
Masih flashback 5 tahun yang lalu....
"Hisam kembali ke rumahnya dengan perasaan yang tercabik-cabik,Dia tidak tau mau berbuat apa atas kekecewaannya itu,bahkan tanpa dia sadari dia menangis dari tadi di sepanjang perjalanan.
"Wanita yang begitu sangat dicintainya,tega menghianati nya dengan berselingkuh di depan mata kepalanya sendiri.
"Bu Widya yang merasa heran mendengar deru mobil putranya di garasi lansung berlalu ke depan ingin menemuinya karena secepat itu dia kembali ke rumah,Dia mengira Putranya itu kembali dengan membawa Anin ke rumah tapi demi dilihatnya Hisam pulang sendirian dengan wajah kusut dan muram membuatnya jadi cemas seketika dan merasa ada sesuatu yang terjadi,Firasatnya mengatakan demikian apalagi saat putranya itu lansung memeluknya dan sepertinya sedang menyembunyikan wajahnya tapi terdengar dia terisak.
"Ma,Aku hancur ma...
bisiknya ditelinga sang mama,
"Ada apa sayang???
"kamu kenapa bisa seperti ini???tanya mamanya dengan penuh keheranan.
"Mama tau,aku sangat mencintainya bukan? tapi kenapa dia tega melakukan itu sama aku ma..?"ucapnya lagi dengan suara gemetar menahan kekecewaan yang teramat dalam.
"Iya,mama tau sayang...!!!
"Tapi kamu kenapa...???
"Ada apa sebenarnya...???tanya Bu Widya masih tidak mengerti juga dengan kelakuan putranya itu.
"Anin...menghianati aku ma,
"Menghianati bagaimana sayang...???
"Bukannya tadi kalian akan pergi bersama,kok sekarang kamu malah seperti ini sih???tanya Bu Widya tidak percaya.
"Aku melihat dia berselingkuh di depan mata aku sendiri ma,ucap Hisam dengan nada geram sambil melepaskan pelukan mamanya.
"Apa...????
"Itu tidak mungkin sayang,kamu jangan ngaco yah...???
"Mama tau,Anin tidak mungkin melakukan hal itu,dia itu gadis baik-baik,dari kecil kalian di besarkan sama-sama hingga dewasa dan mama sangat tau betul bagaimana sifat asli anak itu..."ucap Bu Widya masih juga membela Anin.
"Sulit memang dipercaya,andai mata aku tidak melihatnya lansung ma,dia wanita munafik dan menjijikkan"ucap Hisam masih dengan penuh amarah dan kecewa.
"Tidak...tidak sayang,jangan membuat mama kebingungan seperti ini,tolong jelaskan ada apa sebenarnya...???
"Kamu duduk dulu,tenang...dan tarik napas yang dalam-dalam"ucap Bu Widya mencoba untuk menenangkan putranya yang sepertinya mulai hilang kendali.
"Hisam akhirnya ambruk di sopa,kejadian tadi masih menari-nari dipelupuk matanya.
"Sayang,sekarang liat mama,dan ceritakan yang sebenarnya ada apa??? Bu Widya penuh tanya.
"Hisam menarik napas panjang,lalu dia mulai menceritakan semua kejadiannya dari awal sampai dia mendapati kenyataan pahit itu.
"Apa....????
"Itu tidak mungkin sayang,itu tidak mungkin ucap Bu Widya setengah berteriak tidak percaya.
"Kenapa Anin tega melakukan itu sama kamu sayang...??kenapa...ucap Bu Widya dengan suara parau menahan tangis.
"Aku tidak akan pernah memaafkannya seumur hidup aku ma,tidak akan pernah...ucap Hisam berapi-api.
"Mama akan menelpon kedua orang tuanya dan membatalkan perjodohan ini,mama tidak sudi punya mantu seperti dia...mama tidak sudi"teriak Bu Widya dengan mata berkaca-kaca lalu memeluk Hisam lagi.
"Kamu yang sabar yah sayang,mama tidak akan biarkan kamu hancur hanya gara-gara wanita seperti dia, masih banyak perempuan di dunia ini yang lebih baik dari perempuan macam dia.
"Mulai sekarang,kamu harus melupakan wanita itu dan jangan pernah ungkit lagi dihadapan mama dan papa,aku haramkan Nama dia kamu sebut di keluarga besar kita"tegas Bu widya kecewa bercampur marah.
"Membuat Hisam hanya terdiam mendengarnya.
"Jangan pernah kau tangisi wanita seperti itu sayang,dia tidak pantas untuk kau tangisi,masih ada mama dan papa yang akan selalu bersama kamu,mama janji akan mencarikan wanita terbaik buat kamu...!!!ucap Bu Widya memberi semangat.
"Hisam tetap memilih diam saja,Tatapannya begitu kosong,membuat Bu Widya begitu cemas dan khawatir sekali memikirkan nasib putranya ke depan karena seperti yang dia tau Dia sangat mencintai Anin melebihi nyawanya sendiri.
"Sementara itu Anin,Yang mendapati kenyataan itu sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menangis sejadi-jadinya.
"Dia sangat menyesali apa yang baru saja terjadi,tapi Apa dayanya Nasi sudah menjadi bubur.Hisam sudah melihat semuanya dengan jelas,Anin bagai orang kesurupan yang mengamuk setiap mengingat kejadian tadi.
"Anin...sadar Nin..,kamu harus tenang,semuanya akan baik-baik aja.
"Aku janji,aku akan bertanggung jawab atas perbuatan aku ini"ucap Riko mencoba menenangkannya.
"Dasar bajingan kamu,
"Kamu sengaja kan,melakukan ini pada agar Hisam menjauhi aku"Teriak Anin Histeris.
"Tidak..Nin,aku memang benar-benar sangat mencintai kamu.Dan aku juga sebenarnya merasa bersalah sekali pada Hisam tapi apa yang bisa aku lakukan..Bukankah kamu sendiri yang memintanya tadi"ucap Riko terus terang.
"Cukup....Hentikan,
"Pergi kamu bajingan dari sini,aku tak sudi melihat wajahmu lagi...pergi..."Teriak Anin menyuruhnya pergi.
"Tapi...Nin,
__ADS_1
"Aku bilang,pergiiiii...iii....iiiiii.....
"Baik,aku akan pergi...tapi aku tidak akan pernah lari dari tanggung jawab aku..Nin,
karena aku juga sangat mencintai kamu melebihi cinta Hisam padamu"ucap Riko sebelum melangkah pergi meninggalkan Anin yang hanya bisa menangis menyesali semuanya...
"Dia terduduk di lantai,Dengan bersimbah air mata,yang ada di pikirannya hanyalah Hisam,laki-laki yang begitu sangat di cintanya tapi bagaimana caranya dia bisa menampakkan wajahnya lagi ke hadapan kekasihnya itu setelah kejadian tadi...???
"Rasanya dia sudah tidak pantas untuk itu,
"Dia begitu bingung dan lunglai,kenapa dia bisa melakukan Hal sebodoh itu,bahkan tega menodai cinta suci mereka dan menghancurkan segala janji setia yang telah dibuatnya sendiri,Tanpa sadar dia mencabik-cabik tubuhnya bahkan menjambak rambutnya sendiri, tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan antara dia dan Riko.
"Sepekan setelah kejadian itu,Dia pergi tanpa sempat menemui Hisam beserta keluarganya lagi, bahkan sebelum pergi dia tidak pernah datang untuk meminta maaf karena sebenarnya dia sudah sangat malu bertemu dengan mereka terutama kekasihnya Hisam yang sudah dia hianati.
"Anin pun,tidak pernah mengharapkan pertanggung jawaban dari Riko,dia pergi membawa kepedihan hati atas ulahnya sendiri.
flashback selesai,
..........................
Hisam masih terus menyenderkan kepalanya di bahu sopa Ruangan-nya,tampak Leo masih setia menemaninya.
"Leo sempat melirik jam tangannya sebentar,jarum jam sudah menunjukkan pukul 5 lewat 10 menit,itu artinya sudah hampir 4 jam Tuan mudanya itu terus terdiam,termenung seperti itu,Ntah apa yang sedang ada di pikirannya saat itu???
"Dia sepertinya sangat asik termenung dan melamun.
"Ini...sudah terlalu sore tuan...?
"Apa sebaiknya Tuan muda pulang ke rumah untuk istirahat...??ucap Leo memberanikan diri untuk memulai percakapan duluan.
"Tapi Nggak ada respon,malah helaan napas yang terdengar beberapa kali.
"Nona Binar pasti akan menunggu Tuan,jika sampai terlambat pulang ke rumah"ucap Leo sengaja memakai nama Binar sebagai alasan agar Tuan mudanya itu mau menghentikan kebodohannya itu.
"Tapi lagi-lagi,dia tetap tidak bergeming sama sekali,
"Maafkan aku..Nona Binar,sepertinya memang benar, tuan Muda sekarang masih tidak begitu peduli dengan keberadaan Nona..!!!Leo bisa menyimpulkannya sendiri.
"Maafkan,atas kelancangan aku tadi memakai nama Nona untuk membuatnya bisa keluar dari trauma masa lalunya itu,tapi ternyata tidak berhasil"ucap Leo dalam hati dan merasa bersalah sekali.
"Hisam masih asik sendiri dengan diam nya,dia bahkan tidak peduli dengan keberadaan Leo disitu.Bahkan dia tidak melihat Leo yang sedang gelisah dari tadi, agar dia bisa beranjak dari lamunannya saat itu.
"Namun...tiba-tiba.....
"Aku harap, Anin tidak akan pernah tau siapa sebenarnya dia...???ucap Hisam mengagetkan Leo.
"Maksud tuan,Nona Binar...???tanya Leo
"Kenapa sih Tuan...???
"Sekalipun menyebut nama Nona...tuan sepertinya ogah???
"Apa Tuan lupa siapa nama istri Tuan sebenarnya..???
"Perlukah aku mengingatkan anda lagi Tuan..???
"Padahal,dia wanita yang sangat baik budi pekertinya,Tuan muda akan bahagia bila bersamanya..."Leo terus berucap sendiri dalam hatinya.
"Sampai kapan,Tuan muda akan menyembunyikan identitas Nona dari dunia...???tanya Leo sedikit ragu dengan pertanyaannya sendiri.
"Tapi nggak ada jawaban,malah Hisam terdiam kembali.
Membuat Leo tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain ikut larut juga dalam lamunannya sendiri.
..................
"Malam hari,seusai makan malam yang menjadi tradisi rutinnya dirumah mewah itu, Binar seperti biasa menonton TV sebelum masuk ke kamarnya.
"Dia sendiri sudah tidak melihat Hisam setelah makan malam tadi,Binar pun tidak berani mengusiknya,apalagi dia sempat dapat ultimatum dari Leo asisten pribadinya yang mengabarkan tentang hati Suaminya yang sedang tidak baik,Leo pesan dan memintanya untuk tidak membantahnya sedikit pun,karena lagi ada masalah besar dikantor"begitu isi DM pribadinya nya,padahal Leo sendiri tidak berani untuk ngomong yang sejujurnya, meski dia kasihan dan nggak tega melihat Binar diperlakukan seperti itu,tapi apa yang bisa dia perbuat....???
"Binar pun,tak berani menegurnya lagi....
"Saat makan malam tadi,dia pun banyak diam,nggak berani walaupun hanya sekedar menyapanya.
"Non..Binar,kok bengong!!"tegur bik Ranti membuatnya tersentak dan sadar dari ketermenungannya.
"Oh...eh,ada apa bik??tanya Binar gugup
"Nona kenapa...?
"Kok,Nonton TV sambil melamun..?nanti TVnya protes nggak di tonton"seloroh bik Ranti.
"Binar tersenyum mendengarnya,
"Ayo duduk disamping Binar bik,temenin aku nonton yah Bik.."Ajaknya kemudian.
"Tapi bibik,nggak suka nonton film begituan Non,bibik nggak ngerti dan bingung dengan bahasa mereka"ucap bik Ranti jujur,
"Ini film drakor kesukaan Binar Bik,
__ADS_1
udah bibik duduk aja disini,biar Binar ada teman ngobrol gitu bik..??pintanya kepada bik Ranti..
"Baiklah..Non,Oh yah...Tuan muda sudah tidur??kok dari tadi bibik perhatikan sepertinya,wajah tuan muda kusut dan muram keliatannya.???Tuan...baik-baik aja kan..Non...??tanya Bik Ranti.
"Maaf Non,kalau bibik agak lancang"ucap Bik Ranti meminta maaf.
"Nggak usah minta maaf begitu dong Bik,Bibik kan nggak punya salah.
"Tuan,memang lagi ada masalah bik,kayaknya masalah di kantornya dia.."jawab Binar apa adanya.
"Bik Ranti hanya manggut-manggut pelan.
"Binar sendiri merasa heran melihat sikap suaminya itu,dari kemarin dia memang sudah bertingkah aneh sekali.
"Kening Binar mengernyit ketika pagi itu,setengah jam sebelum berangkat ke kantor,Diterimanya laporan dari bik Ranti bahwa Tuan Hisam belum pernah keluar kamar dari semalam sampai pagi itu...
"Sampai saat ini bik,Tuan belum pernah keluar kamar?"tanya Binar heran juga cemas.
"Ya,Non.
"Apa mungkin...?tuan belum bangun bik??tanya Binar.
"Ntahlah..Non,tapi nggak biasanya Tuan telat bangun seperti ini"
"Binar terdiam sebentar,tapi dia juga sedikit ragu untuk datang mengecek sendiri ke kamarnya soal keberadaan suaminya itu,tapi kalau dia kenapa-kenapa??
"Bagaimana...???Dia terus berperan melawan batinnya sendiri.
"Ya..sudah Bik,Biar aku yang cari tau,Ada apa?putusnya kemudian karena mulai merasa cemas juga.
"Dengan setengah berlari menaiki tangga, agar secepatnya bisa sampai ke kamar suaminya,sehingga membuatnya ngos-ngosan sampai di depan pintu kamar Hisam.
"Dia berhenti sebentar,dan mengambil napas.
"Sebenarnya dia agak ragu untuk mengetuk pintu,tapi hatinya begitu tidak tenang dan malah memaksanya untuk melawan keraguan di hatinya saat itu.
"Dan...
"Perlahan dia mengetuk pintu,
"Hening,nggak ada jawaban sama sekali...
"Kembali dia menarik napas yang panjang,lalu mencoba mengetuk sekali lagi,tapi jawabannya tetap sama...Sepi tak ada sahutan.
"Dia lalu menempelkan telinganya di pintu kamar,Fokus ingin mendengar sesuatu dari dalam tapi tetap tak terdengar suara sama sekali.
Akhirnya.....
Dia lansung memutar gagang pintu,
"Dan lansung menengok masuk ke dalam kamar,pandangannya tertuju ke atas Ranjang yang isinya sudah kosong,hanya bantal dan guling yang masih tergeletak belum diperbaiki.
"Kamar yang begitu besar dan luas,terkesan mewah,bernuangsa emas,yang dilengkapi dengan fasilitas dan arsitektur yang sangat unik,Kamar yang bak istana kerajaan Turki dengan berbagai ukiran dan ornamen-ornamen yang begitu mewah.
"Binar baru sempat memperhatikan isi kamar itu,padahal dia menghitung jari sudah 3 kali masuk ke dalam kamar itu tapi belum pernah menikmati semua itu.
"Dalam hati dia bergumam,mengagumi keindahannya,bahkan dia sempat melupakan niat awalnya tadi masuk ke dalam kamar itu.
"Dia baru tersadar setelah sebuah hawa dingin menerpa wajahnya...rupanya AC sengaja dinyalakan full sekali.
"Apa penghuni kamar ini sedang menderita kepanasan tingkat dewa?kok Hawanya sudah level dingin begini,seperti berada di gunung salju saja"gumamnya sendiri sambil mengusap-ucap lengannya yang sudah tidak tahan merasakan hawa dingin itu. Dia masih celingak-celinguk mencari keberadaan suaminya,
"Pandangannya tertuju ke arah sebuah ruangan yang berukuran kecil berada di sudut kamar itu.
"Binar lansung mendekat ke ruangan itu,dan dia sangat yakin suaminya sedang berada di sana karena terlihat kerlap-kerlip cahaya lampu yang masih menyala belum dimatikan padahal hari sudah terang.
"Tanpa ragu lagi,dia lansung menghandle pintunya dan terbuka...
"Dan benar saja,tampak Hisam sedang duduk bersandar di depan sebuah meja yang sepertinya itu adalah sebuah Ruang yang dipakai untuk bekerja,tampak dari berbagai peralatan yang melengkapi semuanya.
"Rupanya,Mas Sam...di sini??tanya nya pelan.
"Namun tak ada jawaban sama sekali,pandangan Hisam tetap lurus ke depan.
"Mas,ini sudah jam berapa...???
"Kamu nggak ngantor yah?tanya Binar,
memberanikan diri untuk bertanya lagi.
"Aku lagi nggak enak badan"sahutnya dengan suara berat.
"Mas Sam sakit...???spontan reaksinya kaget sekaligus khawatir.
"Aku nggak apa-apa...!!!
"Kamu berangkat aja sana...ucap Hisam tetap tidak menoleh ke arahnya.
"Tapi mas,
__ADS_1
"Tinggalkan aku sendiri,aku nggak mau diganggu oleh siapa pun.."ucapnya dengan tegas, membuat Binar patuh dan mundur, sekali pun cukup khawatir tapi dia memilih untuk meraih gagang pintu lalu keluar dari ruangan itu.
***************$$$$$$$$$***************