
Siang menjelang sore tampak kesibukan begitu banyak terjadi di dalam sebuah gedung hotel berbintang 5 yang berada di tengah-tengah jantung kota,Semua orang tampak bekerja bahu membahu untuk mempersiapkan segala sesuatunya demi kelancaran bazar Akbar yang akan di gelar minggu ini,Begitu pula dengan Binar dan Amanda tengah sibuk membantu para Pekerja Wedding organizer untuk mendekorasi hampir seluruh bagian ruang utama yang akan di jadikan tempat untuk pelaksanaan acara itu nantinya.
"Bersamaan dengan itu Tuan Hisam sampai juga di lokasi,
"Eh...itu bukannya tuan Hisam...??celetuk salah seorang pekerja yang bertugas di bagian depan pintu hotel,
"Yah,benar sekali itu Tuan Hisam,ayo cepat beritahukan ke pak Jatmiko dan yang lainnya.
"Nggak biasanya Tuan Hisam datang share lokasi lansung begini...Ada apa yah???mereka semua bertanya-tanya sendiri dalam hati mereka masing-masing.
"Dengan membungkuk sopan,mereka semua menyambut kedatangan Sang presdir begitu hormat.
"Pak Jatmiko muncul di lobi Hotel dengan tergopoh-gopoh sekali tatkala anak buahnya datang memberitahukan soal kedatangan Tuan Hisam yang tanpa pemberitahuan sebelumnya.
"Selamat datang Tuan...mari silahkan masuk,
"Mohon maaf Tuan,kami tidak tau jika Tuan Hisam akan datang kemari...ucap Pak Jatmiko gugup.
"saya kebetulan ada janji dengan seseorang di sini makanya saya datang tanpa memberitahu kalian sebelumnya,silahkan kalian kembali bekerja..perintahnya sambil matanya menyapu ke segala arah sepertinya dia sedang mencari keberadaan seseorang.
"Mari Silahkan Tuan,pak Jatmiko mempersilahkannya masuk lalu menyuruh yang lainnya untuk kembali bekerja.
"Hisam begitu tidak peduli dengan semua sambutan hangat pak Jatmiko,matanya terus berkeliling dan berhenti di sebuah sudut ruangan tatkala ekor matanya menangkap bayangan seseorang yang tengah asik mendekor sudut ruangan itu.
"Cihhhh...rupanya dia tidak menyadari kedatanganku..."gerutunya dalam hati sambil terus menatapnya dari kejauhan.
"Apa perlu aku memanggil nona Tuan...???tanya Leo yang bisa lansung membaca situasi.
"Nggak perlu,aku ke sini bukan untuk menemui dia tapi bertemu dengan Tania.pastikan dia tidak melihat kami"ucap Hisam memberi perintah sambil berlalu ke arah lift untuk naik ke lantai dua.
"Kadang aku tidak mengerti apa sebenarnya yang ada di hati kamu Tuan...???tanya Leo dalam hati sambil mengekor dari belakang.
"Sepertinya laki-laki yang sempat aku lihat sekilas tadi, itu..Tuan Leo deh...!!!ucap Amanda.
"Mana...???tanya Binar sambil berbalik menatap ke arah yang di tunjuk oleh Amanda barusan.
"Tadi lewat ke situ,apa mungkin Tuan Hisam juga berada di sini???tanya Amanda penasaran.
"Ah..nggak mungkin,kamu salah liat kali..."potong Binar tak begitu peduli.
"Beneran,aku nggak mungkin salah liat.itu beneran Tuan Leo asisten pribadi Tuan Hisam.jangan-jangan benar Tuan Hisam ada di sekitar sini,aku mau Cek dulu ah...ujar Amanda lalu segera berlalu pergi meninggalkan Binar yang hanya bisa geleng-geleng kepala menatapnya.
"Dasar,sampai sebegitunya ngefans sama seseorang lupa deh akan segalanya.."Ucapnya lirih sambil melanjutkan kembali pekerjaannya.
"Apa Benar mas Sam ada di sini...???
tiba-tiba dia membatin sendiri.
"Ah...Nggak mungkin....!!!!
"kalau pun Amanda beneran melihat Tuan Leo ada disini,yah mungkin saja dia ada keperluan mendadak di tempat ini"kembali dia berujar sendiri dalam hati.
Kehadiran pak Jatmiko yang secara tiba-tiba di belakangnya sungguh mengagetkannya apalagi dia sengaja mendekatkan tubuhnya begitu dekat ke tubuh Binar.
"Eh...pak Jatmiko,ucapnya cukup kaget
"kenapa...???
"Kaget yah...???
__ADS_1
"Serius amat sih,sehingga nggak menyadari aroma tubuhku yang sedang ada begitu dekat tepat di belakangmu kamu sekarang..."ucap Pak Jatmiko sambil tersenyum senang dan menatapnya begitu seksama.
"Maaf pak,saya sibuk membenahi semua ini sehingga tidak menyadarinya jawab Binar sambil menjauhkan dirinya dari laki-laki itu.
"pak Jatmiko tampak tersenyum begitu tenangnya.
"Sebaiknya kamu istirahat dulu sekarang,Toh masih banyak waktu biarkan mereka yang menyelesaikan semuanya.kamu tinggal memantaunya nanti, semisal ada yang perlu di benahi,Ayo kita ke atas dulu istirahat,aku sudah pesan minum dan makanan buat kamu..."Ajak pak Jatmiko.
"oh...maaf pak,nanti saja...
"Tanggung banget ini pak,aku hanya ingin memastikan semuanya bisa selesai tepat waktu.jadi waktu tidak akan terbuang begitu percuma"Tolak Binar secara halus.
"Yah,aku tau..aku bangga dan salut atas kinerja kamu yang begitu konsisten,tapi tubuh kamu juga perlu istirahat.aku nggak kamu nantinya kamu terlalu kecapean dan akhirnya sakit karena pekerjaan ini"Sahut pak Jatmiko jujur.
"terima kasih banyak atas perhatiannya pak,tapi nanti saya akan istirahat bila semuanya sudah selesai,
"Maaf pak,saya permisi ke sana dulu..mau mencari Amanda yang dari tadi keluar belum kembali.."pamitnya dengan sopan lalu tanpa menunggu respon dari pak Direkturnya itu lagi dia lansung berlalu pergi.
membuat pak Jatmiko hanya bisa menelan ludah berkali-kali melihat kepergiannya.
"Ntah kenapa setiap kali mendapat penolakan seperti ini dari mu aku semakin di buat tak berdaya,bahkan semakin dibuat menggila dan tak terkendali...
"aku sudah tidak sabar menunggu saat itu tiba,dimana kamu tidak akan pernah berani menolak aku lagi, bahkan kamu sendiri yang akan lansung memintanya dari ku"ujar Pak Jatmiko dalam hati sambil tersenyum licik memandangi kepergian Binar.
sementara itu di sebuah balkom kamar yang berada di lantai dua,Tampak dua sejoli yang sedang duduk berdampingan sambil membelakangi Leo yang sedang berdiri tepat di belakang mereka.
"Ada apa kamu memintaku kemari...???
"Bukankah kamu tau aku punya banyak kesibukan yang tidak bisa di sepelekan begitu saja"ucap Hisam lansung ke intinya sambil menepis Rangkulan tangan Tania di lengannya itu.
"Aku merindukanmu mas, makanya aku memintamu datang ke sini sekarang dan kamu tau merupakan keistimewaan buat aku karena kamu beneran datang menemui ku hari ini meski aku sangat tau jadwal kamu padat banget "Jawab Tania dengan bahagianya sambil menatap Hisam yang sejurus hanya memandang ke depan.
"Sudah berapa kali aku katakan,
"Tapi aku belum bisa menerima semua itu mas,jadi jangan salahkan aku dan jangan pernah menolaknya.karena kamu tau sebesar apa dan sedalam apa perasaanku sama kamu selama ini mas..."kata Tania sejujurnya lalu menyandarkan kepalanya di bahu Hisam
"Leo bisa mendengar dengan begitu jelas helaan napas tuan mudanya yang begitu berat sekali saat mendengar ucapan Tania barusan.
"Kamu harus belajar menjaga batasan kamu mulai dari sekarang,aku sudah menuruti semua permintaan kamu selama ini dan aku harap kamu tidak akan melanggar janji kamu itu..."ucap Hisam tanpa ekspresi sama sekali.
"Biarkan aku belajar dan berusaha untuk melupakan semuanya mas,tapi tolong jangan pernah menjauh dari aku atau memilih untuk membenci aku,aku akan berusaha menerima kenyataan pahit ini,walau aku sendiri tak yakin apa aku sanggup melewati semua ini"ucap Tania dengan suara serak menahan tangis sambil terus menyandarkan kepalanya di bahu Hisam karena sepertinya Hisam kali ini tidak menunujukkan penolakan meski tadi sempat menepisnya.
"Apa wanita itu sudah mempengaruhi otak kamu mas,sehingga kamu tega ngelakuin ini sama aku...???
"Aku rela menjadi yang kedua mas,asalkan aku tak dibiarkan jauh dari sisi kamu..!!!pinta Tania memohon.
"Aku tidak mau kamu merasakan sakit seperti yang pernah aku rasakan dulu. kamu itu wanita yang baik buat aku,Dan aku tak sanggup membuat kamu sampai terluka karena semua ini..."ucap Hisam apa adanya.
"Haruskah aku yang pergi dari sisi kamu mas...???
"Kenapa bukan dia...???toh mas Bilang tidak pernah mencintai dia sama sekali,kenapa mas Harus mempertahankannya"Tanya Tania sambil menatapnya meminta penjelasan.
"Bukankah kamu sudah tau semua, apa alasan aku melakukan semua itu...???dengus Hisam sedikit kesal.
"Baiklah mas,aku akan coba mengikhlaskan semunya selagi kamu tetap mengizinkan aku tetap berada di sisi kamu sebagai wanita yang baik menurut kamu.."ucap Tania tak mau memperkeruh masalah lagi,karena hubungannya dengan Hisam saat ini sudah mulai membaik,itu sudah cukup buatnya dari pada harus terusir dari kehidupan tuan Hisam selamanya.
"oh...Yah mas,selain karena aku merindukan kehadiranmu saat ini,ada seseorang yang juga ingin bertemu dengan kamu saat ini,dia tak kalah rindunya dengan sosok kamu...!!!
"Siapa..??tanya Hisam heran sambil beralih menatapnya sebentar.
__ADS_1
"Wanita yang pernah kau cintai...!!!celetuk Tania sontak mengagetkannya terlebih Leo,apalagi saat melihat seorang wanita tiba-tiba muncul di hadapannya saat itu.
"Nona Anin...sapa Leo dengan sopan,
mendengar nama Anin di sebut membuat Hisam tersentak kaget tapi dengan cepat dia bisa menguasai perasaannya dan berusaha bersikap lebih tenang meski jantungnya sempat bergetar hebat saat mendengar nama itu kembali terngiang di telinganya setelah sekian lama.
"Aku akan keluar sebentar mas,memesan minum buat kita.."ucap Tania mencoba mencairkan suasana,bagaimana pun dia sudah berjanji pada Anin untuk mempertemukannya dengan Hisam,toh tidak ada yang perlu dia khawatirkan sekarang karena selama ini dia sudah tau bagaimana perasaan Hisam sebenarnya sama Anin,Sudah tidak ada harapan lagi terlebih dirinya yang harus mundur secara alon-alon atas permintaan Hisam sendiri.
"Tapi akankah dia mundur dan mengalah begitu saja,sepertinya itu tidak ada dalam kamusnya.karena dia sudah punya banyak rencana untuk tetap menjadi wanita spesial di hati Hisam selamanya.
terlihat dia tersenyum begitu licik menatap Anin lalu melangkah pergi meninggalkan mereka di dalam ruangan itu.
"Leo pun segera melangkah keluar,meski tanpa perintah dari Tuan Hisam tapi dia sengaja ingin memberikan ruang buat mereka untuk berbicara empat mata setelah sekian lama pertemuan mereka itu bisa tercipta kembali.
"Sebaiknya aku mencari Nona Binar saja,aku kasihan juga memikirkan nasib Nona saat ini.
"Istri yang tidak pernah di anggap oleh Tuan Hisam..."ucapnya lirih lalu semakin menjauh meninggalkan ruangan dimana Tuan mudanya sedang berada saat ini.
......................
"Mas,
"Apa kabar....???tanya Anin pelan dan ragu,tidak tau mau memulai dari mana percakapan mereka.
"Seperti yang kamu lihat"jawab Hisam dengan suara serak karena mencoba menahan gejolak perasaannya yang tak menentu saat itu.
"Aku...aku...
"Anin begitu gugup sekali,meski itu bukan pertemuan yang pertama kalinya setelah perpisahan mereka 5 tahun yang lalu tapi saat itu keadaannya sungguh sangat berbeda,dimana kali ini mereka hanya berduaan di sebuah kamar yang sangat tertutup.
"Ada apa...???
"Apa yang ingin kamu bicarakan...???
"Kalau tidak ada,biarkan aku pergi karena aku tidak punya banyak waktu untuk saat ini"ucap Hisam dingin tanpa ekspresi.
"Membuat Anin jadi gelagapan mendengarnya,
"Maafkan aku mas....
"Ucapan maaf itu akhirnya keluar juga dari bibir Anin meski terdengar sedikit gemetar.
"Heh....
Hisam tersenyum kecut mendengarnya.
Akan lebih mudah untuk memaafkan orang biasa dari pada memaafkan luka yang diberi oleh orang tercinta"Jawab Hisam apa adanya.
"Karena itu aku datang memohon pengampunanmu mas,aku minta maaf atas segala kesalahan yang telah aku perbuat,tapi asal kamu tau saat itu aku tak berdaya,Aku di jebak dan tak bisa berbuat apa-apa"Ujar Anin mencoba untuk memberi penjelasan.
"Hah....Di jebak....???
"menyedihkan sekali,tapi aku tidak peduli sama sekali tentang hal itu,
"Semua sudah berakhir saat itu,aku ucapkan terima kasih atas kenangan indah dan buruk yag telah kamu hadirkan dalam hidupku sampai saat ini"jawab Hisam.
"Aku dan mas Hisam pernah seerat nadi,namun kini bagai matahari dan bumi,mungkin hanya aku yang merindukanmu mas,meneteskan air mata dan berharap bisa bertemu secepatnya..."kata Anin dengan mata berkaca-kaca.
"Hentikan semua kebohongan kamu,aku tak mau hanya menjadi bahan permainan kamu selama ini,sudah cukup luka yang pernah kau torehkan di masa lalu,aku tak sudi memaafkan orang yang pernah membuat aku kecewa bahkan sampai saat ini lukanya masih terasa membekas"Jawab Hisam tanpa sedikit pun berbalik menatap ke arahnya.
__ADS_1
"Maafkan aku mas,hanya kata itu yang mampu keluar dari bibir Anin berkali-kali.
******************