
Hampir 3 jam Binar tertidur diatas kasur empuk nan mewah itu,tak sedikit pun dia merasa terusik dengan hal-hal yang terjadi di dalam ruangan itu padahal 3 pasang mata tengah mengawasinya dengan seksama,menungguinya dengan sabar kira-kira kapan dia akan segera terbangun????
Flasback On
"Cihhhh...sejak kapan Tuan Muda sebegitu sabarnya begini???
"menanti Nona terbangun dari tidurnya rupanya butuh kesabaran extra???
"Dan Tuan muda sepertinya begitu menikmati sekali peran nya saat ini???"Batin Leo,sambil meliriknya lalu ikut melemparkan pandangannya ke arah sang Ratu yang masih tengah tertidur pulas, Bahkan sudah hampir 2 Jam berlalu belum juga ada tanda-tanda kalau dia akan terjaga dari mimpi indahnya.
"Hisam hanya duduk terdiam di sopa sambil ekor matanya sebagai kamera pengintai mengawasi Gerak-gerik Binar yang masih tengah tertidur,sebentar-sebentar dia berdiri walau hanya sekedar untuk mengecek dan memeriksa kondisinya kalau-kalau di lihatnya ada sedikit pergerakan,
"Namun perlahan mundur lagi secara teratur ketika dilihatnya,sang punya Badan kembali terlelap.
Tanpa sepatah kata hanya bisa kembali duduk tanpa ekspresi wajah sama sekali.
"Sementara itu Seorang Dokter yang sedang duduk di depannya saat itu,hanya bisa pasrah dan ikut bersabar menunggu, demi meminimalisir keadaan dan kecemasan Tuan Hisam yang terlihat sangat berlebihan.
Dokter Jayadi mengutus dirinya 2 jam yang lalu ke tempat itu,Tadinya dia berpikir keadaannya begitu darurat sekali sehingga dirinya tidak punya alasan untuk menolak,namun sesampainya di sana malah Sang pasien tengah tertidur pulas dan di larang untuk mengusik atau mengganggunya,menarik napas pun sepertinya harus di pelankan agar tidak mengganggu tidurnya.
"Sampaikan pada Tuan Hisam jika saya ada pasien gawat darurat dan segera harus di tindak lanjuti secepatnya,karena ini menyangkut Nyawa seseOrang.Beliau pasti akan mengerti...!!! saya percayakan semuanya ke Dokter , jangan kecewakan saya,karena kepuasan beliau adalah Tanggung jawab saya.Pastikan semuanya akan baik-baik saja,karena sepertinya wanita ini lebih berharga dari nyawanya sekarang!!!
"Dokter Jangan banyak bicara atau bertanya cukup ikuti saja apa yang menjadi kemauannya,karena dia bisa menjadi Singa yang galak jika sampai pribadinya di usik"
Dokter Jayadi begitu mewanti-wanti dirinya sebelum dia berangkat meninggalkan Rumah sakit dan kini dia bisa mempercayai Hal itu,dia bisa melihat kecemasan dan rasa khawatir yang begitu besar tampak begitu jelas di wajah penguasa Salim group yang ada di hadapannya itu.
"Dia adalah Dokter Intan,seorang Dokter Ahli kandungan yang figurnya cukup dikenal dan dikagumi di pelosok negeri ini,Ntah apa maksud Dokter Jayadi sampai meminta dirinya untuk datang ke sana.
flashback off
"Binar membuka matanya perlahan,
pertama kali dia membuka matanya saat siuman tadi yang dilihatnya adalah wajah suaminya dan itu sedikit membuat perasaannya merasa lebih tenang saat wajah tampan itu kini menjadi objek pertama yang dilihatnya kembali saat terbangun dari tidurnya,
tapi itu tidak berlangsung lama tatkala pandangannya beralih ke sudut lain.rupanya ada penghuni lain di kamar itu selain dirinya dan juga suaminya,Tampak Leo dan seorang wanita yang berseragam lengkap tengah memperhatikannya.
"Ya..allah,seberapa lama tadi aku tertidur,sehingga tak menyadarinya..???jerit batinnya berusaha mengingat-ingat apa yang barusan telah terjadi,tapi itu malah membuat kepalanya terasa pusing.
"Apa aku masih sedang bermimpi...???
"Aku nggak salah liat kan??
Binar terus bertanya-tanya sendiri dalam hati,Dia tampak masih kebingungan,tatapannya kembali beralih ke arah wanita yang ber jas putih itu menandakan bahwa dirinya adalah seorang dokter meski berada di seberang lautan perawat atau staf kesehatan karena jas putihnya itu sangat identik dengan profesinya.
"Nggak salah lagi ini pasti dokter yang di panggil tadi sama mas Hisam,tapi bukannya tadi yang dia telpon dokter Jayadi kenapa yang datang malah dokter wanita???Tapi bagus deh kalau sama-sama wanita"
"Apa yang harus aku takutkan???pikirnya mulai gemetar sendiri.
"Binar berusaha bangkit meski kepalanya masih agak pusing,
"Nona bisa bangun sendiri???sapa dokter wanita itu sambil mendekatinya.
"Bagaimana perasaan Anda sekarang???Apa masih pusing??tanyanya lagi sambil meraba saku bajunya.
"Eh,Tunggu dok...!!!
Aku baik-baik saja,jangan suntik saya"Cegahnya dengan wajah mulai pucat,panik demi dilihatnya Sang Dokter mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya itu.
"Dokter Intan cukup kaget melihat reaksi Binar kala itu,terlebih Hisam dan juga Leo.
"Maaf Nona,ini hanya sebuah Stetoskop bukan jarum suntik"Jawab Dokter Intan merasa geli sambil mencoba menahan ketawanya melihat Reaksi Binar yang terlihat berlebihan itu.
"Apa Nona baik-baik saja??tanyanya sekali lagi ketika terlihat gelagat Binar mulai ketakutan.
"sedikit,masih pusing Dok"jawabnya sambil menyandarkan tubuhnya, terlihat masih sangat shock.
"Saya hanya akan memeriksa detak jantung Nona,Apa Anda trauma pada jarum suntik???Bisiknya pelan di telinga Binar.
"Binar hanya mengangguk,membuat Dokter Intan tampak mengerti kemudian menyunggingkan senyum di bibirnya.
"Nona tenang saja,Tarik napas yang dalam-dalam dan buang secara perlahan-lahan,Di sini tidak ada jarum suntik,saya hanya akan memeriksa Keadaan Nona"Ucapnya pelan berusaha menenangkannya.
Hisam terlihat mendekat,tatkala Dokter Intan mulai memeriksa keadaannya.
"Setelah mengecek suhu,Tensi dan detak jantung Binar,sang Dokter tampak tersenyum dan bisa bernapas lega.
__ADS_1
"Semuanya Normal Tuan,Tapi sepertinya Nona harus pemeriksaan lengkap di rumah sakit,karena disini kita keterbatasan alat" Dokter memberi saran.
"Maksud Dokter???
Bukannya barusan dokter Bilang,kalau semuanya normal-normal saja,kenapa harus pemeriksaan lengkap lagi???tanya Hisam masih tidak mengerti.
"Dokter Intan tampak tersenyum mendengarnya,
" Nona sebenarnya baik-baik saja Tuan,hanya saja saya hanya menyarankan Untuk cek Lab terlebih dahulu..!!!Dokter Jayadi juga sempat berpesan agar merujuk Nona ke rumah sakit untuk memastikan kondisinya bagaimana?
Dokter Intan berusaha memberi penjelasan yang masuk akal agar Tuan Hisam bisa mengerti karena dia sendiri belum bisa menarik kesimpulan sebelum melakukan pemeriksaan yang lebih akurat lagi.
"Baiklah,kalau begitu tunggu apa lagi..!!!
"Leo,siapkan mobil sekarang"ujar Hisam tanpa basa basi lagi.
"Baik Tuan,
"Mari Dok,sebaiknya kita menunggu di bawah saja"Ajak Leo.
"Baiklah,permisi Tuan dan Nona"Pamit Dokter Intan.
"Mas saya merasa sudah lebih baik kok sekarang,jadi nggak perlu ke rumah sakit lagi"Cegah Binar saat melihat Dokter Intan sudah meninggalkan ruang privat itu,mengikuti Leo untuk menunggu di bawah.
"perbaiki Baju kamu sekarang,kita akan ke rumah sakit dulu baru pulang ke rumah"tegas Hisam.
"Tapi mas,aku sudah merasa lebih baik,Aku masih banyak pekerjaan,aku harus kembali ke kantor sekarang"Jawab Binar lalu berusaha turun dari atas pembaringan.
Namun baru beberapa menit dia berdiri,kepalanya terasa berdenyut pusing, perutnya mulai terasa mual membuatnya segera mundur dan terduduk lunglai kembali diatas kasur.
"Bagaimana...???
apa masih mau ngeyel lagi???
"Biasanya Orang yang keras kepala itu,akan langsung merasakan sendiri akibat dari ulahnya itu...!!!"Sindir Hisam sedikit kesal.
"padahal kamu tidak sedang baik-baik saja" ujar Hisam dalam hati.
"Kamu baik-baik saja??
"Binar menggeleng,
"Nggak....!!!
"Nggak perlu mas...!!!…
Aku baik baik saja,hanya sedikit pusing.mungkin efek tidur kelamaan tadi"sahut Binar.
"Ya..sudah,sekarang kamu makan dulu baru kita berangkat ke rumah sakit.aku yakin salah satu penyebab kamu begini,karena sedikit sarapan tadi pagi.
"Hisam lansung menyodorkan beberapa pilihan makanan ke hadapan Binar yang sudah di pesannya tadi.
"Aku nggak lapar mas,"Tolaknya sambil membelakangi makanan itu karna ntah kenapa perutnya kembali terasa mual melihat menu makanan itu.
"Kenapa...???Bilang aja kalau Nggak suka??
kamu mau makan apa???
"Ntar aku pesan yang lain???tanya Hisam terlihat kebingungan,
"Nggak -usah,aku lagi nggak mau makan apa-apa..!!!
"Ya..udah,Terserah kamu saja kalau begitu,
kalau kamu memang sudah merasa lebih baik, apa sekarang kita bisa berangkat ke rumah sakit??Tanyanya mencoba menahan kekesalannya karena tak berhasil membujuknya makan.
"Apa ke rumah sakitnya nggak bisa di tunda dulu???
karena sekarang aku merasa sudah baik-baik saja kok ,Aku hanya butuh istirahat yang cukup.
aku hanya ingin pulang ke rumah dan tidur..!!pintanya dengan sorot mata memohon.
"Tidak ada tawar menawar,Kita akan pulang ke rumah setelah bertemu dokter Jayadi"Hisam kembali menegaskan.
Wajah Binar kembali pucat dan mulai berkeringat dingin mendengarnya.sepertinya dia tidak bisa mengelak lagi apalagi punya alasan menolak untuk tidak di rujuk ke rumah sakit.
__ADS_1
"Baiklah,Tapi mas Hisam harus Janji,aku nggak mau di suntik???Ucapnya spontan,tanpa memikirkan lagi permintaan konyol nya itu.
Sontak membuat Hisam terbelalak kaget mendengarnya,ingin rasanya dia tertawa.
Ntah kenapa permintaan Binar itu terdengar sangat kekanakan dan lucu sekali di telinganya tapi di tahannya demi di lihatnya raut wajah itu benar-benar terlihat memohon dan memucat,
Hisam berpikir,ini tidak main-main rupanya.
"Niatnya untuk membahas soal itu lebih lanjut telak di urungkannya.
Rupanya,ini reaksi kaget kamu tadi saat tiba-tiba melihat kedatangan dokter Intan"Ujar Hisam dalam hati.
"Binar melangkah keluar dari Ruang privat itu, di ikuti Hisam yang berjalan mengekor dari belakang.
Para karyawan-karyawati yang sedang bekerja jadi teralihkan perhatiannya saat melihat keduanya melintas di depan mereka.
Mereka lansung berdiri dan membungkuk memberi Hormat kepada sang presdir mereka.
"Binar jadi salah tingkah sendiri saat melihat sorot mata mereka,ada yang terlihat kesal,iri dan tidak suka.
"Dia menghentikan langkahnya sebentar di pojok ruangan menunggu Hisam agar bisa mendahuluinya.
"Kenapa berhenti???
Apa merasa pusing lagi???Tanyanya pelan,
"Bisa nggak sih Mas, nggak membuntuti aku terus.
"Mas Hisam Jalan di depan aja..!!!
Liat tuh para karyawan kamu kayaknya nggak senang dan nggak suka ngeliat aku berjalan di depan presdir mereka,kayaknya nggak pantas"Ujar Binar lirih.
"Hisam mengedarkan pandangannya sebentar,Para karyawannya terlihat sedang fokus bekerja nggak ada satu pun yang memperhatikan mereka.
"Mereka terlihat senang-senang saja kok,ujar Hisam.
"Itu karena Anda memergokinya Bodoh.."Desisnya dalam hati.
"sudah,Jalan sana cepetan...!!!
Ntar keburu pingsan lagi kamu"Ujar Hisam lalu menariknya masuk ke dalam lift mengambil jalan pintas untuk segera turun ke bawah.
"Binar kembali jadi salah tingkah saat mereka tengah berada di dalam lift berduaan seperti itu.
apalagi saat mereka tanpa sengaja beradu pandang,
Detak jantungnya kembali berdetak tak menentu.
"Dengan cepat,dia mengalihkan pandangannya ke arah tombol lift,
"Ntah kenapa terasa lama sekali mereka berada di dalam lift itu,rasanya dia sudah nggak sabar ingin segera memencet tombol keluar.
Saat mereka keluar dari dalam lift ntah kebetulan atau di sengaja Siska sang sekertaris kembali memergoki mereka.
Dia menatap Binar dengan begitu sinis sekali,
Drama pingsan wanita ini,Berhasil juga yah..???
Dia bisa mengalihkan perhatian tuan presdir begitu cepat.sudah Di gendong keluar dari area rapat tadi,Di datangkan Dokter ternama pula,eh masih bisa memainkan drama Di antar pulang juga..!!!
"Luar biasa,
"Hebat.....benar ini orang!!!!!
Rupanya dia menggunakan Taktik yang Jitu sekali, dengan mendekati Tuan Leo demi bisa merebut perhatian Tuan presdir.
"Aku nggak bisa menyepelekan wanita ini,Dia bisa selangkah maju dari aku demi bisa mendekati Tuan Hisam.
"Tapi aku tidak akan membiarkan drama itu terus berlanjut,Kita akan lihat sampai di mana permainan ini???Siska begitu geram sekali apalagi saat menguntit mereka dan melihat Binar masuk ke dalam mobil lamborghini itu dan pergi.
"Belum tau yah kamu Sis...???
Siapa sebenarnya wanita itu????
******************$$$$$$$***************
__ADS_1