
"Binar, ayo kita makan dulu.ini sudah waktunya jam makan siang.
"Mau makan dimana memangnya?"tanya Binar pada Amanda,iya tahu kebiasaan sahabatnya itu paling tidak bisa menahan lapar walau hanya sedetik saja.
"Kita ke Restoran Sari laut aja,kali ini aku pengen makan dengan porsi banyak"celetuk Amanda begitu bersemangat sekali sambil membayangkan Ikan pepes Gurame kesukaannya itu,Tanpa sadar dia menelan air liurnya sendiri.
"Ah..kamu,kalau soal makan memang jagonya..."
Binar pun segera menutup laptop nya lalu mengikuti Sahabatnya itu dari belakang.
"Binar,mau makan dimana?? tegur pak Jatmiko sontak mengagetkan mereka.
"Mau nyari makan di luar pak,jawab Amanda dengan senyuman ramah.
"Aku anterin mau,nggak??
"Terimah kasih pak,kami naik motor aja"tolak sopan Binar.
"Iya pak,kebetulan kami ada keperluan di luar,jadi kami harus buru-buru"
kami Duluan yah pak..."pamit Amanda cepat sambil menarik tangan sahabatnya itu untuk pergi secepat mungkin agar bisa menghindari tawaran pak Jatmiko yang menurutnya itu tidak berfaedah lagi apalagi saat dia tau bahwa Binar adalah istri sang idolanya,dia yang biasanya sering menjodoh-jodohkan nya dengan Bosnya itu malah sekarang dia yang kelihatan protektif sekali nggak senang kalau pak jatmiko mencoba menggodanya walau sekedar hanya ingin menyapanya saja.
Tiba Di Restoran Sari Laut,Mereka lansung mencari meja yang strategis karena rupanya hari itu ramai pengunjung,hanya satu atau dua meja yang tampak kosong,membuat Amanda celingukan mencari meja untuk mereka berdua.
"Setelah di rasa meja yang agak pojokan itu pas buat mereka berdua membuatnya segera menyambar tangan Binar dan menariknya ke sana.
"Pelan-pelan kenapa sih say...!!!
"Aku kayak mau hilang aja,ditarik kayak anak kecil begini",protes Binar sambil tetap mengekor dari belakang.
"Buruaaann...say,takutnya meja yang di sana ada lagi yang nyambar"celetuknya dan belum semenit dia selesai ngomong,memang benar tiba-tiba seorang perempuan dari arah belakang lansung menduduki meja yang sudah mereka pesan tadi,membuat Amanda lansung shok seketika.
"Nah tuh kan,aku juga bilangin apa???
"sudah keduluan kan...???
"Restoran ini cukup terkenal dan laris manis say,harus bisa berburu meja secepatnya"Amanda menjelaskan dengan sedikit kesal.
"Kamu sih jalannya lelet amat,kayak nenek-nenek"omelnya
"iya..iya,maaf.
"Udah,ayo kita dekatin aja itu orang,aku mau bikin perhitungan karena berani mengambil meja kita"gerutu Amanda dengan penuh kecewa.
"Eitt...jangan say,Jangan bikin masalah...!!!
"Biarin aja,nggak malu diliat banyak orang.kita duduknya di sana aja"cegah Binar berusaha menenangkan emosi sahabatnya itu.
"Nggak...!!!
tepisnya lalu segera meninggalkan Binar menuju ke arah wanita yang sedang duduk di meja pojokan sambil membelakangi mereka.
"Gawat...ini,Cemas Binar lalu segera mengikuti Amanda sebisa mungkin dia berusaha untuk mencegahnya.
"Masalahnya bisa berbuntut panjang nih kalau begini,jerit batinnya tatkala melihat Amanda sudah sampai di depan wanita itu,
"Seketika Binar menghentikan langkahnya,deg-degan sekaligus panik menanti apa yang akan sahabatnya itu perbuat tapi demi di lihatnya,sesuatu terjadi diluar dari apa yang tadinya dia pikirkan membuatnya cukup bernapas lega.
"Terdengar...Amanda berseru...kaget,
Mbak Anin..."serunya
sambil menyambut uluran tangan wanita itu dengan begitu ramahnya.
"Say,ternyata ini mbak Anin"teriak Amanda dengan sumringah.
emosi yang tadinya sudah di ubun-ubun tiba-tiba mereda begitu saja tatkala melihat siapa sebenarnya wanita itu..???
"Apa...???
Mbak Anin...???
"Kenapa bisa pas yah,ketemu dia lagi di tempat ini???Jerit batinnya.
Binar berusaha bersikap profesional,dia lansung berhambur menghampiri mereka.
__ADS_1
"Hai,rupanya mbak Anin..sapa Binar sopan sambil mengajaknya bersalaman.
"Iya,Senang sekali bisa bertemu kalian di sini"jawab Anin begitu ramah sekali.
"Untung beneran mbak Anin,coba kalau itu orang lain...???Aku nggak bisa bayangkan apa yang bakal kejadian.."Celetuk Binar senang.
"lho memangnya kenapa???Tanya Anin merasa heran dan kebingungan.
sementara Amanda tersenyum malu-malu dan sedikit kikuk karena hampir saja emosinya tak terkontrol,
"Ini...nih mbak,hampir lho mbak Anin di gebukin gara-gara keduluan duduk di meja yang sudah dia pesan ini..!!"Binar mencoba memberi penjelasan di sertai Candaan.
"Apa...???
"Maaf mbak,aku nggak tau tadi kalau ternyata itu mbak Anin,coba orang lain beneran deh bakal aku kasih ceramah...Aja"Sahut Amanda lalu tertawa kecil.
"oh...Benarkah...???maaf,kalau ternyata meja ini sudah kalian pesan sebelumnya.aku liat tadi masih kosong jadi lansung duduk aja tanpa bertanya lebih dulu"Anin meminta maaf dan merasa bersalah sekali.
"Nggak apa-apa kok mbak,ini anak memang emosian banget walaupun hal sepele saja.
maklum Mbak kolestrol sama tensi dia naik melewati batas normal jadi sudah nggak mengherankan lagi!!!seloroh Binar lalu tertawa.
"Ah...nggak juga mbak,Tapi sumpah.beneran deh aku minta maaf. untung belum sempat keluarin jurus,coba nggak mastiin dulu tadi pasti mbak Anin bakal aku semprot beneran"Amanda benar mengakui kekesalannya tadi.
membuat Anin tertawa mendengarnya,
jadi gimana nih sekarang...???
"Apa aku harus pindah meja atau gimana nih?Tanya Anin serius.
"jangan mbak,kita barengan aja satu meja.
nggak apa-apa kan say???Binar meminta pendapat Sahabatnya lebih dulu.
"iya,boleh nggak apa-apa mbak.
lagian mejanya juga muat 4 orang kok dan kita kan cuman bertiga aja"Amanda segera mengiyakannya.
"Bener nih...???
"serentak Binar dan Amanda tertawa mendengarnya.
"Sekali lagi maafin yah,sudah mengambil meja kalian"Anin kembali meminta maaf.
"nggak apa-apa kok mbak,mbak Anin santai aja sekali pun protektif begini tapi full maaf kok "sambung Binar dan hanya di balas dengan anggukan kepala oleh Amanda.
"Baiklah,kalau begitu kalian pesen makan deh sekarang,biar aku yang traktir "Sahut Anin membuat Amanda melongo tak percaya mendengarnya.
"Asiikk...rupanya kekesalan berbuah manis,serunya kegirangan.
"yeh,belum tentu juga.coba tadi kamu sempat marah-marah so pasti mbak Anin bakal ilfiil duluan,iya nggak mbak???
"Anin hanya tertawa kecil menanggapinya,
"mereka akhirnya menghabiskan makan siang hari itu bertiga,sesekali terdengar mereka tertawa di selingi dengan candaan.
Binar memang anaknya baik dan ramah cepat akrab dan bergaul dengan siapa saja,Beda dengan Amanda yang cerewet dan nggak mau ngalah,kadang orang suka kesal sendiri menghadapinya,hanya Binar yang tahan berteman dengannya bahkan sampai sekarang mereka bisa menjalin persahabatan sejati.
"Oh..yah,memang mbak Anin mau kemana sih??
"Kok bisa nongol juga ke tempat ini,padahal kan jarak Trio Patri lumayan jauh ke daerah sini??Tanya Amanda sedikit penasaran,Binar hanya mendongak mendengarkan.
"Oh...Aku memang sengaja mau makan di tempat ini"kangen tempat ini...!!!Jawab Anin singkat sambi tersenyum penuh arti.
"Maksud mbak Anin,Ini merupakan restoran kenangan juga?sama dengan Restoran pertama kali ketemu dulu Waktu itu...???Amanda kembali menanyainya.
"Anin tersenyum sambil mengangguk...!!!
"Ntah kenapa Saat mengetahui hal itu Binar merasakan sesuatu mulai mengacak-acak perasaannya.
"Ini Restoran kedua yang punya segudang cerita indah di masa lalu.."Dan meja pojokan ini juga salah satu saksi bisu kisah kami,walau sekarang meja dan kursinya sudah di ganti dengan yang bagus tapi tempat ini terpatri indah di memori"
cerita Anin tiba-tiba mengalir begitu saja membuat Amanda menatap sahabatnya yang sepertinya mengerti arah tujuan cerita itu akan kemana?
"Binar memberi bahasa isyarat kepadanya dan Amanda sangat paham maksud dari isyaratnya itu.
__ADS_1
"Kalian mau mendengarkan cerita aku"Tanya Anin sambil menatap mereka lekat.
"Binar hanya mengangguk pelan,
sementara Amanda sekilas menatap wajah sahabatnya yang begitu tampak tenang sekali.
" laki-laki itu sangat aku cintai,melebihi aku mencintai nyawa aku sendiri...Anin memulai ceritanya.
"Takdir mempertemukan aku dan dia sejak kami masih kecil,Kedua orang tua kami bersahabat dekat,kami tumbuh dan di besarkan sama-sama,layaknya sebuah keluarga. sampai suatu hari kedua belah pihak berniat menjodohkan kami. Dan jujur kami berdua menyambut dengan bahagia Niat baik mereka itu karena sebenarnya kami berdua sudah sama-sama saling jatuh cinta dan mengikat janji untuk sehidup semati...
Sampai di sini ceritanya terdengar Anin menghela napas yang berat,sementara Binar sempat menahan napas mendengar cerita Anin barusan,Ntah kenapa ada yang mulai bergejolak di sudut hatinya.
"Hari hari kami lalui dengan kebahagiaan dan keceriaan,Karena saat itu memasuki jenjang Sekolah Menengah atas aku dan dia kembali sekolah di sekolah yang sama.
"Bahkan setiap hari dia selalu mengantar jemput aku,Tiada hari kami lewati tanpa bersama sampai pada akhirnya 3 tahun kembali di lewati dengan penuh cinta dan kasih sayang,karena memang kami saling mensuport dalam hal apa pun.Dan pada saat itu aku dan dia benar-benar jadi panutan semua siswa karena meski kami terikat hubungan pacaran tapi bukan berarti membuat kami lupa diri,kami selalu taat dengan norma-norma agama malah dengan adanya ikatan cinta itu membuat kami mencetak segudang prestasi, sampai pada akhirnya kami pun bisa membuktikan kembali lulus dengan nilai terbaik..."Anin begitu semangatnya bercerita,
"Sampai Di Situ Amanda kembali melirik sahabatnya yang tetap bersikap lebih tenang hanya sesekali terdengar tarikan napasnya jika Anin mengambil jeda lalu menyambung lagi ceritanya.
"Dia pun tidak berani berkomentar,hanya menjadi pendengar yang baik saja.
"Dan yang paling membahagiakan kami saat pengumuman kelulusan hari itu,karena ternyata aku dan dia menjadi siswa lulusan terbaik dan kami bisa mendapatkan surat keterangan lulus tes untuk lanjut ke perguruan tinggi,kembali kami di satukan di fakultas yang sama dan Dia benar-benar menjadi idola kampus yang tak ada tandingannya saat itu,dan itu adalah satu kebanggaan tersendiri buat aku yang menyandang status sebagai pacarnya.
"Meski aku dan dia dibesarkan dari keluarga yang cukup berada,dia sendiri memang sudah menjadi cucu konglomerat tapi itu tidak membuatnya sombong dan angkuh,itu yang membuat aku semakin mencintainya bahkan dalam hati aku sudah berjanji hanya dia laki-laki terakhir yang akan aku cintai seumur hidup aku.
Begitu pun sebaliknya dia membuktikan cintanya padaku,dengan menolak semua wanita yang mencoba untuk mendekatinya bahkan terang-terangan menolak mereka di depan semua orang.Dan jujur itu membuat aku semakin bangga dan meyakini bahwa dialah laki-laki yang tepat untuk menjadi pendamping hidup aku kelak"Dan yang menjadi akar cinta kami adalah kedua orang tua yang benar-benar mendukung dan merestui kami.
Siapakah laki-laki beruntung itu...???sela Amanda pura-pura tidak mengerti.
"Anin tersenyum bahagia mendengar pertanyaan Amanda barusan.
lalu dia mengeluarkan Sesuatu dari dalam tasnya lalu tanpa ragu menyerahkan selembar foto jadul tepat di hadapan Binar,
"Binar tersentak tatkala foto yang begitu familiar sekali buatnya kembali terpampang nyata di hadapannya kini.
"Ini foto yang sama,yang di tunjukkan mama Widya pada aku waktu itu...???
"Rupanya mereka sama-sama menyimpan foto yang sama"jerit batinnya sendiri.
"Amanda meraih foto itu,
"Lho..ini kan foto Tuan Hisam...???masih sempat kaget padahal dia sudah tau dari Binar siapa laki laki itu sebenarnya.
"Iya,benar itu Presdir Salim group"Anin kembali membenarkan ucapannya.
"Tuan Hisam dari dulu memang sangat tampan yah???pantas aja banyak fans beratnya"Celetuk Amanda tanpa sadar.
"Anin tersenyum malu mendengarnya,
"Lantas apa yang terjadi setelah itu mbak???Tanya Binar tiba-tiba,dia begitu bersemangat ingin mengetahui cerita selanjutnya,rasanya tidak adil jika dia hanya mendengarkannya dari sepihak saja,bukankah waktu itu mama Widya sudah menceritakan semuanya tapi kali ini dia ingin mendengar versi dari pemeran utamanya lansung.
"Amanda kembali menatapnya dengan tatapan bingung apalagi saat mendengar pertanyaan yang nadanya kedengaran begitu menggebu sekali.
"Anin terdengar kembali menghela napas yang berat,
"Takdir rupanya tidak memihak,menjelang semester genap,pupus sudah harapan yang telah kami pupuk bertahun-tahun bahkan janji sehidup semati hanya tinggallah sekedar janji karena sebuah kejadian yang memalukan dan mengira aku telah menghianati cintanya.
Kerongkongan Anin seperti tercekat saat mengingat kejadian waktu itu.
satu tragedi yang ingin dia kubur dalam-dalam tapi sampai saat ini masih terekam begitu jelas di ingatannya.
"Binar tiba-tiba menarik napas,setelah Anin selesai menceritakan semuanya.
"Jadi mbak Anin merasa waktu itu hanya di jebak???tanya nya penasaran.
"Iya...Ada yang sudah menjebak aku dengan memberi obat peransang,sehingga membuat aku lupa diri dan melakukanya dengan laki-laki yang memang ada hati sama aku waktu itu,tapi aku tak pernah menganggapnya serius karena dia adalah teman baik aku tapi rupanya tega nusuk aku dari belakang sampai pada suatu hari Dia memergoki kami sedang melakukan hubungan terlarang itu...!!!
"Aku tak berdaya waktu itu...???keluh Anin dengan suara parau menahan tangis.
"Binar jadi tersentuh dan prihatin mendengarnya.
Dia mengulurkan tangannya ke bahu Anin,mencoba menyemangatinya walau hatinya sendiri dari tadi menjerit tak menentu.sementara Amanda hanya memilih diam saja ketimbang ikut berkomentar,dia yang tadinya ceplas ceplos jadi nggak punya semangat untuk memberi penilaian apalagi saat tau kronologi masa lalu Anin dengan idolanya itu.
"Sungguh tragisssss....!!!!jeritnya dalam hati.
************$$$$$$$$$$*************?
__ADS_1