Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
Reuni part..7


__ADS_3

Selesai menunaikan sholat isya,Binar seperti masih ingin berlama-lama dan masih enggan untuk beranjak dari atas sajadahnya pikirannya sedang kalut dan hatinya kembali berdebar-debar tak menentu,bahkan dia nggak bisa menyembunyikan rasa gugupnya saat itu,bagaimana tidak? ini kali pertama setelah menikah mereka berada di dalam satu kamar seperti itu.


Binar melirik ke arah suami nya yang baru saja keluar dari kamar mandi masih dengan jubah mandi nya.


"Ya..allah,begitu sempurnanya ciptaan-mu ini..!!!Wajah yang begitu tampan dilengkapi dengan paket komplit"Tanpa sadar Binar menelan ludah tak berkedip menatap suaminya.


"Hei...bukannya kamu masih sholat??kenapa malah berbalik menatap aku sampai tak berkedip begitu???Tegur Hisam yang tengah memergokinya.


Merasa kepergok,Binar semakin dibuat gugup dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain sambil tersipu malu.


"Perlahan dia bangkit dan merapikan mukena beserta sajadahnya kembali,Masih tak berani beradu pandang dengan suaminya.


"Segar banget ternyata,habis mandi.."Celetuknya berusaha mencari topik pembicaraan.


"Apa...???


Mas Hisam habis mandi??


Di jam segini??


ini udah hampir tengah malam lho mas??


Sudah jam 10 lewat...!!!


Tegurannya begitu spontan karena merasa kaget.


"Kenapa...????


Reaksinya biasa aja kali...!!!


Aku uda terbiasa mandi malam-malam,Uda menjadi kebiasaan aku dari dulu,


"Apa masalahnya...???


Toh ada water heater,tinggal pencet aja.."


Hisam menjawab santai.


"Tapi jangan di jadikan kebiasaan dong??Nanti bisa kena penyakit paru-paru basah lho?Memang mas Hisam nggak takut??


Binar sengaja menakut-nakuti karena tidak senang dengan kebiasaan suami nya itu,Karena itu memang benar adanya,dia sering membaca artikel,bahaya mandi malam-malam apalagi di saat pori-pori sedang terbuka.


"Itu sih nggak masuk akal,Terus bagaimana Dong seseorang yang dalam keadaan junub nggak di bolehin mandi malam-malam,Bagaimana mereka bisa menunaikan sholat sementara belum membersihkan diri"Tanya Hisam begitu polos nya.


"Itu mah lain ceritanya,


Yah..harus mandi wajib dong sebelum menunaikan sholat"Jawab Binar begitu bersemangat.


"Apa bedanya kalau begitu???


Yah,beda dong..!!!karena biasanya pas udah menjelang shubuh dan itu memang waktu yang sangat pas buat mandi jadi tidak akan ada lagi efeknya yang berbahaya bagi kesehatan tapi malah sebaliknya"Binar masih tetap kekeh pada pendapatnya sendiri.


"Oh..yah...???


"Iya dong,masak hal sepele begitu mas Hisam belum paham-paham juga sih,Wong dari SD Kita udah belajar tentang teorinya kali..???sepertinya Binar mulai kesal dengan pembahasan mereka.


"Ntah kenapa aku selalu kehabisan bahan obrolan setiap kali berada dekat kamu tau nggak?Makanya hal yang bisa nyambung jadi aku sambungkan aja,meski kamu menganggap aku sedikit bodoh...???


"Aku pura-pura aja nggak paham soalnya..!!!Ujar Hisam dalam hati sambil tersenyum licik mendengar Binar masih bersusah payah menjelaskan dengan sedetail-detailnya.


Lalu tanpa merasa canggung lagi dia langsung berganti pakaian dihadapan Binar saat itu juga,membuat Binar secepat kilat membalikkan badan demi menghalangi pandangannya dari hal-hal yang menyeramkan yang bisa saja dia liat.


"Tidak tau malu...!!!


Umpatnya lirih dan kesal.


"Apa...???


"Nggak ada apa-apa kok,Aku nggak merasa ngomong apa-apa..!!!Kilahnya lalu berlalu meninggalkan suaminya yang masih sementara memakai baju.


"Kenapa sih sikap mas Hisam jadi aneh begitu???


"Apa dia lagi kerasukan yah??

__ADS_1


"Kenapa juga dengan hatiku ini,selalu berdebar dan tak mengenal waktu begini???


"Dia pikir itu bisa membuat aku tenang apa??


keluhnya dalam hati sambil berjalan menuju Balkom kamar.


"Hisam begitu cepat menyusulnya, Harum bau parfum cologne milik suaminya membuat nya semakin tak mampu mengendalikan perasaannya ,Ntah efek hormon yang masih belum stabil atau karena lagi Kasmaran sehingga tidak bisa berpikir dengan jernih lagi,apalagi saat Hisam semakin mendekat ke arahnya.


"Kamu kenapa...???


"Apa kepengen makan sesuatu???


Tanya Hisam memastikan,


Binar hanya menggeleng pelan,


Ntah kenapa beberapa waktu terakhir ini rasa ngidam nya mulai sedikit berkurang bahkan napsu makannya pun mulai stabil kembali.


"Aku punya satu permintaan,Boleh aku memintanya sekarang??Tiba-tiba saja Hisam mengutarakan Niatnya yang sudah beberapa hari ini selalu saja mengganggu pikirannya.


"Binar langsung menatapnya,


Mas Hisam mau minta apa memangnya??Kalau aku bisa penuhi,insya allah akan saya lakukan asal jangan yang macam-macam saja??Binar langsung menekankan,perasaannya mulai sedikit nggak enak.


"Hisam seperti masih ragu mengutarakannya,


Tapi Dengan satu tarikan napas,Dia lalu meraih tangan Binar dan menuntunnya untuk duduk di kursi yang tersedia di balkom kamar saat itu.


"Binar masih di landa kebingungan melihat tingkah Hisam saat itu,apalagi hatinya,jangan di tanya lagi,serasa jantungnya mau berhenti berdetak detik itu juga,Tangan nya mulai berkeringat dingin.


"Kenapa tangan kamu sedingin ini??Tegur Hisam di buat kaget.


"Oh..nggak...!!!


Nggak kok mas,Binar langsung menepis genggaman tangan Hisam.


"Kenapa kamu gugup begitu???


Hisam berusaha meyakinkannya karena sepertinya Binar mulai merasa nggak nyaman.


"Nggak mas,bukan begitu..!!!


Binar semakin gelisah,kenapa sikap suaminya semakin aneh saja,mana mungkin dia bisa langsung percaya begitu saja.


"Kalau memang kamu nggak mau dan belum siap,ya udah aku nggak akan minta kok..!!!Ucap Hisam sembari menatap kedua bola mata Binar meminta persetujuan darinya.


"Boleh aku mencium Baby H...???


"Apa..???


"Yah,aku hanya ingin mengelus dan mencium nya walau hanya sekali saja"Ulang Hisam lagi,permintaan yang begitu sangat sederhana sekali membuat mata Binar mulai berkaca-kaca karena terharu.


"Maksud mas Hisam,Baby H yang ini??Tanya Binar mencoba memastikannya kembali, sambil menunjuk perutnya yang terlihat mulai membuncit.


"Hisam mengangguk,


Membuat Binar tersenyum sambil menitikkan air mata haru,kalau saja dia bisa punya keberanian untuk bisa memeluk suaminya saat itu,ingin dia lakukan hal itu saking bahagianya mendengar permintaan sederhana suaminya saat itu.


"Boleh aku menciumnya sekarang???Hisam kembali bertanya.


"Binar mengalihkan pandangannya ke arah lain lalu dengan cepat menghapus air matanya,air mata bahagia.


"Boleh mas,silahkan...!!!Ucapnya sambil menyingkirkan tangan nya agar tak ada penghalang lagi bagi suaminya untuk bisa melihat dan mengelus langsung perutnya saat itu.


"Hisam seperti anak kecil yang baru saja di kasi hadiah sepeda,dengan wajah sumringah dan begitu antusias sekali berjongkok di depan Binar.


Perlahan dia memegang perut Binar yang memang sudah mulai membuncit,sambil tersenyum senang dia akhirnya bisa mengelus-elusnya meski dulu pernah mencuri kesempatan mengelusnya juga saat Binar tengah tertidur pulas.


"Hai,jagoan Ayah apa kabar di dalam sana??Bisiknya dalam hati,sambil masih mengelus pelan,lalu tanpa ragu dia langsung mengecupnya tak memperhatikan bagaimana ekspresi wajah Binar saat itu yang jelasnya perasaannya cukup bahagia bisa sedekat itu dengan si jabang bayi nya.


"Makasih yah..!!!


"Binar hanya menanggapinya dengan sebuah anggukan di kepala disertai sebuah senyuman yang terukir manis di bibirnya.

__ADS_1


"Ya..udah,masih mau lama-lama di sini atau sekarang kita tidur??Tanya Hisam memberi pilihan,


"Mas Hisam kalau memang mau tidur,tidur aja dulu, aku kayaknya masih belum ngantuk"Jawabnya.


"Oke,kalau begitu aku temenin kamu begadang boleh yah...???Mumpung malam ini Bulan bersinar dengan cerah apa salahnya kita nikmati dulu panoramanya,karena belum tentu besok malam masih mau menampakkan sinar Rembulan nya"Ucap Hisam begitu diplomatis.


"Binar hanya menanggapinya dengan tersenyum,dia merasa begitu bahagia sekali,walau beberapa hari kemarin masih sempat kepikiran soal acara Reunian suami nya itu,tapi beruntungnya dia di ajak serta bahkan bisa kenal dengan teman-teman suaminya walau dia harus menjadi sosok orang lain di depan mereka tapi setelah mendapat perlakuan seperti itu dari Hisam membuat satu keyakinan mulai tumbuh di dalam hatinya dan berharap ini bukanlah hanya sekedar mimpi nya belaka namun bisa menjadi nyata suatu hari kelak,dia sudah cukup bahagia saat merasakan elusan tangan Hisam yang begitu tulus di atas perutnya tadi,apalagi menamai Calon bayinya dengan sebutan baby H,kenapa terdengar begitu keren sekali yah...??? Apakah itu menandakan Hisam mulai bisa menerima kehadiran calon bayi nya itu...???


"Terima kasih mas..."Batin nya.


******


Sementara itu di lain tempat,tampak Anin tengah duduk menyendiri,pikirannya sedang kalut,Matanya mulai sembab karena air mata.


"Reunian yang harusnya dia lewati dengan penuh kegembiraan malah seperti ini jadinya,


Lamunannya langsung buyar ketika sebuah tangan menyentuh pundaknya.


"Dia cukup tersentak dan langsung berbalik menatap orang yang berada di belakangnya saat itu.


"Riko...!!!


Pekiknya setengah berteriak,


"Apa kabar..Nin....???


"Mau apa kamu ke sini???


"Apa masih belum cukup penderitaan yang kamu berikan kepadaku selama ini...???Ucap Anin dengan tatapan tajam.


"Aku merindukan kamu...Nin,ucap Riko begitu percaya diri sekali,


"Persetan dengan semua itu...???


"Kamu sudah menghancurkan hidupku,menghancurkan segalanya"Anin begitu histeris melihat kemunculan Riko saat itu.


"Aku datang sengaja ingin mencari dan menemui kamu,aku ingin meminta maaf untuk semua kesalahan yang pernah aku perbuat padamu dulu,tapi asal kamu tau itu semua karena aku sangat mencintai kamu"Tutur Riko berusaha mengungkapkan perasaannya kembali.


"Jangan pernah kau ucap kata itu lagi bajingan,kamu telah menjebak aku dan sengaja ingin memisahkan aku dari mas Hisam,5 tahun aku hidup dan terus dihantui rasa penyesalan yang teramat dalam,itu semua terjadi karena kelicikan kamu.


Seumur hidup Aku akan sangat membenci kamu"Ucap Anin dengan tatapan berapi-api.


"Aku mohon maafkan aku..Nin,Ayo kita mulai semuanya dari awal,dari dulu aku mau kok mempertanggung jawabkan semuanya tapi kamu yang memilih pergi dari ku bahkan tak pernah memberi kesempatan buat aku"Riko tetap tak mau menyerah begitu saja.


"Lupakan semua itu,tidak akan pernah ada kesempatan buat laki-laki pengecut seperti kamu.."Tegas Anin lalu pergi meninggalkan Riko yang masih sangat berharap padanya.


"Anin...!!!


"Nin....tunggu,teriaknya berusaha mencegahnya namun Anin tetap tak peduli,dia pergi dengan air mata yang semakin berlinang di pipinya.


"Riko tetap berdiri mematung memandangi kepergiannya,


"Luar biasa Rik....


"Orang kalau sudah terlanjur cinta,apapun bisa dia lakukan...???


"Kok aku jadi terharu yah ngeliat perjuangan kamu sampai sekarang,apa 5 tahun masih belum cukup buat kamu menunggu...???


"Hatinya tetap sekeras baja,tidak akan pernah mencair karena dia masih mencintai suami orang"Ucap Tania yang tiba-tiba muncul di sampingnya dan Ntah kenapa Riko sangat yakin Tania pasti sudah menguping dan mendengarkan semua pembicaraan antara dirinya dengan Anin tadi.


"Tania....!!!


"Kenapa begitu kaget...???


"Kamu santai dong Rik,karena hanya aku saja yang tau rahasia kalian jadi nggak ada yang perlu dikhawatirkan"Ucap Tania begitu santainya.


"Yah,makasih yah Tan...kalau bukan karena kamu aku tidak mungkin bisa datang ke acara reunian kita ini dan bisa bertemu lagi dengan Anin,Ucap Riko tak merasa curiga sama sekali.


"Oke,sama-sama selamat berjuang kembali yah..!!!semoga kamu sukses mendapatkannya"Tania terus menyemangatinya padahal dalam hatinya penuh tipu muslihat,


Apa sebenarnya yang sedang kamu rencanakan Tania???????


***********$$$$$$$$$$$$$*************

__ADS_1


__ADS_2