
"Terima kasih sayang,akhirnya kamu bisa berdamai dengan masa lalu kamu" Walau mama tau itu sulit tapi Memaafkan orang yang pernah menyakiti kita adalah salah satu terapi penyembuhan luka"Mama sangat bangga padamu sayang"Ucap Bu Widya sambil memeluk putranya dengan begitu bahagia.
"Itu semua karena menantu mama"kalau bukan karena dirinya belum tentu Hisam bisa seperti sekarang ini ma,"
"Mama sangat bersyukur karena perjodohan ini bisa membuat putra mama kembali memaknai kehidupan ini dengan penuh cinta,Dulu mama hampir putus asa karena sempat merasa kehilangan putra mama, tapi sekarang mama yakin selamanya kebahagiaan ini akan mama lihat di wajah ini"Ucap Bu Widya dengan penuh haru masih terbayang dengan jelas di ingatannya saat-saat terberat putranya waktu itu.
"Terima kasih juga ma,Karena mama telah mempertemukan aku dengan wanita yang bisa merubah hidupku jadi berwarna,Aku hampir mundur di tengah jalan ma,kalau bukan karena mama mungkin seumur hidup Hisam akan merasa menyesal telah menyia-nyiakan istri sebaik Menantu mama"ucap Hisam sambil mencium kedua tangan Bu Widya dengan penuh rasa cinta dan terima kasih.
"Sama-sama sayang,mama dan papa akan selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian,"Ucapnya dengan mata berkaca-kaca menahan haru sambil memeluk putranya,
"Hisam sayang mama"
"Yah..mama juga sangat menyayangi kamu sayang"
"Lho Mas,Mama....!!!"
"Ada apa ini...???"kok malah pada nangis sih??tegur Binar merasa heran tatkala memergoki mereka sedang menangis,dia baru saja keluar dari kamar ganti habis mengganti bajunya karena sudah merasa sangat gerah setelah hampir seharian penuh meladeni para tamu yang berjubel ingin memberikan doa dan ucapan selamat kepadanya dan juga suami nya,meski acara masih tetap akan berlangsung beberapa jam ke depan.
"Oh..nggak sayang,nggak ada apa-apa..!!! Bu Widya yang menyahut duluan sambil melepaskan pelukannya.
Hisam dengan cepat menghapus air mata nya,tak mau terlihat cengeng di hadapan istrinya.
"Ada apa Mas,Ma..??Apa sih yang kalian bicarakan sampai membuat mama menangis Seperti ini??"Tanyanya masih penasaran sambil menatap suami dan mertuanya secara bergantian.
"Nggak ada sayang,air mata mama ini air mata bahagia,tadi kita hanya bahas soal menantu mama yang cantik ini"Sahut Bu Widya berusaha meyakinkannya.
"Benar begitu mas??kembali menagih penjelasan dari sang suami karena tak puas dengan jawaban sang ibu mertua.
"Hisam hanya membalas dengan anggukan di kepala mengiyakan ucapan mama nya."
"Kalau hanya membahas soal aku,lantas kenapa kalian bertangis-tangisan seperti ini??Tanyanya penuh selidik masih tidak percaya dengan apa yang barusan di dengar nya.
"Dengar yah,nggak ada yang perlu di khawatirkan atau di pertanyakan lagi,percayalah air mata ini air mata bahagia karena pada akhirnya Allah mempertemukan aku wanita yang sangat aku cintai ini"Jawab Hisam mencoba meyakinkannya sambil menatapnya begitu dalam.
"Benar sayang,kami menangis karena sangat bahagia,tidak ada lagi hal yang paling membahagiakan buat mama di dunia ini selain melihat kebahagiaan kalian hari ini"Timpal Bu Widya ikut meyakinkannya."
"Binar akhirnya percaya,sepasrah saat Hisam dengan reflek luruh mendekap ke dalam pelukan nya.
"Terima kasih karena tetap bertahan selama ini denganku,jangan pernah berpikir untuk pergi meninggalkan aku,karena aku tidak bisa hidup tanpa kamu,aku sangat mencintai kamu sayang"Ucapnya dengan penuh keyakinan dan ketulusan.
"Aku juga sangat mencintai kamu mas"Balasnya.
"He...ehemmn......" Uda dong peluk-pelukan nya,Nanti aja setelah tamu uda pada pulang,"sebuah suara yang tak begitu asing di telinga Binar tiba-tiba muncul bak petir di siang hari bolong.
"Hei,bisa nggak sih pelukan nya di lepas sekarang"kesalnya dengan tak tau malu berusaha memisahkan mereka berdua.
"Amanda..."Pekik Binar girang saat menyadari siapa yang tengah berdiri di hadapan nya kini.
"Tega yah,gelar acara resepsi gak ngundang-ngundang???"Sungutnya pura-pura ngambek.
"Bukan begitu say,aku pun nggak tau apa- apa soal ini...Sumpah,ini semua rencana mama"Jawab Binar mencoba membela diri.
"Ah..bilang aja,kamu nggak mau aku recokin"
"Nggak say,beneran aku pun tau nya baru tadi pagi,coba tanyain aja sama mas Hisam atau mama Widya"Binar berusaha mencari pembelaan,Namun baik Hisam atau sang ibu mertua nampaknya tidak ada yang mau ikut campur di dalam hubungan antara dua sahabat yang lagi bermain drama itu.
"Ah sudahlah,aku ke sini juga bukan untuk menemui kamu kok..!!!Aku kesini karena ingin bertemu dengan Sang Idola hati,minggir sana aku juga mau dong ngucapin selamat sambil berfoto berdua"jawabnya sambil mendorong tubuh Binar agar menjauh dari tuan Hisam.
"Tuan Leo tolong dong fotoin kami"pinta nya begitu percaya diri sekali,Ntah darimana datangnya Tuan Leo tau-tau Dia sudah ada di depan mereka dan Binar pun tak menyadarinya,dia hanya bisa geleng-geleng kepala saat melihat tingkah sahabatnya itu,Dan Tuan Leo mau mau saja mengikuti kemauan gila sahabatnya itu tapi sebuah senyuman terukir indah di bibirnya tatkala melihat suaminya memasang wajah tidak suka, cemberut tapi tetap menurut saat mau di ajak foto dengan beberapa pose.
__ADS_1
Bu Widya pun ikut tersenyum bahagia melihatnya,
"Selamat yah Tuan,tolong bahagiakan sahabat saya ini,Dia wanita terbaik yang ada di dunia ini meski paras nya nggak cantik-cantik amat sih tapi dia punya hati yang sangat tulus"Ucap Amanda sesaat setelah puas mengambil beberapa foto.
"Sudah puas fotonya...???"Binar langsung menariknya agar menjauh dari suaminya.
"Enak saja main foto-foto segala,tanpa minta izin dulu dari istrinya..???"
"Cieeee.....uda posesif juga nih..!!! kemarin kemana aja Neng,kok ngakunya baru sekarang...???Masih untung idola gue nggak di sambar nenek lampir itu"Celetuk Amanda dengan ceplas ceplos nya sengaja ingin menggoda sahabatnya itu.
"Bibir nggak usah manyun begitu Neng,biasa aja...!!!
"Bisa diem nggak sekarang...!!!"
"Akhirnya pecahlah tawa Amanda saat itu,dia puas sekali sudah ikut andil memberi kejutan buat sahabatnya itu,
"Selamat yah sayang...!!!"Semoga kamu dan Tuan Hisam bahagia dunia akhirat"Ucapnya saat tengah memeluk sahabatnya itu.
"Makasih say,"Binar hanya mampu berucap itu lagi lagi dia kembali mewek dan terharu tak pernah menyangka akan mendapat kejutan seperti ini.
"Kamu pantas bahagia say.." sambil menepuk-nepuk bahu sahabat nya layaknya seorang ibu yang lagi menenangkan anaknya yang lagi rewel.
Hanya di balas dengan anggukan kepala oleh Sang sahabat yang tak mampu berucap apa-apa lagi karena larut dalam perasaannya.
"Kamu tau dari mana soal ini say..??"Tanya Binar ketika sudah bisa mengendalikan perasaannya sendiri.
"Rahasia dong,sambil memberi kode isyarat pada Tuan Leo Namun Binar bisa menangkap gelagat aneh di antara kedua nya.
"Tunggu dulu,Tuan Leo ada apa ini???"
Kok aku ngerasa kalian nyembunyiin sesuatu dari kita,Mas sebenarnya Yang rencanain semua ini mama atau siapa sebenarnya???Tanya Binar sambil menatap mereka bergantian.
"Maaf Tuan muda,maafkan saya Nona sebenarnya dalang dari semua ini atau pemeran utama nya adalah Nona Amanda,dan Nyonya Widya hanya menjalankannya saja"Akhirnya Tuan Leo membuat pengakuan sendiri membuat Amanda hanya bisa memegang kepala nya tak sakit.
Binar sontak memandang sahabatnya yang hanya bisa cengar-cengir karena merasa kedoknya sebentar lagi akan ketahuan.
"Kenapa malah cengengesan???Binar memasang wajah kesal.
"Gimana ide gue berhasil dan sukses kan???"
"Berhasil sih,tapi sekarang yang jadi tanda tanya di hati saya adalah...???"
"Sebenarnya kalian tuh bisa ngerencanain semua ini sejak kapan???Memang komunikasi kalian selancar apa sih?? kok aku jadi nyium bau-bau keanehan di sini...???Binar jadi senyam-senyum sendiri.
"Amanda jadi salah tingkah mendengarnya,Begitu pun Leo dia jadi gelagapan saat beradu pandang dengan Tuan muda nya yang seperti meminta penjelasan,dia pun kini tak berani bersitatap dengan Binar yang tiba-tiba bisa menebak sesuatu telah terjadi di antara mereka.
"Nggak kok,kami hanya membahas soal menyatukan kalian saja nggak lebih dari itu"Jawab Amanda sedikit gugup.
"Lho...!!! aku kan nggak tanya soal itu..??"Kenapa juga jawaban nya harus gugup begini??
"Apa yang coba kamu sembunyikan dari sahabat kamu ini??He...Walaupun kamu nggak ngomong aku sudah tau arti dari sorot mata kalian ini,Ujar Binar sambil tersenyum puas saat melihat wajah keduanya seperti maling yang sudah ketangkap basah dan tak tau mau lari kemana.
"Mohon maaf Nona,aku dan Nona Amanda masih sebatas teman saja..."
"Iya say,Kami hanya berteman saja"Sambung Amanda memasang wajah se meyakinkan mungkin.
"Siapa juga yang bakal percaya"celetuk Binar.
"Begini saja Sayang,Bagaimana kalau tiket yang kemarin mama booking untuk ke Turki di kasi aja sama mereka berdua,itung-itung itu sebagai bonus akhir tahun buat mereka berdua karena telah membuat acara ini berjalan dengan lancar dan sesuai dengan impian mama"Tiba-tiba Bu Widya mengemukakan ide di luar dugaan mereka semua,yang membuat keduanya sontak kaget bersamaan dan pada akhirnya hanya bisa saling curi pandang.
__ADS_1
"Wah kalau aku sih sangat setuju ma,bagaimana dengan mas Hisam"Sahut Binar melonjak kegirangan.
"Aku pun setuju aja kok,dari pada tiket itu hangus percuma, kan lebih baik kalian manfaatkan,lagian aku juga sudah menawari Leo hal ini,jadi so pasti dia sudah mempertimbangkan nya dengan matang,bukan begitu tuan Leo???Ujar Hisam meminta persetujuan dari asisten pribadinya itu.
"Tapi tuan muda itu tidak mungkin,ada banyak pekerjaan yang harus saya handle"Tolak Leo merasa enggan menyetujui ide mereka.
"Jangan menolaknya Leo,ini adalah sebuah perintah"Sahut Bu Widya.
"Iya Tuan Leo,
"Tuan Leo harus menemani sahabat saya ini sampai ke Cappadocia,Semoga aja nanti setelah sampai di sana dia bisa bertemu dengan dokter Kinan idolanya,Asal jangan bertemu dengan mas Aris aja Karena yakin bakal di jambak habis-habisan saking kesalnya,Korban Film Layangan putus soalnya"Sambung Binar tertawa kecil lagi-lagi berhasil menggoda sahabatnya yang seperti mati kutu mendengar mereka tiba-tiba merencanakan sesuatu di luar dari mimpi nya selama ini.
"Hah..mimpi apa aku ini tuhan..???"
"Dapat tiket gratis ke Turkey,bersama Ayang beb..aku juga...!!!eitttt...Kok Ayang..?? maksudnya Tuan Leo yang tampannya 11 18 lah sama tuan Hisam,nggak mungkin bisa ngalahin tingkat kegantengan Tuan Hisam idola aku sih,tapi nggak apa-apa deh kalau memang aku dan Tuan Leo berjodoh,...tolong dekatkanlah ya..allah,"Jerit batin Amanda dengan bunga bunga bermekaran.
Sebagian Tamu masih belum pulang, namun Tuan Hisam sudah beranjak masuk ke dalam kamar hotel yang sudah di siapkan untuknya dengan Binar,sebuah kamar yang sudah di dekorasi dengan sedemikian rupa.
Rasa lelah nampak di wajah nya, kepala nya mulai pusing meladeni semua permintaan para tamu yang berkedok Fans yang ingin berfoto dengannya,Tapi meski begitu dia berusaha untuk meladeni sebagian permintaan mereka dari pada dia harus merelakan Binar di jadiin bulan-bulanan foto,Dia malah memberi warning pada semua kamera agar tak ada yang mengabadikan wajah istrinya dalam bentuk apa pun.
Binar baru menyusul dirinya setelah Amanda dan teman-temannya yang lain sudah pulang.
Dia mendapatkan suaminya tengah duduk di sopa sambil termenung menunggu nya.
"Dari mana saja??"Tanya Hisam dengan nada kesal.
"Maaf mas,nggak enak tiba-tiba ninggalin mereka,ada teman-teman mas Hisam juga, mereka pada nanyain kenapa mas Hisam nggak datang menemui dan menyapa mereka??Jawab Binar memberi alasan yang cukup kuat.
"Hisam nggak menjawab dia malah menghela napas yang berat.
Binar perlahan melangkah duduk di dekat nya,
"Ada apa sih mas?? Bukan nya mas Hisam yang ngundang mereka kemari,kenapa malah di cuekin??Tanya nya.
"Ada sesuatu yang mengganjal pikiranku sampai saat ini dan jujur itu membuat aku tidak nyaman apalagi bisa berpikir dengan jernih"Ucap nya pelan.
"Apa itu mas???"
Hisam tampak menarik napas yang panjang lalu kemudian menatap nya.
"Apa kamu benar benar akan merelakan aku untuk orang lain di kehidupan berikutnya??" Tiba tiba Saja Hisam menanyakan hal yang tak pernah Binar duga sebelumnya dan menurutnya itu adalah pertanyaan yang sangat konyol dan kekanakan, tak sepatutnya di pertanyakan tapi dasar Tuan Hisam yang mau nya seenak hati saja.
"Binar tersenyum penuh arti mendengarnya,
"Kenapa nggak di jawab,kenapa kamu malah senyam senyum begitu???Hisam terdengar kecewa dan frustasi.
"Apa perlu aku jawab Mas...???
"Yah..harus...!!!"
"Memang nya mas Hisam mau terus bersama aku sampai di kehidupan selanjutnya???"Binar balik nanya.
"Yah tentu saja,karena sampai beberapa kehidupan berikut nya aku tidak akan merelakan kamu menjadi milik orang lain"ucapnya begitu pasti membuat hati Binar tersentuh dan bergetar.
"Kamu sendiri...???"
"Aku pun akan meminta kepada Allah yang maha kuasa agar mas Hisam hanya akan menjadi imam aku di kehidupan sekarang atau di kehidupan-kehidupan berikut nya,Ucapan aku yang tadi di depan mbak Anin aku ralat karena aku hanya ingin menjadi wanita yang mas Hisam pandang dan cinta sampai kapan pun,ucap nya dengan rona malu seketika membuat secercah harapan dan secerah senyum Hisam yang begitu bahagia mendengarnya.
"Jangan pernah sebut nama itu lagi di antara kita karena hanya ada satu nama wanita saja yang ingin aku dengar yaitu nama istriku Binar..."
__ADS_1
"Ya..allah,kenapa terdengar begitu sweet sekali di telinga Author bagaimana dengan sang pemilik nama itu sendiri yah...???
**********$$$$$$$$$$$$$***********