Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
Sweeet honeymoon


__ADS_3

Presdir Salim group kini tengah menjadi perbincangan setelah kemarin go publik tentang status istri nya.


Menikmati saat saat bahagia bersama sang istri tercinta layak nya sepasang pengantin baru,Meski wanita itu sudah hampir setahun di nikahi nya,tapi baru beberapa hari ini di akui nya di depan publik dan itu sudah membuat nya mabuk kepayang bahkan semakin bucin saja.


2 Minggu kemudian....


Hisam memeluk istrinya dari belakang, Kebahagian tampak menghiasi di wajah keduanya,Dua pasangan sejoli tengah menikmati bulan madu mereka sambil mata tak mau lepas memandang ke hamparan laut Biru membentang dengan ombak yang bergulung-gulung, pemandangan yang begitu menakjubkan di hadapan mereka.


Tempat yang mereka pilih,Bukan Ke Turkey atau ke negara yang bersalju melainkan ke Ubud Bali,Bukan tanpa alasan Binar sendiri yang menginginkan hal itu,Dia berpikir Destinasi pulau Dewata pun tak kalah dari keindahan negara-negara lain jadi buat apa jauh-jauh ke negara orang jika negara sendiri bisa memberikan kedamaian dan ketenangan.


"Yang penting bisa bersama kamu mas.."Ucap nya suatu sore sebelum akhirnya Hisam mengiyakan permintaannya itu.


Resort yang mereka tempati sekarang terletak 150 meter di atas permukaan laut yang menyuguhkan pemandangan Samudra Hindia yang menakjubkan memberikan pengalaman dengan Nuansa Surga,suasana Romantis pun tercipta sambil menikmati senja.


"Apa sekarang kamu bahagia mas..???"Lirih Binar tiba-tiba.


"Tentu saja sayang,kenapa hal itu masih kamu pertanyakan..???"Hisam balik menanyainya sembari menatapnya bingung.


"Aku merasa ini seperti mimpi mas...!!!"


"Apa kamu pikir ini mimpi...???Hisam langsung memberi kecupan hangat pada pipi kanan nya demi membuatnya yakin kalau ini bukanlah sebuah mimpi.


"Apa ciuman aku tadi masih belum terasa...???Kembali melancarkan ciuman pipi yang kedua saat melihat istrinya masih tampak bengong.


"Iihhh...Mas Hisam modus.."Mendorong sambil memukul bahu suaminya,hanya di sambut gelak tawa Hisam yang puas melihatnya tersipu malu.


"Apa kamu masih meragukan aku..???Tanya Hisam sembari menatap nya begitu dalam.


Binar Refleks menganggukkan kepala,


"Apa yang membuat kamu ragu...???


"Apa pengakuan aku kemarin masih belum cukup bukti buat kamu..???Hisam mendesah kecewa.


"Ntahlah mas...???"jawabnya dengan helaan napas yang berat.


"Tunggu sebentar yah,Aku mau tunjukkin kamu sesuatu agar bisa menghapus keraguan yang ada di hati kamu itu.."


Binar hanya menarik napas yang panjang sembari melempar pandangannya kembali ke arah laut yang sore itu bergemuruh dengan ombak.


Hisam berlalu masuk ke dalam Kamar dan tidak lama kemudian dia kembali lagi dengan sebuah map di tangan nya.


"Apa karena ini yang masih membuat kamu ragu...???Tanyanya sambil menyodorkan map itu ke tangan Binar.


"Apa ini mas...???"


"Buka aja...!!!"


"Ini kan surat perjanjian PRA nikah kita mas...???Binar merasa heran,dia lalu menatap suaminya kebingungan seperti minta penjelasan.


"Aku mau kamu merobek kertas itu sekarang..!!!"


"Apa...???"


"Iya,agar kamu bisa percaya sepenuhnya bahwa di antara kita sudah tidak ada lagi perjanjian yang melandasi hubungan ini, karena sejujurnya aku sangat mencintaimu"Hisam begitu tulus mencoba untuk meyakinkannya.


"Ayo robek,tunggu apa lagi...???"


perintahnya tatkala melihat istrinya itu masih ragu untuk melakukannya.


Perlahan Binar merobek kertas itu,Hingga hancur berkeping-keping.


Kemudian Hisam meraih sobekan kertas itu lalu melemparkannya pas jatuh ke dasar laut dan secepat kilat kepingan-kepingan kertas itu tersapu oleh ombak dan hilang di telan gelombang.


"Sekarang tidak ada lagi yang perlu kamu ragukan,percayalah bahwa cintaku ini begitu tulus dan suci"ucap Hisam sembari meraih jari jemari istrinya dan mengenggam begitu lembut.


"Binar hanya bisa mengangguk dengan mata berkaca-kaca karena terharu,biar bagaimana pun dia tidak bisa melupakan saat-saat awal pernikahan mereka dulu,Dia seperti belum bisa percaya sepenuhnya jika saat ini dirinya begitu di cintai oleh laki-laki yang kini tengah berdiri di hadapannya menatapnya dengan penuh cinta.


Perlahan mereka mendekatkan tubuh masing masing dengan saling berhadapan,Detik itu juga Hisam langsung memberikan sentuhan dengan menggesekkan hidung lalu menciumnya lembut,lalu perlahan turun ke bibir,Me****** nya dengan lembut sembari memberikan sentuhan-sentuhan lembut di sekitar pipi istrinya dan Binar tanpa ragu menyambut ciuman suaminya.


Ciuman yang penuh kasih sayang mengalirkan getaran-getaran di dalam kalbu.


Hadirnya warna senja yang indah menjadi pelengkap sempurna melewati hari intim mereka,perlahan ciuman Hisam turun ke lehernya memberikan ciuman yang begitu lembut membuatnya pasrah,sepasrah tubuh nya saat suaminya secara tiba tiba mengendong nya masuk ke dalam kamar.


Menidurkannya pelan-pelan diatas Ranjang,sambil bibir tetap terpagut.Tangan Hisam pun kini tak tinggal diam,Tangan itu bahkan sudah berkelana ke sana kemari mencari area favoritnya,

__ADS_1


"Apa sekarang kamu sudah siap...???"Bisiknya dengan suara berat sambil menatap istrinya penuh damba dengan hasrat yang mulai menggerogoti jiwa nya.


Binar hanya menjawab dengan anggukan di kepala,Membuat Hisam tersenyum sumringah dan mulai melanjutkan aksinya,Membuka baju istrinya satu persatu kemudian melemparkan nya begitu saja hingga jatuh berserakan di lantai.


"Kali ini Ritualnya baru komplit"bisiknya lirih di telinga istrinya,membuat bulu kuduk Binar meremang.


"Mau megang nggak...???"Lalu tanpa di beri komando menuntun tangan istrinya masuk ke dalam baju piyamanya.


"Ini dia si pembuat rusuh itu yang tiap malam harus menyelesaikan Ritualnya dulu baru bisa bobo"Ucapnya dengan senyum nakal.


"Binar segera memalingkan wajahnya malu saat tangannya mulai menggapai si pembuat rusuh yang suaminya maksud,Sesuatu yang sudah menegang dari tadi,yang membuat jantungnya ikut berdebar-debar tak menentu.


"Kenapa harus malu Sayang...???"


"Bukannya kamu uda mengenalnya???"


"Lupa yah....???"Goda Hisam dengan senyum menyeringai.


"Mas Hisam apaan sih...!!!Sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.


"Ayo kita mulai Ritual nya..."Ucapnya bersemangat lalu beralih membuka baju piyamanya sendiri dan melemparkannya begitu saja.


Senja berganti malam tak menyurutkan langkah keduanya dalam memadu kasih,Hembusan angin dan deburan ombak yang samar samar terdengar sangat familiar saling silih berganti dengan suara ******* di sebuah kamar.Kini Sepasang suami istri itu tengah berpacu untuk mencapai puncak Nirwana agar bisa menebus indahnya Honeymoon yang sempat mereka sia-sia kan.


Binar menggeliat pelan,tatkala matanya silau dengan pencahayaan lampu.Perlahan dia membuka mata mencoba mengingat-ingat apa yang barusan telah terjadi,Dia seperti baru tersadar dari Tidur panjang,tau tau dia mendapati dirinya sudah berada di dalam selimut dengan Seluruh tubuh remuk tak bertulang,padahal terakhir ingatan nya dia dalam keadaan tak memakai apa-apa sebelum akhirnya tertidur karena kelelahan habis meladeni Ritual suaminya, Ntah berapa banyak gaya yang habis mereka mainkan sebelum akhirnya Ritual itu berakhir sempurna.


Seluruh badan nya terasa pegal-pegal,namun dia merasa sangat bahagia telah menjadi istri seutuhnya meski hal itu sudah pernah mereka lakukan sebelumnya namun saat itu terkesan dipaksakan dan terpaksa.


Matanya menatap sekeliling,mencari sosok Suaminya namun tak ada siapa-siapa selain pakaian yang masih berserakan di mana-mana,Seulas senyum nampak tersungging manis di bibirnya,mengingat semua ulah suaminya.


Dipaksanya untuk bangun,agar bisa mencari tau keberadaan suaminya di mana..??


Belum sempat dia menggapai baju yang teronggok di lantai,Hisam sudah nongol di balik pintu sambil membawa sebuah nampan berisi makanan di tangan nya.


"Hei...sudah bangun yah sayang...???


sapanya dengan wajah sumringah.


"Mau ngapain...???Ngambil baju..???"


"Lho...???"


"Memangnya kenapa mas..??"Aku mau bangun dan pakai baju sekarang"Tolak Binar berusaha meraih baju yang sudah berpindah ke tangan suaminya.


"Nanti saja,Ritualnya kan belum selesai sayang..!!!"Nanti susah lagi bukanya semisal akan dilanjutkan lagi..!!!Ucap Hisam dengan senyum liciknya.


"Apa...???"


"Nggak ah,apa yang tadi mas Hisam belum puas???"Tolaknya melotot.


"Yah..belum dong,masih banyak Ritual yang belum kita coba dan lagian yang tadi aja nggak cukup menebus hari-hari yang kita lewatkan selama ini"Jawabnya tanpa merasa berdosa.


"Apa...???"


Bodoh amat,aku sudah melewatkan sholat magrib gara-gara mas Hisam sekarang aku mau mandi baru sholat isya"Ujarnya segera mengambil ancang-ancang demi menghindari pergerakan suaminya.


"Tunggu dulu.."Hisam dengan sigap menarik tubuhnya hingga jatuh terjerembab ke dalam pelukannya.


"Mas Hisam lepasin,ini sudah jam 9 malam lho,aku belum sholat"Tepisnya berusaha keluar dari kungkungan suaminya.


"Iya,tunggu dulu...!!!"


"Apa lagi sih...???"


"Kamu tenang dulu...!!!"


"Lepasin aku mas.."pintanya dengan nada memohon.


"Kamu tenang dulu,aku janji nggak bakal ngapain-ngapain kok...!!!"


"Mas Hisam bohong...!!!"


"Nggak kok...janji"


"Sebaiknya kamu makan malam dulu baru mandi,ntar kamu bisa masuk angin lho kalo mandi dalam keadaan perut kosong.."Ucap Hisam pelan membuatnya langsung menarik napas lega.

__ADS_1


"Dari tadi siang kamu belum makan apa-apa kan???


"Binar hanya mengangguk pelan,baru sadar jika ternyata dia belum makan.


"Pantas aku seperti nggak ada tenaga untuk bangun,lemas gitu"Sahutnya.


"Ya..udah sekarang kamu makan dulu yah,ini aku sudah bawain makanan"Hisam meraih nampan yang tadi dia bawa.


"Mas Hisam sendiri udah makan???"Tanyanya .


"Sudah tadi,Maaf nggak bisa nungguin kamu.Aku lihat tidur kamu nyenyak sekali jadi nggak tega aku bangunin nya"Jawabnya sembari membantunya mengambil lauk ke dalam piringnya.


"Kamu makan yang banyak yah,biar bisa punya banyak tenaga lagi...!!!"Ucapnya sambil menyunggingkan senyum di sudut bibirnya.


"Binar hanya memanyunkan bibirnya,


Membuat Hisam tergelak melihatnya,


"Bibirnya jangan di manyun gitu dong,nanti aku bisa khilaf lagi lho saking gemesnya"Bisiknya.


"Mas Hisam apaan sih...!!!"


"Yah makanya,ayo buruan makan jangan bertingkah aneh aneh yang seolah-olah mancing Tukang Ritual keluar dari sarangnya."


"Otak mas Hisam mesum mulu,


"Yah..nggak apa-apa dong mesum sama istri sendiri,justru bisa mendapat pahala kan..???"


"Udah ah,malas ngomong sama mas Hisam,Suka nggak nyambung"Kesalnya lalu mulai mengeksekusi makanannya.


Hisam hanya tersenyum bahagia sambil menemaninya makan.


Selesai makan bukannya selamat dari ancaman yang dia takutkan,Malah sang Raja Ritual tanpa komando menggendongnya masuk ke dalam kamar mandi,dalam keadaan tak memakai sehelai benang pun membuatnya hanya bisa menutup bagian ****nya saja dengan kedua tangannya karena malu.


"Nggak usah di tutupin lagi,aku udah lihat semuanya kok..!!!"Bahkan aku sudah sangat hapal tempat tai lalat nya di mana???sengaja ingin menggoda istrinya.


"Iya Terus Mas Hisam mau ngapain ikut masuk ke dalam kamar mandi juga???"Tanyanya sambil meronta-ronta minta di turunin.


"Yah...mau mandiin kamu dong"Jawabnya sambil tersenyum licik dan pelan pelan menurunkan tubuhnya.


"Ogah..ah,aku bisa mandi sendiri tolaknya sambil mendorong tubuh suaminya agar menjauh dan keluar dari kamar mandi."


"Ya..sudah kalau begitu kita mandi bersama saja".


"Nggak...!!!aku bilang nggak...!!!


Hisam tak peduli,dia langsung menyergap tubuh istrinya dan menghujaninya Ciuman panas di bawah guyuran shower hingga tubuh mereka menyatu dalam keadaan basah kuyup.Kembali Membungkam bibir istrinya sampai ngos-ngosan hingga membuatnya tak bisa berkutik lagi selain mengikuti semua akal licik suaminya yang tau tau sudah melucuti semua pakaiannya sendiri dan langsung duduk di atas bathtub lalu menuntunnya duduk di atas pangkuannya.


"Ayo..sayang,bergerak naik turun bisa yah??..."Otaknya mulai berpikir liar.


"Nggak ah mas,aku nggak bisa.."Tolaknya dengan rona merah menahan malu"


Namun bukan tuan Hisam namanya kalau tidak bisa membuat wanita takluk padanya, karena kelakuan Hisam selanjutnya membuat Binar benar benar kehilangan akal sehatnya.


"Eugh...."Lenguh nya saat Hisam mulai melahap pucuk delima kembar miliknya dan mengulumnya lembut.


Bahkan kedua tangannya mulai berperan ganda membantu gerakan naik turun istrinya seperti layaknya naik kuda."


Tak puas dengan gaya itu dia lalu mengangkat kaki Binar dan menjadikan dinding kamar mandi sebagai tumpuan lalu kembali melanjutkan Ritualnya,mereka sama sama merasakan sensasi yang semakin merasuk ke dalam kalbu dan detik selanjutnya mereka sama-sama mengerang kecil saat mencapai puncak kenikmatan bersamaan,Hisam perlahan memeluk istrinya dan mencium keningnya.


"Makasih sayang..."bisiknya lirih,membuat Binar hanya tersenyum bahagia.


"Yuuuk...mandi sama sama yukk...!!!"Ajak Hisam.


"Tapi nanti sholatnya berjamaah juga yah mas"Pintanya sambil menatap suaminya.


Hisam cukup tertegun mendengarnya,tapi kemudian dia langsung tersenyum dan mengiyakannya.


Duuhhhh...so sweetttttnya....!!!!😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍


...*************$$$$$$$$$$$$***************...


Maaf baru bisa update lagiπŸ™πŸ™banyak acara nikahan jadi nggak sempat buat nulis😁 di maafin yahπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Semoga kalian semua selalu sehat dan salam sayang selaluπŸ₯°πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2