
Setengah jam berlalu , Hisam terlihat sedikit mulai bisa mengendalikan dirinya,Dia duduk dengan tenang berhadapan dengan Pak Indra beserta Leo di sebuah paviliun rumah sakit,tidak jauh dari kamar Binar berada.
"Informasi apa yang kamu dapatkan hari ini Leo???Tanya nya dengan sorot mata yang tajam,Leo sangat paham arti dari sorot matanya itu.
"Semuanya sudah saya lakukan sesuai dengan perintah anda Tuan muda,
"Termasuk pelakunya...???Potong Hisam cepat,
"Iya, Tuan muda,
"Siapa....???Tanyanya dengan geram
"Biar Tuan muda sendiri yang datang melihat wujud Asli mereka,Aku sendiri sulit untuk mempercayai segala nya,
tapi jangan khawatir Mereka sudah berada di tempat yang aman Tuan muda,Dan saya hanya menunggu perintah dari anda selanjutnya"Ucap Leo sedikit berhati-hati dengan ucapan nya.
"Oke,secepatnya lebih baik..."Hisam begitu berapi-api dan penasaran ingin segera melihat mereka.
"Sebaiknya tunggu sampai keadaan istri kamu berangsur membaik dulu,"Timpal pak Indra.
"Iya tuan muda,toh mereka sudah tidak bisa lari dan bersembunyi lagi dari kita,saya sudah memastikan semua nya aman tuan muda.kali ini saya berjanji tidak akan pernah mengecewakan anda"Leo menunduk sedih dan merasa sangat menyesal tidak bisa mencegah semua kejadian yang telah menimpa nona Muda nya saat ini sampai mereka harus kehilangan calon bayi mereka.
Hisam akhirnya terdiam,Dia mengusap wajahnya dengan kasar lalu kemudian
mengepalkan tinjunya.
Siapa pun mereka,tak akan aku biarkan hidup nya tenang bahkan tidak akan pernah mendapat pengampunan dariku...."mereka harus membayar dengan setimpal perbuatan yang telah mereka lakukan ini,Aku pastikan tidak akan ada yang selamat"Ucap nya dengan sorot mata kebencian dan penuh dendam.
"Papa akan mendukung segala yang kamu inginkan Nak,Tapi papa tidak mau kamu gegabah dalam hal ini jangan sampai yang menjadi korban nya malah istri kamu lagi"Ucap Pak Indra.
"Apa maksud papa...???
"Siapa pun pelaku nya pasti punya motif terselubung kenapa sampai melakukan hal ini,Papa yakin ini semua terjadi karena mereka mengincar kamu,Jadi mungkin karena tidak bisa mendapatkan kamu makanya dengan terpaksa dia mencelakai istri kamu agar kamu bisa lengah,jadi papa mohon berhati-hatilah Nak"Pak Indra terlihat khawatir.
"Tenanglah pa,Percayakan semuanya pada Hisam.
"Sebaiknya papa bawa mama pulang dulu ke rumah untuk istirahat"Ucap Hisam tiba tiba mengalihkan topik ketika melihat mama nya muncul,
"Mama tidak akan meninggalkan kamu,kalau masih kacau begini??potong Bu Widya sembari mendekat dan duduk di samping nya.
"Aku nggak apa-apa ma,jawabnya sambil merangkul bu Widya ke dalam pelukannya.
"Kamu yang sabar yah..sayang...!!!
"Meski Ini adalah cobaan terberat buat keluarga kita tapi mama yakin bahwasanya kamu bisa melewati semua ini dengan ikhlas"Bu Widya berusaha meneguhkan hati putranya.
"Hisam hanya mengangguk sedih,
"Binar bagaimana ma???Tanyanya
"Bu Widya menggeleng,
Dia belum juga sadar,kamu harus sabar sayang...!!!Kita berdoa sama -sama yah...???
Hanya Di balas anggukan kepala oleh Hisam dengan mata kembali berkaca-kaca.
__ADS_1
"Ya..sudah ma,aku mau kembali ke kamarnya sekarang untuk mastiin lagi kondisinya"Hisam melepaskan pelukannya.
"Tunggu dulu Nak...!!!
Bu Widya berusaha menahannya sebentar,
"Apa lagi Ma...???
"Kamu yakin sudah lebih tenang sekarang??Tanya Bu Widya sambil menatapnya mencoba mencari celah lewat sorot mata putranya.
"Yakin ma,justru aku merasa nggak tenang jika harus berlama-lama meninggalkannya,aku ingin jika dia terbangun nanti orang pertama yang dia lihat itu aku..Ma,"Ujar Hisam terdengar percaya diri.
"Bu Widya semakin sedih melihat kondisi putranya saat itu,
"Kamu harus janji dulu sama mama untuk tetap jaga sikap kamu di hadapan Binar,Jangan pernah tunjukkan mimik wajah seperti ini lagi di hadapannya,sekarang dia sangat butuh dukungan penuh dari kamu,kasihan dia...!!!ibu mana yang tidak akan pernah merasa terluka kehilangan calon buah hati nya.."ucap Bu Widya perlahan dia kembali menitikkan air mata.
"Hisam hanya mengangguk,
"Pasti ma,jangan khawatir..."Hisam meyakinkannya.
"Ya..sudah kita masuk yuukkk,Kita liat istri kamu sama sama...!!!!
"Ayo..ma,
Pa..Leo kami duluan..."Ucap Hisam.
"Silahkan....Tuan muda,
Sampai di kamar Binar,Hisam berdiri tertegun di ambang pintu tatkala melihat kondisi istrinya masih belum ada perubahan,Dia masih memejamkan matanya seolah enggan untuk terbangun sementara Bu Retno sedang duduk mengaji di samping nya.
"Bu Retno hanya bisa diam dan menggeleng pelan,
"Sabar yah..Ret,Bu Widya berusaha menyemangati besan nya.
"Iya..Wid,
Hisam perlahan kembali mendekat,dan tanpa ragu dia meraih tangan Binar ke dalam genggaman nya.
"Maafkan aku,
"Maafkan aku....!!! ini semua karena salahku,seharusnya aku tak membiarkan kamu untuk bekerja lagi...!!! sesal nya lalu mengecup punggung tangan Binar ber kali-kali.
"Sudahlah Nak,jangan pernah kau sesali yang sudah terjadi,Ini adalah Takdir yang tidak bisa di cegah.kamu yang sabar yah..."Bu Retno menepuk pundak menantu nya pelan,
"Kapan dia akan terbangun Bu...???
Tanya nya seperti anak kecil yang sedang menanti kepulangan orang tua nya.
"Bu Retno menghapus air mata yang tanpa sadar jatuh menetes di pipinya.
"Sabar Nak,mungkin sebentar lagi istri kamu akan segera terbangun,kita doakan yang terbaik untuk kesembuhannya.
Sekarang lebih baik Nak Hisam pulang dulu nak,Dari kemarin kamu belum pernah pulang dan ganti baju,semalaman kamu juga Nggak pernah tidur,ibu nggak mau kalau sampai terjadi sesuatu dengan Nak Hisam"Pinta Bu Retno.
"Tapi aku harus menjaga Binar Bu,Kasihan dia kalau aku tinggal sendiri"Jawab Hisam tetap tak bergeming dari tempat duduknya dan Jari jemari Binar tetap menjadi objeknya.
__ADS_1
"Wid,sebaiknya kalian pulang dulu untuk istirahat,kasihan Nak Hisam aku lebih mengkhawatirkan keadaannya sekarang"Bu Retno berusaha membujuk menantu nya.
"Aku baik-baik aja Bu,Biarkan aku tinggal di sini untuk menemani Nya,"Tatapan Hisam memelas.
"Bu Retno dan Bu Widya kembali hanya bisa saling pandang.
"Ibu tidak pernah melarang kamu untuk menemani istri kamu Nak,tapi sebaiknya kamu pulang dulu untuk istirahat, nanti malam kan bisa kembali lagi ke sini,Nak Hisam bisa gantian sama ibu menjaga Binar,"ucap Bu Retno mencoba memberi pengertian.
"Iya Sayang,benar kata mertua kamu sebaiknya kita pulang dulu,Mama dan papa juga akan nemenin kamu kembali ke rumah sakit,Jadi kita bisa gantian menjaga istri kamu"Bujuk Bu Widya seperti membujuk anak Belasan tahun yang lagi ngambek,nggak di kasi uang jajan.
"Tapi ma,
"Ayolah sayang,mama mohon kamu juga harus menjaga kesehatan kamu, kalau kamu sakit,siapa yang akan menjaga istri kamu??Kami akan semakin sedih Nanti nya.."Ucap Bu Widya masih berusaha membujuknya.
"Hisam terdiam dan terlihat berpikir,lalu menatap Binar yang masih belum juga menemukan titik kesadarannya.
"Baiklah,kalau memang itu keinginan kalian Tapi kalau aku pulang dengan siapa ibu akan menjaganya di sini???Tanya nya begitu paranoid nya.
"Bu Retno menggeleng pelan,
"Jangan se khawatir itu Nak,apa Puluhan prajurit kamu di luar belum cukup sebagai benteng pertahanan untuk menjaga istri kamu,Siapa yang bisa menembus Benteng nya?? ibu saja sampai ngeri melihat keberadaan mereka di setiap lorong Rumah sakit ini"Ujar Bu Retno meyakinkannya.
"Tapi untuk saat ini,Rasa nya tidak ada lagi yang bisa aku percayai Bu,Aku bahkan merasa diriku kecolongan dengan adanya kejadian ini,rasanya keamanan yang senantiasa aku agung-agungkan nyatanya sudah tidak bisa menjadi dewa penolong buat kami.."Hisam terdengar semakin frustasi,Bu Retno bisa melihat air mata yang nampak kembali menggenang di pelupuk mata menantu nya.
"Ibu mengerti Nak,Tapi Binar akan lebih senang jika bisa melihat kamu dalam keadaan sehat dan fit,Bagaimana kalau dia terbangun nanti dan melihat Nak Hisam acak-acakan seperti ini bahkan belum ganti baju dari kemarin,dia pasti akan merasa lebih sedih lagi karena merasa itu semua terjadi karena dirinya.
Dan Ntah kenapa,ucapan Bu Retno sungguh menjadi umpan yang tepat karena Hisam langsung mengiyakan nya.
Dia mencium kening Binar lalu pamit pada mertuanya,meski tatapannya seperti tidak rela tapi akhirnya dia menyerah juga.
"Ret,kami pulang dulu sebentar...!!!
Tolong jaga menantuku dengan baik yah...??Kalau ada apa-apa jangan lupa hubungi kami"Ucap Bu Widya.
"Pasti Wid...
"Assallamu alaikum....
"Waalaikum salam.....
Air mata Binar kembali menetes di pipi nya saat melihat kepergian suaminya di balik pintu.
"Kenapa sih Nak,kamu harus berpura- Pura seperti ini???
"Sampai kapan???
"Sampai kapan kamu bisa melakukan ini,tidak kah ada rasa kasihan melihat keadaan suami kamu seperti itu,ibu malah sangat kasihan pada nya,"Bu Retno mulai berlinang air mata.
"Binar hanya terdiam,menatap nanar ke arah pintu,Air matanya semakin mengalir deras membasahi pipinya.
***************$$$$$$$$$$$$$$************
Assallamu alaikum kesayangan aku semua,Alhamdulilah hari ini bisa sempatkan untuk update lagi di tengah-tengah kesibukan yang melanda,mohon maaf atas keterlambatan Author untuk Update beberapa waktu terakhir ini,harap di maklumiπππ author punya banyak kesibukan di dunia nyata jadi dunia halu nya harus menjadi nomor yang kesekian,Doakan Author semoga bisa menyelesaikan Ending dari cerita ini secepat nya agar rasa penasaran kalian segera bisa terjawab,berharap sih Tuan Hisam bisa Happy Ending bersama Binar..!!!
Kita berdoa sama-sama yah...!!!ππππSalam sayang selaluπ₯°πππ
__ADS_1