
"Setengah jam kemudian mereka sudah sampai di depan sebuah gedung yang berdiri sangat kokoh dan menjulang tinggi bak pencakar langit ,gedung nan megah dan mewah sekali,terlihat dengan jelas arsitekturnya yang begitu unik,identik dengan model ala" eropa.
"Amanda sudah bergumam dari tadi atas kekagumannya melihat Gedung yang bergelar istana itu.
"Ini..beneran kan..Say???tanyanya tidak percaya,
"Pak Adri aku nggak mimpi kan..??
" Ini beneran Gedung Salim group..???"tanyanya kembali memastikan pada pak Adri asisten pribadi pak Jatmiko.
"Iya,benar...!!!
Kalian harus jaga sikap yah,jangan sampai malu maluin nama kantor kita,karena orang yang bakal kita temui ini bukan orang yang sembarangan "ucap Pak Adri mengingatkan,
"Baik pak..sahut Amanda,
Binar hanya terdiam dari tadi sambil memandang keluar jendela mobil.
"Ayo..kita turun,jangan sampai kita telat menghadiri rapat penting ini Ajak Pak Adri.
"Amanda lansung keluar dari mobil dengan tidak sabar.
"Ayo..Nar,cepetan keluar.."ajaknya sambil menarik tangan sahabatnya itu untuk keluar karena terlihat dia masih duduk bengong seperti orang linglung dari tadi di dalam mobil,
"Pelan pelan dong nariknya say,protes Binar karena merasa pergelangan tangannya ditarik begitu keras oleh sahabatnya itu.
"Kamu sih..kenapa nggak semangat begitu..???
"Jangan bilang kalau kamu tidak siap presentasi yah???tanya Amanda memastikan.
"Iya..Nona Binar,Apa Anda siap...???
"Jangan sampai anda grogi dan tidak semangat,ini kesempatan emas buat perusahaan kita,pak Jatmiko pasti akan menaikkan jabatan Anda lebih tinggi lagi kalau Anda bisa menyelesaikan tugas ini dengan baik ucap Pak Adri.
"Insya allah..pak,saya akan usahakan jawab Binar apa adanya.
"Semangat yah say,ucap Amanda sambil memeluk lengannya memberi semangat pada sahabatnya itu.
Binar hanya mengangguk lalu mengikuti pak Adri yang sudah melangkah duluan masuk ke Gedung utama kantor itu.
"Mereka di sambut dengan sopan dan ramah sekali oleh seorang sekertaris yang berwajah cantik dan seksi tiada lain sekertaris pribadi Salim group,Siska.
"Siska kemudian mengarahkan mereka untuk melengkapi beberapa prosedur dalam penerimaan tamu yaitu meminta kartu identitas mereka dan menanda tangani buku tamu perusahaan.
"Setelah itu Siska mempersilahkan mereka untuk menunggu sebentar dan akan mengantar mereka ke ruang rapat Salim group yang berada dilantai atas.
"Binar hanya terdiam,dia merasa sangat gugup,sementara Amanda dari tadi matanya sudah berkeliling,dan sangat takjub melihat isi di dalam gedung itu,
"Ya..allah,sungguh beruntungnya orang orang yang bisa bekerja ke dalam perusahaan ini bisiknya kepada Binar.
"Ya..
sahut Binar singkat.
"Aku sudah tidak sabar pengen bertemu dengan pak presdir idolaku..itu "ucap Amanda dengan senyum bahagianya,sontak membuat Siska yang sedang menyelesaikan berkas mereka lansung berbalik menatapnya dengan tatapan jengah tidak suka,
__ADS_1
"Sementara Binar hanya terdiam sambil menyapu pendangannya ke setiap sudut kantor itu,Dia bisa melihat Desain interior yang benar benar klasik,gaya ala Eropa yang glamor dan megah,disertakan dengan ornamen ornamen warna emas menjadi warna yang paling menonjol.
"Benar benar elegan.."gumamnya sendiri.
"Tidak lama kemudian Siska sang sekertaris meminta mereka untuk mengikutinya setelah terdengar tadi dia menerima telpon dari seseorang.
"Amanda lansung menarik tangan Binar untuk segera mengikuti langkah pak Adri yang sudah agak jauh meninggalkan mereka bersama Siska.
"Ayo..cepetan..Say,jangan nervous begitu dong "ucap Amanda mencoba menyemangatinya karena bisa membaca mimik muka sahabatnya yang kelihatan grogi banget.
"Binar hanya mempererat genggaman sahabatnya itu dan mencoba untuk menutupi kepanikannya.
(jangan panik begitu dong..say,secara orang yang akan kau temui itu bukan orang lain,tapi suami kamu Tuan Hisam...!!!tapi aku aja mulai panik nih....hehehe)penulis.
"Hawa dingin dan sejuk mulai menerpa tubuh Binar saat sudah berada di lantai paling atas,
Terasa nyaman dan menyegarkan,
"Ini Kantor atau istana sih...???batinnya,
"Mari..pak,Bu..silahkan masuk ucap Siska dengan ramah sambil membuka pintu.
"Pak Adri sudah melangkah masuk duluan,begitu pun Amanda yang sudah tidak sabar bertemu lansung dengan sang idolanya itu,perlahan Binar pun melangkah masuk mengikuti mereka dari belakang,
"Terlihat para tamu undangan serta petinggi perusahaan mulai banyak yang datang memenuhi kursi yang sudah disediakan.
"Binar bernapas lega,tatkala melirik kursi yang paling depan belum terisi itu artinya sang presdir belum datang pikirnya,
"Mereka pun melangkah duduk ke tempat yang sudah di sediakan untuk perusahaan-perusahaan yang akan mengajukan kerja sama,
"Kok belum nongol-nongol juga sih dari tadi"ucap Amanda setengah berbisik tapi bisa terdengar dengan jelas oleh Siska yang sedang duduk di samping mereka.
"Terlihat mukanya mulai jeulous melihat sikap Amanda yang seperti itu dari tadi,hatinya mulai memanas,dia memang paling tidak suka kalau ada seseorang yang memuji-muji presdirnya itu apalagi seorang wanita, bukan tanpa alasan,dia menaruh hati pada presdirnya itu dan berharap hanya dia yang akan memilikinya.
"10 menit menunggu,orang yang di nanti nanti semua orang akhirnya muncul dengan berwibawa bersama Asisten pribadinya.
"Mereka semua lansung berdiri menyambutnya dan memberi hormat tak terkecuali Binar,meski dia tidak berani menatap ke depan,Hisam tertegun tatkala pandangannya tertuju kearah seorang wanita yang begitu sangat dikenalnya tapi kembali dia memperlihatkan sikap tidak pedulinya,
"Sambil berdiri dia menyapa semua para karyawan dan kliennya yang hadir dan mempersilahkan mereka duduk kembali.
"Amanda terlihat begitu antusiasnya, melihat Idolanya secara lansung dan begitu dekat sekali di depan matanya,seandainya tidak di tahan oleh Binar mungkin dia sudah berlari ke depan dan menjabat tangannya lansung.
"Dasar lebay.."ucap Siska lirih ketika kembali memperhatikan sikap Amanda yang di nilainya sangat berlebihan itu.
'5 menit kemudian Hisam berdiri dan memberi sambutan,Binar mencoba bersikap lebih santai,menarik napas yang panjang,agar punya keberanian untuk mendongak menatap ke depan,melihat sang presdir menjelaskan maksud dan tujuan di adakan rapat undian kerja sama siang itu.
"Siapa pun nanti perusahaan yang berhasil dengan presentasi terbaiknya maka pihak perusahaan akan mengajukan kontrak kerja sama dengan perusahaan tersebut...!!! sekali lagi,selamat datang dan selamat bergabung dengan perusahaan kami ucapnya dengan lantang dan berwibawa.
"Terdengar tepuk tangan yang riuh...
"Mari kita mulai rapat ini,dan kami persilahkan untuk memulai presentasinya, untuk setiap perusahaan kami persilahkan untuk maju ke depan "ucapnya menutup sambutannya lalu duduk kembali ke tempatnya.
"Amanda tersenyum sendiri dari tadi,dia benar benar tidak konsen melihat idolanya itu berdiri di depan matanya.
"Man...,kamu fokus nggak sih???tegur Binar.
__ADS_1
"Iya..say,aku dengar kok...!!!
"Kamu tuh..yang harus fokus,sebentar lagi giliran kamu" ucap Amanda memberitahu.
"Kamu nggak deg-degan kan???
"Seperti aku yang deg-degan melihat pujaan hatiku saat ini" ucap Amanda pelan,karena tidak mau pak Adri sampai mendengarnya.
"Ah..kamu ini,
"Bisa nggak,sikap kamu biasa aja,jangan lebay seperti ini..!!!sahut Binar.
"Memang,kamu nggak deg-degan gitu???
Ngeliat lansung ketampanannya,
"Duh,sungguh sempurnanya laki laki ini,Alangkah beruntungnya wanita yang bisa menjadi istrinya.."ucap Amanda lagi.
Membuat hati Binar tiba tiba bergetar mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Tak seberuntung seperti yang kamu pikirkan say..ucapnya membatin.
"Setelah sebagian perusahaan lain sudah memberi presentasi kini tiba giliran Binar.
"Terdengar dengan jelas dan lantang saat Siska menyebut dan mempersilahkannya maju ke depan.
"Sekarang giliran dari perusahaan PT.Mega Utama untuk presentasinya.
"Dengan ini,kami persilahkan dengan hormat
Nona Binar.. teriak Siska menyebutkan namanya.terdengar tepukan yang gemuruh sambil mereka menanti siapa orang yang di maksud.
"Binar pun berdiri,dan memberi hormat sebentar.
"Semangat yah..say,ucap Amanda,
"Iya..tunjukkan kualitas kamu dan berikan yang terbaik,aku percaya sama kamu ucap pak Adri ikut menyemangatinya.
Dia hanya mengangguk,lalu perlahan berjalan kedepan.
Sementara tatapan Hisam tertuju padanya,seperti tidak sabar menunggu presentasinya, sementara itu Leo tampak mendekat ke arah Tuan Hisam dan berbisik sesuatu ke telinganya.
"Hisam hanya mengangguk,
Dan tanpa aba aba lagi,Leo sang sekertaris lansung berjalan ke dekat Binar dan menyodorkan sebuah botol air mineral yang di ambilnya tadi di dekat Hisam.
"Silahkan di minum dulu Nona.."ucapnya dengan sopan karena dia bisa melihat Binar sedikit gugup dan terlihat panik.
"Binar menatapnya sebentar,lalu tersenyum menerimanya.
"Makasih..pak jawabnya.
"Yah..sama sama jawab Leo sambil membungkuk dan kembali ke tempatnya semula.
"Semua orang yang hadir,sempat merasa heran melihat perlakuan Leo yang di nilai istimewah terhadap Binar terlebih Siska yang terus bertanya-tanya sendiri dalam hati.
__ADS_1
**************$$$$$$$$$$$$*************