
Binar langsung memegang perutnya yang tiba-tiba terasa sakit sesaat setelah jatuh terpental di lantai.
"Makanya kalau jalan, yah liat ke depan dong...!!!Tegur Orang yang sedang berdiri menatapnya dengan tatapan kesal.
"Binar langsung mendongak melihat siapa yang baru saja kena Tubruk.
"Nona Tania....???Batin nya.
"Tania tersenyum kecut,
"Masih ingat dengan muka aku...???Atau pura-pura lupa...???Ujarnya begitu sinis sambil memasang wajah tak bersahabat.
"Binar berusaha bangkit dan berdiri,tangan nya masih memegang perutnya yang terasa sakit.
"Tolong saya...!!!Pak Jatmiko seperti nya ingin melecehkan saya Nona"Binar tiba-tiba meminta Bantuan darinya.
"Heh....Apa peduliku...!!!
Urus aja diri kamu sendiri"Sahut Tania sinis sambil tersenyum licik.
"Bersamaan dengan itu pak Jatmiko muncul dan berjalan mendekat ke arah mereka meski dengan jalan yang tertatih karena terlihat masih kesakitan akibat Tendangan nya tadi,membuat Binar mulai panik, seketika langsung mengambil langkah seribu untuk segera kabur dari tempat itu karena seperti nya kehadiran Tania nggak berpengaruh apa-apa,apalagi berharap bisa meminta pertolongan dari nya.
"Namun tanpa Pernah Dia perhitungkan sebelum nya,Tania malah menarik tangan nya dan mencegah nya untuk pergi dari tempat itu.
"Hei,kamu mau kemana....???
"Lepaskan....!!!
"Nona Tania aku mohon lepaskan Tangan saya ,saya harus pergi secepat nya dari tempat ini..."ucap Binar dengan nada memohon sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Tania yang begitu erat sekali.
Tapi Tania tak memperdulikannya,Dia dan pak Jatmiko malah Saling pandang lalu tertawa terbahak-bahak, membuat Binar curiga dan hanya bisa menatap mereka secara bergantian.
"Kamu pikir bisa lari dan pergi dari sini...???
Jangan harap kamu bisa kabur dari ku...!!!
"Ujar pak Jatmiko dengan senyum licik nya.
"Silahkan bersenang-senang Pak JaT...!!!Ucap Tania begitu senangnya sambil mendorong tubuh Binar ke pelukan pak Jatmiko.
"Rupanya kalian bersekongkol...!!!
"Apa sih rencana kalian...??Tega yah kamu ngelakuin ini,kalau sampai mas Hisam tau,dia pasti tidak akan pernah memaafkan kamu..."Ucap Binar sambil berusaha melepaskan diri dari dekapan pak Jatmiko,
"Tania langsung tertawa mendengar ucapan nya barusan.
"Asal kamu tau,aku tidak suka melihat kamu berada di dekat Mas Hisam apalagi sampai mendapat cinta dari nya,Aku ingin Mas Hisam membenci kamu seumur hidup nya.." ucap Tania terus terang.
"Apa...???
"Kenapa kamu tega ngelakuin ini??
"Apa hubungannya dengan mas Hisam??
Tanya Binar,
"Karena aku sangat mencintai dia dan tidak akan aku biarkan seorang pun untuk mendapat cinta nya selain aku.hanya aku wanita yang pantas mendampinginya..Jadi karena itu aku harus membuat dia membenci kamu terlebih dahulu seperti yang telah aku lakukan dulu pada Anin...!!!
"Apa....???
"Apa maksud kamu...???
"Kamu tau,aku yang sudah memisahkan dia dari cinta pertamanya,itu semua atas rencana ku juga,aku yang membuat drama penghianatan itu terjadi,sehingga Mas Hisam sangat membenci wanita yang sangat di cintai nya itu dan hal itu akan terulang lagi karena aku tau mas Hisam sangat membenci sebuah penghianatan dan aku akan merasa senang sekali jika hari ini Pak Jat bisa membantu aku untuk menyelesaikan misi yang sudah aku rancang selama ini,Tidak akan aku biarkan gagal lagi setelah kegagalanku tempo hari di hotel...!!!
"Oh..Jadi kamu dalang dari semua ini,kamu yang membuat aku meminum obat perangsang itu...???Binar begitu kaget mendengar penjelasan Tania.
"Hahaha.....tepat sekali....!!!
__ADS_1
"Tapi sayangnya malam itu pak Jat tak sempat menikmatinya,Kamu malah kabur dan tak bisa di temukan lagi tapi nggak apa-apa karena hari ini kesempatan itu kini terulang kembali, tanpa terpikirkan dan di rencanakan,
"Tak akan pernah aku biarkan siapa pun menggagalkannya lagi..."Tania begitu bersemangat sekali.
"Lepaskan....!!!Binar masih berusaha melepaskan diri namun dia sudah tak berdaya rasa sakit di perutnya serta merta menguras tenaganya.
"Aku mohon pak lepaskan aku,perutku sakit banget....!!!Rintih Binar memohon.
"Aku akan melepaskan kamu setelah mendapatkan apa yang aku inginkan,coba dari tadi kamu tidak melawan mungkin kamu tidak akan merasa kesakitan seperti ini malah kamu akan terbuai dengan kenikmatan, jika saja kamu mau menurut"Ujar Pak Jatmiko tersenyum nakal berusaha untuk menciumnya namun Binar langsung memalingkan wajahnya.
"Jangan sentuh saya pak,saya mohon...!!!
"Awas kamu Tania,aku akan mengatakan semuanya pada mas Hisam,kamu pasti akan menyesali perbuatan keji kamu itu..."Teriak Binar meronta-ronta ingin melepaskan diri.
"Silahkan saja kalau kamu bisa,karena setelah ini saya yakin dia akan sangat membenci kamu seperti dia membenci Anin waktu itu, karena dia paling membenci wanita yang sudah di sentuh oleh laki-laki lain,dia bahkan tidak sudi untuk menatapnya lagi..."Kecam Tania.
"Pak,aku mohon tolong lepaskan saya,apa bapak tega memperlakukan wanita seperti ini??Apa salah saya pada Anda pak,Asal bapak tau saya ini sedang hamil..."Rintih Binar memohon saat pak Jatmiko mulai menyeretnya pergi.
"Apa....???
"Kamu hamil???
sontak membuat pak Jatmiko terkejut bukan kepalang terlebih Tania yang sempat mendengar itu semua.
"Iya..pak,sekarang saya lagi hamil...!!!ucap Binar lirih sambil menahan sakit yang semakin melilit di perutnya.
"Jangan bohong kamu...!!!
"Iya dia pasti bohong pak JaT,ini hanya akal-akalan dia belaka agar Anda bisa mengasihaninya,jangan sia-sia kan kesempatan ini..."Ujar Tania berusaha meyakinkan pak Jatmiko,karena dia nggak yakin Binar bisa hamil secepat itu karena dia tau Hisam tidak pernah mencintainya,Tapi kalau pun Hamil bodoh amat..."Pikirnya.
"Aku nggak bohong pak,sekarang saya benar-benar hamil,Binar masih berusaha membuat Bos nya itu percaya dan mengasihaninya.
"Tunggu dulu,kalau kamu memang hamil...??Lantas anak siapa yang sedang kamu kandung itu...???Tanya Pak Jatmiko mulai mengendurkan pegangannya.
"Sebenarnya aku sudah menikah pak,dan anak yang aku kandung ini adalah anak Tuan Hisam..."
"Apa...???Anak Presdir Salim group...???
"Spontan pak Jatmiko melepaskan genggaman tangan nya dan mundur beberapa langkah ke belakang lalu menatap Tania dengan tatapan Tajam.
"Tania,apa-apaan ini...???
"Apa benar dia adalah istri presdir Salim group...???Kenapa kamu nggak pernah cerita,jika dia adalah istri Tuan Hisam...??Teriaknya dengan penuh amarah di sertai rasa penyesalan meminta penjelasan Tania.
"Lho memangnya kenapa kalau dia istri Tuan Hisam,Bukankah Anda sendiri yang sering bilang ke saya kalau Anda begitu tergila-gila padanya jadi saya hanya mencoba membantu anda untuk mendapatkan Apa yang anda inginkan selama ini,Toh dari Awal anda setuju-setuju saja bahkan sangat mendukung ide saya ini"Protes Tania.
"Pak Jatmiko sontak terduduk lemas di lantai,di samping Binar.
"Maaf...maafkan saya Nona....!!!
"Apa yang telah saya lakukan tadi...???
"Tolong ampuni kekhilafan saya,saya menyesal telah berpikir bejat seperti ini,kenapa Anda nggak pernah bilang jika Anda adalah istri presdir Salim group,Tolong ampuni saya....!!!Pak Jatmiko tiba-tiba berlutut di hadapan nya memohon maaf sambil melipat kedua tangan nya dengan rasa penyesalan yang teramat dalam.
"Dia berusaha meraih tangan Binar,
"Jangan sentuh saya pak..."tepis Binar.
"Tidak Nona,tolong maafkan saya...!!!
"Jangan biarkan Tuan Hisam tau soal ini,saya pasti akan mendapat masalah besar jika sampai beliau tau,saya mohon Nona ampuni saya,ini semua rencana Nona Tania,dia menjebak saya bahkan memaksa saya untuk menodai anda"Ucap Pak Jatmiko jujur,
"Rasa sakit di perutnya semakin tak tertahankan,Dia sudah tidak peduli lagi dengan penjelasan Pak jatmiko di pikiran nya hanya ingin pergi dari tempat itu secepat mungkin.
"Nona tunggu...jangan katakan ini pada tuan Hisam teriak Pak Jatmiko masih memohon, namun Binar sudah tak menggubrisnya lagi ,dia hanya berhenti sebentar menatap Tania dengan tatapan tajam.
"Heh...Dasar perempuan licik,kamu pikir aku tidak akan membeberkan semuanya di hadapan mas Hisam,Aku yakin orang yang akan di benci semur hidup olehnya bukan aku tapi kamu..."Tegas Binar,
__ADS_1
"Tak akan aku biarkan hal itu terjadi,karena aku juga belum yakin anak yang kamu kandung itu adalah anak mas Hisam,bisa aja kamu main serong di belakangnya dan mengaku-ngaku itu adalah anaknya"
"Plakkkkk....sebuah tamparan mendarat ke pipi Tania,Jaga bicara kamu yah..!!!
"Aku tidak serendah itu,anak yang aku kandung ini memang benar adalah anak mas Hisam dan kamu tau semua itu terjadi atas ulah kamu sendiri,
"Oh..,sepertinya aku patut berterima kasih kepada Anda,karena telah membuat segalanya jadi lebih baik"Binar tersenyum menyeringai,
"Terima kasih atas obat perangsang nya,karena obat itu membuat hubunganku dengan mas Hisam semakin dekat dan buktinya sekarang aku beneran hamil darah dagingnya sendiri,dan kamu tau mas Hisam lah orang pertama yang telah melakukannya,tidak seperti yang kamu tuduhkan itu..."Tegas Binar percaya diri sambil berlalu pergi meninggalkan dirinya yang hanya bisa mematung sambil memegang pipinya perih.
"Kurang ajar,Awas kamu..."Teriak Tania sambil mengikutinya dari belakang.
"Tania mau apa kamu...???Teriak Pak Jatmiko berusaha mencegahnya namun terlambat sebelum Binar sempat menyadari bahaya yang mengintainya secepat itu juga dia sudah mendorong tubuhnya di atas tangga hingga tersungkur jatuh dan berguling-guling sampai ke lantai bawah.
"Kejadian itu begitu cepat di depan mata nya membuat pak Jatmiko tak berkutik,Dia baru berlari ingin menyelamatkan Binar setelah Semuanya sudah terlanjur terjadi.
"Keterlaluan kamu...Tania,apa yang kamu lakukan...!!!
"Nona Binar...teriak pak Jatmiko tak percaya atas apa yang di lihatnya,Tepat di ujung bawah Tangga, Binar sudah bersimbah darah terkulai dan tak sadarkan diri.
********
Ntah bagaimana kronologisnya setengah jam kemudian,Binar sudah ada di rumah sakit dengan keadaan yang sangat kritis...Pak Jatmiko tampak ikut mengantarnya bersama pak Abdul sopir pribadinya.
"Hape Leo terus bergetar Hebat di saku celana nya,Sengaja nggak di aktifkan Nadanya agar tidak mengganggu Jalan nya Meeting yang di mulai dari siang tadi hingga menjelang sore itu.
"Rapat itu di hadiri oleh beberapa petinggi perusahaan beserta para klien Salim group dari berbagai provinsi.
Leo membiarkan hape nya terus bergetar sendiri,Dia tetap berusaha fokus mengikuti jalan nya rapat namun Konsentrasinya tiba-tiba terpecah kembali ketika dilihatnya Layar hape Tuan Hisam yang ada di sebelah nya itu terlihat kerlap-KerLiP menyala menandakan sebuah panggilan,meski sengaja di diamkan dan getarannya nggak di aktifkan tapi dia sangat yakin ini pasti emergency call,Dengan cepat dia meraih hape itu dan melihat nama siapa yang tertera di balik layar hape itu.
"Pak Abdul.....???
Ntah kenapa perasaannya jadi nggak enak setelah membaca nama pak Abdul terlebih ketika dia merogoh saku celana nya dan melihat puluhan panggilan pak Abdul yang masuk ke hape nya.
"Pasti ada sesuatu dengan Nona...???Pikirnya dalam hati,Lalu tanpa pikir panjang dia segera mohon ijin untuk keluar sebentar dan menerima telpon dari pak Abdul,
Hisam hanya mengangguk mengiyakan,lalu kembali fokus mendengarkan penjelasan dari para klien nya.
"Hallo......!!!
"Hallo Tuan muda,mohon maaf saya lancang menelpon anda Tuan,tapi Saya hanya mau mengabari keadaan Nona muda,Sekarang beliau ada di rumah sakit,Dia berdarah dan tak sadarkan diri"Ucap pak Abdul gemetar begitu mendengar telpon nya terrsambung,
"Maafkan saya tuan muda,Saya sudah berusaha menghubungi Tuan Leo tapi hape nya nggak di angkat-angkat jadi saya memberanikan diri menelpon langsung ke nomor pribadi Anda Tuan"Pak Abdul
semakin was-was,
"Apa...???
"Apa yang terjadi...???
"Ini aku pak,Tuan muda masih sedang ada rapat...!!!"
"Nona Binar kenapa...???Apa yang terjadi dengan nya???Leo Kembali memperjelas pertanyaannya.
"Anu...anu...tuan....!!!
"Anu apa pak...??Kalau ngomong yang jelas dong"Leo mulai panik.
"Pak Abdul berusaha menjelaskannya secara detail saja,dia hanya meminta mereka untuk segera datang ke rumah sakit untuk melihat langsung keadaan Binar.
Leo cukup terhenyak kaget saat tau kabar itu,
"Ya...allah,lindungi Nona dengan si jabang bayi nya....!!!
"Bagaimana ini...???
"Tuan muda masih ada di dalam sedang meeting dengan klien nya...???
__ADS_1
"Tapi tidak mungkin saya akan menunda untuk memberitahunya,Ntah bagaimana reaksinya jika sampai dia telat mengetahui semua ini.
**********$$$$$$$$$$**************