Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
Reuni part...8


__ADS_3

Ayu...yang baru kembali dari bawah,Habis membuatkan susu formula untuk Cici putrinya,Di buat terkejut ketika tiba-tiba dia berpapasan dengan Binar yang saat itu baru saja keluar dari kamar Hisam.


"Binar hanya melemparkan senyum menyapa,kemudian segera berlalu meninggalkan Ayu yang kelihatan shock melihatnya, terlebih ketika dia masuk ke dalam kamar Leo setelah itu.


"Ini Aneh deh...!!!


Bukannya ini kamar Mas Hisam,habis ngapain dia kemari pagi-pagi begini...???


Sepertinya ada sesuatu Nih...???Tanya nya dalam hati,Lalu tanpa pikir panjang lagi dia segera kembali ke kamarnya,takut putrinya akan menangis menunggu nya.


"Nona ngapain ke sini??Tanya Leo dengan heran begitu melihat Binar tiba-tiba nongol ke kamarnya se-pagi itu.


"Aku mau ambil baju ganti Tuan Leo"Jawabnya singkat karena memang semalam tak sempat membawa pindah kopernya karna di sekap dan tak di biarkan keluar lagi oleh Hisam dari kamar pribadinya.


"Oh..Nanti biar saya antar ke kamar Anda Nona,


"Tapi,saya tidak mau merepotkan Anda Tuan Leo.


"Oh..yah,maaf yah semalam aku nggak kembali lagi ke kamar ini..!!!Binar berbicara begitu pelan merasa malu harus menjelaskan Apa pada Leo padahal kemarin dia sendiri yang punya ide.


"Ah,nggak perlu minta maaf segala Nona justru saya sangat berterima kasih karena Anda tidak tidur di kamar ini bersama saya, karena Andai Nona melakukan itu,Mungkin pagi ini saya hanya akan tinggal nama"Ucap Leo tak main-main,


"Apa...???


"kenapa bisa begitu...???


"Ternyata Anda dan Tuan Hisam nggak ada bedanya Nona,


sama-sama bodoh kalau soal perasaan,sama-sama nggak ada yang peka dan saling gengsi mengakui perasaan masing-masing"ucap Leo dalam hati.


"Kenapa malah diam saja...???


"Apa yang kamu pikirkan dan apa maksud kamu tadi?Aku nggak paham...???Masih juga kekeh meminta jawaban.


"Ah...itu hanya lelucon saya Nona,Mari saya bantu bawakan koper nya..!!!Leo segera mengalihkan topik pembicaraan.


"Baiklah,maaf sudah merepotkan tuan Leo.


"Nggak apa-apa Nona,itu memang sudah kewajiban Saya.kalau Nona butuh apa-apa jangan pernah sungkan untuk menanyakannya pada Saya,sebisa saya membantu Nona"


"Terima kasih Tuan Leo,


"Sama-sama Nona,


Setelah meletakkan koper Binar,Leo berniat kembali ke kamarnya dengan cepat Apalagi melihat Tuan Hisam masih tengah tertidur pulas takut ngebangunin padahal sudah jam 7 pagi lewat,Binar sendiri sudah masuk ke dalam kamar mandi,tapi baru beberapa langkah dia berjalan tiba-tiba terdengar Hisam bersuara dan memanggilnya.


"Leo...tunggu,


"Eh..Anda Sudah bangun Tuan...???


Kirain masih tidur..??Ucapnya sedikit berbasa-basi karena merasa kepergok masuk ke dalam kamar itu tanpa mendapat izin dari nya,tapi Ini atas permintaan Nona Binar sih jadi Sama saja"Begitu Pikirnya.


"Aku kayaknya sangat kecapean, semalam begadang,jadi telat tidurnya"Jawab Hisam sengaja memberitahu Leo alasan dirinya baru terbangun jam segini padahal Leo nggak bertanya sama sekali.


"Apa...???


"Jadi semalaman tuan muda nggak tidur karena habis bertempur?? Leo jadi menerka-nerka tanpa sadar.


"Apa...???


"Bertempur apaan...?


"Ngeres lagi tuh otak kamu...???


Leo terlihat cengar-cengir


"Yah,kalau semalam Anda tidak habis bertempur lantas ngapain kelihatan capek dan kayak tidak ada tenaga begitu??ucapnya penuh tanya.


"Kamu belum tau ceritanya sih,uda main tebak aja,Semalam jam 1 baru bisa tidur,karena di paksa begadang,eh baru mau terlelap


Di suguhi lagi ngorok level tinggi,gimana aku bisa tidur...??Shubuh baru terlelap setelah si-Kebo nya bangun"Bisiknya pelan takut Binar dengar.


"Leo berusaha menahan gelak tawanya mendengar lelucon Tuan muda nya barusan.


"Kirain anda bobol gawang lagi Tuan...???Batin Leo.


"Kenapa lagi kamu???


Apa lagi yang sedang kamu pikirkan sekarang..???Tanya Hisam penuh selidik.


"Aku nggak mikir apa-apa Tuan...Aku hanya penasaran pengen ngeliat bagaimana model kebo yang tidur sambil ngorok...??


"Husss,Nanti dia malah denger...!!!


Dia bisa protes dan marah!!!


"Cihhhh....sebegitu kenal nya Anda dengan Nona,Padahal belum pernah sekalipun saya temui Nona marah-marah,Itu hanya alasan Anda saja.."Batin Leo.

__ADS_1


"Kalau begitu saya permisi tuan,baru mau mandi dan siap-siap, sebentar lagi kan anak-anak mau ngajakin Hiking,itung-itung mengukir kenangan"Ucap Leo memberi informasi.


"Apa anda nggak berminat ikut...??Tanya Leo,


"Memang Bisa buat orang yang lagi hamil??Hisam balik nanya.


"Tergantung Nona sih,kalau masih kuat jalan yah bisa-bisa aja, lagian medan nya nggak terlalu jauh kok,teman-teman hanya ingin mencari spot foto yang bagus biar bisa pamer di sosial media mereka Nantinya "ucap Leo memberi alasan.


"Liat Nanti deh,aku sih malas ikut..."Sahut Hisam singkat.


"Baiklah,Anda bisa mengabari saya nanti semisal Anda berkenan ikut,


"Oke...!!!


"Sepeninggal Leo Hisam bangun dan mencoba merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku semua,Efek begadang semalam membuat tubuhnya pagi itu kayak nggak punya semangat dan tenaga untuk ikut hiking bersama teman-teman nya tapi alasan utamanya sih,karena mengkhawatirkan kondisi Binar yang tidak mungkin di kasi ikut Hiking apalagi di tinggal sendirian di Villa itu.


"Sambil memikirkan alasan agar tak ikut acara Hiking,Tiba-tiba Binar keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk saja.


"Dia tampak malu-malu saat Hisam menatapnya tak berkedip,


"Dia berusaha menutupi sebagian tubuhnya dengan kedua tangan nya,


"Kirain masih tidur,jadi malu kan jadinya,Kepergok dalam keadaan cuman pakai handuk begini?lagian kenapa sih Bik Ranti lupa bawain aku jubah mandi segala..???Desisnya dalam hati.


"Tapi parahnya,baju gantinya itu ternyata masih ada di dalam koper dan Leo meninggalkannya tepat di dekat Hisam tengah duduk sekarang.


"Aduh....kenapa juga Tuan Leo nyimpen nya di sana..???Pekiknya kaget tak bisa lagi menyembunyikan kegugupan nya apalagi Hisam masih saja terus menatapnya.


"Dada Hisam mulai bergemuruh di buatnya ,Tenggorokannya bahkan serasa tercekat melihat pemandangan di depan matanya itu.


"Bagaimana seandainya dia beneran sekamar dengan Leo? apa dengan tidak tau malu dia akan mengekspos tubuhnya seperti ini di hadapan Leo"


"Heh...Awas saja...!!!Jadi geram sendiri memikirkan itu semua dan ntah kenapa semua pikiran-pikiran yang aneh mulai bermunculan di kepala nya saat itu dan satu yang pasti tubuhnya begitu sangat merespon saat melihat tubuh indah itu hanya berbalut handuk saja dengan rambut yang masih tergerai basah.


"Mas Hisam kenapa melototi aku seperti itu???Tegur nya saat menyadari pandangan suaminya agak lain dari biasanya, sambil tetap memegang erat handuk nya agar tak sampai melorot,namun tak punya keberanian untuk mendekat apalagi mengambil baju ganti nya yang masih ada di dalam koper.


Sempat kepikiran untuk meminta bantuan suaminya saja agar mau di mintai tolong untuk ngambil bajunya yang masih ada di dalam koper,tapi dia nggak bisa bayangin saat Hisam membuka kopernya dan malah mengacak-acak pakaian dalamnya.


"ihhhhh.....!!!


Ntah kenapa Binar jadi bergidik sendiri,ngebayangin nya.


"Kamu yang ngapain berdiri aja di situ...??Kenapa belum pakai baju....???


"Sengaja mau godain aku yah???Tanya Hisam lirih ,


"Lantas ngapain masih di situ...???


"Baju aku ada di dalam koper itu..."Tunjuknya ke arah koper yang berada tepat di dekat kakinya saat itu.


"Hisam hanya melirik koper itu sebentar sambil tersenyum penuh arti.


"Bisa ambil sendiri Dong,jawabnya santai tanpa menggeser arah duduknya sama sekali bahkan dia mengira-ngira arah dirinya dengan koper itu hanya beberapa senti saja dan berpikir untuk tetap berada di situ.."(Pikiran Anda sepertinya mulai licik tuan..))Author🤭😁😁


"Binar cemberut melihat tingkah suaminya saat itu,


"Ini orang beneran mulai aneh deh..???


"Susah di tebak??


"Semakin membingungkan saja???


Kesalnya dalam hati,


"Karena tak tahan terus-terusan dalam keadaan seperti itu,Dia pun tanpa pikir panjang lagi langsung mendekat sambil matanya begitu waspada mengawasi gerak-gerik suaminya yang hanya diam saja tak ada pergerakan sama sekali.


"Binar pun akhirnya tak menaruh curiga lagi ,dengan sigap dia meraih kopernya dan secepat mungkin menemukan baju ganti nya agar tak menjadi bulan-bulanan gratis suaminya saat itu.


"Dasar otak mesum...??ucapnya lirih sesaat ketika menyadari pandangan suaminya masih saja menguntitnya.


"Apa...???


"Apa kamu bilang...??


Sergap Hisam sambil mendekat,


"Siapa yang mesum...??


"Heh...?bisiknya lirih di telinga Binar membuat bulu kuduknya merinding seketika,Dia seperti kena sengatan listrik saat itu apalagi kedua tangan Hisam Refleks mendekap tubuhnya dari belakang.


"Mas Hisam apa-apaan sih..??Tepisnya berusaha menghindar,


"Aku mau kasi liat ke kamu,Otak mesum itu seperti apa???Bisiknya lagi, kali ini di sertai dengan tindakan.


"Mas..Hisam,lepaskan...!!!


Binar meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari dekapan Hisam.

__ADS_1


"Jangan terlalu banyak gerak atau melawan nanti handuknya malah jatuh...!!!Bisik Hisam lagi membuat mukanya merah padam seketika dan hanya bisa mendekap erat handuknya yang memang hampir saja melorot karena terus melakukan perlawanan dari tadi.


"Hisam tersenyum licik saat melihatnya begitu gugup,


"Namun bukan nya berhenti di situ saja,Dia malah lebih agresif lagi,Niat awalnya tadi hanya sekedar ingin menggoda Binar namun rupanya dirinya yang malah terpancing,bahkan sekarang diluar kendali.


"Mas,tolong lepaskan aku..."Binar masih terus berusaha menolak meski sebenarnya perasaannya sendiri mulai panas dingin dengan sentuhan-sentuhan suaminya saat itu.


"Hisam sudah menghujaninya dengan ciuman,Yang mulanya hanya ingin main-main malah jadi tak terkendali dan kini semakin menuntut yang lebih,Sekuat tenaga pun usaha Binar menolak,apa dayanya dia hanya pasrah dengan perlakuan suaminya saat itu,Sebagai istri sepatutnya dia menunaikan kewajibannya meski dia merasa Suaminya melakukan itu bukan atas dasar perasaan cinta melainkan tak kuat melawan godaan hawa Napsu belaka,namuan ada yang tidak dia mengerti saat Hisam memperlakukannya begitu lembut sekali.


"Kedua tubuh itu mulai tumbang bersama di atas ranjang sambil bibir tetap memagut satu sama lain,Keduanya sudah di liputi gairah yang membara ,tak peduli dengan keadaan sekeliling hanya satu dalam pikiran mereka menuntaskan hasrat yang sulit terbendung lagi.


"Perlahan Handuk mulai lepas dari tubuh Binar,kini tak sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya,Dia mengalihkan pandangannya ke arah lain tak berani menatap suaminya saat itu antara mau dan malu tapi ntah kenapa Hisam sangat memahami itu semua.


Perlahan dia membuka bajunya satu persatu tapi baru saja dia akan memulai pertempurannya tiba-tiba Binar mengeluh kesakitan,


Auwhhhhh....sakit sekali mas,Pekiknya setengah berteriak sambil memegangi Perutnya yang tiba-tiba kram kesakitan,membuat Hisam kaget bukan kepalang,


Sesuatu yang mulai menegang di bawah tak di pedulikannya saking panik dan khawatir melihat keadaan Binar saat itu,


"Mas,Tolong...sakit sekali"ringisnya lagi.


Dan Tanpa pikir panjang Hisam langsung memungut handuk Binar yang sempat dia jatuhkan tadi dilantai lalu segera melilitkannya ke tubuhnya kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh polos Binar saat itu.


"Mana yang sakit...??Tanyanya begitu panik.


"Perutku..Mas,Aduh...!!!


Sakit sekali..."


"Sini aku lihat...!!!


"Jangan...


"Jangan sentuh aku mas,.."Tolak Binar


"Iya,tapi mana yang sakit...??"Hisam semakin cemas saja apalagi mendengar rintihan Binar yang saling sahut menyahut,itu artinya dia nggak main-main.


"Aku panggil Dokter sekarang yah???


"Jangan mas,Jangan...!!!Cegahnya,dokter tak mungkin tiba-tiba datang memeriksa kondisinya,sementara dirinya dalam keadaan seperti itu.


"Iya,terus aku harus bagaimana..???


Kamu baik-baik aja kan???Tanyanya kebingungan harus berbuat apa?


"Binar hanya mengangguk sambil menarik napas panjang,sementara keringat dingin mulai bercucuran di seluruh tubuhnya.


"Aku baik-baik aja mas,berusaha menenangkan suaminya yang terlihat sangat khawatir melihat keadaannya saat itu.


"Hisam mengenggam erat tangannya,


"Ayo tunjukkan mana yang sakit...???sambil memasukkan tangannya ke dalam selimut mencari dan meraba perut Binar,


"Di sini mas,tunjuk Binar...menuntun tangannya itu ke bagian kanan perutnya.


"Pelan-pelan Hisam mulai mengelus-elusnya,


Dan itu Refleks membuat sakitnya sedikit demi sedikit mulai berkurang.


"Tenang yah sayang,Jangan siksa ibu kamu seperti ini...!!!Batinnya sambil terus mengelus-elus dan ternyata pengaruhnya cukup besar karena setelah beberapa saat lamanya Binar sudah tidak merasakan sakit lagi.


"Alhamdulilah sudah nggak sakit lagi mas,Ucapnya.


"Apa...???


"Iya udah nggak sakit lagi kok...!!!


"Oh...syukurlah...


Hisam menarik napas lega,


Jangan bikin orang panik dong...??Ucapnya.


"Yah..maaf,karena sakitnya tiba-tiba saja datang,Jawab Binar sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya lalu berusaha bangun.


"Pelan-pelan dong,nanti kram lagi..."Cegah Hisam.


"Sudah baikan kok mas,


"Ya..udah kamu pakai baju yah,aku mau mandi dulu.


"Binar hanya mengangguk,Dia merasa bersalah melihat wajah suaminya yang terlihat sangat cemas kusut bercampur kecewa.


"Dengan perasaan tak menentu Hisam menuju ke kamar mandi,Tenggorokannya terasa kering begitu hasrat yang tadinya mulai membuncah di ubun-ubun tiba-tiba gagal tersalurkan, luar biasa...!!!ujungnya sakit di kepala meski dia sedikit kecewa tapi dia berusaha menyembunyikan itu semua di hadapan Binar karena ke khawatirannya tadi mengalahkan segala hasrat yang ada.


*************$$$$$$$$$$***************

__ADS_1


__ADS_2