Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
"Maafkan aku..."


__ADS_3

Sudah lebih satu jam Hisam duduk menunggu di sebuah restoran yang sudah di tunjuk sendiri lokasinya oleh istrinya, namun dia juga tak kunjung datang,membuat Hisam mulai merasa bosan dan merasa tidak nyaman apalagi banyak wanita yang mulai caper padanya,bahkan nggak tanggung-tangung banyak yang mencoba mendekati walau hanya sekedar ingin menawari makan atau di temani minum,tapi dengan terang-terangan dia menolaknya.Begitulah karakter Tuan Hisam yang selalu bersikap dingin pada semua wanita kecuali pada istrinya.


"Leo apa kamu sudah memastikan dia sudah berangkat atau masih berada di rumah???"Tanyanya saat sedang menelpon Leo.


"Nona sudah berangkat setengah jam yang lalu Tuan muda,tapi dia tidak bersama Pak Anton sopir pribadinya"Jawab Leo memberi informasi.


"Apa...???"


"Kenapa bisa dia naik motor sih,aku kan sudah melarang dia naik motor"Hisam terdengar tidak suka,


"Kata Pak Anton,Nona bersikeras dan memaksa Tuan,dia bahkan menyuruh Pak Anton libur selama seminggu,supaya dia bisa bebas naik motor ke kantor"


"Itu tidak akan aku biarkan terjadi,mulai besok aku nggak mau melihat motor bututnya itu berseliweran di garasi"Hisam langsung memberi ultimatum yang tidak bisa terbantahkan lagi oleh Leo.


Hisam langsung mematikan hapenya secara sepihak,dia geram sendiri mendengar laporan Leo.


"Maaf Tuan muda,ada masalah apa???Bisa saya bantu sepertinya anda lagi kena masalah wajahnya kayak kok di tekuk begitu..???"


Hisam langsung mendongak menatap ke arah sumber suara yang tak asing lagi baginya, seorang wanita yang sudah berdiri di hadapannya senyum-senyum tanpa merasa bersalah sama sekali.


"Maaf mas,di Jalan habis kena macet jadi terlambat nyampainya,Mas Hisam belum pesan apa-apa yah???Mau makan apa???Binar langsung memasang akting sebaik mungkin agar nggak kena marah oleh suaminya yang terlihat mulai kesal menunggunya.


"Alasan kena macet,yah sudah jelas telat nyampe ke sini, wong nggak lewat jalan Tol kan???"Hisam bisa langsung menembak tepat sasaran.


"Kok mas Hisam tau sih??"Celetuk Binar cengengesan sembari duduk cantik di depan suaminya.


"Kenapa nggak sama Pak Anton ke sini???kenapa harus naik motor???"


"Yah maaf Mas,habisnya kangen sama..."


"Lebih kangen sama motor atau nggak sayang sama diri sendiri,coba kalau tadi ada apa-apa di jalan sudah pasti Pak Anton yang akan dapat akibatnya bahkan mungkin dia bisa ku penjarakan seumur hidup"Kata Hisam nggak main main.


"Lho kenapa malah Pak Anton sih yang kena imbasnya Mas,"Protes Binar tidak terima.


"Yah siapa suruh bukan dia yang nganterin kamu ke sini???"


"Tapi Lihat,Alhamdulilah...aku baik-baik aja kan Mas,"Sambil memperlihatkan tangan kaki beserta kuku-kuku nya yang tak lecet sedikit pun.


"Heh...kenapa sih kamu tuh ngeyel banget sih kalau di bilangin,apa gunanya Pak Anton di gaji kalau ternyata dia nggak bisa bekerja dengan benar,sepertinya dia harus di pecat karena nggak lolos Training,"


"Kok di pecat sih Mas...???"Dia kan nggak berbuat salah,aku yang nyuruh dia pulang"


"Ya..udah,kalau kamu nggak mau orang lain kena imbas karena ulah kamu,mulai dari sekarang taatilah peraturan ku,tidak ada naik motor lagi,kemana pun kamu mau pergi Pak Anton harus standby mengantar kamu,Atau kamu mau berangkat bareng denganku??"Hisam tersenyum menyeringai.


"Nggak ah,aku lebih suka sama Pak Anton,penurut soalnya ketimbang sama Mas Hisam yang nggak bisa bedain mana Jok mobil mana Ranjang???"(malu sama Tuan Leo yang selalu mendengar desahannya di dalam mobil).


"Kalau begitu Pak Anton akan tetap aku pecat...!!!"


"Lho kenapa lagi Mas???Binar merasa bingung.


"Karena kamu lebih suka di antar oleh dia,"


"Ya ampun,lebay banget suami aku ini ya allah,tapi kok aku senang banget yah mendengarnya,makasih Mas"kata Binar dengan tatapan yang berbinar-binar karena merasa wanita yang sangat berharga.

__ADS_1


"Makasih untuk apa???"


"Makasih karena sudah mencintai aku seperti ini."


Hisam hanya menggenggam erat jemari tangannya,sambil ikut tersenyum melihat senyum bahagia yang nampak di wajah istrinya saat itu.


"Mas Hisam mau makan apa???"Binar langsung mengalihkan topik pembicaraan karena sepertinya mereka sudah terlalu banyak melakukan drama hingga memancing semua perhatian orang-orang,sehingga banyak yang iri melihat kebersamaan mereka terlebih para wanita yang sedari tadi sudah mencoba mendekati Tuan Hisam namun selalu mendapat penolakan,mereka sebenarnya tau soal status Tuan Hisam yang tidak lajang lagi tapi siapa sih yang tidak ingin mendekati Sultan yang satu itu meski jadi istri yang ke 10 sekalipun sudah pasti mereka mau,tapi sayangnya Tuan Hisam bukanlah tipe laki laki seperti itu,dia hanya akan setia pada satu wanita saja yaitu pada istrinya.


Selesai makan mereka bergegas untuk pergi,karena waktu yang sudah di janjikan dengan Dokter Jayadi tinggal setengah jam lagi,namun tiba-tiba sekelompok orang mulai berkerumun mendekati mereka dan malah minta foto,


Mereka tentu tidak bisa menolaknya apalagi mereka diserbu oleh semua pengunjung Resto itu membuat Hisam sampai kewalahan sendiri melayaninya,tapi tentu dia melakukan itu semua demi menyelamatkan wajah istrinya agar luput dari pantauan kamera,beliau bersedia berfoto dan memberi tanda tangan asal istrinya dibiarkan pergi dan menunggunya di dalam mobil,tentu saja membuat para ciwik-ciwik dengan senang hati menyetujui itu semua, karena mereka memang iri dan tidak suka melihatnya,padahal mereka tidak pernah tau apa alasan Tuan Hisam di balik semua itu..???


"Sudah puas fotonya???Mas Hisam kelihatan senang banget tadi di serbu cewek-cewek cantik bahkan ngelarang aku ikut berfoto bersama kalian"Binar terdengar kesal dan marah saat suaminya sudah masuk ke dalam mobil dan duduk bersamanya di Jok belakang.


"Kamu marah???"Terka Hisam sembari tersenyum penuh arti.


"Yah marahlah...!!!"ketusnya sambil memanyunkan bibirnya ngambek.


"Udah dong,Jangan ngambek gitu nanti aku bisa lupa diri lagi kalau ngeliat kamu seperti ini"Kata Hisam mencoba merayunya.


Binar langsung terdiam,karena ucapan suaminya tadi bukanlah sebuah ancaman tapi keinginan yang selalu tidak bisa di tawar.


"Kamu tau nggak,apa alasanku melarang kamu untuk ikut berfoto...???"


"Apa...???"


"Kamu pasti tau alasanku,Seperti yang sudah aku katakan dari dulu,bahwasanya aku tidak mau wajah kamu ini bahkan hanya sepotong gaun kamu saja yang terekspos di sosmed,karena otomatis mereka akan memamerkan semuanya di Sosial media tapi aku nggak rela kamu jadi zina mata para laki-laki di luaran sana"


"Ya..allah,kalau sudah begini bagaimana aku nggak luluh mendengarnya"Jerit batin Binar sambil tersipu malu.


"Mas Hisam curang,selalu saja bisa diam diam mencuri ciuman aku"protes Binar dengan wajah memerah menahan malu,apalagi dia melihat saat itu mereka tidak berdua saja di dalam mobil tapi ada Pak Anton yang sedang nyupirin mereka.


Sekarang bukan Tuan Leo saja yang jadi obat nyamuk tapi Pak Anton juga harus merasakan hal yang sama,


"Maaf yah pak"Batin Binar pasrah.


"Pak Anton kok bisa ada di sini???"Tanya Binar merasa heran sambil memperbaiki penampilannya yang terlihat kusut karena ulah suaminya,"


"Bukannya tadi saya sudah menyuruh pak Anton pulang ke rumah untuk istirahat.


"Iya Non,"


"Dia datang sendiri lho ngejemput kita"potong Hisam sambil tersenyum simpul.


"Iya tapi...!!!"


"Maaf Nona,ini memang sudah menjadi tugas saya mengantar anda kemana pun Nona pergi"Jawab Pak Anton, membuatnya memilih diam ketimbang bertanya lebih lanjut lagi,karena dia tau suaminya bisa berbuat apa saja.


"Kasihan kamu pak"Jeritnya dalam hati,


Pak Anton adalah laki laki yang tempo hari menolong dia membawa Nayla ke rumah sakit pas kecelakaan,dialah sang sopir itu yang sempat memaksanya untuk membayar ongkos mobil saat dia lupa membawa dompet waktu itu,Lantas bagaimana dia bisa menjadi sopir pribadinya??? itu atas permintaannya sendiri yang waktu itu sempat memergoki Pak Anton sedang di berikan teguran oleh Tuan Leo di kantornya.Jadi jalan satu-satunya untuk menyelamatkan pekerjaan laki laki itu, yah dengan dia mengusulkan Pak Anton menjadi sopir pribadinya.


*

__ADS_1


*


*


"Alhamdulilah semuanya normal-normal saja nona,dan Anda sangat sehat jadi kemungkinan anda bisa hamil lagi kok"Ucap Dokter Ani,Dokter kandungan yang sengaja di tugaskan oleh Dokter Jayadi untuk memberi penjelasan pada Nona Binar yang sore itu menemuinya bersama Tuan Hisam.


"Syukur alhamdulilah Dok,saya sangat senang mendengarnya,apa sekarang saya belum hamil Dok???Soalnya saya ngerasa sering pusing gitu baru gampang capek"Tanya Binar begitu antusiasnya.


"Mmmnnn...kayaknya belum Nona,Itu mungkin hanya pengaruh kurang tidur saja,Tapi saya sarankan anda banyak istirahat dan selalu mengonsumsi multivitamin dan itu sudah saya resep kan".


"Baik Dok,saya akan mengikuti apa yang menjadi anjuran Dokter"kata Binar sedikit kecewa karena ternyata perkiraannya selama ini meleset padahal dia begitu ingin hamil lagi,


"Mungkin itu hanya efek kelelahan saja,meladeni keinginan Mas Hisam yang selalu bergairah setiap saat"Batinnya sambil beralih menatap suaminya yang dari tadi hanya berdiam diri sambil menyimak penjelasan Dokter tak ada niat untuk menimpalinya.


"Baiklah Dok,kalau begitu terimah kasih banyak atas penjelasannya lain waktu kami akan kemari lagi"


"Baik Nona,dengan senang hati kami menunggu kedatangan anda kembali"Jawab Dokter Ani ramah.


"Iya Dok,terima kasih banyak,sampai ketemu lagi"Ucap Hisam sambil berdiri menyalaminya.


"Sama-sama Tuan muda,titip Nona Binar yah!!!beliau harus istirahat yang cukup dan nggak boleh telat minum vitaminnya"


"Tentu Dok,saya akan menjaganya dengan baik,"


"Permisi Dok,mari..."


"Yah..silahkan",


"Assallamu alaikum"Pamit Binar sambil memberi salam.


"Waalaikum salam"jawab Dokter Ani mengiringi kepergian mereka,Dia menarik napas yang panjang setelah mereka keluar dari ruangannya.


*


*


"Mas Hisam kenapa sih,kok dari tadi aku perhatikan lebih banyak diam,Ada apa sih Mas???Mas Sam baik-baik aja kan???Tanyanya merasa heran dan bingung melihat sikap suaminya yang malam itu lebih irit bicara semenjak pulang dari rumah sakit.


Bukannya menjawab Hisam malah merebahkan kepalanya di pangkua istrinya membuat Binar merasa bingung,


"Mas Sam,sakit???Tanyanya sambil meraba pipi lalu pindah ke jidat berniat memeriksa suhu tubuh suaminya namun semuanya terasa normal-normal saja,


"Nggak panas kok...!!!"


"Aku nggak apa-apa sayang,aku hanya ingin tidur di pangkuan kamu,dan terlelap dengan belaian tanganmu ini"Pintanya.


"Apa...???"


Tanpa bertanya lebih lanjut lagi,Binar perlahan mulai membelai rambut suaminya seperti permintaannya.


"Ya..allah,sungguh sempurnanya engkau ciptakan makhluk mu yang satu ini,Beliau bagai pangeran dari surga,Masya allah tampannya suamiku ini"Batinnya sembari menelan air liurnya beberapa kali saking terkesiap nya melihat wajah tampan suaminya yang tanpa cacat sedikit pun.


"Maafkan aku sayang,bukan maksudku membohongi kamu soal ini,aku hanya ingin kamu tidak merasa bersedih dan kecewa,meskipun kamu nggak bisa memberiku keturunan,aku tidak akan pernah berhenti mencintai kamu"Janjinya dalam hati meski merasa bersalah telah membohongi istrinya.Dia begitu menikmati sentuhan dan belaian tangan istrinya hingga membuatnya terbuai dan merasa tenang dan tanpa dia sadari akhirnya dia pun terlelap.

__ADS_1


**************$$$$$$$$$****************


__ADS_2