Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
Tes Uji Coba


__ADS_3

Bik Ranti menangis Histeris saat melihat kondisi putri semata wayangnya,Dia bahkan sempat ingin memukul bahkan mengusir Nayla untuk pergi dari rumah Tuan Hisam saat itu juga namun di cegah oleh Binar dan dengan sabar Binar berusaha memberinya pengertian sehingga dia hanya bisa menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan Nona mudanya itu,dia sangat sedih,kecewa dan sangat malu melihat Nayla yang bisa hamil tanpa suami.


"Kenapa kamu bisa seperti ini Nak???"


"Anak siapa itu yang kamu kandung??"Rintih Bik Ranti dengan air mata yang tak henti hentinya mengalir,Dia sangat terluka mendapati kenyataan yang begitu pahit.


"Sabar Bik,sabar...!!!ini adalah Takdir yang sudah allah gariskan,Bibik harus berlapang dada menerima semua ini,kasihan Nayla bik dia sudah banyak menderita selama ini jangan bibik tambah beban deritanya dengan tidak mau menerima keberadaannya di sini Bik,Lihat dia butuh dukungan dan semangat dari bibik,biar bagaimana pun,mau siapa pun ayah dari bayi yang dia kandung saat ini,di dalam rahimnya itu adalah cucu bibik,mengalir darah keturunan bibik,meski apa yang dia perbuat salah dan di murkai allah tapi kita tetap harus membantu dia untuk membuatnya bertaubat dan mau mempertanggung jawabkan semua perbuatannya itu,kasihan dia bik kalau harus berjuang sendiri...!!!Saat ini Bibik lah salah satu kekuatan terbesarnya"Ucap Binar panjang lebar,berusaha menenangkan bik Ranti yang masih tidak percaya dengan semua ini,sementara Nayla hanya terdiam dengan tatapan kosong.


Setelah di rasa semuanya mulai tenang,Binar mohon pamit meninggalkan kamar bik Ranti membiarkan ibu dan anak itu untuk berbicara dari hati ke hati.


Dia menarik napas yang panjang,Tadinya dia berpikir,Ntah harus mulai dari mana menjelaskan semuanya pada Bik Ranti tapi akhirnya Semuanya bisa aman terkendali,Seperti keyakinannya seorang ibu tidak mungkin tega dengan putri kandungnya sendiri meski sebesar apapun kesalahan yang diperbuat oleh anaknya itu selalu ada maaf dan kasih sayang yang selalu berlimpah.


Bagaimana menghadapi Bik Ranti tidaklah serumit dia menghadapi suaminya tadi Di rumah sakit,Dia bahkan harus memohon dan mau mengikuti semua permintaan suaminya demi bisa mendapat izinnya untuk membawa Nayla pulang ke rumah ini.


"Oke..saya akan mengizinkan dia ikut pulang bersama kita,tapi ada syaratnya"ucap Hisam sambil tersenyum menyeringai,sepertinya dia merencanakan sesuatu.


"Kok pakai syarat sih mas...??"Protes Binar sedikit tidak setuju.


"Ya..sudah kalau tidak mau,Lagian mana ada sih orang yang mau nampung wanita seperti dia,kelakuannya menjijikkan,Yang ada dia akan mencoreng nama besar Keluarga kita"Sahut Hisam tetap kekeh dengan pendirian awalnya.


"Mas Hisam tidak punya hati,Kasihan dia sudah terlantar,kalau nggak kita tolong dia mau tinggal dimana,di dunia ini dia cuma punya bik Ranti dan kita sebagai keluarganya"


"Ralat,dia bukan keluarga kita,Keluarga kita keluarga terhormat,nggak ada yang kelakuannya bejat seperti itu,Aku mau berbaik hati menolong dia itu demi kamu bukan karena aku mengasihani dia,orang seperti dia tidak sepatutnya kita kasihani,dianya aja nggak mengasihani dirinya sendiri terlebih mengasihani ibunya,coba dia punya rasa itu tentu dia tidak akan berbuat seperti itu,aku rasa itu pantas dia dapatkan sebagai ganjaran dari perbuatannya sendiri"Ucap Hisam.


..."Baiklah Mas,aku ikuti apa syarat kamu.."Akhirnya Binar memilih pasrah, daripada dia harus beradu argumen dengan suaminya yang nyatanya dia tetap akan kalah,dan tidak mungkin dia tega meninggalkan Nayla sendirian di rumah sakit....


"Apapun itu,kamu tidak akan menolaknya??"Seringai Hisam sambil tersenyum licik menatapnya.


Binar hanya mengangguk,


"Oke,Hisam tampak mendekat dan membisikkan sesuatu pada istrinya.


"Apa....!!!"


Binar begitu terkejut saat suaminya membisikkan sesuatu di telinganya.


"Bagaimana Deal..???"


Hisam tampak tersenyum menyeringai,tatkala melihat perubahan di wajah Istrinya saat itu tiba-tiba berubah merah padam,


"Mas Hisam licik,


"Terserah kamu mau bilang apa,Tapi demi itu aku rela di sebut licik,toh apa salahnya,kamu kan istriku"Ucapnya sambil menatapnya lembut.


Binar hanya bisa tersipu malu,


"Apapun itu mas,aku rela asal Nayla bisa pulang ke rumah kita dan ketemu Bik Ranti,tapi kenapa yah aku ngerasa kamu sengaja manfaatin kesempatan ini buat jebak aku,secara udah beberapa malam ini kan aku selalu menolak hal itu jika kamu memintanya,bukan tidak mau sih mas tapi aku malu tau nggak"Batin Binar mulai meradang ngebayangin hal itu.


"Hei,kenapa kok malah bengong di situ...???


"Ada apa sih sayang???


"Apa yang kamu pikirkan??"


Tiba tiba orang yang sedang di lamunkan nya saat itu muncul membuyarkan lamunannya.


Hisam langsung memeluknya dari belakang,


"Mas Hisam ngagetin tau nggak..!!!"


"Kok bisa gitu,Habisnya aku sudah berdiri dari tadi lho merhatiin kamu di sini,kamunya saja yang nggak menyadari,kebiasaan kalau sudah memikirkan orang lain suami sendiri pun di kacangin"Protes Hisam masih terus mendekapnya dari belakang,mengecup leher jenjang istrinya yang sontak membuat bulu kuduk Binar meremang.


"Mas Hisam apaan sih,


"Siapa bilang aku memikirkan orang lain,wong yang sedang aku pikirkan sekarang itu mas Hisam"Kilahnya berusaha keluar dari dekapan suaminya,Malu semisal kepergok Bik Ranti atau Nayla.


"Oh yah,Lagi mikirin apa coba??


"Boleh aku tebak???"Hisam tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


"Apa...???"


"Mau mulai melakukan uji cobanya malam ini"Tebak Hisam sambil menyunggingkan senyum di sudut bibirnya membuat wajah Binar memerah menahan malu.


Ntah kenapa Hisam merasa begitu puas dan bahagia setiap kali menggoda istrinya dan dia tersenyum malu malu seperti itu,Dia sudah tidak sabar ingin melihat bagaimana reaksi istrinya nanti saat tes uji coba yang sudah di sanggupi nya tadi.


Tanpa komando,Hisam langsung menggendongnya masuk ke dalam kamar membuat Binar hanya bisa pasrah sepasrah hatinya saat harus melakukan tes Uji coba seperti yang suaminya selalu minta tiap malam,apakah itu????Mari kita intip yah🤭😜🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣


"Aku nggak bisa mas," Binar terdengar putus asa saat sudah beberapa kali mencoba namun hasilnya selalu gagal.


"Ayo dong coba lagi sayang,masak baru separuh jalan sudah berhenti sih,kasihan dong sang Raja Ritual nggak sampai mendarat"Ucap Hisam dengan suara parau ,karena sudah di liputi gairah yang semakin sulit terkendali namun Sang pemimpin yang saat itu sedang memegang kendali tak bergerak sama sekali dari tempatnya,dia malah terus membuang muka tak berani menatap wajah suaminya, tapi itu malah membuat hasrat Hisam semakin membara saat melihat istrinya diam dan tak berdaya.


"Ayo,aku bantu lagi yah.."


Hanya di jawab anggukan kepala,


"Ayo dong liatnya ke sini,nggak usah malu begitu,Goda Hisam tersenyum girang.


"Binar terus berusaha melakukan apa yang di inginkan oleh suaminya malam itu,Meski jalannya begitu lambat sekali tapi setidaknya dia sudah bisa bergerak sedikit demi sedikit,membuat Hisam merasakan sensasi yang sangat luar biasa.


Tak puas dengan tes uji coba yang di lakukan oleh istrinya,dia lansung mengambil peranan memegang kendali,


"Aaarrgghhh.....mas.....hhmmppp...." lenguh nya saat tiba tiba Hisam mengencangkan gerakannya,dan bersamaan dengan itu sesuatu di bawah sana membuncah keluar,Membuat mereka sama sama meraih puncak kenikmatan.


"Hisam tampak tersenyum begitu puasnya,segala yang di miliki oleh istrinya itu selalu membuatnya kecanduan dan tak bisa menahan diri,meski tes uji coba yang di lakukan oleh istrinya tadi begitu kaku sekali tapi itu sudah sangat membuatnya senang bukan main karena selama ini Binar selalu menolak,setiap kali dia meminta gaya itu,Tapi dengan adanya masalah Nayla membuat nya tiba tiba menemukan ide Brilian padahal itu hanya akal-akalan dia saja agar istrinya itu mau mencoba Permintaannya karena meski tanpa hal itu pun dia pasti akan mengabulkan semua permintaan istrinya itu tanpa syarat, karena cintanya yang begitu besar pada istrinya itu pun tidak pernah bersyarat,(Author harusnya kasihan sama Binar atau malah ikut senang nih akhirnya mau juga ngelakuin permintaan Tuan Hisam dengan cara di tipu)hahahahaha.......


I Love you..sayang,Bisiknya sambil mendekapnya dari belakang


"Love you to mas,"lirihnya,tetap membelakangi suaminya merasa malu sendiri karena selalu saja kalah dan tak bisa mengimbangi permainan suaminya yang begitu lihai dalam segala hal.


"Kenapa wajah nya masih terus di sembunyiin seperti itu sih,ayo dong balik ke sini liat wajah suami kamu dong...!!!"Lagi lagi Hisam terus menggodanya,Membuat Binar hanya tersenyum simpul.


Hisam Refleks mengigit cuping telinganya,membuat Binar berteriak kesakitan dan sontak berbalik.


"Auwhhhh...sakit tau nggak mas,Sambil mengusap usap telinganya.


Hisam langsung mengulum bibir istrinya lembut menyalurkan segala bentuk perasaan bahagianya memiliki istri yang begitu di cintainya.


"Mas Hisam tuh yah,Selalu bisa ngambil kesempatan dalam kesempitan"Sungutnya kesal.


"Yah gak apa-apa dong,sama istri sendiri memang nggak boleh kalau aku cium istriku sendiri"Kilahnya.


"Bukan begitu mas,Tapi mas Hisam itu selalu saja membuat aku kalah dalam hal ini,


"Yah kalau nggak mau kalah,ayo dong perlancar Tes uji cobanya,aku sangat ingin lho!!! dan aku akan menunggu hari di mana kamu mengalahkan aku dan buat aku sampai tak berdaya"Seringainya dengan nakal.


"Ishh...mas Hisam selalu saja mikirin hal itu,Mas Hisam kayak pengalaman banget sih,jangan-jangan dulu sering ngelakuin Ritual semacam ini sama wanita wanita lain atau sama mbak Anin misalnya,


Dan ucapan Binar itu sontak membuat Hisam tergelak,


"Kok malah ketawa sih...!!!Berarti benar yah???"Ucap Binar penuh selidik.


"Dengar yah sayang,Aku itu pas sama kamu masih perjaka lho,sama kayak kamu masih tersegel waktu itu,aku pun demikian.kamu kira aku laki-laki gampangan,Memang sih berjejer wanita yang mau bahkan banyak yang terang-terangan mau menggoda aku tapi aku nggak pernah tergoda sama sekali,alhamdulilah allah ngasi aku iman yang kuat jadi nggak gampang keluar masuk"Ujar. Hisam bangga.


"Keluar masuk apaan maksudnya???"


"Yah itu tadi pertanyaan kamu yang mengarah kesana"


"Masak sih,aku nggak percaya.


"Masak nggak percaya,dulu tuh aku takut banget menyentuh wanita,bahkan aku sangat menjaga hal itu,tidak ingin menyentuhnya sedikit pun sebelum wanita itu halal buat aku.


"Sama Mbak Anin...???"


"Kenapa sih,dia selalu saja muncul jadi topik pembahasan kita???"Hisam terdengar kesal.


"Maaf mas,aku kan cuman pengen tau aja.


"Oke,Baiklah tapi janji ini yang terakhir kamu bahas dia di depan aku"

__ADS_1


"Janji...!!!"


"Hisam terdengar menghela napas,Sambil tangan tak mau lepas membelai rambutnya,


"Selama pacaran aku bahkan nggak pernah sama sekali mencium dia,hanya beberapa kali memberi pelukan hangat tapi nggak pernah lebih dari itu"Jawab Hisam jujur.


Binar menatap suaminya mencari kebohongan di sana tapi sorot mata itu benar benar menunjukkan kejujuran.


"Tapi kenapa mas Hisam seperti sangat berpengalaman???Tanyanya dengan sedikit malu.


Hisam hanya tertawa kecil mendengarnya,


"Itu karena aku banyak belajar dari google sayang"Bisiknya.


"Apa...???


Jadi selama ini mas Hisam selalu nonton film ***** yah...???"


"Cuman sekali-kali,Sambil nyengir merasa ketahuan,


"Jadi tes uji Coba yang mas Minta itu,berawal dari sana yah???"


Hisam refleks mengangguk,membuat Binar langsung memukul dada bidang suaminya karena merasa kesal mendengar jawabannya.


"Dasar mas Hisam mesum yah,Apa kata Dunia kalau sampai Mereka tau,Tuan Hisam yang mereka hormati dan segani,berwibawa ternyata punya penyimpangan *****"


"Eitttt salah, siapa bilang itu penyimpangan,Kan cuman sekedar cari pengalaman aja nggak lebih dari itu lagian aku mempraktekkannya bukan pada orang yang salah malah kewajiban sebagai seorang suami untuk memberi kepuasan pada pasangannya,menurutku sih itu sah-sah saja selagi masih di jalan yang benar"Sahut Hisam tetap pada argumennya.


"Mas Hisam harus minta taubat untuk hal itu dan aku minta itu yang pertama dan terakhir kalinya yah mas,jangan pernah di tonton lagi,Karena itu haram hukumnya mas,walaupun hanya sekedar variasi atau rekreasi dengan di bumbui alasan menambah ilmu pengetahuan,karena kita sebagai manusia normal di anugerahi akal yang bisa mengetahui dan mempelajari urusan-urusan biologisnya.


"iya iya, nggak akan aku tonton lagi kok bu Dokter,secara aplikasinya juga sudah aku hapus,buat apa lagi coba aku tonton,wong aku sudah punya tempat yang halal sekarang"


"Kenapa tiba-tiba manggilnya bu Dokter???"Protes Binar,


"Habisnya hanya ilmu kedokteran yang bisa menjelaskan soal biologis seperti itu"Sambung Hisam tetap punya jawaban yang membuat Binar tak berkutik.


"Nggak nyambung,"ketusnya merasa sangat kesal


"Hahaha....iya deh,aku minta maaf sayang,aku janji sudah taubat,nggak akan pernah menyentuh aplikasi haram itu lagi"Jawabnya menunjukkan kesungguhan dan Binar tersenyum senang mendengarnya.


"Makasih yah sayang..."


"Makasih untuk apa mas???"


"Makasih sudah menjadi wanita yang sangat aku cintai.


"Aku yang seharusnya berterima kasih mas,karena mas Hisam sudah mau mencintai aku,Meski dengan segala kekurangan yang aku punya saat ini"Sahut Binar sambil membalas tatapan suaminya.


"Hisam kembali mempererat pelukannya,Sambil mengecup keningnya lembut.


"Boleh aku minta sekali nggak???"


Bisiknya lirih,


"Apa...???"


"Nggak ah,mas Hisam nggak capek apa???


"Aku capek mas,aku uda nggak punya tenaga lagi,"Jawab Binar terus terang,membuat Hisam langsung tergelak mendengarnya.


"Aku cuman bercanda sayang,lagian mana bisa berdiri lagi kalau sudah ngoyo begini,"Sambil menuntun tangan istrinya demi memastikan ucapannya tadi dan benar saja,Binar bisa merasakan sesuatu yang sudah loyo dan tak bergerak sama sekali.


"Tapi sebelum adzan shubuh boleh minta lagi yah???Bisiknya.


"Nggak...!!!"Tolaknya mentah-mentah,nggak mau menerima penawaran lagi,sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya,malu.


Hisam kembali mempererat pelukannya dengan seulas senyum yang senantiasa menghiasi wajahnya,hingga akhirnya mereka sama sama terlelap dan terbuai dalam mimpi indah.


************$$$$$$$$$**************

__ADS_1


__ADS_2