
Hampir semalaman Hisam menangis menunggui Binar,Dia bahkan tetap terjaga menungguinya sampai pagi,Meski Dokter Jayadi sudah mengatakan,Jika kondisinya mulai stabil dan sudah melewati masa kritisnya setelah dilakukan operasi,Tapi Ntah kenapa itu tidak serta merta membuatnya tenang.
Seperti ada kecemasan dan ketakutan tersendiri yang selalu muncul di benaknya,trauma masa lalu kembali menghantui nya,Takut merasa kehilangan lagi orang yang di cintai nya.
"Tangan Binar di genggam nya begitu erat seperti tidak ingin di lepas nya,Bahkan sudah berulang kali dia mengecup punggung tangan itu,berharap dengan sentuhan nya bisa membangunkan Binar dari tidur panjang nya.
"Hei...Selamat pagi"
"Ayo bangun sayang....!!!!
"Kenapa kamu tertidur begitu nyenyak nya...???Ucap nya dengan suara serak sambil perlahan mengecup pucuk kepala istrinya dengan lembut,meski semalaman dia nggak tidur tapi Hebatnya pagi itu dia tetap tidak merasakan kantuk bahkan dia menyambut matahari terbit dengan begitu semangat nya.
"Tenanglah Tuan muda,kondisi Nona Binar sudah mulai membaik,dia sudah cukup merespon.."Ucap Dokter Jayadi setelah melakukan operasi dengan selamat.
"Lantas kenapa dia belum juga terbangun???Tanya Hisam masih di landa kecemasan.
"Ini masih dibawah pengaruh obat Tuan muda,Dan saya juga sudah menyuntikkan obat penenang agar beliau bisa beristirahat dengan tenang,esok pagi kalo Nona terbangun dia akan merasa lebih bugar"Jawab Dokter Jayadi berusaha meyakinkannya.
"Kata-kata Dokter Jayadi semalam cukup menguatkannya bertahan tembus pagi,dia takut semisal istrinya itu terbangun dan membutuhkan pertolongannya tapi dia malah tidak menyadarinya.Ibu mertuanya sendiri sudah di paksa nya pulang ke rumah mereka dari semalam di antar oleh Leo,meski Dia juga sangat bersikeras untuk ikut menemaninya menunggui Binar namun setelah di yakinkan, apalagi dengan melihat kondisi Bu Retno yang seperti kurang sehat mau nggak mau memaksa Leo untuk rela meninggalkannya.
"Mata Hisam kembali berkaca-kaca apalagi melihat Binar yang masih belum memberikan respon apa-apa meski dia sudah memanggil namanya beberapa kali,padahal Dokter Jayadi sendiri sudah sangat yakin bahwa Dia akan segera terbangun pagi ini.
"Bunyi pintu dibuka sontak mengalihkan perhatiannya,Dan saat ekor matanya
menangkap sosok dua orang yang tengah berdiri di ambang pintu, serta merta membuat tangisannya kembali tak terbendung.
"Mama...
"Papa....
Panggilnya lirih,
"Ya...allah menantu mama"Teriak Bu Widya Histeris saat melihat kondisi Binar saat itu,dia langsung mendekap Binar ke dalam pelukannya,perlahan air mata nya tumpah tak tertahankan.
"Kenapa ini bisa terjadi sih sayang..???
"Hisam,kenapa kamu tak menjaga istri Kamu Nak,kenapa kamu biarkan mama kehilangan calon cucu mama"
Sayup-sayup mendengar ucapan mamanya, semakin membuatnya teriris dan depresi,Rasa penyesalan dan bersalah semakin menghantui pikirannya.
"Pak Indra langsung memeluk putranya,berusaha menguatkannya.
"Aku lebih sakit lagi ma,Aku sudah pernah kehilangan...Aku nggak mau kehilangan Dia lagi pa...!!!"Ucap Hisam gemetar dalam pelukan pak Indra.
"Tenanglah Nak,Sabar....!!!
Semua ini sudah di gariskan takdir,Kita hanya bisa pasrah menerima cobaan ini,kamu harus kuat Nak demi istri kamu"Pak Indra mencoba menguatkan putranya.
"Hisam kembali menangis,menumpahkan segala gundah di hatinya di hadapan kedua orang tua nya.
"Maafkan kami nak,kami baru sampai setelah semua nya terjadi dan membiarkan kamu melalui semua ini dengan sendiri,maafkan mama sayang,mama dan papa tidak pernah menyalahkan kamu soal ini,ini Sudah kehendak yang maha kuasa,Maafkan mama Sayang"Peluk Bu Widya baru menyadari kekeliruannya,dia lupa kalau putranya baru saja sembuh dari trauma masa lalu nya.
"Aku kalah lagi ma,aku aku kalah...!!!
"Aku bahkan tidak bisa menjaganya dengan baik"Sesal Hisam semakin merasa bersalah.
__ADS_1
"Tidak sayang,kamu sudah melakukan yang terbaik,Percayalah semuanya akan baik-baik saja...!!!Bu Widya berusaha menenangkannya.
"Bohong ma,semua orang sudah membohongiku,bahkan dokter sendiri hanya menjanjikan kebohongan belaka,dia bilang pagi ini dia akan segera terbangun tapi nyatanya dia tetap diam ma,bahkan dia tidak mau mendengarkan aku..!!!Ayo..pa,tolong bangunkan dia,setidaknya aku ingin melihatnya membuka mata dan tersenyum padaku"Pinta Hisam semakin Depresi.
"Tenang sayang,tenang....!!!
"Bu Widya semakin mempererat pelukannya,Air matanya semakin berlinang,kejadian 5 tahun yang lalu kembali terlintas di benak nya saat putranya itu kehilangan orang yang di cintai nya,dia bahkan harus memanggil psikiater demi membantu memulihkan kejiwaan putranya saat itu Dan dia takut hal itu akan terulang lagi andai terjadi sesuatu dengan menantunya.
"Ya..allah, jangan biarkan hal itu terjadi"Batinnya memohon.
"Bersamaan dengan itu Bu Retno datang bersama Leo.
"Dia tertegun saat mendapati menantu nya yang seperti orang linglung dan depresi.
"Leo,tolong bantu saya membawa Tuan Hisam keluar dulu,dai butuh waktu dan ruang untuk menenangkan dirinya sendiri"pinta Pak Indra yang mulai kewalahan menghadapi emosional putranya.
"Jangan pa,aku tidak mau meninggalkannya sedetik pun,aku ingin menungguinya sampai dia terbangun,bagaimana kalau nanti dia terbangun dan dia tidak melihat ku,dia pasti akan mencariku pa"Tolak Hisam.
"Tenanglah Nak,Dia akan semakin terluka saat melihat kamu dalam keadaan di luar kendali begini,"Ujar Pak Indra menyadarkannya.
"Ayo Tuan muda,kasihan Nona biarkan dia beristirahat dengan tenang...!!!Setelah dia terbangun nanti saya akan memberitahu Anda,Bujuk Leo.
"Nggak perlu,Aku tetap akan berada di sini. tidak akan aku biarkan siapa pun untuk mencelakainya lagi,sekarang aku yang akan menjaganya 24 jam karena Anak buah kamu semuanya nggak becus kerjaannya"Tatap nya berapi-api.
"Leo tidak membantah namun langsung mendekapnya bersama pak Indra dan berusaha membawanya keluar dari ruangan Binar.
"Ayo..Nak,tenangkan dulu dirimu...!!!
"Ayo..Nak,...Pak Indra terus membujuknya sampai dia luluh dan mengikuti kemana mereka akan membawanya.
"Bu Retno memeluk Bu Widya,mereka kembali berlinang air mata.
"Jam 5 shubuh tadi Landing nya,aku dan mas Indra dari bandara langsung ke sini..."Jawab Bu Widya serak.
"Maafkan aku Wid...seharusnya aku bisa pulang secepat nya sehingga bisa ikut menjaga Binar dan calon cucu kita"Bu Widya kembali memeluknya.
"Kita harus sabar Wid,mungkin allah belum mempercayakan kita jadi seorang nenek"Bu Retno sedikit mulai bersikap dengan tenang.
"Iya..Ret...,Aku akan berusaha mengikhlaskannya,tapi yang aku sesali aku bahkan belum sempat menyentuh kehadirannya di perut ibunya ini, tapi Allah telah mengambilnya duluan dari hidup kita"Sesal Bu Widya sambil menyusut air matanya.
"Bersabarlah..Wid,Kembalikan semuanya pada Allah,Kalau kita ikhlas menerima segala bentuk cobaannya insya allah kita akan mendapatkan ganjaran yang setimpal,semoga ada hikmah di balik semua cobaan ini,sekarang kita punya tugas yang berat mengembalikan psikis keduanya,Karena Nak Hisam terlihat depresi berat dan tidak bisa menerima kenyataan ini,Aku juga nggak bisa ngebayangin bagaimana nanti jika putriku sudah mulai terbangun dan mengetahui segala nya,Apa yang bisa aku katakan padanya"Ucap Bu Retno kembali dengan linangan air mata.
"Bu Widya menatap Binar dengan tatapan iba,
"Maafkan mama sayang,Mama menyesal telah meninggalkan kalian begitu lama sekali,seharusnya mama mikir,saat saat seperti ini kamu butuh sosok mertua yang bisa mendampingi,serta membantu dan menjaga kamu setiap saat tapi mama dan papa malah jauh dari kalian,kamu harus kuat yah..sayang...!!!Mama sangat menyayangi kamu"Ucap Bu Widya sambil membelainya kemudian mengecup keningnya.
"Pergilah...Wid,Nak Hisam sekarang lebih butuh kamu,tenangkan dia...!!!
"Binar biar aku yang jaga"Ucap Bu Retno.
"Tapi Ret,bagaimana kalau menantuku terbangun...???
"Aku akan memanggil kalian...!!!
"Baiklah,aku pergi sebentar yah...!!!
__ADS_1
"Jangan lupa kalau kamu butuh apa-apa,jangan segan manggil kami"pesannya.
"Pasti...Wid....!!!
"Meski tidak rela meninggalkan Menantunya tapi Atas desakan sahabatnya sekaligus besannya itu, akhirnya dia keluar mencari Keberadaan Hisam.
"Sepeninggal Bu Widya,Bu Retno mendekat ke arah putrinya,
"Binar....sayang,kamu menangis....???pekiknya kaget sambil memperjelas penglihatannya kembali,Dan benar saja. padahal dari tadi mata itu sudah mulai basah oleh air mata saat mendengar teriakan histeris suaminya,namun dia tetap tidak bergerak dan berusaha untuk tidak bersuara.
"Binar,kamu dengarkan ibu Nak...!!!
Bu Retno berusaha menghapus air matanya.
"Sebentar Ibu akan memberitahu suami kamu"Bu Retno begitu antusiasnya ketika perlahan melihat dia mulai sadar.
Tapi baru saja dia akan berdiri,tiba-tiba tangan Binar Menahannya.
"Bu Retno cukup kaget,saat tangan itu menggenggam erat tangannya lalu perlahan kedua mata itu mulai terbuka.
"Sayang...Alhamdulilah Kamu sudah sadar Nak...???Bu Retno memeluknya dengan penuh rasa haru dan bahagia.
"Air mata Binar kembali jatuh membasahi pipinya.
"Bu Retno menengadahkan kedua tangannya ke atas sebagai ungkapan rasa syukur dan bahagianya,lalu mencium kedua pipi putrinya.
"Jangan menangis sayang,percayalah semuanya akan baik-baik saja..."Ucap Bu Retno berusaha menguatkannya.
"Binar tak mampu berkata apa-apa,dia hanya meneteskan air mata menangisi nasib nya yang malang,perlahan dia meraba perutnya...yang kembali rata.
"Kamu harus ikhlas sayang...!!!Bu Retno kembali memeluknya.
"Kenapa aku harus kehilangan bayiku Bu,di saat aku sedang sayang-sayang nya"Ucap nya lirih dengan suara bergetar.
"Bu Retno kembali berurai air mata,Rintihan tangis putrinya semakin membuatnya terenyuh.
"Tuhan nggak adil sama aku Bu,setelah mengambil ayah dari sisiku sekarang mengambil calon bayi aku juga...!!!
"Kenapa Allah begitu kejam pada ku Bu..."Rintih nya begitu dalam.
"Yang Tabah Nak,ini ujian dari yang diatas,Allah swt ingin menguji sampai dimana kesabaran ummat nya,Dia tidak akan memberi cobaan di luar dari batas kemampuan kita sebagai ummat nya Dan ibu yakin anak ibu bisa melewati semua ini dengan berlapang dada,anak ibu seorang wanita yang kuat,Ibu yakin anak ibu sangat tegar"Bu Retno terus berusaha menguatkannya meski itu sangat sulit bagi dirinya terlebih putrinya.
"Binar menggeleng,Tak sanggup berkata apa-apa lagi,Sementara air matanya semakin deras di pelupuk matanya bahkan wajah ibunya sudah tak jelas dia lihat lagi.
"Sungguh pedihnya kehilangan calon bayi nya.
"Aku panggil suami kamu yah sekarang???kasihan dia,Nak Hisam seperti sangat terpukul melihat kondisi kamu seperti ini,Biarkan dia melihatmu Nak...ibu sangat sedih melihat dia seperti orang depresi"pinta bu Retno.
"Jangan..Bu,aku belum siap bertatap muka dengan mas Hisam atau pun mama Widya dan papa Indra,Aku nggak bisa Bu" Binar menggeleng dengan suara serak sambil meraba bekas jahitan di kepalanya yang terasa masih sakit.
"Tapi Nak,mereka sama khawatirnya dengan ibu,suami kamu bahkan tidak pernah tidur semalaman menunggui kamu,hanya ingin melihat kamu segera terbangun"Bu Retno berusaha meyakinkannya.
"Aku tau itu Bu,bahkan aku menyadari kehadiran mas Hisam di dekatku,hanya saja aku nggak bisa membuka mataku dan menatap wajahnya,aku tak sanggup Bu"Batinnya dengan air mata yang kembali menetes di pipinya.
"Bu..Aku ingin pulang ke rumah Ibu...???Pinta Binar tiba-tiba,
__ADS_1
"Bu Retno menatapnya kaget,Dia begitu iba melihat kondisi mental putrinya saat itu,Dia hanya bisa menganggukkan kepala,mengiyakan permintaannya,berusaha setegar mungkin agar nggak menangis lagi di hadapannya demi bisa menguatkannya.
*************$$$$$$$$$$$$*************