
Anin tampak sedang duduk termenung sore itu,sambil memandangi Mbok Darni yang sedang menyiram tanaman di halaman rumahnya.
Mbok Darni sempat tertegun,tatkala mendengar Nona mudanya itu beberapa kali terdengar menghela napas dan wajahnya tampak murung tidak seceria biasanya.
"Ya..allah,Bagaimana bisa aku membuang semua kenangan ini sementara dirinya selalu terbayang dalam ingatan,Apa aku salah jika sampai detik ini masih mencintainya,masih mengharap dia bisa kembali mencintai aku seperti dulu,"
"Namun sepertinya itu hanya sia-sia karena nyatanya mas Hisam sudah bahagia dan bahkan mungkin sudah melupakan aku"Batinnya kembali menjerit.
"Aku memang masih mencintaimu mas,namun aku akan berhenti mengejar kamu lagi,Bukan karena aku menyerah tapi berusaha mengikhlaskan,meski kehilanganmu jujur itu sangat menyakitkan tapi aku percaya ini bukan akhir dari segalanya,Karena sebenarnya aku juga mulai meyakini sesuatu mas,bahwasanya kamu lebih bahagia dengannya jadi aku nggak punya alasan lagi untuk bertahan,tapi setidaknya kamu harus tau bahwa aku pun turut bahagia melihatmu bahagia"Anin terus membatin sambil memandangi foto kenangannya bersama Hisam satu persatu,Lalu perlahan foto itu di delete satu persatu dari Galeri hapenya tanpa menyisakan satu foto sekali pun.
Dan Ntah kenapa itu malah membuatnya plong dan merasa tenang,benarkah dia sudah seikhlas itu???
Tiba-tiba sebuah sapaan hangat seketika membuyarkan lamunannya
"Selamat sore Nin..."
"Sore...Eh,ada tamu rupanya"Mbok Darni yang menyahut karena Anin hanya terdiam dengan tatapan dingin.
"Sore Mbok..."Sapa Riko kembali.
"Iya Den,Mari silahkan masuk."
"Non...itu ada tamu,temannya Non Anin kayaknya"Ucap Mbok Darni memberitahu keberadaan Riko,sambil mempersilahkannya duduk.
"Iya Mbok,
"Ya...udah,Mbok pamit ke dalam dulu yah ambil minum."
"Nggak usah repot-repot Mbok"Sahut Riko merasa nggak enak,apalagi sikap Anin begitu dingin padanya.
"Ada apa lagi kamu kemari...???"Tanyanya begitu sinis tatkala melihat Mbok Darni sudah menghilang masuk ke dalam.
"Aku...!!!"
"Nggak usah basa basi,soalnya aku nggak punya banyak waktu"Anin langsung memotong ucapannya membuat Riko langsung keder duluan.
"Nin,tolong beri aku sedikit kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita ini"Ucap Riko dengan begitu percaya diri.
"Hubungan yang mana lagi yang harus kita perbaiki???Rasanya sudah nggak ada lagi hubungan yang tersisa diantara kita bahkan dari dulu kamu sudah menghancurkan segalanya"Sambungnya.
"Nin...aku mohon setidaknya dengarkan dulu penjelasan aku,
Anin terdengar menghela napas yang berat,batinnya merasa sangat lelah menanggapi semua permasalahan dalam hidupnya.
"Nin,aku mohon maafkan aku,Aku siap menerima segala konsekuensi dari perbuatan aku dulu tapi tolong jangan hukum aku dengan cara seperti ini,Dan jangan memaksa aku untuk berhenti mencintai kamu,dari dulu sampai sekarang cintaku tidak pernah berubah sama kamu..Nin" Riko masih terus berusaha mengungkapkan isi hatinya.
Anin hanya terdiam mendengar penuturan Riko,
"Tolong beri aku kesempatan untuk membuktikannya padamu..Nin,
"Heh,cinta...???"
"Segampang itukah menamai cinta,Menurutmu Cinta itu seperti apa sih Rik..???
"Memiliki...???"
"Berkorban???"
"Atau merelakan???Tanyanya sambil tersenyum sinis,
"Yang aku tau cinta itu rela berkorban,
"Itu artinya aku telah mencintai dengan benar yah Rik,dan aku memang harus siap berkorban dan merelakan atas nama cinta.
__ADS_1
"Nin,kamu akan sulit menerima cinta yang lain jika kamu masih terus terikat dengan masa lalumu,aku mohon berdamailah dengan hatimu,aku ngerti bagaimana rasanya merelakan orang yang kita cintai pergi namun terimalah dengan siapa pilihan hidupnya,Meski tak bisa di pungkiri jika itu semua terjadi atas perbuatanku,tapi terus terang aku sangat menyesalinya Nin,Karena itu biarkan aku menebus segalanya.
"Termasuk mengembalikan mas Hisam padaku???
"Apa...???
"Itu nggak mungkin Nin...!!!"
"Heh...semudah itu kamu meminta maaf padaku Rik,setelah menghancurkan segala impianku,
"Aku menyesal Nin,
"Penyesalan kamu tidak cukup untuk memperbaiki semuanya Rik,Ucapnya dengan helaan napas yang begitu berat.
"Aku tau Nin,perbuatanku mungkin tidak bisa termaafkan olehmu tapi itu semua karena aku begitu mencintaimu hingga tak bisa berpikir panjang lagi dan mau menerima tawaran Tania,tanpa memikirkan sebab akibatnya,"Sesal Riko begitu menyesali perbuatannya.
Anin lagi lagi menarik napas yang panjang,
"Penyesalanmu memang sudah terlambat Rik,Tapi rasanya aku terlalu kejam jika tidak bisa memberimu maaf,
"Benarkah Nin...???Riko sedikit tidak percaya mendengarnya.
"Aku akan memaafkan kamu Rik,tapi biarkan aku menyembuhkan hatiku sebelum memulai kisah yang baru lagi"Ujar Anin berusaha berlapang dada,Hatinya perlahan mulai tersentuh dengan perjuangan Riko yang beberapa bulan ini selalu berusaha menemuinya hanya ingin mendapat maaf darinya.
"Kenyataan memang tidak selalu beriringan dengan harapan Nin,tapi bukan berarti kita harus dilanda keputusasaan,jika kamu berani mengucapkan selamat tinggal pada masa lalumu,maka kehidupan ini akan memberikanmu hadiah berupa lembaran baru"Ucap Riko berusaha memberi keyakinan pada wanita yang sangat di cintainya itu.
*
*
*
Seorang laki laki,memang selalu punya banyak sejuta pesona untuk menaklukkan para wanita yang di cintainya,Meski dengan berbagai cara di halalkan demi membuat wanitanya takluk, seperti hal nya yang tengah terjadi malam itu di sebuah rumah mewah berlantai dua,Seorang laki laki tengah berpacu di atas tubuh wanitanya.
"Ah...Mas,Suara rintihan sang istri saat sang suami tak mau berhenti mempermainkan bagian sensitifnya,membuat Binar hanya bisa merem melek merasakan sensasi yang luar biasa.
"Oh...Mas Sam,stop Mas aku nggak tahan lagi,tolong jangan siksa aku seperti ini"Pintanya dengan suara serak karena sudah di liputi gairah, sambil memohon menatap iba kepada sang Suami mengharap belas kasihan,namun Hisam nyatanya tak peduli,Dia benar benar sudah kecanduan, dia tetap melanjutkan permainannya meski Binar terus merintih minta di kasihani.
Binar hanya pasrah sepasrah hatinya saat sang suami memintanya untuk ganti posisi agar dirinya kembali mempermantap Tes uji coba yang sudah beberapa malam ini tak pernah luput sebelum akhirnya menutup kegiatan Ritual mereka.
"Yah..terus sayang,temponya jangan di lambatin dong"Rengeknya dengan suara tertahan sambil kedua tangannya tak mau lepas berpegangan pada benda kenyal yang selama ini menjadi area favoritnya"
Binar kembali menuruti permintaan suaminya,meski awal-awal dia begitu risih dan malu melakukannya tapi demi memberi kepuasan tersendiri pada suaminya yang sangat menyukai gaya itu,akhirnya dia menjadi terbiasa dan sudah cukup lihai sekarang membuat Hisam tersenyum cukup puas,bisa kembali memperdayai istrinya.
"Kamu tau nggak kenapa aku suka sekali dengan gaya ini"Seringainya sambil tangan tak mau berhenti bergerilya"
"Mau tau nggak alasannya???"tanyanya sambil menyunggingkan senyum di sudut bibirnya tatkala melihat istrinya hanya bisa menganggukkan kepala sambil terus bergerak dengan penuh irama.
"Dengan begini aku bebas melihat wajah kamu yang selalu bersemu memerah dan malu malu seperti saat ini,"Bisiknya,sambil menikmati buah kesukaanku tentunya"Seketika ucapannya langsung sejalan dengan perbuatannya, membuat Binar hanya bisa mendesis kenikmatan.
Sementara itu di balik celah pintu kamar yang rupanya tidak tertutup rapat,Tampak seseorang tengah berdiri mengintip mengawasi gerak-gerik mereka.
"Nayla berusaha menahan napas menyaksikan adegan panas suami istri itu,Tanpa sadar dia terlihat menggesekkan kedua pahanya saat melihat mereka saling menyatu"Rupanya dia masih begitu terobsesi pada Tuan Hisam apalagi beberapa waktu terakhir ini sering memergoki mereka beradegan mesra di dapur atau di rumah utama membuat tidurnya malam itu sangat gelisah sehingga terbangun,karena terus kepikiran membuatnya tanpa berpikir panjang lagi langsung mengendap-endap keluar dari kamar ibunya dan pelan pelan naik ke lantai dua ,tempat di mana kamar Tuan Hisam berada dan sialnya baru saja di puncak anak tangga telinganya sudah langsung di penuhi oleh suara ******* keduanya,yang membuatnya semakin penasaran untuk mendekat dan dengan tak tau malu mencoba mengintip mereka di balik celah pintu yang memang lupa di kunci daritadi (Astagfirullah Nay,otakmu mesum banget yah)).
Hisam menyelimuti tubuh polosnya bersama tubuh istrinya yang terlihat sangat kelelahan,
Dia menyunggingkan senyum di bibirnya,senyum kepuasan sambil mengecup kening istrinya.
"Makasih sayang..."Bisiknya lembut.
"Hem..."
Binar sudah tak mampu lagi membuka matanya,
__ADS_1
"Istirahatlah sayang kamu pasti capek,kamu sudah bekerja keras malam ini,shubuh bisa di lanjutin lagi yah???"
"Apa...???"
Binar sontak membuka matanya yang sudah hampir terlelap saat mendengar ucapan suaminya."
Hisam langsung tergelak melihat respon istrinya,
"Lho kok sekaget itu???Bukannya ini sudah menjadi hal yang wajib selama ini???Godanya .
"Ish,aku uda nggak kuat lagi mas,aku capek banget,bisa nggak sekali-kali alpa dulu"Pintanya dengan nada memohon".
"Hahahaha...kayak anak sekolah aja, pake Alpa segala,nggak ah...!!!aku nggak mau ada alpanya"Tolak Hisam.
"Terserah Mas Hisam aja deh...!!!"Ucapnya sembari menutup wajahnya dengan selimut merasa kesal dengan suaminya yang selalu tak bisa di tawar kalau sudah menyangkut soal yang satu itu."
"Lho...!!!kenapa wajahnya malah di tutupin seperti itu,Nggak kepanasan???"Berusaha membuka selimut yang menghalangi pandangannya dari wajah istrinya."
"Biarin,aku kesal sama mas Hisam..!!!"
"Eh...jangan dong,"
"Habisnya mas Hisam nyebelin,otaknya selalu traveling mulu"Kesalnya.
"Hahahaha....Iya..iya,Kali ini aku ngalah deh...!!!
"Ntar shubuh Boleh Alpa tapi sekali ini doang yah..???"
"Sama aja bohong...!!"
Ntah kenapa Hisam begitu suka sekali menggoda istrinya,Dia langsung mendekapnya dari belakang menghujaninya dengan ciuman yang mematikan membuat Binar tak bisa berbuat apa-apa selain menurutinya,tiba-tiba bunyi pintu berderik sontak mengagetkan keduanya.
"Mas...siapa di luar???"Tanya Binar begitu kaget,lalu dengan cepat menarik selimut berusaha menutupi tubuhnya yang saat itu belum sempat memakai sehelai benang pun"
"Sebentar aku lihat"
Hisam langsung bangun,memungut baju piyamanya lalu memakainya dengan tergesa-gesa kemudian bergegas membuka pintu ingin melihat siapa yang tengah berada di balik pintu saat itu."
"Oh..rupanya memang lupa aku kunci tadi"Ucapnya saat memutar knop pintu dan langsung terbuka.
"Tampaknya nggak ada siapa-siapa???"Ujarnya saat sudah keluar dan memeriksa sekeliling.
"Siapa mas???"Tanya Binar yang langsung menyusul ingin melihat siapa yang berada di luar kamar mereka.
Hisam menoleh menatap istrinya yang ternyata sudah memakai gaun malamnya kembali.
"Nggak ada siapa-siapa sayang,Jawab Hisam lalu terlihat berpikir.
"Kok nggak ada orang sih mas,Perasaan tadi pintu ini berderit deh"Sahut Binar merasa was-was kalau ternyata ada sempat yang ngintip adegan panas mereka tadi.
"Iya aku juga sempat dengar tadi,tapi nyatanya nggak ada orang di sini,kamu udah lihat sendiri kan???"
"Iya tapi,
"Sudah ayo masuk,Mungkin itu hanya angin yang membuat pintu berderit"
"Angin...???"
"Memangnya Angin bisa masuk lewat mana???wong jendela tertutup rapat semua"Sambung Binar merasa heran sambil memperhatikan jendela yang memang dalam keadaan sudah di tutup semua.
"Iya juga sih,kalau pun ada yang berani ngintip,dia tidak akan selamat"Ujar Hisam mempertegas ucapannya membuat Nayla yang sedang bersembunyi di balik tirai jendela jadi berkeringat dingin dan merinding mendengarnya.
****************$$$$$$$$$$*************
__ADS_1