Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
Perasaan apa ini....???


__ADS_3

Sudah setengah Jam Binar berada di dalam toilet,Sambil terus membasuh muka dan menggosok bibir nya beberapa kali dengan sabun,sampai lipstiknya luntur semua tak menyisakan bekas.


Dengan perasaan geram,kecewa dan malu,


semua bercampur jadi satu.


"Dasar bodoh,Tidak tau malu bisa-bisa nya hati aku ikut berdebar tak menentu begini?


padahal itu kan hal yang paling memalukan....."


"Beraninya dia menodai ciuman pertama aku dengan cara seperti ini,Dalam hati Binar terus mengumpat dirinya sendiri.


"Dia Agak ragu untuk melangkah keluar dari toilet apalagi bertatap muka dengan Suaminya.Dia berniat untuk berlama-lama di dalam toilet itu sampai dia bisa menenangkan hatinya.


"Hei,mau sampai kapan kamu di dalam Situ...???teriakan Hisam dari luar membuatnya tersentak dari lamunannya.


"Sambil menarik napas yang panjang,Dia segera memperbaiki penampilannya,kemudian menatap bibirnya kembali ke cermin,memastikan kalau bekas ciuman Hisam sudah tidak ada jejaknya di sana,padahal meski di cuci tujuh sumur sekali pun,toh hanya dirinya sendiri yang bisa merasakan bekasnya...(Binar....Binar....).wkwkk


mukanya kelihatan pucat tanpa lipstik,tapi dia tak begitu peduli,Bodoh amat....desisnya, sambil Dengan cepat menghandle pintu toilet dan perlahan melangkah keluar.


"Tampak Hisam tengah duduk dengan santai di kursi kebesarannya tanpa merasa berdosa sama sekali.


"Dokumen aslinya sudah aku tanda tangani dan sudah diterima oleh Bos kamu lansung"Ucap Hisam tanpa basa basi lagi.


"Baik,kalau begitu saya mohon pamit mas.."Sahutnya tak berani menatap suaminya apalagi berpikir untuk berada dalam ruangan itu lebih lama lagi.Dia segera bergegas mengambil tas dan hapenya dan melangkah pergi.


"Hisam hanya bisa menatap kepergiannya tanpa sepatah kata apalagi mencegahnya,karena sebenarnya,dia pun tidak mengerti dengan sinyal yang di berikan oleh hatinya secara tiba-tiba, karena kejadian tadi begitu spontan.


Melihat kepergian Binar secara buru-buru bahkan tanpa menyapanya, membuat Leo sedikit khawatir dan berpikir telah terjadi sesuatu antara mereka.


"Tanpa pikir panjang lagi dia lansung masuk ke dalam ruangan Tuan Hisam,ingin segera memastikan bahwasanya semua berjalan sebagaimana mestinya.


"Sampai di Dalam, Leo lansung mengedarkan pandangannya ke segala penjuru,


"Semuanya tampak baik-baik saja,Tuan Hisam juga kelihatan santai dan tenang-tenang begitu, tapi kenapa sikap Nona tadi kelihatan Aneh sekali..."Leo terus bertanya-tanya sendiri dalam hati.


"Leo,apa persiapan meeting hari ini sudah siap...???Hisam lansung bertanya ketika melihatnya Hanya berdiri bengong dan terlihat memikirkan sesuatu,


"Iya Tuan,semuanya sudah dipersiapkan oleh Siska.


"Bagus,kalau begitu...ayo kita segera bersiap,jangan buang waktu lagi"perintah nya tanpa sedikit pun menyadari suatu keanehan, yang ada pada dirinya saat itu, Tapi Leo bisa segera menyadari semuanya.


"Ayo...tunggu apa lagi...???


Buruan...."


ajaknya ketika melihat Leo tetap tak bergeming menatapnya.


"sebaiknya tuan muda,menghilangkan dulu bekas lipstik Nona di bibir tuan sekarang" Dengan hati-hati Leo mencoba memberitahunya sambil menahan senyum ketika melihat Bekas lipstik merah di bibir Hisam yang tampak belepotan, sambil menyodorkan beberapa helai tisue.


"Apa.....????


"Bagaimana mungkin....???


"Sial....!!!!


"Hisam cukup kaget mendengarnya,dengan tergesa gesa dia segera meraih tisu yang ada di tangan Leo lalu secepat kilat masuk ke dalam toilet dan bercermin.


"beda halnya dengan dirinya kalau tadi Binar begitu kesalnya menggosok dan membilas beberapa kali bibirnya sampai bersih, dia malah tersenyum memandangi bibirnya yang masih belepotan lipstik itu,tapi karena hari itu dia ada Rapat penting makanya dengan cepat dia menghilangkan bekas lipstik Binar itu dengan Tisue lalu segera melangkah keluar.


"Ayo,tunggu apa lagi...???


ujarnya sambil berlalu meninggalkan Leo,tak peduli bagaimana Reaksi Leo saat itu,Dia hanya mendengar derap langkah kaki sepatu mengekor dari belakang,tak sedikit pun dia berbalik menatap Leo yang dari tadi senyum-senyum sendiri memikirkan kejadian tadi.


"Baguslah,semoga ini adalah awal yang baik buat Tuan dan Nona"ujarnya dalam hati.


......................


"Kurang ajar....!!!


"Keterlaluan....!!!Siapa sih yang sudi di cium dengan cara seperti itu...???

__ADS_1


"Padahal,ini kan ciuman pertama aku yang sangat berharga dari apa pun..!!!


"Kenapa malah,Tuan bawel itu sih yang mendapatkannya...???


Gerutunya dengan kesal,sambil bertubi tubi memukul jok mobil grab yang ditumpanginya pulang pagi itu.


"Sampai membuat sang sopir terkejut dan bingung melihat tingkah anehnya itu.


"Kalau tau tadi bakal begini,kan aku bisa menghindar dan menolaknya...!!!


"Kalau perlu aku tonjok tuh bibir,biar nggak sembarangan cium-cium orang"


Sang sopir lagi-lagi hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala saat mendengar gumam-gumam kecil dari bibirnya itu,tapi Binar tidak begitu peduli,dia terlihat melampiaskan kekesalannya pada Jok Mobil.


"Apa jangan-jangan Amanda,beneran DM Dia...???


"Bukannya kemarin dia memang sempat bilang bakal DM idolanya itu agar Dia mau


tanda tangan kalau aku kasi ciuman.


"Ah..sepertinya bener kejadian deh sekarang...!!!


"Apa bener Tuan Hisam seperti itu???


"Memberi harga pada sebuah Tanda tangan nya semurah itu...???


"Ah...memalukan sekali...!!


umpatnya lagi


sambil memukul Jok Mobil beberapa kali.


"Maaf,Nona kenapa sih...???


terlihat kesal begitu???


"Jok mobil saya bisa rusak nanti,kalau trus dipukul seperti itu,apa jangan-jangan habis di putusin yah sama pacarnya...?


tanya sang Sopir tidak tau malu,


"Siapa yang diputusin...???


"yah,habisnya Nona terlihat kesal begitu.


"Anak muda sekarang mah begitu,setiap ada masalah Kalau bukan masalah percintaan, apalagi...??? Tukas sang Sopir tak mau kalah.


"Bapak nggak usah kepo deh"cibirnya.


Ya...udah,kalau memang Nona tidak mau cerita,tapi tolong berhenti memukul-mukul jok Mobil saya,karena kalau bukan Jok Mobil saya yang rusak tangan Nona nanti yang lecet dan bisa patah,Lirik sang Sopir sambil tersenyum.


"Yah,begitu lah pak kalau orang lagi kesal sama seseorang.."


"Pengen Ngejambak-jambak rasanya baru puas"


"Yah,kalau memang begitu ceritanya.


"Nona jambak aja,Apalagi kalau ketahuan selingkuh dengan wanita lain"Sang sopir kembali berargumen yang tidak jelas membuat Binar hanya bisa menghela napas.


..."Sudahlah pak,jalankan aja mobilnya dengan benar.Bukannya bantu nenangin malah makin memanas aja,jangan sampai bapak yang saya jambak rambutnya sampai botak"ucap Binar terlihat serius membuat Sang sopir bergidik mendengarnya dan akhirnya memilih diem,nggak berani ngomong lagi,sekilas dia menatap Binar lewat kaca spion membuatnya,beneran was-was....


sesampainya di kantor,bukannya bisa nenangin pikiran untuk fokus kerja lagi,malah semakin pusing dan pening kepala.


"Tatkala Amanda sudah menyambutnya dengan seribu pertanyaan yang tak jelas malah semakin menambah kekesalannya.


"Ayo dong cerita?Bagaimana drama kamu hari ini demi memburu tanda tangan idola aku???


"So swettt banget yah,sampai harus nyuruh kamu datang ke kantornya segala padahal hanya intermezzo belaka...!!!!


"Bagaimana sih,hingga akhirnya Dia mau tanda tangan???


"So Sweet apaan???Wong aku dapat tanda tangan itu setelah lebih Dulu merelakan ciuman pertama aku,

__ADS_1


"Puas,kamu sekarang...???Jawabnya dengan ketus sambil menghempaskan tubuhnya di kursi kerjanya.


"Saking kesalnya,di hujani begitu banyak pertanyaan.


"What.....????


"Beneran say....???


Amanda memekik kaget tak percaya,


Beneran kamu di cium oleh idola aku...???


tanyanya kembali tak percaya,


"Memang ucapan aku tadi tak meyakinkan gitu...???


"Meyakinkan sih,tapi kenapa muka kamu malah ditekuk begitu setelah mendapatkannya..???


"Cihhhh....Siapa juga yang sudi??Kamu tau ini yang pertama kalinya buat aku,belum pernah ada yang menjarahnya..."protesnya.


"Yah bagus dong,itu artinya Idola aku beruntung banget mendapatkannya,wong masih Asli,bukan bekas orang"Ujar Amanda antusias sekali.


"Dia yang beruntung,aku yang rugi"sesalnya.


"Amanda lansung tergelak mendengarnya,


"menurutku dia sangat berhak melakukan itu,karena dia adalah suami kamu sekarang. jadi ruginya terletak dimana coba???


Taat pada Suami kan,memang ladang pahala buat istri.."Amanda terdengar menceramahi.


"Lagian,kalau aku jadi kamu....


sudah pasti aku tidak akan menolaknya,bahkan dengan senang hati dan seikhlas-ikhlasnya,siapa sih yang tidak mau sama Sultan yang satu itu..???


"Berjejer wanita diluar sana yang bahkan mau dan rela di tiduri gratis oleh Idola aku itu,kamunya aja yang sok jual mahal padahal suka kan...????goda Amanda sambil tersenyum simpul.


membuat muka Binar jadi memerah mendengarnya,


"Tapi kesal-kesal begitu kamu sempat kan menikmatinya tadi...???Godanya lagi.


"Apaan sih kamu....????


yang ada aku malah sakit hati tau nggak???


ujarnya.


"Jangan munafik deh jadi orang,kalau aku jadi kamu,malah aku bangga telah mempersembahkan nya pada dia kekasih hatiku"


"itu kamu...bukan aku,


Fans sih ngefans,tapi jangan segitunya juga kali.Markah kita sebagai wanita harus tetap di pertahankan,meski itu adalah suami kita sendiri tapi kalau dia tidak mencintai kita,yah ngapain di ikhlasin?"Binar tetap berpegang teguh pada prinsipnya meski tadi sejujurnya dia mengakui sempat terbuai dengan hal itu.


"Oke deh,kali ini aku mengalah tapi sejujurnya aku kok bahagia banget yah mendengar semua ini,Aku sih berharap semuanya akan segera membaik,agar sahabat aku ini bisa segera merasakan unboxing seperti yang lagi viral sekarang di dunia perNovelan..."


"Unboxing...unboxing...


itu terus yang ada dipikiran kamu,


Ini nih,yang mau di unboxing jangan sampai kena tegur kamu sama si Bos lagi"ujar Binar sambil menyodorkan sebuah dokumen ke tangan sahabatnya itu.


"Apa ini...???tanya Amanda bingung,


"Sana,kembali bekerja.


"otak di kasih fresh biar bisa bekerja dengan tenang,Aku mau lanjutin kerja aku.."Ucapnya lalu mulai mengutak-atik laptopnya tak peduli lagi dengan keberadaan nya di situ.


"Ahhh....kayaknya ini pengusiran roh halus yang harus di waspadai dari sekarang"keluhnya lalu segera berlalu dari ruangan Binar tak berkutik lagi.


"Binar melebarkan senyumannya,ketika melihat sahabatnya itu beneran pergi.


"Apalagi,dengan perasaan aku ini?kok dari tadi berdebar tak menentu begini sih...???

__ADS_1


Bukannya protes...??malah tidak tau malu"Batinnya.


***********$$$$$$$$$$$************


__ADS_2