
Maaf Tuan muda,Nona Anin meminta ketemuan hari ini"Ucap Leo ketika baru saja keluar dari ruang rapat bersama dengan beberapa klien.
"Mau apa dia???Tanya Hisam dengan ekspresi wajah dingin.
"Dia nggak bilang secara pasti sih Tuan,tapi sepertinya akan membahas proyek Tambang yang sudah di ajukan proposal nya kemarin"Jawab Leo.
"Dan sepertinya dia juga ingin membahas masalah chat-chat"an di grup Alumni X11 IPS kita yang tadi malam"Leo sedikit hati-hati bicaranya apalagi melihat tatapan Hisam begitu datar sekali saat membahas soal wanita yang pernah menjadi masa lalunya itu.
"Itu semua karena ulah kamu,ngapain kasi nomor aku segala ke Anak-anak,semalam semuanya pada heboh dan ngebahas soal acara reunian.
"Aku kan paling malas sama chat-chat"an seperti itu,malah di masukin ke Grup segala"Terdengar Hisam mengeram kesal.
"Maafin aku Tuan,kemarin pas aku ketemu Dion dia maksa banget minta nomor pribadi Anda,tapi untung saya punya alasan sehingga hanya bisa ngasi dia nomor Bisnis Anda..
"Awas saja kalau sampai nomor pribadi aku sampai bocor ke publik"Potong Hisam semakin kesal.
"Jangan khawatir Tuan,nomor pribadi anda masih tersegel aman kok hanya 5 orang yang masih tau nomor itu, Kedua orang Tua Tuan muda sendiri,Bu Retno,serta saya dan Nona Binar"Sahut Leo.
"Bagus,
"Aku nggak mau nomor aku jadi konsumsi publik,sekalipun itu teman-teman aku sendiri,bukan tanpa alasan.Kemarin Dia meminta aku ingin hidup Normal dan apa adanya tanpa embel-embel dariku"ucap Hisam pelan,
"Maksud Anda nona Binar??Leo masih belum paham.
"Yah,siapa lagi"kesalnya.
"Maaf,maafkan saya Tuan muda,saya kurang memahami soal itu,Nona memang orangnya sangat sederhana,Dia bukan wanita materialistis.
"Yah,aku tau itu.
"Cihhhh,sejak kapan Anda tau semua mengenai nona padahal baru kemarin sore anda begitu perhatian padanya itu pun karena sekarang dia lagi mengandung penerus Salim group.."Ujarnya dalam hati.
"Kenapa malah diam saja kamu,apa yang ada di otak kamu sekarang"Tegur Hisam seperti bisa membaca pikirannya saja.
"Nggak Ada Tuan,saya hanya memikirkan apakah Anda Berkenan menemui Nona Anin atau saya akan meralat jadwal pertemuannya hari ini"ucap Leo sedikit berkilah.
"Hisam terdengar menarik napas yang panjang,
"Tidak ada alasan baginya untuk tidak menemui wanita itu karena sekarang perusahaan Trio patri milik Anin sendiri menjalin kontrak kerja sama dengan Salim group dan itu tidak bisa di campur adukkan dengan hal pribadi,bukankah dia harus profesional kerja.Terlihat dia sedang berpikir sampai akhirnya mengiyakan permintaan Leo untuk bertemu dengan wanita itu.
"Baiklah,Atur jadwal aku untuk ketemu dengannya hari ini sebelum jam pulang kantor karena hari ini aku punya rencana ingin menjemput dia pulang ke rumah"Ucap Hisam agak hati-hati ngomongnya.
"Dia siapa sih Tuan???
kenapa sih Anda tidak mengganti penyebutan kata ( Dia) itu?apa susahnya bilang dia Istriku atau sebut saja Nama Nona,belum sekali pun saya pernah mendengar anda menyebut nama Nona Binar,apa ada yang salah Tuan??
"Begitu susahnya kah nama nona di sebut atau karena ada faktor lain???Leo terus bertanya-tanya sendiri dalam hati nya.
*****
Hisam akhirnya mau menemui Anin siang itu di sebuah Kafe yang sebelumnya sudah di share lokasinya pada Leo.
Sementara itu Anin sudah hampir satu jam menunggu di dalam kafe,sengaja datang lebih awal dari waktu yang sudah di janjikan,supaya bisa terlebih dahulu memesan tempat yang di rasa cukup strategis,sambil menunggu dia sengaja belum pesan apa-apa, dari tadi dia terlihat sangat gelisah sekali,Sebentar-sebentar menengok ke arah parkiran namun belum juga ada tanda-tanda jikalau orang yang sedang di tunggunya segera muncul menampakkan batang hidungnya tapi dia berusaha tenang dan bersabar karena sebentar lagi orang itu akan datang setelah mendapat pesan singkat dari Leo.
"Santai Nin...kenapa sih??aku se-gugup ini akan bertemu dengannya..???
"Semoga ini adalah awal yang baik buat hubungan kami ke depannya,karena setelah sekian lama aku meminta untuk bertemu,ini pertama kalinya dia tidak menolak"Batinnya sambil tersenyum simpul.
Sambil memperbaiki penampilannya kembali,memastikan dirinya dalam keadaan masih segar dan fresh.
"Kembali dia menarik napas yang panjang,
Serasa kenangan 5 tahun yang lalu kembali terpatri di sanubarinya saat Mengucap kata Cinta pertama kali di sebuah Restoran yang kini menjadi kenangan Abadi untuk mereka berdua,meski Tempatnya sekarang berbeda tapi Ntah kenapa Anin merasa saat-saat mendebarkan kala itu seperti terulang lagi saat ini.
Tidak lama kemudian sosok Itu benar-benar muncul membuyarkan lamunannya,sosok laki-laki yang gagah perkasa,pesona yang di milikinya menjadikannya laki-laki sempurna yang di gandrungi banyak wanita,termasuk dirinya yang kini masih mengharap cinta darinya.paras tampannya sangat menarik perhatian apalagi kiprahnya di dunia bisnis sudah tak diragukan lagi,itulah yang membuat dirinya sampai detik ini tidak bisa melupakan sosoknya.
"Anin memandanginya begitu dalam,namun yang di pandangi seolah tak peduli bahkan dia seperti enggan menatapnya lagi.
__ADS_1
"Selamat siang Nona,maaf kami agak terlambat di jalan kena macet"ucap Leo memberi alasan atas keterlambatannya itu sambil mengulurkan tangannya bersalaman,
"yah,nggak apa-apa Tuan Leo..!!!jawabnya sembari mengulurkan tangannya bergantian ke hadapan Hisam ingin mengajaknya bersalaman juga namun Hisam begitu dingin sekali,kedua tangannya itu malah sibuk memainkan hapenya dari tadi sehingga tak menggubris uluran tangan Anin sama sekali.
"Mari silahkan duduk Nona,kita mulai saja maksud dan tujuan kita mengadakan pertemuan di sini,berhubung Tuan Hisam masih ada kepentingan lain selepas ini"Leo segera bisa membaca situasi yang sedingin salju itu.
"Oh iya,baik Mari silahkan duduk.."
Anin terdengar sangat kecewa,Tapi dia berusaha bersikap tenang seolah-olah tidak pernah terjadi sesuatu di antara mereka demi bisa mendapat simpatik lagi dari orang yang masih sangat di cintainya itu.
"Langsung ke intinya saja,Nggak usah panjang basa-basi nya Karena kami tidak punya banyak waktu"Akhirnya Hisam buka suara meski terkesan sangat dingin.
"Oh..ini mas,Eh maksudnya Tuan Hisam,sisa proposal yang kemarin masih belum di tanda tangani"Ucap Anin sembari menyodorkan sebuah map yang di ambil dari dalam tasnya ,Leo bisa membaca kegugupannya.
Beberapa tahun yang lalu dia sempat menjadi saksi kisah cinta mereka berdua karena masih satu Almamater juga,Di mana seorang laki-laki yang begitu mencintai kekasihnya namun malah di balas dengan penghianatan yang begitu menyakitkan.Leo tau sedalam apa cinta Hisam buat wanita yang ada di depannya ini sekaligus juga teman se kampusnya...!!!Dia bahkan sangat menyayangkan hubungan mereka bisa berakhir dengan seperti ini...???Tapi Mungkin itu adalah sebuah takdir yang harus mempertemukan Tuan Hisam dengan Nona Binar istrinya sekarang,Dan satu yang menjadi pengharapan nya yaitu Tuan Mudanya itu bisa melupakan masa lalunya kemudian mencintai istrinya dengan sepenuh hati karena Nona Binar adalah wanita yang baik,sholehah,Tulus dan berhati mulia"Hati kecilnya ikut berharap.
"Sebaiknya kalian selesaikan dulu urusan kalian jika memang masih ada yang belum terselesaikan,Leo saya tunggu di mobil"Ucap Hisam tiba-tiba sesaat setelah selesai menanda tangani proposal itu kemudian langsung berdiri tanpa menunggu respon apa-apa dari Anin,dia segera melangkah pergi meninggalkan mereka berdua,Anin hanya bisa menatapnya iba.
"Maafkan atas sikap Tuan Hisam tadi"Ucap Leo saat melihat tatapan Anin yang terlihat kecewa dengan kepergian Hisam tanpa memberi pengharapan apa-apa.
"Tanpa sadar Air mata Anin jatuh menetes di pipinya tapi dengan cepat dia menghapusnya agar Leo tak melihatnya namun sekuat apapun dia menyembunyikannya Leo bisa membaca semuanya.
"Leo,Dia benar-benar sudah berubah"Ucap Anin mengubah panggilan formalnya kepada Tuan Leo yang memang adalah temannya baiknya sendiri.
"Yah,laki-laki yang dulu begitu mengagumi seorang Anindita clara bahkan rela berbuat apa saja demi bisa membahagiakannya tapi apa balasan yang di dapat...???
"Hanya luka dan sakit hati"ujar Leo kembali mengorek luka lama membuat Anin cukup terhenyak dan tidak bisa berkata apa-apa.
"Maafkan aku..Nin,aku nggak bisa berbuat banyak untuk membantu atau memberikan solusi yang terbaik karena seperti yang kamu tau keadaanya sekarang..??
"Kamu bisa lihat sendiri kan??bagaimana sikap yang dia tunjukkan padaku padahal aku hanya ingin mendapat maaf darinya,Karena aku tau dia masih tidak bisa melupakan aku sampai saat ini,kami masih sama-sama saling mencintai..Leo"Anin terdengar putus asa.
"Apa kamu lupa,statusnya sekarang sudah berbeda...!!!Dia mungkin masih ada perasaan cinta tapi Dia sudah punya istri.
"Aku tau dia tidak mencintai istrinya,Aku tau cerita mereka.."Potong Anin percaya diri sekali.
"Aku masih ingin mengejar cinta aku kembali Leo!!!
"Apa aku salah???
"Setelah apa yang kamu torehkan di hatinya???
"Pikiranku memaksaku untuk melupakannya tapi hatiku berkata lain"
"Kalau begitu selamat berjuang kembali,semoga kamu sukses mendapatkannya kembali,aku nggak bisa bantu apa-apa"Ujar Leo tak mau ikut campur.
"Aku hanya ingin Mas Hisam ikut Dalam acara Reunian kita nanti,Anak-anak sudah mengatur segalanya,tinggal menunggu persetujuan mas Hisam dan mengatur jadwalnya.."Pinta Anin begitu berharap.
"Saya akan sampaikan padanya nanti,Anak-anak bisa request sendiri nanti Di grup,karena kalau atas permintaan kamu sendiri saja,saya nggak yakin Beliau mau.."Leo begitu nggak yakin.
"Baiklah,terima kasih atas bantuannya hari ini,tanpamu mungkin dia nggak akan datang hari ini meski dia masih enggan menatapku"Anin cukup tau diri.
"Oke sama-sama, sampaikan salam-ku pada Anak-anak,semoga Acara Reunian kita bisa terlaksana.
"Ya..pasti,
Kalau begitu saya pamit sekarang,Sebaiknya sebelum pergi dari tempat ini kamu pesan makan dan minum dulu biar pikiran kamu bisa jernih kembali,Aku bisa lihat muka kamu yang terlihat pucat sekali"Leo sedikit memberi perhatian dan cukup perihatin bagaimana pun Anin adalah salah satu teman terbaiknya dulu tapi apa yang bisa dia perbuat,Karena sepertinya sekarang dia lebih memihak kepada istri Tuan mudanya itu.
****
Binar yang baru saja selesai memindahkan semua file-file yang di minta Pak Jatmiko tadi pagi,berhubung sebentar lagi waktunya akan terbagi dan dia akan lebih banyak waktu berada di Salim group ketimbang di di PT.Mega utama atas Rangkap jabatan yang di jabat nya sekarang.
Dia cukup kaget tatkala Amanda datang tergopoh-gopoh ke ruangannya.
"Ada apa sih say???
Kok kayak ngejar maling aja kamu..???
__ADS_1
Larinya kok ngos-ngosan gitu"Tegur Amanda ketika melihatnya hampir kehabisan napas.
"Idola aku....!!!!
"Kenapa dengan idola kamu???Potong Binar tau siapa yang dimaksud?
"Idola aku ada di depan pengen jemput kamu..!!!
"Apa...????
"Mas Hisam ada di depan...???
"Kok nggak bilang-bilang sih???
Binar cukup kaget sekaligus sangat senang mendengarnya.
"Yah,mana aku tau...!!!
Ayo aku bantu beres-beres biar kita bisa pulang bareng dan aku bisa ketemu lagi dengan sang idola yang beberapa hari ini memang sudah sangat aku rindukan"ucapnya sumringah dan bersemangat sekali.
"Duhhhhh....begini nih kalau udah jadi fans sejati,mau bagaimana pun keadaannya harus ketemu baru bisa plong di hati"Sindir Binar sengaja menggoda sahabatnya itu.
"So pasti,Aji mumpung"Sahut Amanda singkat sambil dengan cekatan tangannya mulai bekerja membereskan semua berkas-berkas yang masih berserakan di atas meja Binar saat itu.
"Binar hanya tersenyum mendengar penuturan sahabatnya itu sambil ikut membantunya.
"Tumben Mas Hisam datang sendiri ngejemput kemari,biasanya juga nyuruh sopir??
Tapi biarlah daripada dia meminta aku berhenti bekerja di kantor ini seperti permintaannya kemarin yang nyuruh aku Resign aja dari pekerjaan aku ini"Ucapnya.
"Apa...???
Tapi aku dukung sih,asal kita bisa pindah bersama ke Salim group"Ujar Amanda.
"Aku nggak mungkin bisa ninggalin kantor ini begitu saja say,Di sini awal karir aku di mulai meski dari gaji yang kecil tapi aku bahagia dengan itu semua dan kalau pun suatu saat aku harus meninggalkan kantor ini aku tidak akan pergi sendiri tapi ikut merekrut kamu sebagai satu Tim seperti permintaan kamu kemarin"Ucap Binar,sontak membuat Amanda meloncat kegirangan.
"Yeyiiiiiiiii........Asyiikkk!!!!!
"Duh kebayang deh,jadi Karyawan tetap di Salim group,setiap saat bisa bertemu muka dengan sang idola..."Belum apa-apa Amanda sudah membayangkan semuanya.
"Tapi aku belum ngomong soal ini ke Mas Hisam lho...???Masih rencana, tergantung dari sikap kamu,kalau tak menjengkelkan akan aku bantu tapi kalau....???
"Kalau apa....???Tega yah kamu sama sahabat sendiri"Keluhnya sedikit kecewa karena sudah terlanjur senang.
"Binar tertawa kecil mendengarnya,
"Apa sih yang nggak buat kamu...???
"Beneran yah...???
"Iya,asal janji mau bawain aku mangga yang ada di depan rumah kamu kemarin???
"Apa...???
"Mangga lagi...???
"Bukannya kemarin sudah di bawain,kok minta lagi???
"Jangan-jangan memang benar nih kamu lagi Ngidam???
Tapi Ngidam apa yah....???MP aja belum pernah??Amanda sendiri yang langsung menjawab pertanyaannya.
"Pokoknya jangan banyak alasan,besok jangan lupa bawain yah...???
Buruan,Aku udah mau pulang Nih,nanti idola kamu bisa marah-marah kalau kelamaan nunggunya"Ucapnya sembari meraih tas kerjanya lalu pergi meninggalkan Amanda yang masih belum selesai membenahi semuanya.
"Eitttt,tungguin.....!!!Teriaknya sambil berlari menyusul.
__ADS_1
***********$$$$$$$$$*****************