
Selesai meeting,Binar masih belum beranjak dari tempat duduknya,dia masih mencatat semua pembahasan dan juga memberikan draft kesimpulan berdasarkan rapat yang telah di lakukan dan di sepakati bersama tadi, karena itu memang adalah tugas utamanya.Saking Fokusnya hingga dia tidak menyadari seseorang telah berdiri di sampingnya.
"Hei,aku ganggu yah??"sebuah sapaan halus sontak membuatnya sedikit kaget.
"Eh,mbak Anin...Apa kabar???"Binar langsung menghentikan kegiatannya kemudian menyambutnya Ramah.
"Baik,seperti yang kamu lihat sekarang aku jauh lebih baik"Jawab Anin sambil membalas pelukannya.
"Kamu makin bulat berisi dan cantik yah sekarang,aku sampai pangling lho"Sambung Anin lagi.
"Ah mbak Anin bisa aja,Justru mbak Anin yang makin cantik"sahut Binar.
"Nggak ada buktinya cantik,Toh mas Hisam jadi milik kamu sekarang...!!!"Ucap Anin bercanda,membuat Binar tergelak mendengarnya.
"Itu artinya kamu bahagia hidup bersama mas Hisam,Agak gendukan soalnya???"Anin kembali memberikan penilaian terhadap postur tubuhnya.
"Alhamdulilah mbak,Kita makan siang bareng yuukkkk,Gimana???Ajak Binar segera mengalihkan topik pembicaraan karena dia sangat sensitif kalau membahas soal Suaminya dengan mantannya itu.
"Oke,Kalau kamu nggak sibuk???"
"Nggak kok,Kapan lagi bisa makan bareng sama mbak Anin...!!!"Jawabnya.
"Ya..udah,Apa yang perlu aku bantu??Anin menawarkan bantuan.
"Sudah selesai kok mbak,Nanti tinggal aku setor sama sekertaris mas Hisam,Mari kita keluar"Ajaknya ramah.
"Ngomong-ngomong mas Hisam sudah makan siang belum??kenapa nggak sekalian kamu ajak juga"Timpal Anin tiba-tiba,sontak membuat langkah Binar terhenti lalu menatapnya bingung.
"Maksudku biar kita sama-sama makan siang bareng"Sambung Anin bisa menebak arti dari tatapan Binar saat itu.
"Oh dia,mas Hisam masih ada klien,nanti aku DM yah,biar nyusul"Jawab Binar dengan lapang dada,Dia menarik napas panjang membuang semua prasangka buruk yang sempat muncul di dalam hatinya.
"Kamu mau pesan apa...???"Tanya Anin sesaat mereka sudah mengambil tempat duduk di Restoran Salim group.
"Spageti aja mbak"Jawabnya singkat.
"Kok cuman Spageti doank???"
"Yah pengen makan itu aja...!!!"
"Kalau aku boleh nggak aku pesan Lobster asam manis??"Ucapnya dengan ragu-ragu.
"Lho....!!!memangnya kenapa nggak boleh??Terserah mbak Anin mau makan apa...!!!Sambungnya.
"Oke,kalau begitu...!!!"
"Mbak tolong cepat yah..!!!"sambil menyodorkan daftar menu itu Anin mengingatkan pada pelayan agar cepat menyajikan pesanan mereka.
"Mas Hisam sudah kamu DM..???Tanyanya menyadarkan Binar dengan hal yang hampir saja dia lupakan.
"Oh iya bentar mbak,aku lupa"Sahutnya sambil merogoh hape di dalam tas nya.
Tapi belum sempat dia mengetikkan sesuatu,tiba tiba suaminya memanggil.
"Panjang umur nih orang,baru mau aku DM eh sudah nelpon duluan"Ucapnya sumringah,bermaksud menunjukkan kepada Anin kalau suaminya yang menelpon, lalu dengan sigap menerima Panggilan VC darinya.
"Assallamu alaikum mas,"sapanya duluan.
"Waalaikum salam"Kamu lagi di mana sekarang,kata Siska kamu belum kembali ke ruangan kamu???"Tanyanya dengan wajah cemas.
"Kamu belum makan siang kan??"Kamu di mana sih sekarang???"Kembali mengintrogasi sambil mengamati tempat di mana istrinya sekarang berada.
Binar hanya tersenyum mendengarnya,
"Aku lagi mau makan siang nih mas,"
"Sama Siapa???"
"Sama mbak Anin,,Jawabnya refleks memutar kamera belakang hapenya memperlihatkan langsung wajah Anin pada suaminya.
"Hisam hanya tertegun melihatnya tanpa ada komentar atau ekspresi sama sekali.
"Bisa di putar lagi nggak kameranya aku lagi ngomongnya sama kamu"Ujar Hisam dengan wajah cemberut.
Anin hanya terdiam,
"Iya ini aku sudah putar,Mas Hisam ke sini yuukkk makan bareng kita...???Ajaknya.
"Maaf nggak bisa sayang,Aku masih ada klien nih dan lagian aku udah janji mau makan siang bareng mereka hari ini,kamu nggak apa apa kan makan nggak aku temenin???"Dan Ntah kenapa mendengar penolakan suaminya saat itu bukannya dia merasa kecewa namun ada sedikit kelegaan di hatinya.
"Benarkah dia cemburu kalau suaminya masih berhubungan lagi dengan mantannya itu...???"Ntahlah....!!!!
"Ya..udah,Mas Hisam temenin gih Klien nya,kita udah mau makan nih!!!"Ucapnya sambil memperlihatkan menu makanan yang sudah di antar oleh pelayan.
"Habis makan,langsung balik ke Kantor yah???"Hisam langsung memberi Ultimatum sampai akhirnya menutup panggilan VC nya.
__ADS_1
"Maaf mbak,mas Hisam nggak sempat makan bareng sama kita,dia masih ada klien"Ucap Binar memberitahu alasan suaminya Padahal tanpa ngomong pun Anin juga sudah mendengar semua percakapan mereka tadi.
"It's Oke,"Timpal Anin dengan gurat wajah kecewa,Binar bisa melihat dengan jelas perubahan yang tampak di wajah Anin saat itu.
"Oke mari kita makan"
"Ngomong-ngomong,Kamu dan mas Hisam sudah program hamil lagi nggak???"Tanya Anin tiba tiba,membuat Binar hampir keselek makanan mendengarnya.
"Maksud mbak Anin apa???"
"Yah aku nggak bermaksud apa-apa,aku cuman sekedar ngasi saran aja,soalnya banyak kasus yang serupa terjadi,Habis Abortus orang terkadang susah hamil lagi"Jawab Anin dengan entengnya.
"Binar langsung meneguk beberapa tegukan air putih di gelasnya,lalu menatap Anin dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Semoga aja itu nggak kejadian sama kamu yah,"Sambung Anin lagi,saat melihat wajah Binar sedikit pucat.
"Aamiin...semoga hal itu tidak terjadi yah mbak,semoga dalam waktu dekat ini allah ngasi kami kabar gembira"Sahut Binar seperti nggak berselera lagi untuk menghabiskan makanannya.
"Iya,Ayo di lanjut lagi makannya maaf yah bikin kamu was-was gitu"Anin jadi merasa bersalah.
"Ah,nggak kok mbak..!!!"Aku memang uda merasa kenyang kok jawabnya berbohong.
"Ya..udah,aku habisin makanan aku dulu yah,sayang kalau nggak aku habisin.
"Baik silahkan...!!!"
Sekitar jam 4 sore,Binar meninggalkan kantor tanpa pamit pada suaminya.Dia sengaja mesan mobil grab agar bisa menenangkan hatinya yang dari tadi siang terus bergemuruh,Ntah kenapa ucapan Anin tadi siang selalu terngiang-ngiang di telinganya.
"Ya allah semoga hal itu tidak benar adanya,kenapa aku merasa sangat takut,seolah-olah itu akan terjadi...???"
"Sudah hampir 3 bulan,aku dan mas Hisam menjalani hubungan ini dengan serius tapi kenapa memang sampai sekarang ini belum ada tanda-tanda???padahal dulu saat aku pertama kali hamil,kami melakukannya hanya dengan satu malam saja,nah ini bahkan setiap malam tidak ada malam yang kami lewatkan bersama tapi belum juga ada hasilnya...???"Batinnya semakin bergejolak sambil meraba-raba perutnya.
Mobil grab yang di tumpangi nya tiba-tiba nge Rem mendadak membuatnya tersentak kaget dari lamunannya.
"Astagfirullah pak,ada apa pak...???
"Kok langsung berhenti mendadak gini,jantung saya hampir copot pak"protes nya sambil menatap ke depan.
"Maaf Nona,sepertinya ada kecelakaan di depan sehingga banyak orang yang memadati jalan.
Dan benar saja rasa penasarannya itu lansung terjawab dengan cepat ketika dia melihat banyak kerumunan orang-orang yang menghalangi jalan.
"Ada apa yah pak???
"Bapak bisa kepinggir dulu sebentar,aku mau turun liat dulu pak"
"Bisa Non...!!!"
Setelah memarkirkan mobilnya di pinggir,Perlahan Binar melangkah turun,dia penasaran pengen melihat lebih dekat apa sebenarnya yang terjadi.
"Ada apa ini Bu...???"Kok rame-rame di tengah jalan begini???tanyanya pada seorang ibu-ibu yang kelihatan panik dan ketakutan.
"Itu Nona,Ada seorang wanita yang kena tabrak lari...!!!
"Ibu sangat kasihan melihat kondisinya apalagi dia dalam keadaan hamil.
"Apa...???"
"Dimana dia ibu..???Binar mulai ikutan panik saat mendengar penjesalan dari ibu-ibu tadi,Dia berusaha menerobos ke tengah orang-orang demi memastikan keadaan wanita itu.
Tampak seorang wanita seumuran dengannya tengah berlumuran darah,Dan dalam keadaan tak sadarkan diri.
Dia mencoba memperhatikan wajah Wanita itu meski wajahnya penuh banyak darah tapi samar-samar dia seperti mengenalinya,
"Wajahnya seperti tak asing...???tapi siapa yah???Batinnya mencoba mengamatinya kembali.
"Ya..allah,Nayla...pekiknya kaget dan tak percaya saat sudah bisa mengingatnya dengan jelas.
"Anda kenal Nona???"seru bapak-bapak yang ikut nimbrung di situ saat melihatnya mendekat dan bahkan berani menyentuhnya padahal dari tadi nggak ada yang berani menyentuhnya.
"Iya saya kenal pak, ini Nayla keluarga saya"
"Kalian bisa bantu saya untuk bawa dia ke rumah sakit"Ucapnya mulai panik.
"Baik,mari kita bantu Nona ini"Dengan cepat Binar memanggil mobil grab yang tadi di tumpanginya dan memintanya untuk memutar arah agar bisa membawa Nayla ke rumah sakit.
"Tapi Nona,Mobil saya bisa kena darah banyak...???tolak sang sopir saat melihat keadaan korban saat itu.
"Berapa pun akan saya bayar pak,asal bapak mau mengantar saya ke rumah sakit"Pintanya memohon.
"Ayolah pak,berbaik hatilah menolong wanita ini,Darah sudah keluar banyak dan dia dalam keadaan hamil"Sambung seorang bapak yang membantu menggotong Nayla.
"Cukup lama sang sopir terlihat berpikir lalu pada akhirnya dia mengiyakannya setelah di janjikan bayaran yang tinggi oleh Binar.
Sementara itu,Hisam begitu panik dan cemas saat mendengar laporan Leo soal istrinya yang meninggalkan kantor tanpa sepengetahuannya.
__ADS_1
"Apa nggak ada yang lihat dia pergi kemana dan naik apa???"Tanya Hisam terdengar frustasi karena nggak biasanya Binar pulang tanpa dirinya, itu pun hanya kalau dia memaksa naik motor tapi sudah beberapa hari ini mereka selalu berangkat bersama ke kantor.
"Kenapa dia pulang nggak bilang-bilang???"Sesalnya merasa mengabaikan istrinya yang sudah terlalu lama menunggu dirinya yang masih sibuk mengurusi para kliennya.
"Maaf tuan muda,Hape dan tas Nona ketinggalan di ruang tunggu,ini Siska yang nemuin dan barusan juga aku sudah menelpon ke rumah tapi Bik Ranti bilang Nona belum pulang.."Leo memberi info dengan sedikit hati-hati.
"Apa...???"Jadi kemana dia pergi???"
"Bagaimana bisa menghubunginya...???"
"Sial....!!!!"
"Cepat lakukan sesuatu,Jangan sampai terjadi apa-apa padanya"Perintah Hisam semakin cemas saja saat menerima tas dan hape istrinya dari tangan Leo.
"Baik Tuan muda,perintah akan segera kami laksanakan.saya akan memeriksa CCTV ruang tunggu,"Jawab Leo lalu segera mohon pamit keluar.
"Kemana kamu sayang...???x
"Kenapa sih tiba-tiba pergi nggak bilang-bilang...???Ucapnya berbicara ke dirinya sendiri.
Hisam di kantor mulai kalang kabut mencarinya,Sedangkan Orang yang sedang di cari kini telah sampai ke rumah sakit. setelah menyerahkan Nayla pada Dokter dan perawat Dia segera menemui pak sopir yang tadi mengantarkannya.
"Pak mohon maaf,Bapak bisa menunggu sebentar di sini..???"Tanyanya sedikit ragu,dia baru sadar jika hape dan dompetnya ketinggalan di dalam Tasnya yang kemungkinan tertinggal di kantor, dan dia nggak punya apa-apa untuk membayar sang sopir.
"Nona Niat nggak sih bayar saya,katanya tadi berani bayar mahal,kenapa sekarang Nona berkelit dengan alasan lupa bawa dompet???"
"Nona jangan coba-coba mempermainkan saya yah...??Saya bisa tuntut anda kalau seperti ini"ucap Sang sopir dengan nada marah karena merasa di tipu.
"Mohon maaf pak,saya nggak bohong dompet saya benar ketinggalan dikantor,saya mau telpon suami saya,hape saya juga ketinggalan,bapak bisa menunggu sebentar saya pasti akan bayar"Jawab Binar memohon
"Anda jangan banyak alasan,waktu saya sudah tersita banyak karena mengantar anda,kalau sampai saya di pecat sama bos Saya apa anda mau tanggung jawab???Apa anda Mau nafkahin anak istri saya kalau saya di pecat"Sang sopir mulai emosi mendengar alasan Binar yang tak masuk akal.
"Benar pak,,sumpah...!!!
Saya pasti akan membayar segala bentuk kerugian bapak tapi saya mohon tunggu sebentar sampai suami saya datang,Saya akan menghubungi dia dulu"
"Anda jangan lari yah???
Saya tidak akan membiarkan anda kabur begitu saja sebelum membayar saya"Ucap sang sopir sambil menarik tangannya paksa mencegahnya agar tidak kabur.
"Pak tolong lepaskan saya,saya tidak akan kebur saya hanya ingin menghubungi suami saya"Pinta Binar berusaha melepaskan genggaman laki-laki itu,Yang terlihat menariknya begitu kasar.
"Eh,apa apaan ini???"Teriak Seseorang tatkala melihat adu tarik menarik antara laki-laki dan seorang wanita.
"Binar merasa lega saat mendengar pertolongan datang.
"Nona Binar...!!!"Tegur nya saat sudah bisa mengenali salah satu diantara mereka.
"Dokter Jayadi"..Sapa Binar merasa lega melihat kedatangannya saat itu.
"Hei,kamu apa-apaan ini...???
"Lepaskan tangan Nona..???"
"Mau tangan kamu patah gara gara menyentuh wanita ini???Teriak Dokter Jayadi marah melihat perlakuan laki-laki itu pada istri sahabatnya itu.
"Memang dia siapa???"
"Saya tidak akan melepaskan dia begitu saja sebelum dia membayar saya seperti yng sudah dia janjikan"Jawabnya tak mau kalah.
"Tunggu dulu,ada apa sebenarnya...???"
"Dok..nanti bisa saya jelasin tapi saya boleh minta tolong???sahut Binar.
"Iya tentu saja Nona...!!!"
"Hei,anda bisa lepaskan tangan Anda itu,jangan sampai ucapan saya benar terbukti yah???Ultimatum dokter Jayadi saat melihat Laki laki itu tak kunjung melepaskan cengkraman tangannya pada lengan Binar.
"Pak tolong lepaskan saya,saya pasti akan membayarnya"Lagi lagi Binar memohon.
"Baik,tapi Awas yah kalau anda sampai membohongi saya.
"Iya pak,saya janji".
Binar merasa lengannya terasa sakit,dan mungkin saja lecet gara gara cengkraman sang sopir yang begitu kuat.
"Nona Binar tidak apa-apa...???"Tanya Dokter Jayadi merasa khawatir,
"Aku baik-baik aja dok,Saya bisa minta tolong sekarang dok??tanyanya.
"Yah minta tolong apa Nona??apa yang bisa saya bantu,Dan anda kenapa bisa ada di sini??Siapa yang sakit??Tuan Hisam mana??Tanya Dokter Jayadi dengan pertanyaan yang bertubi-tubi.
"Dokter bisa menghubungi suami saya sekarang???Dan tolong kabari saya menunggunya di sini???"Pinta Binar tak menjawab pertanyaan dokter Jayadi.
"Oh baik saya akan menelpon beliau sekarang,
__ADS_1
"Terima kasih yah Dok,"jawabnya dengan wajah pucat sambil melirik ke arah sang sopir yang hanya terdiam mendengarkan mereka.
**************$$$$$$$$$$$$$$***********