berusaha semaksimal mungkin namun semuanya belum cukup.
"Aku benci mendapatkan kilas balik dari hal-hal yang tidak ingin aku ingat lagi"
Ucap Hisam sambil tetap menatap lurus ke depan.
"Tuan muda boleh mengingat masa lalu tapi tolong jangan pernah membawanya kembali,Kasihan Nona Binar...???
"Apa Anda lupa,sekarang dia lagi mengandung penerus Salim group.."ucap Leo pelan.
"Hisam hanya terdiam,
Namun terdengar dia menarik napas yang panjang.
"Lalu Kenapa kamu tinggalkan dia sendirian di dalam...??Hah....??Kesalnya.
"Aku Liat Tuan muda tadi pergi tanpa berucap sepatah kata,makanya saya mengikuti Anda ke Sini"Leo berusaha mencari jawaban yang tepat.
"Aku baik-baik saja kok,aku hanya ingin mencari udara segar saja"Kilahnya.
"Tapi udara di sini sangat dingin Tuan,jangan sampai anda masuk angin."Leo sedikit khawatir apalagi dengan kemunculan Riko yang tiba-tiba itu,Dia sangat tau dengan jelas bagaimana kisah masa lalu mereka yang kelam dan dia juga masih ingat bagaimana perjuangan Hisam bangkit dari keterpurukan nya saat itu.
"Masuklah,jangan sampai dia perlu apa-apa.
"Tapi Tuan...???
"Sekarang dia lebih penting dari segalanya,utamakan keselamatannya.
kecemasan kamu itu sudah tak beralasan lagi"Ucap Hisam meyakinkannya.
"Baguslah Tuan,kalau sekarang Anda lebih mementingkan nona tapi saya mohon jangan pernah berbuat hal yang konyol lagi,saya khawatir anda tidak bisa lagi berpikir dengan jernih karena kemunculan pria itu"Ujar Leo dalam hati.
"Kenapa belum masuk juga kamu??
"Saya masih menunggu Anda Tuan,
Bagaimana kalau nona mencari Anda saya harus menjawab Apa?
"Apa...???
"Iya,Nona pasti sedang mencari Anda sebaiknya kita temui dia sekarang siapa tau dia ngiller mau makan sesuatu"Ucap Leo mencari alasan yang tepat dan itu sungguh sangat tepat karena Hisam langsung bereaksi panik,Dia sangat percaya hal itu karena seperti yang sering terjadi akhir-akhir ini Dia ngidam nya memang yang aneh-aneh semua.
"Baiklah ayo kita masuk,putusnya kemudian membuat Leo melonjak kegirangan.
"Alhamdulilah,ternyata suasana hati tuan Hisam tak seperti yang saya khawatirkan,Batin nya begitu senang.
Namun baru beberapa langkah mereka berjalan tiba-tiba Anin datang menghadang mereka seketika langkah Hisam terhenti dan berusaha menghindar bahkan Menatap wanita itu pun dia sepertinya sangat ogah.
"Leo,aku bisa bicara dengan mas Hisam sebentar???Tanyanya penuh harap.
Sambil menatap Hisam Dengan tatapan mengiba namun yang di tatap malah membuang muka.
"Tuan muda saya tunggu di luar,saya akan menemui Nona Binar dulu"Leo langsung meninggalkan mereka tanpa menunggu reaksi Hisam lebih lanjut.
"Mas,
Aku mohon beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya"pinta Anin tanpa berbasa-basi lagi karena dia tau laki-laki yang ada di hadapannya ini tidak suka yang hal yang sangat bertele-tele.
"Hisam langsung menepis tangan Anin yang berusaha meraih lengan nya.
"Rasanya sudah tidak ada lagi yang perlu di jelaskan,Hisam langsung membuat percaya diri Anin terpatahkan seketika.
"Kenapa kamu setega itu sama aku mas,Tidak adakah sedikit ruang yang tersisa di hatimu untuk aku???
__ADS_1
Semudah itu kamu lupakan kenangan tentang kita???Tanya nya dengan tatapan iba namun Hisam tetap membuang muka.
"Aku Rindu pada masa kecil kita mas,semua begitu sederhana dan sangat menyenangkan,semua kenangan kita takkan mungkin bisa terlupakan dan kenangan itulah yang membuatku masih merindukanmu sampai saat ini,kenangan-kenangan itu hadir kembali walau mungkin kamu tidak akan pernah kembali.."Anin berusaha mengingatkan Hisam tentang semua kenangan indah mereka dulu.
"Heh...kenangan???Entah itu kenangan yang indah atau pun buruk,aku hanya ingin melupakannya ...ya melupakannya...!!!Ucap Hisam kembali memperjelas.
"Sungguh menyakitkan ketika orang yang pernah membuatku merasa begitu istimewah,namun sekarang membuatku merasa sangat tidak di inginkan lagi"
"Heh...Hisam terdengar tertawa kecut mendengar nya,
"Jika kamu pernah berpikir dan berniat untuk mengajak aku terbang tinggi seharusnya dirimu tak akan membiarkan diriku terjatuh dan menghianati ku sebelum sampai ke tempat yang pernah kita janjikan dulu,Tapi itu hanya akan membuat hidupku sia-sia belaka jika aku harus menghabiskan seluruh hidupku hanya untuk melupakan dimana hari aku kehilanganmu,tapi aku meminta setelah aku terbangun tidak akan ingat apa-apa lagi tentangmu"Ucap Hisam terus terang dan semua itu menusuk ke relung hati Anin.
"Untuk kesekian kalinya aku kembali merasakan penyesalan ,perasaan dimana aku berada di antara membenci diriku sendiri dan seluruh hidupku.Ketika aku mendapati kenyataan yang menyedihkan ini, bahwa kesempatan tak pernah datang dua kali dan satu hal yang paling menyesakkan jiwa adalah harus berpura-pura ikut bahagia ketika melihat orang yang di cintai menjadi milik orang lain.."Tanpa sadar air mata Anin sudah jatuh menetes di pipinya.
"Hisam langsung tergelak mendengar penuturan Anin,
"Tuhan memang sangat adil,Dulu dengan suka cita saya terima sakitnya di campakkan,namun penghianat sangat berhak atas karmanya sendiri dan aku beruntung Tuhan membiarkan aku melihatnya.."
"Ntah kenapa Anin begitu sedih dan sakit saat mendengar Hisam menyebutnya sebagai penghianat.
"Semuanya tidak seperti yang kamu pikirkan mas,Anin masih berusaha memberi pembelaan walau air matanya semakin tidak bisa terbendung lagi.
"Ah,sudahlah hapus air mata buaya kamu itu,karena itu tidak akan ada gunanya lagi.Aku benci dengan wanita munafik seperti kamu, Silahkan temui dia yang kau cinta,Dia menunggumu...permisi...!!!
Usai mengucapkan itu Hisam langsung pergi meninggalkannya begitu saja.
"Mas,
Mas Hisam,tunggu teriaknya namun Hisam sudah tidak peduli lagi,Dia pergi dan tak akan pernah menengok lagi ke belakang.
Anin hanya bisa mengiba melihat kepergiannya tanpa pernah bisa mendapat maaf lagi darinya.Dia sangat sedih dan galau karena benar-benar tidak bisa move on darinya.
******
Tak sedikit pun Hisam menyadari jika sepasang mata tengah basah memperhatikan pertemuannya tadi dengan mantan kekasihnya itu.
"Tapi begitu melihat suaminya sedang berjalan menuju ke arahnya dengan cepat dia menghapus air matanya dengan ujung bajunya agar tak ketahuan menangis lalu segera berlalu meninggalkan tempat itu.
"Mas Hisam,Pekiknya kaget ketika berbalik dan melihat siapa yang sedang berjalan di sampingnya sambil menggenggam erat tangannya.
"Pandangan mereka beradu,Binar berusaha mencari celah di sudut bola mata cokelat itu namun tak ada apa-apa yang di temui nya selain tatapan yang begitu tulus menatapnya.
"Darimana aja??Tanya Hisam padahal seharusnya Binar yang menanyakan hal itu.
"Nggak kok,aku tadi hanya duduk aja di luar sambil ngeliat teman-teman mas Hisam yang karaokean"Jawabnya berkilah.
"Bohong....!!!
Hisam bisa langsung menebaknya sendiri.
"Mas Hisam yang dari mana???
"Kenapa tiba-tiba menghilang tadi??Binar menatapnya dengan penuh tanya sambil berjalan beriringan,meski dengan sekuat tenaga berusaha melepaskan genggaman tangan itu namun malah semakin di pererat.
"Lepaskan mas,Nanti kalau ada yang lihat bagaimana??Binar berusaha melepaskan.
"Biarin aja,aku tak peduli"Jawab Hisam singkat dan menuntunnya naik ke atas Tangga.
"Pelan-pelan aja jalan nya,awas nanti jatuh"Tegur Hisam sesaat setelah dia hampir terpeleset di ujung anak tangga,untung Pegangan Hisam begitu kuat sehingga bisa menghalau tubuhnya yang hampir terjatuh.
"Gimana bisa jalan dengan benar kalau mas Hisam mepetin terus dari tadi"Kesalnya.
Namun bukannya membuat Hisam melepaskan genggaman tangannya malah sekarang tangan itu pindah merangkul pundaknya,Yang membuat hatinya langsung berdesir hebat.
"Lepaskan mas,Mas Hisam apa-apaan Sih...??
"Lho mas Hisam mau bawa aku kemana??Bukannya ini kamar aku"protes Binar ketika melewati kamar yang sempat di tempati nya tadi,Dan dia tidak tau Hisam akan membawanya kemana,dia seperti anak kecil yang baru saja di culik dan tak di biarkan lolos dari cengkraman para penjahat.
Dan tak perlu bertanya lebih lanjut lagi saat tangan Hisam merogoh kunci di dalam saku celananya dan membawanya masuk ke dalam sebuah kamar,setelah mengunci pintu rapat-rapat dia baru melepaskan rangkulannya.
__ADS_1
"Kenapa sih mas Hisam membawa aku ke sini??
"Bukannya ini kamar mas Hisam??Tanyanya dengan penuh kebingungan.
"Yah,memang ini kamar aku dan sekarang jadi kamar kita.
"Apa...???
Kamar kita???
"Iya,ada masalah...??
Kamu dan Leo tidak bisa tidur dalam satu kamar,Dia bukan siapa-siapa kamu??Celetuk Hisam sambil menghempaskan tubuhnya ke sopa.
"Heh....!!!
Lantas Mas sendiri,siapa buat aku???Binar tiba-tiba menanyakan hal konyol itu,sontak membuat Hisam tersentak.
"Hisam hanya terdiam termangu,
"Lucu yah?aku masih saja mempertanyakan soal itu padahal aku tau aku ini siapa??Binar langsung menjawab pertanyaannya sendiri sambil menertawakan kebodohannya itu.
"Mas Hisam Habis ketemu mbak Anin yah??Tanya Binar langsung menembak dan kena pada sasarannya.
"Hisam langsung menatapnya,Kemudian mengangguk pelan.
"Mas Hisam sudah memberi maaf pada mbak Anin???tanyanya penuh selidik.
"Hisam tak menjawab,dia malah menghela napas dan tak berani menatap Binar lagi.
"Cara terbaik untuk melupakan masa lalu bukan dengan membencinya namun memaafkannya,Namun inilah hidup terkadang apa yang di inginkan tidak bisa terwujud,apa yang di rencanakan tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya dan terkadang menemukan diri kita terjebak dalam rasa sakit dan kecewa tetapi hidup adalah tentang belajar memaafkan kesalahan orang yang pernah menyakiti kita,jadi apa salahnya mas Hisam membuka pintu maaf buat mbak Anin"Ucap Binar begitu bijak membuat Hisam cukup termangu mendengarnya namun hanya bisa terdiam tak memberi komentar apa-apa.
Tapi Tiba-tiba dia beranjak dari duduknya malah mendekat
ke arah Binar yang masih tengah berdiri dari tadi.
"Ada apa ini???
Binar begitu kebingungan dan deg-degan saat Hisam semakin mendekat,
"Makasih atas pencerahan nya Bu Bos.."Ucapnya begitu tulus sambil menatapnya begitu dalam.
"Ya..allah ada apa ini???Kayak dunia mau runtuh aja,Binar berusaha mencari pegangan agar bisa menguasai keseimbangan tubuhnya yang seperti akan melayang melambung ke atas awan mendapati Sikap suaminya yang tiba-tiba berubah 180 derajat, terlebih ketika Hisam dengan refleks memeluknya.
"Makasih..."Ucapnya lirih di telinga Binar dan dia bisa merasakan dengan jelas hembusan napas yang menerpa tengkuknya,membuatnya tiba-tiba merinding.
"Makasih untuk apa mas??Tanyanya kebingungan.
"Makasih untuk semua-semuanya,hanya kata itu yang mampu keluar dari bibir Hisam,Ntah sadar atau tidak atas tindakannya itu namun keduanya terlihat larut ke dalam perasaan masing-masing,Sekalipun Binar awalnya ragu membalas pelukan suaminya tapi perlahan tangannya merangkul Bahu bidang itu,Tak bisa di bohongi bagaimana perasaannya saat itu dan jujur dia begitu bahagia mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya, laki-laki yang mulai dia cintai tanpa dia sadari,Ntah kapan rasa cinta itu tumbuh dan bersemi di dalam hatinya??
Perlahan pelukan itu mengendur namun bukan berhenti di situ saja malah semakin menuntut yang lebih terlebih saat Hisam yang tanpa ragu langsung memberikan kecupan di keningnya dan perlahan turun mengulum kedua bibir mungilnya itu,
Binar cukup tersentak mendapat perlakuan seperti itu namun pada akhirnya dia bisa mengimbangi suaminya meski dalam keadaan malu-malu.
"Astagfirullah,..
"Binar Dengan spontan mendorong tubuh kekar itu agar menjauh dari tubuhnya.
Mas aku belum sholat isya"Cegahnya saat tangan Hisam tanpa sadar mulai travelling kemana-mana,
"Dengan rona malu dia segera berlari masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Hisam yang hanya bisa mendengus kesal sambil berusaha menguasai perasaannya yang hampir tak bisa terkendali.
"Sebuah senyum tersungging di sudut bibirnya saat menyadari kelakuannya barusan apalagi mengingat wajah Binar yang kemerahan menahan malu.
Semoga ini adalah sebuah perasaan cinta bukan sekedar pelampiasan....????
**************$$$$$$$$$$$$***********
Hai hai Readers kesayangan aku semua,Apa kabar semuanya???Semoga senantiasa dalam lindungan allah swt,Aamiin..aamiin.
__ADS_1
"Maafkan Author yah,jika Novel ini tak sesuai dengan ekspektasi kalian.Author hanya menulis apa yang ada dan muncul di angan dan halusinasi Author,karena sebenarnya Ending novel ini sudah ada dalam imajinasi ku,Hanya menunggu time yang tepat untuk menyelesaikannya,hanya saja semua itu butuh proses,meski harus melewati alur yang membosankan menurut kalian.memang tidak mudah yah jadi Seorang author apalagi membuat orang bisa mencintai dengan setulus hati karya kita,tapi apalah daya author,Author pun masih dalam tahap belajar.Apapun itu dalam bentuk koment,masukan,kritikan author terima dengan sabar dan lapang dada,Makasih yah atas dukungan dan masukannya selalu,semoga dengan ini tidak membuat para readers-readers kesayangan aku semua berpindah ke lain hati.Salam sayang selalu.🥰😍😍😍😘😘😘😘😘😘😘😘