
"Sore itu,Hisam dan Binar akhirnya meninggalkan Jogja setelah memastikan keberadaan pak Indra sudah lumayan membaik setelah sebelumnya diperiksa oleh Dokter Jayadi,dokter pribadi keluarga Salim.
"Dalam perjalanan mereka saling diam membisu,tak saling sapa.Binar sendiri lebih memilih Diam karena masih kesal dengan kejadian yang tadi pagi. Hisam sendiri bersikap acuh tak acuh,dia begitu tidak peduli dengan sikap Binar saat itu.
"Perjalanan yang cukup jauh,membuat Binar kembali tertidur.
"Dasar tukang tidur,"Ujar Hisam dalam hati. sambil sesekali mencuri pandang menatap Binar yang sudah terlelap.
"1 jam kemudian mereka akhirnya sampai rumah.
"Bik Ranti sudah menyambut mereka dengan perasaan senang bersama seorang perempuan yang masih sangat muda,seumuran Binar sepertinya.
"Hisam yang baru turun dari mobil merasa sangat heran dan bertanya-tanya,melihat siapa perempuan itu...???
"Ini siapa Bik...??tanya Binar.
"Ini Nayla non,Tuan...anak bibik,jawab Bik Ranti sedikit ragu.
"Oh,ini Nayla...yah!!!
"Kapan dia datang...Bik???"sambut Binar sambil tersenyum senang bisa bertemu dengan putri Bik Ranti saat itu.
"Iya..Nona,sapa Nayla sopan.
"Tapi tatapannya tak mau lepas menatap laki-laki yang ada dihadapannya kini,sosok yang selalu jadi perbincangan dikalangan semua orang,Nayla merasa dirinya bermimpi dan tak percaya jika orang yang ada dihadapannya kini benar-benar Tuan Hisam yang sering teman-teman sekolahnya perbincangkan tiada habisnya itu,dan bukan begitu saja mereka bahkan berharap bisa bertemu lansung dengan beliau dan itu menjadi keberuntungannya sekarang,karena dia bisa mendahului teman-temannya berkat ibunya,sementara Hisam begitu tak peduli,Dia malah risih ditatap seperti itu,dan tanpa respon apa-apa dia malah melangkah masuk ke dalam rumah.
"Ayo,kita masuk..bik,Nayla"ajak Binar dengan senangnya.
"Tuan Hisam sepertinya tidak senang melihat kehadiran Nayla disini..Non..???ucap Bik Ranti merasa nggak enak,
"Ah..nggak kok Bik,ayo kita masuk..!!!
"Nanti saya yang akan bicara sama dia Bik,sahut Binar lalu mengajak mereka masuk.
"Binar lansung mencari keberadaan Hisam,
"Kemana sih Tuan bawel itu...???tanyanya ke dirinya sendiri ketika sudah berkeliling tapi tak juga melihat batang hidungnya.
"Sampai dia memberanikan diri mencarinya sampai ke ruang pribadinya dilantai Tiga,tepatnya ke ruang kerja pribadinya,yang meski sampai detik ini belum pernah menginjakkan kaki ke dalam ruangan itu tapi demi Bik Ranti dia akhirnya memberanikan diri.
"Karena 3 malam yang lalu,Bik Ranti menceritakan perihal Nayla kepada dirinya,yang ingin ikut tinggal bersama bik Ranti di rumah itu, karena takut tinggal sendirian di rumahnya dan Binar janji akan meminta izinkan hal itu pada Hisam tapi belum sempat dia memberitahu Hisam kemarin,mereka keburu berangkat ke Jogja.
"Binar ragu mengetuk pintu,tapi setelah menarik napas yang panjang akhirnya dia memberanikan,bukan karena dia takut tapi dia malas berdebat dengan laki-laki ter-bawel yang pernah dikenalnya saat ini.
"Mas...Sam,apa kamu di dalam teriaknya sambil mengetuk pintu perlahan.
"Hening,lama nggak ada jawaban...!!!
"Ah..sepertinya dia nggak ada disini pikirnya,
lalu membalikkan badan dan memutuskan untuk turun ke bawah saja,tapi tiba-tiba
"Ceklek..."
"Pintu terbuka sontak mengagetkannya,
__ADS_1
"Ada apa..teriak-teriak...???tanya Hisam begitu dingin.
Membuat Nyali Binar sedikit menciut,padahal barusan dia sangat semangat,tapi sekarang belum apa-apa sudah keder duluan,apalagi saat di tatap dengan bola mata yang melotot seperti itu.
"Hei,Ada apa..???
"Kenapa cuman diam aja..sih...???
tanya Hisam kembali.
"Bisa kita bicara sebentar...???tanyanya meski dengan perasaan was-was.
"Soal..Apa...???tanyanya dengan angkuhnya.
"Bisa nggak,saya masuk duduk dulu di dalam...???
"Takutnya saya nanti akan mati berdiri di sini ditatap seperti itu..."ucap Binar,sontak membuat Hisam lansung mengalihkan tatapannya ke arah lain.
"Rasa penasaran mendorong Binar langsung menyelonong masuk tanpa sebelumnya izin dari sang penghuni kamar,
"Binar mengedarkan pandangannya ke segala arah,tanpa sadar bergumam-gumam kecil mengagumi ruangan yang full Ac itu,tertata begitu rapi dan unik,interiornya tak kalah menarik dan mewahnya dengan kantor Salim Group yang sempat dia lihat waktu itu,
"Menurutnya itu adalah bonusnya hari itu,bisa melihat keberadaan ruangan yang belum pernah dimasukinya itu selama resmi menjadi istrinya.
"Mau bicara Apa..???Lansung ke intinya saja,jangan membuang waktuku percuma dengan hanya menjadi penilik tempat ini"ucap Hisam segera menyadarkan niat awalnya masuk ke ruangan itu.
"Bicara baik-baik kenapa sih..mas...???
"Aku..kan,belum puas ngeliat ruangan ini"ucapnya begitu kepedean padahal sebenarnya dia sangat was-was dari tadi tapi dia berusaha bersikap dengan tenang.
Binar hanya bisa menghela napas mendengarnya,
"Nayla boleh nggak tinggal disini mas??tanya-nya pelan.
"Apa....????Hisam sontak terkejut mendengarnya.
"Kasihan dia mas,dia takut tinggal sendirian,
apalagi dia seorang perempuan,kasihan dia"Binar mencoba meyakinkannya dengan alasan takut.
"Apa peduliku...???ucapnya sedikit ketus
"Dia anak Bik Ranti mas,kamu nggak kasihan sama dia???bagaimana kalau ada orang yang berniat jahat dan menyakitinya??
"Dimana kamu simpan hati nurani kamu itu...???Bagaimana kalau dia adik perempuan kamu..???ucap Binar berusaha memberi pandangan.
"Toh aku nggak punya saudara apalagi adik perempuan.."jawabnya singkat.
"Tapi setidaknya buka sedikit hati nurani kamu mas"pinta Binar tak menyerah,
"Silahkankalau sudah selesai ngomongnya,kamu bisa keluar sekarang"Usir Hisam tanpa memberi kepastian lebih dulu.
"Mas Hisam,memang tidak punya hati,Susah bicara sama orang yang keras hati seperti Anda ini..!!!"ucap Binar dengan ketus lalu segera berlalu meninggalkan Hisam.
"Tunggu,...teriak Hisam.
__ADS_1
"Tapi Binar sudah tak menggubrisnya,dia malah terus berjalan kearah pintu pura pura ngambek dan kesal,
"Oke,dia boleh tinggal di sini,asal dia janji tidak akan buat masalah"ucap Hisam,
sontak membuat langkah Binar terhenti seketika di ambang Pintu.
"Sebuah senyuman kemenangan terlihat di bibirnya.
"Tapi kamu bisa pastikan dia tidak akan membuat masalah di rumah ini??terutama dia harus mematuhi peraturan yang ada di rumah ini "ucap Hisam lagi.
"Binar lansung tersenyum bahagia mendengarnya.
"Makasih..mas,aku janji akan bertanggung jawab untuk semua itu"ucap Binar dengan senyum berbinar-binar.
"Jangan lebay seperti itu,ini baru masa percobaan,kalau sampai dia berbuat yang macam-macam dan itu mengganggu ketenangan aku di rumah ini,aku tidak perlu menunggu persetujuan kamu untuk mengusir dia dari rumah ini"ucap Hisam dengan tegas.
"Oke siap Tuan Bawel"ucap Binar spontan,
"Apa kamu bilang Tadi...???tanya Hisam dengan nada jengkel mendengar sebutan Binar tadi padanya.
"Oh..maaf mas,saya cuman bercanda,Boleh saya keluar sekarang..??tapi belum sempat Hisam menjawab pertanyaannya dia lansung pergi dari tempat itu secepat kilat,takut Hisam berubah pikiran atas ulahnya tadi,tapi pikirannya tak seperti itu karena kenyataannya,sepeninggalnya Hisam malah menyunggingkan sebuah senyuman di sudut bibirnya.
"Dia teringat permintaan Binar malam itu sebulan yang lalu padanya...!!!
"flashback On,
"Mas,Bisa nggak sih kita berdamai dan nggak selalu berdebat seperti ini...???
"Setidaknya kita bisa jadi teman yang baik agar aku bisa melewati hari-hariku yang sangat sulit dirumah ini "pinta Binar waktu itu.
"Memang kita lagi berperang,pakai acara berdamai segala...???sahut Hisam acuh tak acuh sambil terus memainkan hapenya sedari tadi,
"Yah,menurut mas Hisam sendiri,memang sekarang kita lagi baik-baik aja gitu...???
"Nggak,kan...???
"Setidaknya kalau nggak bisa jadi suami yang baik , setidaknya jadilah teman yang baik buat aku.." Pinta Binar terus terang.
"Memang selama ini kamu sudah jadi istri yang baik begitu...???Hisam balik nanya.
"Ah...terserah kamu deh mas,seenak hati kamu deh,malas bicara sama orang yang egois dan tidak punya hati seperti mas Hisam ini,"ucap Binar mengakhiri perdebatan mereka dan segera berlalu meninggalkan Hisam yang tidak bisa di ajak bicara baik-baik.
"Flashback berakhir...
"Hisam hanya menyandarkan kepalanya di kursi kerjanya sambil menatap foto Tania.
"Ntah apa yang sedang ada dipikirkannya saat itu ...?????
***************$$$$$$$$***************
Kapan yah..mas Hisam membuka hatinya...???setidaknya nggak bersikap angkuh begitu setiap berhadapan dengan Binar.Mungkinkah Dia akan mencintai Istrinya itu...???atau sebaliknya...tetap mengharap cinta Tania dalam hidupnya.
SABAR...yah,kita nikmati prosesnya...!!!
jangan lupa semangat dan dukungannya selalu.salam sayang...😍😍😍🙏🙏🙏
__ADS_1