
Mobil Marcedes Benz itu terlihat sudah memasuki area parkiran,semua orang yang sudah hadir mulai berkerumun berlomba ingin berada di baris paling terdepan menyaksikan sang idola,Beragam reaksi bermunculan hingga ada yang nggak terkendali dan tidak tidak sabar untuk bertemu namun yang di tunggu tak kunjung jua keluar dari mobil itu.
"Sepertinya semua sudah menanti kehadiran Anda Tuan,Ucap Leo pelan-pelan ketika melihat semua teman-temannya sudah mulai berkerumun menanti kehadiran mereka.
"Kamu bisa turun duluan...!!!jawab Hisam sambil memberi bahasa isyarat jika dirinya belum bisa melakukan pergerakan apa-apa.
"Apa nggak sebaiknya Nona di bangunin dulu???
"Nggak perlu,biarkan dia tidur sejenak"sambungnya.
"Baiklah...
Leo sempat melirik Binar yang masih tertidur pulas beralaskan kedua paha Tuan Hisam.
"selamat menikmati perhatian-perhatian Tuan Hisam..Nona,aku ingin liat sampai dimana Tuan muda bisa bertahan dalam keadaan seperti itu, semoga saja Anda baru akan terbangun menjelang magrib nanti"...Leo tertawa begitu puas dalam hatinya sambil melirik Tuan muda nya yang begitu pasrah sekali.
Leo memutuskan untuk menemui teman-temannya lebih dulu,setelah mengaktifkan AC pendingin mobil.
"Leo...kok kamu sendirian aja???
"Mana mas Hisam???Tania sudah menyonsongnya dengan berbagai pertanyaan cukup mewakili perasaan semuanya,karena dari tatapan mereka yakin semua mencari sosok fenomenal itu.
"Iya..Leo,Si sombong itu beneran nggak mau menghadiri acara reunian kita ini??
keterlaluan sekali"Dengus Dion mulai kesal.
"Anin terlihat kecewa sekali mendapati kenyataan bahwasanya Hisam benar-benar tak datang siang itu.
Dasar sombong,sudah lupa daratan dianya,Jangankan mau menghadiri reuni kita ini sekedar nyapa kita-kita di grup saja dia tak pernah muncul jadi kalian nggak usah berharap lebih deh"Ryan angkat bicara.
"Betul sekali tuh..Yan,Sambung Ayu.
"Husss,kalian ini...???
Nanti semisal Tuan Hisam denger,dia bakalan jitak kepala kalian satu persatu,baru tau rasa kalian"Ucap Leo mulai kesal mendengar semua ujaran teman-temannya itu terhadap Tuan Hisam.
"Memang dia bakal denger,wong orangnya nggak ada di sini...!!!peduli amat,kembali Dion melampiaskan kekesalannya.
"Dia datang kok,masih sementara di dalam mobil sedang menyelesaikan urusannya lebih dulu.
"Apa...????
serempak mereka terkejut mendengar penuturan Leo barusan.
"Jadi beneran mas Hisam datang???
Aku mau nemuin dia sekarang...sahut Tania tidak sabar.
"Eh,tunggu....!!!
Cegah Leo,
"Kenapa...???
"Dia ada urusan penting,jangan di ganggu dulu,bentar lagi dia juga akan turun kok..!!!
"Dasar presdir sombong,ngapain masih bawa-bawa pekerjaannya sampai kemari,toh di sini kan kita mau bersantai,bernostalgia bersama bukan ngurusin pekerjaan lagi"Ucap Dion tetap tak terima.
"Itu urusan dia,setidaknya dengan datang kemari sudah membuktikan bahwa dia masih peduli dengan teman-temannya"Bela Anin,
"Cieeee....yang pengertian banget,ledek Ayu.
di sambut tawa riuh dari teman-temannya yang lain membuat Tania sedikit cemberut melihat reaksi teman-teman nya saat itu yang seolah-olah lebih mendukung Anin ketimbang dirinya.
"Hisam perlahan membelai rambut yang tergerai di atas pangkuannya itu sambil dengan seksama mengamati wajah yang sedang tertidur begitu nyenyaknya,seolah tak terganggu dengan keadaan sekeliling.
"kenapa hatinya berdesir begitu hebat tatkala memandangi wajah itu,wajah yang menampakkan aura kecantikan nya meski tak sempat dipoles dengan apa-apa.
Ada perasaan tenang dan damai di kala dia menikmati saat-saat seperti sekarang ini,Ntah kenapa ada perasaan bahagia yang begitu besar ketika Binar bermanja-manja padanya,mungkinkah sudah ada sedikit rasa di sudut hatinya,Ntahlah...???
"Bunyi ketukan pintu mobil segera menyadarkannya,bersamaan dengan itu Binar terbangun.
"Alangkah terkejutnya ketika mendapati dirinya dalam keadaan tertidur dipangkuan suaminya.
Sontak dia terjaga dan berusaha bangkit meski kesadarannya belum pulih benar.
"Astagfirullah,kita sudah sampai yah mas...???
Sudah berapa lama aku tertidur tadi??Tanyanya sambil memperbaiki penampilannya yang terlihat kusut.
__ADS_1
"Eh..Nona sudah bangun???Rupanya Leo yang mengetuk pintu mobil tadi,
"Tuan Leo,kenapa nggak bangunin aku dari tadi.kasihan mas Hisam kan...!!!
Dia sepertinya kecapean banget,
Binar merasa sangat bersalah sekali apalagi ketika melihat suaminya seperti Sulit menggerakkan kakinya karena merasa kram,Terlalu lama tak di gerakkan.
"Maaf Nona..Saya tidak tega membangunkan anda,lagian orang yang anda jadikan bantal tidur juga sepertinya tidak berkeberatan, jadi sekalipun Nona tertidur sampai besok pagi masih aman-aman juga kok"Ledek Leo sambil tersenyum licik.
"Apa...???
Hisam mengumpat dalam hati,
Binar berusaha menyembunyikan wajahnya yang terlihat menahan rona malu.
Bagaimana mungkin dia bisa tertidur selama itu dan nggak sadar diri???
"Bagaimana perasaannya sekarang...???
kalau sudah merasa lebih baik,ayo silahkan turun"Hisam tiba-tiba menanyakan keadaannya.
"Iya..Alhamdulilah,saya sudah merasa sangat baik kok mas,
"Yah tentu saja,wong kamu tidurnya kayak kebo,udah ngorok,nggak tau diri,masih untung nggak ngiler"Ucap Hisam lirih.
"Apa...???
"Apa yang mas Hisam ucapkan barusan,aku bisa dengar lho???Ucap Binar manyun.
"Nggak...!!!
Aku nggak ngomong apa-apa kok,Leo aja nggak dengar aku ngomong apa...???Kilahnya.
"Cihhhh....Anda semakin lupa diri sekarang Tuan,Bahkan begitu santainya menggoda Nona di depan aku padahal dulu sebeku es Batu"Leo berujar sendiri dalam hatinya.
"Ah..sudahlah,aku mau turun sekarang...!!!
Tapi baru saja pintu mobil dibuka sedikit tiba-tiba di tutup kembali,membuat Hisam dan Leo merasa heran melihatnya.
"Ada apa???
Kenapa malah balik lagi,katanya tadi mau turun??Tanya Hisam sembari menatapnya.
Aku harus bereaksi bagaimana nanti ketemu teman-teman lama mas Hisam"ucapnya penuh Tanya.
"Hisam juga baru menyadari hal itu,kenapa dia nggak mikirin itu semua..???dia harus menjelaskan apa di depan teman-temannya nanti?apa dia harus mengatakan yang sebenarnya di hadapan mereka???
Nggak mungkin....!!!
Akhirnya Dia jadi kebingungan sendiri.
"Leo hanya terdiam sambil menunggu reaksi apa yang akan di Tunjukkan oleh Tuan nya itu,dia sih berharap Tuan Hisam akan berterus terang dan mengatakan yang sejujurnya karena itu memang keinginannya dari dulu, mengakui Nona Binar sebagai istrinya di hadapan semua orang,tapi Leo nggak yakin Tuan Hisam akan melakukan hal itu secepat ini.
"Atau Gini saja mas,Aku akan ikut Tuan leo saja sebagai pasangannya dia.
Kan nggak mungkin kalau mas Hisam akan berkata yang sejujurnya di depan teman-teman mas Hisam sendiri,Tutur Binar tiba-tiba menemukan ide,Hisam dan leo cukup kaget dan Tak percaya dengan apa yang dia utarakan nya barusan.
Apa...???,
Hisam begitu kagetnya.
"Sebaiknya jangan Non,Leo terdengar tidak setuju.
"Lho memangnya kenapa...??? Mas Hisam setuju-setuju aja kok,ayo tunggu apa lagi,ayo kita turun sekarang.."Ajaknya tanpa menunggu reaksi suaminya lebih lanjut lagi karena dia tau Hisam tidak akan mungkin mengakui dirinya di hadapan publik,Jadi Jangan pernah bermimpi...!!!Pikirnya.
Cukup lama Leo menunggu reaksi Tuan mudanya itu tapi tetap juga tak bergeming dari tempat duduknya membuatnya yakin jika dia sudah menyetujui ide itu, sehingga tanpa pikir panjang lagi dia langsung membuka pintu mobil lalu mengikuti drama Apa yang akan di mainkan oleh Nona mudanya nanti.
"Hisam tertegun,seperti sedang memikirkan sesuatu.tapi tidak lama kemudian dia segera keluar dari mobil menyusul Leo Dan Binar yang sudah mendahuluinya pergi.
Melihat kemunculannya saat itu,Sontak semua teman-temannya berhambur mengerumuninya.
Tak ketinggalan Tania,meski dia tidak senang saat melihat kemunculan Binar tadi bersama Leo tapi semua itu sirna ketika melihat wajah tampan itu kini berdiri di hadapannya.
"Anin ikut tersenyum saat melihat sosok yang sangat di rindukan nya itu,Dan berusaha menyembunyikan ketidak senangannya ketika dilihatnya Binar datang bersama Hisam.
"Rupanya ini urusan penting yang di maksud oleh Leo tadi,Batinnya bergejolak sambil melemparkan senyum termanis nya ke arah Binar yang terlihat mendekatinya.
"Mbak Anin,sapanya dengan ramah.
__ADS_1
"Binar...apa kabar???
Ternyata kamu ikut mas Hisam yah???
Tegur Anin membalas dengan pelukan hangat.
"Nggak mbak,saya ke sini atas permintaan tuan Leo,jadi saya akan membantu dan menemani beliau sebagai pasangannya"Bisik Binar lirih di telinganya.
"Apa...???
Iya,benar..."Binar mengangguk,agar lebih memperkuat ucapannya barusan.
"Apa maksud kamu melakukan ini mas,apa mau kamu sebenarnya???
"Apa kamu malu mengakui Binar sebagai istri kamu di hadapan semua orang???
"Atau kamu punya maksud lain dari semua ini???
kembali Batin Anin bergulat sendiri sembari memperhatikan gerak gerik nya yang sedang sibuk meladeni sambutan hangat dari teman-temannya.
puas merecoki Hisam dengan berbagai serbuan pertanyaan,kini perhatian mereka teralih ke arah Leo yang sedang di temani seorang wanita cantik.
"Leo...siapa wanita yang kamu bawa ini???Tanya Dion paling senewen di antara semuanya sembari memperhatikan Binar mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Cantik juga Leo,kenalin dong siapa namanya??Ucap Dion lagi kemudian mengulurkan tangannya ingin bersalaman dengan Binar tapi secepat kilat Leo langsung menepis tangan nya.
"Namanya Binar,nggak perlu pakai salaman segala"Tegur Leo seperti menegaskan,berusaha memainkan drama sebaik mungkin apalagi dia sempat melihat tatapan Tuan Hisam yang begitu tidak senang melihat reaksi Dion terhadap Nona muda nya itu.
"Cihhh...sampai sebegitunya,nggak boleh yah sentuh sedikit pun..??
"Santai bro,saya ini kawan sejati bukan kawan yang suka nikung kawan sendiri"seloroh Dion merasa tersinggung atas sikap Leo yang di nilainya sangat berlebihan itu.
"Maksud aku bukan seperti itu Bro,Jangan merasa tersinggung,Nona Binar ini kental banget dengan budayanya dia nggak mau bersentuhan dengan seseorang yang bukan muhrimnya"Leo berusaha mencari alasan yang tepat agar tak ada kesalah pahaman di antara mereka,karena kalau sampai dia membiarkan Dion menyentuh Binar walau sedikit pun tadi,itu artinya dia harus siap di bunuh hidup-hidup oleh sepasang mata yang dari tadi terus mengintainya.
"Oh..jadi begitu yah ceritanya,
Maafkan atas kelancangan saya tadi Nona,
Anda beruntung bertemu laki-laki setia seperti teman saya yang satu ini"Ucap Dion akhirnya percaya begitu saja.
"Binar hanya tersenyum menanggapinya,setidaknya dia bisa bernapas lega bisa beradptasi dengan baik di depan teman-teman suaminya.
"Udah..udah,kamu ini Ion memang selalu jadi biangnya masalah bukannya menciptakan suasana hangat malah sempat bikin ketegangan,Ayo kita masuk dan istirahat dulu nanti obrolannya di lanjutkan kembali"Ayu Akhirnya bisa jadi penengah.
"iya itu lebih baik,karena pada akhirnya yang di tunggu sudah datang semua hanya Dokter Jayadi yang tidak sempat hadir di acara reunian kita ini"sambung Anin.
"Iya,kebetulan dia ada tugas mendadak keluar kota jadi tak sempat hadir,dia hanya menitip salam buat kalian semua"Leo menyampaikan amanat sahabatnya itu.
"Ok...baiklah,semoga di lain waktu kita masih bisa kumpul kembali dan semoga personil kita bisa lengkap.
setelah membagikan kunci kamar masing-masing mereka pun memilih untuk beristirahat sebentar sebelum menyusun agenda apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.
"Leo kamar kamu ada di lantai atas,kamu yakin mau sekamar dengan Binar tanya Ayu sedikit tak percaya.
"Yah,tentu saja"Jawab Leo tanpa keraguan sama sekali.
Hati-hati Bro,katanya bukan muhrin"Ledek Dion.
"Tenang saja,kami masih tau batasan kok!!!Jawab Leo dengan santainya.
membuat Tania dan Anin cukup terperangah kaget,Tak mengerti apa sebenarnya yang sedang direncanakan oleh Leo,padahal jelas-jelas mereka berdua tau Siapa Binar sebenarnya.
"Aku akan lihat sampai di mana permainan kalian ini???ujar Tania dalam hati sambil tersenyum penuh arti.
"Hisam menatap kepergian Mereka begitu tajam apalagi saat dia melihat tangan Binar menggandeng mesra lengan Leo menuju ke kamar nya.
"Awas kamu Leo,Tak akan aku biarkan kamu manfaatin kesempatan ini..!!!
"Kurang ajar,kenapa harus se kamar sih dengan dia???gerutunya dengan tatapan tidak suka.
"Leo begitu sempurna memainkan dramanya yah??hingga dia lupa diri dan lupa dengan Tuan yang seharusnya dia temani dan menunjukkan dimana kamarnya berada?? bukan malah membawa kabur istri Orang ke kamar sendiri.
(((Hahahaha....maafin Author yah Tuan muda))).
"Mas,Mau nggak aku bantu nunjukkin kamarnya"Pinta Tania sengaja memanas-manasi Anin yang sedang memperhatikan mereka.
"Nggak perlu,aku bisa cari sendiri"Tolak Hisam begitu dingin lalu pergi meninggalkannya.
membuat Anin,tersenyum senang melihat Muka Tania yang berubah muram dan merasa di permalukan.
__ADS_1
Setidaknya sekarang status kita tetap masih sama,kalau aku tidak bisa milikin mas Hisam seutuhnya maka siapa pun tak akan aku biarkan untuk memilikinya,tidak kamu Nin... juga Wanita itu..."Jerit batin Tania.
**************$$$$$$$$$$$**************