Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
Ternyata itu kamu...???


__ADS_3

"Astagfirullah Nay,Aku nggak nyangka banget ternyata dari dulu kamu tuh tidak pernah berubah,Kelakuan kamu itu sudah sangat memalukan"Binar terlihat mulai emosi saat selesai memeriksa CCTV yang ada di lantai dua rumahnya.


"Perbuatan kamu ini sudah sangat keterlaluan,dimana urat malu kamu sebagai perempuan,apa kamu nggak malu ngintip orang seperti itu,aku sendiri merasa sangat malu Nay"Teriak Binar dengan mata berkaca-kaca menahan amarah karena tak pernah menyangka ternyata malam itu benar benar ada orang yang sengaja mengintip adegan panas mereka.


"Apa ini balasan kamu padaku Nay,aku sudah menganggap kamu sebagai adik kandungku sendiri tapi kau malah membuatku kecewa,kurang baik apa aku padamu Nay???Kurang kasih sayang apa kamu dari Bik Ranti yang sudah melahirkan dan membesarkan kamu dengan penuh cinta,dan kau malah tidak pernah memikirkan perasaannya,"


"Apa kamu pikir kelakuan kamu ini tidak membuat hatinya sakit dan terluka,saat Tau putrinya hamil di luar nikah itu sudah cukup membuatnya menanggung malu,Dan sekarang kamu mau bikin ulah lagi,seharusnya kamu sadar Nay,perbuatan kamu ini sudah melewati batas kewajaran dan aku benar benar kecewa pada kamu Nay...!!!"


Nayla hanya terdiam seribu bahasa,


"Seharusnya kamu bisa berubah Nay,setelah apa yang kamu alami sekarang, tapi aku yakin kamu memang tidak akan pernah berubah"Ujar Binar dengan penuh kekecewaan."


"Apa kamu tau bagaimana perjuanganku pada mas Hisam demi membawa kamu pulang kesini,itu semua karena aku percaya kamu bisa berubah tapi ternyata...???Ntah bagaimana reaksi Mas Hisam setelah dia tau ulah kamu ini,Memalukan sekali"


"Ada apa ini Non...???Nayla berbuat apa lagi Non...???Tiba tiba Bik Ranti nongol cukup mengagetkan Binar yang sebenarnya tidak ingin permasalahan ini sampai ke telinga orang lain termasuk Suaminya juga Bik Ranti namun apa boleh buat.


"Nayla,apalagi yang kamu perbuat sampai membuat Nona Binar begitu marah sekali,tadi Ibu sempat dengar suaranya yang penuh amarah,apalagi yang kamu lakukan Nak???Ayo jawab...???"Bik Ranti mulai meninggi suaranya sambil menatap putrinya dengan tatapan tajam."


Nayla lagi lagi hanya bisa terdiam,bibirnya terasa kelu untuk mengeluarkan sepatah kata,Wajahnya mulai pucat saat itu.


"Kenapa cuma diam saja jelaskan pada ibu,kebodohan apalagi yang sudah kamu perbuat,apa hal ini belum cukup buat kamu,apa kamu masih mau menambah beban ibu kamu ini??Mata Bik Ranti mulai berkaca-kaca,Apalagi saat melihat putrinya hanya diam saja dan pasti telah terjadi sesuatu,Begitu keyakinannya.


"Non..maafkan anak Bibik,dia sudah banyak membuat masalah di rumah ini,ini semua salah Bibik yang tidak bisa mendidiknya dengan baik,maafkan Bibik Non..!!!"Ucap Bik Ranti sudah tidak bisa lagi membendung perasaannya,sambil berurai air mata dia begitu memohon pada Binar membuat Binar tersentuh dan tidak sanggup lagi untuk tidak memeluknya.


"Tenanglah Bik,Bibik jangan menangis seperti ini,hapus air mata Bibik, Binar jadi ikut sedih melihatnya".


"Nayla sudah membawa Aib bagi keluarga Non Binar,tapi masih saja Nona mau berbaik hati menolongnya,tapi kalau sekarang dia berbuat kesalahan lagi,Bibik ikhlas Non..jika dia harus di usir dari rumah ini,biarkan dia pergi kemana saja dia mau,Bibik sudah tidak sanggup lagi menghadapi sifat keras kepalanya,Bibik pasrah"Ratap Bik Ranti sambil bercucuran air mata.


"Jangan Non,jangan usir saya dari rumah ini,saya harus kemana kalau sampai saya pergi dari rumah ini,siapa yang mau peduli dengan wanita hamil seperti saya ini,Aku mohon tolong ampuni saya Nona,maafkan kekhilafan saya,saya janji akan berubah,saya akan bertaubat."Pinta Nayla dengan tatapan pilu,


"Ibu maafkan Nayla Bu,maafkan Nayla yang sudah membuat ibu malu dan kecewa,Nayla siap mendapat hukuman apapun dari ibu tapi tolong jangan usir saya pergi dari rumah ini Bu,saya sangat takut"Jerit Nayla sambil menangis pilu,


"Nayla menyesal Bu,maafkan Nayla tolong maafkan aku Bu"berusaha menggapai tangan sang ibu kemudian meminta untuk dipeluk membuat Binar merasa terenyuh terlebih saat ibu dan Anak itu berpelukan sambil bertangis-tangisan,tanpa sadar air matanya pun jatuh menetes di pipinya karena tak tahan melihat mereka.


"Bu..maafkan aku Bu"Nayla terus memohon ampun pada ibunya dan tak mau melepas pelukannya.


"Iya..Nak,ibu sudah memaafkan kamu Nak...!!!"


"Tolong jangan usir saya Bu,di dunia ini saya nggak punya siapa-siapa lagi selain ibu.Aku takut sendirian,Bagaimana aku bisa menghadapi dunia tanpa dukungan siapa-siapa,aku butuh ibu...!!!"Ratap Nayla di sela isak tangisnya.


"Non..Bibik mohon apapun kesalahan Nayla,semoga Nona bisa memaafkannya,tapi tolong jangan pisahkan Bibik dengan putri Bibik satu-satunya,Bibik siap mendapat hukuman apapun itu demi menggantikan kesalahannya Non.."Pinta Bik Ranti begitu memohon di hadapan Binar sambil tetap memeluk Nayla.


"Bik,jangan berkata seperti itu,Bibik nggak boleh berpikir seperti itu,aku nggak akan pernah mengusir Nayla dari rumah ini,karena dia juga sudah aku anggap sebagai adik aku sendiri,aku senang jika pada akhirnya dia mau berubah dan memperbaiki segala kesalahannya,Jika seorang ibu bisa memaafkan segala kesalahan anaknya kenapa seorang kakak tidak bisa memaafkan adiknya"Jawab Binar begitu tulus.


"Maksih banyak Non,"Sahut Bik Ranti begitu bahagia apalagi saat Nayla melepaskan pelukannya dan beralih memeluk Binar.


"Maafkan saya Nona,Maafkan saya..!!!"


Saya janji akan berubah menjadi lebih baik,selama ini saya sudah banyak berbuat salah terutama durhaka pada ibu kandung saya sendiri,saya janji akan memperbaiki segalanya"Kata Nayla terlihat bersungguh-sungguh."


"Iya Nay,aku senang banget mendengarnya,semoga kamu benar benar mau berubah."

__ADS_1


"Makasih Non,"


"Sama-sama"


Bik Ranti menghapus air matanya,Melihat kebaikan hati majikannya yang begitu tulus terlebih saat melihat kesungguhan di mata putrinya yang mau berubah lebih baik,meski nasi sudah terlanjur menjadi bubur tapi dia tidak akan menyesalinya,dia bertekad untuk membesarkan cucunya meski tanpa campur tangan seorang ayah dalam hidupnya.


Dengan bantuan Leo,akhirnya Binar bisa menghilangkan bukti itu,agar jangan sampai di lihat oleh suaminya.Meski dia begitu marah saat tau kebenaran Nayla tapi hatinya begitu lapang untuk memberi maaf demi Bik Ranti yang begitu di sayanginya.


*


*


*


Hisam tampak tengah duduk termenung di kursi kebesarannya siang itu,Dia tampak tidak bersemangat apalagi hari itu Sang istri nggak ikut ke kantor dengan alasan kecapean padahal itu hanya akal-akalannya saja agar bisa leluasa menyelidiki sesuatu yang mengganjal di pikirannya semenjak tragedi malam itu.


Hisam menarik napas yang panjang,bukan karena ketidakhadiran istrinya yang membuatnya tak bersemangat namun dari sorot matanya terlihat menyimpan duka dan kesedihan teramat dalam,Penjelasan Dokter Jayadi tadi pagi masih terngiang-ngiang di telinganya.


Flasback On


"Maaf tuan muda,ada berita buruk yang harus saya sampaikan"Kata Dokter Jayadi dengan wajah begitu tegang,sepertinya dia baru saja keluar dari ruang Laboratorium seusai menerima hasil tes kesehatan Binar 2 hari yang lalu.


"Berita buruk apa Dokter Jay...???Jangan buat bercandaan lagi kamu yah"Timpal Leo merasa sedikit was-was menunggu penjelasan yang akan di sampaikan oleh sahabatnya itu.


"Sebaiknya kita ke ruanganku dulu,di sana kita bisa lebih tenang membahas soal ini"Usul Dokter Jayadi,Hisam hanya mengangguk tak memberi komentar apa-apa,karena sebenarnya perasaannya mulai nggak enak.


"Langsung ke intinya saja Dokter Jay,jangan bertele-tele"Ucap Leo mulai merasakan gelagat yang aneh,sementara Hisam hanya memilih diam saja.


"Apa maksud kamu Jay...???Potong Leo yang merasa sahabatnya itu tengah membuat lelucon.


"Leo,Kamu bisa diam dulu nggak,biarkan Dia menjelaskannya lebih dulu"Sahut Hisam terdengar tidak suka,perasaannya mulai tidak karuan tapi dia berusaha tenang seolah-olah semuanya baik baik saja.


"Maafkan saya tuan muda,"


"Begini tuan muda sepertinya efek kuretase dan operasi Nona pada saat pengangkatan jaringan di dalam rahimnya mengalami komplikasi,sehingga terjadi kerusakan pada bagian dinding rahim, kemungkinan Nona akan lebih sulit mangalami kehamilan lagi,bahkan berisiko terjadi infertilitas (gangguan kesuburan),Apalagi Nona juga sempat merasakan trauma yang berkepanjangan."Dokter Jayadi berusaha memberi penjelasan secara pelan-pelan meski sebenarnya dia sedikit tegang dan khawatir laki laki yang ada di hadapannya ini tidak bisa mencerna penjelasannya saat itu namun di luar dari dugaannya,Hisam tetap tenang meski jantungnya mulai bergemuruh mendengar hal itu semua.


"Apa nggak ada jalan lain untuk menyembuhkan itu semua???"Tanyanya dengan begitu tenang membuat Leo dan Dokter Jayadi sempat saling pandang.


"Ada tuan muda"


"Apa...???seketika secercah harapan muncul di wajahnya saat itu juga.


"Katakan apa yang bisa menyembuhkannya???"Tanyanya tidak sabar,Leo pun melonjak kegirangan mendengarnya.


"Buat Nona selalu tersenyum dan bahagia selalu,dengan itu akan membuat hormon kesuburannya meningkat,Meski di dalam dunia kedokteran hal itu mustahil terjadi tapi tidak ada yang tidak mungkin tuan muda,kalau allah swt sudah berkehendak apapun bisa terjadi"Dokter Jayadi tetap berusaha memberi semangat dan keyakinan.


"Saya percaya Dokter Jay,tapi saya harap dia nggak tau soal ini,karena itu akan membuat dia semakin terpukul dan tertekan,apalagi beberapa hari ini dia selalu membahas soal fisik tubuhnya yang katanya gampang kelelahan,dan katanya itu sering terjadi awal awal dia hamil dulu,Dan dia ngerasa kalau dirinya mungkin sedang hamil makanya kemarin maksa banget pengen chek up,aku tidak mau merusak kepercayaan dirinya saat ini gara gara tau hal ini,tolong kamu manipulasi hasilnya yah..!!!Pinta Hisam dengan sorot mata memohon.


"Baik tuan muda saya tidak akan biarkan Nona sampai tau hal ini,serahkan segalanya pada saya tuan muda"Sahut Dokter Jayadi berusaha meyakinkannya.


"Baiklah,tolong simpan baik- baik hasilnya dan bilamana suatu waktu dia datang kesini meminta penjelasan,kamu sudah tau apa yang harus kamu lakukan bukan???"

__ADS_1


"Tenang saja Tuan muda,semuanya sudah aku perhitungkan dengan baik,dan apa yang menjadi keinginan anda akan saya lakukan"Ucap Dokter Jayadi menyanggupi semua permintaannya.


"Oke,baiklah sepertinya saya harus pergi sekarang"


"Silahkan Tuan muda,"


"Dokter Jay,saya serahkan segala urusan ini sama anda,aku percaya anda tidak akan pernah mengecewakan Tuan Hisam,Selamat siang"Ucap Leo lalu segera berlalu mengikuti Tuan Hisam yang sudah beranjak duluan dari tempat duduknya,Dokter Jayadi menarik napas yang panjang saat kedua orang itu sudah menghilang di balik pintu.


Flashback off....


Bunyi hape yang tiba tiba berdering sontak membuyarkan lamunannya,


"Mas kamu lagi ngapain sekarang???"


"Sudah makan...???" terdengar suara merdu bertanya di seberang telpon seketika membuat senyum merekah di bibirnya.


"Aku belum makan siang sayang"


"Lho kok belum makan sih mas...???"Ini kan sudah lewat jam makan siang,memang sekarang lagi ngapain???"protes Binar,


"Lagi mikirin kamu,"Goda Hisam,membuat wajah Binar langsung bersemu memerah.


"Ah,Mas Hisam selalu saja bisa menggoda aku,Kalau Mas Hisam benar lagi mikirin aku,sekarang cepat beranjak dari tempat duduknya,setengah jam lagi kita ketemu di Restoran,Nanti aku share lokasinya yah!!!"


"Lho kok ke Restoran???"Tanya Hisam merasa heran.


"Iya dong,karena Mas Hisam harus isi perut dulu baru nemenin aku ketemu Dokter Jayadi,bukankah hari ini jadwal kita ketemu beliau"Jawab Binar begitu antusiasnya,


"Apa...???"Hisam jadi kesedak mendengarnya,tapi dia berusaha bersikap tenang agar istrinya itu tidak merasa curiga,untung dia kepikiran menemui Dokter Jayadi tadi pagi sebelum istrinya itu datang menemuinya.


"Mas Hisam lupa yah???"


"Iya sayang,aku lupa..."


"Kok Mas Sam bisa lupa sih,"


"Maafin aku sayang,ya sudah sampai ketemu yah,aku sudah keluar dari ruangan aku nih"Ucapnya sembari membuka pintu ruangannya,


"Aku sudah siap-siap Mas,baru mau pakai baju"


"Hati-hati,jangan sampai lupa pakai BH lagi"Goda Hisam sambil tergelak sengaja ingin menggoda istrinya dan mengingatkan kejadian lucu waktu itu saat terburu-buru mau ke kantor malah lupa pakai BH,itu semua juga karena ulahnya,yang memaksa bercinta dulu sebelum ke kantor padahal waktu itu istrinya sudah berseragam lengkap bersiap untuk pergi,tapi dasar dianya aja kalau sudah menginginkan istrinya, dalam keadaan darurat sekali pun Binar tidak akan pernah bisa menolaknya,Itulah salah satu yang membuatnya begitu tergila-gila mencintai istrinya.


"Hisam menyunggingkan senyum di sudut Bibirnya tatkala mengingat moment itu,sambil mengantongi hapenya kembali,Puas bisa menggoda istrinya,Tapi sekejap wajahnya berubah muram saat mengingat permintaan Binar untuk menemui Dokter Jayadi.


"Leo,Tolong atur jadwal pertemuanku siang ini dengan Dokter Jayadi"Perintahnya pada Leo lalu segera menutup hapenya kembali,membuat Leo merasa heran, bukankah mereka sudah bertemu Dokter Jayadi tadi pagi,kenapa meminta untuk bertemu lagi???tapi belum sempat dia bertanya lebih lanjut sudah langsung di tutup oleh Tuannya.


"Jangan jangan ini atas permintaan Nona Binar,Aku harus bergerak cepat"Ucapnya ke dirinya sendiri lalu segera berlalu keluar dari ruangannya.


*************$$$$$$$$$****************


Assalamu alaikum kesayanganku semua,Masih pada semangat kan nungguin ending cerita ini, yang kayaknya sebentar lagi bakal mendarat nih🤭😁😁Jangan lupa like dan komennya dong,biar author semakin semangat gitu nulisnya😂.Salam sayang selalu semoga kalian semua senantiasa dalam lindungan allah Swt...aamiin...aamiin..🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2