Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
Paket obat


__ADS_3

"Pagi hari yang sangat cerah...pagi itu nggak seperti biasanya Binar dan Hisam bisa kompak bersamaan keluar kamar,


"Mereka lansung bersitatap sebentar tapi dengan cepat Binar lansung membuang muka tatkala mereka saling beradu pandang,Dia masih sangat sakit hati gara gara semalam.


"Rasa gatal yang masih menyiksanya semalaman membuat dirinya kurang tidur dan tidak bersemangat pagi itu,Hisam memperhatikannya begitu seksama apalagi ketika melihat nya masih garuk-garuk lengan dan tangan bergantian sambil berlalu turun ke bawah.


"Selamat pagi ma..pa,"sapanya..kepada kedua mertuanya yang sedang duduk santai di ruang tengah.


"Pagi...sayang"Jawab Bu Widya


"Pagi..Nak..."Sapa pak Indra.


"Di susul Hisam yang lansung mengambil tempat duduk di dekat papanya.


"Binar,kenapa kulit kamu sampai memerah seperti ini sayang??"Tegur Bu Widya merasa heran,sambil memeriksa bintik-bintik merah yang masih membekas di lengan dan tangan Binar.


"Nggak tau juga ma,semalam kok aku bisa kena gatal kayak gini??mungkin alergi debu kali ma,"jawab Binar mencoba mencari alasan yang tepat,Dia sudah tidak mau membahas masalah kepiting yang sudah membuat banyak masalah untuk dirinya sendiri.


"Dia sudah terlanjur kecewa dan sakit hati banget ,tapi demi menutupi semua permasalahannya selama ini di depan kedua mertuanya makanya dia harus pintar-pintar berakting,meski sebenarnya pagi itu dia malas banget bernapas satu ruangan dengan suaminya itu.


"Memang semalam,kamu tidur nya dimana sih?Kok bisa Alergi debu seperti ini??


"Mama perhatikan semalam kalian nggak tidur sekamar yah?tanya Bu Widya mengintrogasi keduanya.


Sontak membuat Binar kaget,tidak tau mau menjawab Apa?sementara Hisam tidak memberikan reaksi apa-apa,hanya diam saja.


"Kalian masih marahan yah???kok suami istri pakai tidur terpisah begitu?mama dan papa..yah, sebagaimana pun marahnya kami,tidak pernah tuh mama ingat,papa tidur dikamar lain.


"Lain kali mama tidak mau liat kalian begitu lagi yah?


"Kalian itu sudah dewasa,seharusnya kalian bisa menyelesaikan semua ini dengan baik bukan malah seperti ini,kekanakan tau nggak??"ucap Bu Widya.


"Nggak kok ma,bukan begitu..Semalam Binar rencananya cuman mau benahi kamar sebelah yang jarang terpakai,eh..taunya Binar sampai ketiduran"ucap Binar berbohong,tapi Bu Widya tau,itu cuman Alasan Binar aja,karena dia yakin Hisam masih marah atas kejadian semalam,dia benar-benar bangga punya menantu seperti Binar yang rela berbohong demi menutupi kesalahan suaminya,(Padahal tidak seperti juga yang Bu Widya pikirkan saat ini...??)


"Bu Widya tersenyum dan lansung memeluknya.


"Makasih sayang..ucapnya.


"Makasih untuk apa..ma...???tanya Binar heran.


"Terima kasih karena sudah menjadi menantu yang baik buat mama"ucap Bu Widya sambil menatap putranya yang dari tadi hanya diam saja.


"Kalau kalian pisah kamar seperti itu,lantas kapan dong akan ngasi kami cucu..iya kan..Ma..?Sela pak Indra tiba tiba..


"Iya,benar tuh kata papa,pokoknya kalian nggak boleh begini lagi.."tegas Bu Widya.


"Binar jadi malu mendengarnya,Sementara Hisam tetap diam tidak memberi respon apa-apa,dia malah terlihat sibuk mengetikkan sesuatu di hapenya, Ntah dia sedang chat dengan siapa tapi mukanya terlihat serius sekali.


"Memangnya belum ada tanda-tanda yach sayang???tanya Bu Widya sambil mengelus perut Binar yang masih rata.


"Yah..belum sih ma,jawabnya spontan


sambil tersipu malu.


"Ayo..dong,kalian bisa ikut program hamil,biar prosesnya bisa cepat,mama dan papa sudah nggak sabaran pengen nimang cucu dari kalian?"ucap Bu Widya senangnya bukan main,sudah ngebayangin sendiri bagaimana rasanya punya cucu dan jadi Nenek.


"Sabar ma,kita juga lagi usaha kok sekarang,mungkin allah belum mau ngasi kita Amanah karena merasa kami belum siap"ucap Binar pelan dan tak berani menatap suaminya,


"Lantas kapan kalian siap nya...???


"Ayo dong...Sayang,wujudkan keinginan kami ini secepatnya"pinta Bu Widya berbalik menatap Hisam meminta persetujuan dari putranya itu.


"Membuat Hisam jadi gelagapan mendengarnya,


"Bagaimana sayang...???tanyanya


"Iya..ma,sahut Hisam begitu singkat


"Apa perlu mama yang hubungi dokter Jayadi...??agar dia yang mencarikan dokter kandungan spesialis terbaik buat Binar,supaya nantinya semuanya akan berjalan dengan baik"Bu Widya kembali memberi ide.


"Ah..jangan ma,jangan terburu-buru dulu.

__ADS_1


Nanti kami berdua saja yang datang lansung konsul ke ahlinya,bukan begitu mas...???tanya Binar pada Hisam.


"Iya,betul ma.


Biar nanti Leo yang akan urus itu semua"ucap Hisam membenarkan ucapan Binar,agar mereka tak merasa curiga bagaimana sebenarnya hubungan mereka selama ini yang belum ada titik terangnya.


"Baiklah,kalau itu mau kalian...ucap Widya akhirnya pasrah.


"Tapi jangan kelamaan yah?


"Iya..Ma,sahut Binar lega.


"Dasar bisa bisanya ngasi mama aku harapan palsu.."ujar Hisam dalam hati sambilnya melirik sebentar,


"Hem..Tuan bawel yang banyak drama,Dosa besar kamu,ngebohongin orang tua kamu sendiri"jerit batin Binar sambil menatapnya sekilas.


"Oh..yah,Kalian kok belum siap-siap sih???


"Memang kalian nggak ngantor???


tanya nya sambil bergantian menatap Binar dan Hisam yang masih memakai pakaian tidur mereka masing masing.


"Aku..nggak ngantor hari ini ma?jawab Hisam dingin.


"Aku juga ambil cuti hari ini ma,agar bisa menghabiskan waktu bersama mama dan papa.


"Kan..katanya udah mau pulang hari ini, jadi nggak apa-apa kan,kalau aku mau nemenin mama dan papa seharian ini"ucap Binar membuat kedua mertuanya tersenyum bahagia mendengarnya.


"Terimah kasih sayang...ucap Bu Widya begitu senangnya.


...........................


Bagaimana rasa gatalnya Non...???


"Apa sudah baikan..? tanya Bik Ranti,ketika mereka masih sedang berdiri di teras depan sambil mengiringi kepergian Bu Widya dan pak Indra yang baru saja pulang.


"Masih Bik,tapi sudah agak lumayan,setelah obat yang bibik kasi saya oleskan lagi"ucap Binar sambil memperhatikan kulitnya yang kayaknya semakin memerah.


"Duh,kasihan..Non Binar.


"Nanti kalau nggak sembuh-sembuh juga,bagaimana Non...?? Bik Ranti mulai cemas dan mikir yang nggak-nggak.


"Tenang Bik,nggak apa apa kok..!!!


Nanti pasti baikan sendiri,kalau memang belum sembuh-sembuh juga,iya saya pasti akan ke dokter kok"jawab Binar.


"Secepatnya Non..ucap Bik Ranti.


"Iya..Bik,ayo kita masuk"ajaknya sambil menggandeng lengan Bik Ranti ke dalam layaknya ibunya sendiri.


"Baru saja Bik Ranti akan menutup pintu,tiba tiba seseorang datang mengendarai sepeda motor lengkap dengan boks besar di belakang.


"Assallamu alaikum...!!!


"Permisi Bu..sapanya dengan sopan sambil melemparkan senyum ramahnya pada bik Ranti.


"Waalaikum salam.."


"Maaf cari siapa yah..pak??tanya nya.


"Apa benar ini kediaman Tuan Hisam Salim??tanya nya kembali.


"Yah..benar sekali,saya Bik Ranti pembantunya..


"Anda siapa yah???


"Dan ada keperluan apa mencari Tuan muda??"Bik Ranti balik bertanya.


"Oh..ini Bik,kami dari pihak Rumah sakit "mau mengantarkan pesanan obat atas nama Tuan Hisam"ucap Pengantar obat itu menjelaskan siapa sebenarnya dirinya beserta tujuannya datang ke situ.


"Oh..maaf,tunggu sebentar saya panggil Non..Binar dulu,karena kebetulan Tuan Hisam nya baru aja keluar"Ucap Bik Ranti lalu segera berlalu masuk ke dalam memanggil Binar.

__ADS_1


"Tidak lama kemudian dia kembali bersama Binar,


"Ini..orangnya non..."ucapnya memberitahu


"Oh..Ada apa yah pak???Tanya Binar bingung dan juga heran.


"Kami dari pihak rumah sakit nona,Ini harap di tanda tangani sebagai bukti serah terima dari kami.


"Apa ini pak??tanya Binar penasaran,


"Ini pesanan obatnya tuan Hisam nona,jawabnya.


"Pesanan obat...??


"Obat Apa???


Tuan Hisam kelihatan baik -baik aja kok tadi,dia nggak sakit sama sekali?lantas kenapa dia bisa mesan obat...???Tanyanya merasa heran,


"Kalau boleh tau,ini obat apa yah pak???Tanya nya kembali ingin memastikan.


"Menurut resep dokter,yang sempat saya baca tadi, Ini obat Alergi..nona,"jawabnya.


"Oh..yah,Binar cukup kaget mendengarnya,Dia menatap Bik Ranti sebentar antara percaya dan tidak percaya tapi dia akhirnya menerima paket obat itu dan menandatangani serah terimanya lalu pengantar obat itu pun pamit setelah menerimanya.


"Bik...Apa benar,ini Tuan Hisam yang pesan??


"Apa Dia juga kena Alergi seperti aku...???tanya Binar,tidak percaya.


"Nggak tuh..Non,Bibik liat tadi Tuan muda baik-baik saja,nggak terlihat merasakan gatal seperti Nona"ucap Bik Ranti.


"Lalu...???kenapa dia pesan obat Alergi..???


"Mungkin dia pesan itu untuk Non Binar"ucap Bik Ranti.


"Apa....????


"Nggak mungkin deh bik,sejak kapan dia mulai peduli sama aku"celetuknya tak percaya.


"Udah..non,nggak apa-apa sebaiknya Nona segera minum obat itu supaya gatal-gatal Nona cepat baikan,bibik sangat kasihan sekali melihat Nona tersiksa seperti itu"ucap Bik Ranti.


"Baiklah Bik,


"Aku akan meminumnya..ucapnya sambil memperhatikan kemasan obat nya dan dari rumah sakit mana???


"Alangkah terkejutnya saat dia tau,kalau obat itu dari rumah sakit terbesar dan terkenal di kota itu,Yang jaraknya Ribuan kilometer dari tempatnya sekarang berada.


"Kok bisa sih..???Mas Hisam pesan obat secepat ini??padahal itu rumah sakit ternama dan termahal lho?ucapnya kepada bik Ranti???


"Astaga,bisanya aku tidak sadar diri seperti ini...!!!!


"Yah..namanya juga Tuan Hisam,Presdir Salim group.Apa saja yang dia inginkan bisa di dapatkan nya dalam waktu sekejap apalagi cuman obat dalam kemasan begini...!!! "Binar....Binar...pikiran kamu kemana sih??jerit batin nya sambil menertawakan kebodohannya sendiri.


Dan alhmdulilah,15 menit kemudian Obat itu ternyata bereaksi lebih cepat dari yang dia pikirkan,


Dia bahkan sudah Tidak merasakan gatal sama sekali,akhirnya Dia pun bisa menyelesaikan tugas kantornya dengan baik sambil nonton program kesayangannya di ruang tengah.


Tidak lama setelah itu,Hisam datang Ntah habis dari mana??


"Mas...yang pesan obat Alergi itu kamu yah???tanya Binar sedikit ragu.


"Hisam tidak menjawab,Dia malah berlalu masuk ke dalam,masih dengan sikap dingin nya seperti biasa,tak peduli dengan pertanyaannya tadi.


"Dasar Tuan bawel sombong,Angkuh seenaknya saja.."seharusnya aku memaki-maki kamu untuk melampiaskan kekesalan ku ini,seharusnya aku yang marah.... teriaknya,sengaja berteriak agar Hisam bisa mendengarnya dengan jelas tapi percuma karena Hisam tidak ada respon sama sekali malah terus melangkah naik ke kamarnya dan tak berbalik sedikit pun menatapnya.


"Tapi pada akhirnya Binar bisa melupakan sakit hatinya berkat paketan obat itu yang sudah sangat berjasa bagi dirinya.


"Makasih..obatnya mas.."ucapnya lirih.


**************$$$$$$$***********


Assallamu alaikum...para readers kesayangan aku semua,semoga kalian semua senantiasa dalam lindungan allah swt,aamiin...πŸ€²πŸ™

__ADS_1


Masih tetap pada semangat kan??ayo Dong jangan lupa doa dan dukungan nya selalu yahπŸ™πŸ™agar Author bisa tetap semangat untuk nulisnya. "Bagaimanakah Reaksi Hisam setelah bertemu dengan seseorang yang pernah hadir di masa lalu nya...???"lalu Bagaimana kabarnya Tania juga yah?Apa dia masih hidup?ΒΏyah...hidup Donk...!!!! lantas Akankah Binar mendapat cinta dari Tuan Mohammad Hisam Salim...????Dan sanggupkah dia mempertahankan keutuhan rumah tangga nya dengan begitu banyaknya wanita yang datang silih berganti mengharapkan dan menginginkan cinta dari suaminya itu.... Ntahlah.....???


"Semua akan kita bahas di episod-episod selanjutnya,semoga kalian semua selalu sabar menanti,Salam sayang dari AkuπŸ˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2