
Pagi pagi sekali Binar sudah bangun,meski semalaman dia nggak bisa tidur dengan nyenyak, tapi pagi itu dia terbangun dengan perasaan yang semakin membaik,Ntah keputusan apa yang akan di ambilnya setelah sempat berpikir semalaman.
Dia bergegas menemui ibunya yang iya yakini sedang berada dapur,namun sampai di sana dia cukup tertegun tatkala tak menemukan siapa-siapa.
"Ibu kemana yah...???"
"Apa mungkin ibu sudah berangkat ke butik??Tanyanya dalam hati sambil berlalu ke depan ingin mencarinya."
"Saat melewati ruang tengah,pandangannya tanpa sengaja tertuju ke sebuah benda yang tak asing lagi baginya,tergeletak di atas meja.
"Perlahan dia mendekat dan meraih hape itu ke tangannya.
Awalnya dia agak ragu menyentuh hape itu namun ke ingin tahunya mengalahkan segalanya,perlahan dia mengusap layar hape itu,Ntah apa yang membuatnya sedikit penasaran untuk membuka hape suaminya,Informasi apa yang ingin dia ketahui nya???"Perhatiannya langsung tertarik ke sebuah foto wallpaper yang menghiasi hape canggih itu.
"Dia cukup kaget tatkala melihat Fotonya sendiri yang sedang duduk termenung di sopa,dia tak ingat kapan dia melakukan moment itu...???
"Tanpa sadar sebuah senyuman tersungging di sudut bibirnya.
"Mas Hisam kapan ngambil foto ini??Kok aku nggak pernah nyadar yah kalau selama ini dia sering motoin aku diam-diam"ucapnya lirih,sambil mengutak-atik hape itu,ternyata masih ada banyak lagi fotonya yang tersimpan rapi di galeri.
"Tiba-tiba terbersit haru di hatinya,Ada perasaan yang tak bisa tergambarkan tatkala melihat itu semua.
"Puas memeriksa hape suaminya dia pun bergegas keluar melanjutkan pencariannya.
Tampak sang ibu sedang memindahkan pot-pot bunganya ke tempat Rak bunga yang kemarin sudah di pesannya di tukang besi.
Binar tersenyum sumringah sambil mendekatinya,
"Ibu ternyata di sini,aku sampai nyariin kemana-mana lho???Kirain ibu berangkat ke Butik nggak bilang-bilang...!!!"
"Eh,ibu lagi ngerapiin tanaman bunga ibu Nak,Kasihan sudah mau di ganti media tanamnya dari kemarin-kemarin,mumpung ibu belum buka butik jadi ibu pikir mau ganti sekarang aja"Jawab Bu Retno sambil tangannya dengan cekatan memindahkan bunga yang sudah harus di ganti pot dan tanahnya.
"Binar bantu yah Bu"Ucapnya menawarkan diri.
"Oh nggak usah Nak,kamu kan belum sehat betul,Dokter melarang kamu untuk bekerja apalagi mengangkat yang berat-berat begini,biar ibu aja yang ngerjain,ini sebentar lagi juga selesai"Cegah Bu Retno.
"Ah ibu,Aku mah udah sehat bugar sekarang"Kilahnya sambil duduk di dekat ibunya ingin tetap membantu.
"Binar...."Jangan membantah perkataan ibu Nak,ibu takut bekas jahitan yang kemarin jadi sakit lagi nanti"Bu Retno merasa khawatir.
"Nggak kok Bu...!!!"
"Biar ibu saja,lagian bunga-bunga ibu hanya mau di sentuh oleh tangan ibu"
"Apa...???"
"Sampai sebegitunya"
Binar hanya menanggapi ucapan ibunya itu dengan tersenyum,akhirnya dia lebih memilih jadi pengamat saja ketimbang dia ikut membantu tapi malah merusak tanaman kesayangan ibunya itu.
"Hape ibu kamu liat nggak???
"Hape yang mana sih Bu...???"pura-pura nanya padahal Binar tau maksud ibunya.
"Hape mahal ibu,yang ibu simpan di atas meja tadi,Apa kamu nggak dengar hapenya bunyi???tanyanya sedikit khawatir, kalau-kalau Hisam menelponnya pagi itu tapi dia malah nggak lihat.
"Nggak tuh...!!!"
"Aku nggak dengar apa-apa,
"Oh syukurlah,karena ibu takutnya tadi Nak Hisam nelpon ibu tapi malah ibu nggak dengar"
"Kalau ibu was-was gitu kenapa hapenya nggak di bawa ikut serta tadi ke sini..???"Tanyanya sambil memperhatikan ibunya yang begitu cekatan dalam merawat bunga.
"Ibu takut kalau hapenya sampai kotor dan lecet"Jawab Bu Retno.
"Binar hanya tertegun mendengar jawaban ibunya,
__ADS_1
"Ayo masuklah Nak,coba kamu periksa dulu,mungkin saja suami kamu menelpon ibu dari tadi tapi malah nggak kedengaran"pintanya.
"Nggak Kok Bu,Mas Hisam buat apa coba nelpon ibu pagi-pagi begini...???Dia paling uda berangkat ke kantor di jam segini"Kilahnya.
"Periksa dulu Nak,feeling ibu dia pasti menelpon ibu.Coba kamu periksa....!!!"Bu Retno tetap kekeh menyuruhnya masuk.
"Aku uda lihat bu,nggak ada panggilan dari siapa-siapa kok...!!!"
"Apa...???
"Jadi kamu sempat periksa tadi hape ibu yah...???
"Apa yang ingin kamu ketahui...???tanya Bu Retno sambil tersenyum simpul,
"Nggak kok...!!!"
Binar nggak sengaja aja lihat tadi,pas lagi bersih-bersih"ucapnya sedikit gelagapan.
"Apa yang coba kamu sembunyikan dari ibu kamu Nak...???"
"Ibu yang melahirkan kamu,ibu tahu kamu seperti apa...???Apa sampai detik ini kamu masih belum mempercayai cinta suami kamu??Kamu nggak tau bagaimana menderitanya dia,saat kamu melarangnya untuk tidak menemui kamu di sini...???Tiap hari dia bahkan menelpon ibu sampai berpuluh-puluh kali hanya demi ingin melihat wajah kamu,tau kondisi kamu,Ibu jadi kasihan memikirkannya"Ucap Bu Retno dengan gurat wajah sedih.
"Pulanglah Nak,kalian bisa mencoba untuk membuka lembaran baru yang lebih baik lagi ke depannya,ibu yakin dan sangat percaya suami kamu begitu tulus mencintai kamu,Dia sangat takut kehilangan kamu Nak"Ucapnya terus memberi keyakinan pada Putrinya.
"Binar hanya terdiam mendengar semua penuturan ibunya,
"Dia menarik napas yang begitu panjang lalu menghembuskan nya secara perlahan.
"Bu Retno menatapnya,mencoba mencari keraguan di wajah putrinya saat itu namun yang dia lihat,sebuah mata yang penuh dengan pendar-pendar cinta meski Binar tak mengatakannya."
"Apa kamu tidak mencintai suami kamu Nak??"Tanyanya ingin mengetes perasaanya saat itu,karena Ntah kenapa dia sangat yakin putrinya punya perasaan yang sama.
"Binar tak langsung menjawab,Dia pun tak berani menatap ibunya.
"Nak,kenapa kamu malu menatap ibu kamu seperti ini???Apa kamu malu jujur sama ibu...???
"Dengarkan ibu Nak,sekarang ibu mau kamu menanyakan itu pada hati kamu sendiri,kalau memang masih banyak keraguan di sana,sudah...!!! lebih baik kamu mundur saja,tapi kalau ternyata hati kamu selalu memikirkannya itu artinya kamu tidak bisa hidup tanpanya nak"Ucap Bu Retno berusaha memberi pandangan padanya.
"Binar hanya mengangguk pelan,pikirannya kembali berkecamuk,padahal semalam dia sudah memantapkan hatinya,sejurus kemudian dia hanya bisa menatap ibunya yang kembali sibuk memindai pot-pot bunganya,namun pikirannya Ntah kemana????
********
Sore menjelang magrib,Bu Retno tampak mondar-mandir di ruang tengah sambil sesekali menatap hape di tangannya, perasaannya mulai nggak tenang,dia terlihat cemas dan gelisah memikirkan menantunya yang sedari tadi pagi tidak pernah menelponnya,gimana dia nggak cemas...???Nggak biasanya Hisam tak menelponnya hari itu, di luar dari kebiasaannya seminggu ini,walau hanya sekedar menanyakan kabar istrinya saja.
"Ada apa sih Bu...???"
Kok ibu kelihatan gelisah sekali...???Tanya Binar yang tengah memergokinya mondar-mandir tak tenang.
"Ibu Memikirkan suami kamu Nak...??
"Tumben dia nggak nelpon ibu hari ini...??? Semoga dia baik-baik saja,kok perasaan ibu nggak tenang yah???
"Tenanglah Bu,mungkin mas Hisam lagi sibuk"Jawab Binar mencoba menenangkan ibunya.
"Nggak mungkin...!!!"Sesibuk-sibuknya dia,dia pasti sempatkan menelpon ibu,Apalagi ibu tau dia nggak akan berangkat kerja sebelum ngeliat wajah kamu,tapi kok hari ini dia nggak menghubungi ibu sama sekali,coba kamu cek lagi...!!!Siapa tau tadi ibu yang nggak dengar"Ucapnya sambil menyodorkan hape itu ke tangan Binar.
"Dengan ragu ragu Binar menerima hape itu,
Dia jadi ikut cemas melihat kegelisahan ibunya saat itu bukan tanpa alasan,sebenarnya perasaannya juga udah nggak tenang sejak tadi pagi,dia terus kepikiran dengan suaminya tapi perasaan itu coba untuk di tepisnya,namun sekarang semakin sulit terbendung lagi.
"Nggak ada Bu..."Jawabnya sambil menatap wajah ibunya yang terlihat kecewa,
"Ya..sudah,sekarang kamu yang telpon dia,ibu baru tenang setelah mastiin sendiri keadaannya...!!!"Ucap Bu Retno semakin tidak tenang,
"Tanpa banyak bicara Binar langsung menuruti permintaan ibunya,
"Dia langsung menghubungi suaminya lewat panggilan Video Call seperti yang di minta oleh ibunya saat itu,
__ADS_1
"Satu kali,
"Dua kali,
"Tiga kali,
"Belum ada respon."
"Sepertinya Mas Hisam lagi sibuk Bu,dia nggak mau jawab panggilannya"Ucapnya dengan perasaan mulai tidak tenang.
"Coba lagi Nak,mungkin tadi nggak kedengaran olehnya"Bu Retno masih tidak mau menyerah,Ntah kenapa dia sangat yakin kalau ada apa-apa dengan menantunya saat itu.
"Binar akhirnya mengulang lagi panggilan Video call nya,Sampai akhirnya dia hampir putus asa,Eh...langsung tersambung.
"Dengan cepat dia menyerahkan Hape itu ke tangan ibunya,
"Assallamu alaikum Nak"Ucap Bu Retno begitu sumringah dan sangat antusias saat panggilannya video call nya mulai tersambung.
"Waalaikum salam....""
Bukan Hisam yang menjawab,malah Bu Widya.
"Kamu Wid...??"
"Mana Nak Hisam??"
"Aku mau bicara dengannya,apa menantuku baik-baik saja...???
Binar bisa melihat dengan jelas wajah ke khawatiran tampak di wajah ibunya saat itu,Perasaan cemasnya pun tak bisa di sembunyikan lagi saat mendengar Ibu mertuanya yang menjawab bukan suaminya,padahal Hisam tak pernah mau hapenya di sentuh oleh siapa pun,walau itu mamanya sendiri.Dia semakin mempertajam pendengarannya berharap bisa mendengar dengan jelas pembicaraan ibunya dengan mertuanya.
"Wid...Nak Hisam mana...??
"Bisa aku melihat wajahnya..??
"tanya Bu Retno lagi.
"Bu Widya tak langsung menjawab pertanyaan Besannya yang mulai membrondol dari tadi,Tapi dari wajahnya yang tampak murung dan sedih,Bu Retno yakin telah terjadi sesuatu.
Perlahan kamera hape itu bergeser ke arah seseorang yang sedang terbaring lemah di atas ranjang dengan wajah pucat.
"Duh...Gusti....!!!"
"Ya..allah apa yang terjadi dengan Nak Hisam Wid..??kenapa dia bisa seperti itu...??pekik kaget Bu Retno tak percaya.
"Sejak semalam badannya panas, dia terus menggigil Ret...dia nggak mau makan dan minum,hanya mengigau memanggil-manggil nama istrinya"Jawab Bu Widya dengan linangan air mata.
"Pecahlah tangisan Bu Retno saat itu,
Perlahan Binar mendekat ke arah ibunya,Dan meraih hape itu ke tangannya.
"Dia bisa melihat wajah suaminya yang begitu pucat pasi,terbaring lemah dan tak berdaya dan dengan mata terpejam dia terus memanggil namanya.
"Binar....."
"Binar,ma..."panggilnya lirih,
"Iya sayang,ini mama"Ucap Bu Widya dengan suara serak,
Membuat Binar terenyuh,dan tanpa sadar menitikkan air mata,dengan cepat dia mematikan sambungan Video call nya itu, lalu menatap ibunya yang masih terisak,sambil berderai air mata dia berlari masuk ke kamarnya.
***************$$$$$$$$$$$$$***********
Hai hai kesayanganku semua,Bagaimana kabarnya hari ini???Semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat yah...Aamiin..๐๐
Masih pada semangat kan...???Harus dong...!!!Apalagi sekarang Author punya kabar terbaru Nih,Di samping sedang menulis Episod "CINTA DALAM PERJANJIAN"yang hampir sampai Endingnya,Author juga lagi bikin cerita baru lho yang berjudul "SANG PETUALANG CINTA"
jangan lupa mampir ke sana yah,dan tinggalkan like serta komentarnya biar Author semakin semangat๐ช๐ช๐ช๐ช
__ADS_1
#Salam sayang selalu#