Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
Video call


__ADS_3

Sudah seminggu ini,Hisam benar-benar menuruti permintaan Binar untuk tidak datang menemuinya ke Jogja,Tapi bukan berarti membuatnya berhenti untuk tidak melakukan apa-apa,demi bisa melihat wajah istrinya itu setiap hari dia bahkan bisa berpuluh-puluh kali melakukan VC dengan ibu mertuanya hanya demi ingin memastikan keadaan istrinya,tapi itu semua tanpa sepengetahuan Binar,Bu Retno hanya akan mengarahkan kamera hapenya ke arah putrinya itu secara diam-diam,seperti yang dia lakukan pagi itu,


"Hisam kembali melakukan panggilan VC,Bu Retno dengan sigap mengusap layar hapenya kemudian mengarahkan ke arah Binar yang tengah sibuk membantunya memasak pagi itu,


"Ibu lagi ngapain sih...???kok aku perhatikan akhir-akhir ini ibu malah lebih sering megang hape lho...???Binar heran deh...???"Keluhnya sambil terus menggoreng bumbu kari Ayam yang ingin dia cicipi pagi itu.


"Ibu lagi belajar memakai hape layar sentuh seperti ini Nak,supaya bisa mempermudah ibu semisal ada yang mau order baju, kan tinggal ibu posting lewat sosmed,seperti ucapan kamu waktu itu"Bu Retno berusaha mencari alasan yang masuk akal,sementara itu Hisam terus mengamatinya sambil senyum-senyum sendiri mendengar alasan mertuanya.


"Wajah yang terlihat mulai ceria meski gurat kesedihan masih ada,Hisam hanya menarik napas lega melihat kondisi Istrinya pagi itu,Rasa rindu semakin bergelora di dadanya saat melihat istrinya kembali tersenyum.


"Tunggu dulu bu,Binar baru sempat liat..."Hape ibu baru yah...???Kapan belinya???Tanyanya penasaran saat ekor matanya menangkap model hape yang sedang di pakai Bu Retno saat itu,


"Oh iya,ini baru seminggu yang lalu..."Jawab Bu Retno sedikit gelagapan,


"Kapan itu bu...???Binar cukup merasa heran karena seingatnya dia nggak pernah liat ibunya keluar atau mengajaknya untuk beli hape,apalagi dia lihat itu hape model terbaru,yang lagi trend sekarang bahkan kalau di perhatikan dengan seksama itu hape termahal dan hanya satu dua orang yang mampu membelinya.


"Ibu beli hape di mana??masih kekeh bertanya sambil terus mengaduk-aduk masakannya.


"Bagaimana ini nAk,apa ibu kasi tau istri kamu aja??Bisik Bu Retno cukup pelan,


"Hisam hanya tersenyum sambil mengangguk.


"Ini suami kamu yang kasi ke Ibu,Jawab Bu Retno pelan,


"Apa....???


"Kapan...???


Binar begitu kaget dan tak percaya mendengarnya,


"Binar nggak pernah liat dia ngasi ke ibu???


"Terus apa alasan mas Hisam ngasi ibu hape??padahal ibu kan belum lancar memakai hape model begitu..???Siapa yang ngajarin...???Hayoo...???tanyanya dengan tatapan penuh selidik,


"Bu Retno tampak tersenyum mendengar pertanyaan Binar yang terkesan mengintrogasinya,


"Sebenarnya ini hape suami kamu,Dia ngasi ibu saat mau pulang seminggu yang lalu,Dan yang ngajarin ibu memakainya Nak Amanda"Jawab Bu Retno akhirnya jujur,karena dia paham karakter putrinya,dia tidak akan pernah berhenti menanyakan sesuatu yang membuatnya penasaran, sebelum tau sampai ke akar-akarnya."


"Pantas.....!!!"


"Oh Jadi waktu Amanda ke sini,menolak tidur bersamaku dan malah memilih tidur di kamar ibu,salah satunya karena ini...??? pengen ngajarin ibu bagaimana caranya memegang hape itu??Tanyanya bingung dan penasaran."


"Bu Retno kembali mengangguk,Dan kamu tau nggak ibu hanya butuh waktu semalam lho Nak di ajarin sama Nak Manda...!!!"jadi sekarang bisa nelpon dan VC sama mama mertua kamu"Jawab Bu Retno bangga."


"Yang jadi pertanyaan di kepala Binar,kenapa mas Hisam bisa ngasi hapenya ke ibu??


"Apa motif dia melakukan ini??Padahal dia kan tau ibu tidak suka memakai hape model begitu??Waktu dulu Binar ajak ibu untuk ganti Hape,Eh.. ibu malah menolak,Alasannya nggak jaman lagi ibu megang hape yang secanggih itu??kok di kasi sama mas Hisam malah ibu ambil,heran deh sama ibu..??sejak kapan ibu berubah jadi anak Abg begini???Binar aja kalah sama ibu sekarang,kuat sekali megang hape nggak tanggung-tanggung bisa sampai berjam-jam"Ucapnya tak percaya dan merasa Heran dengan sikap ibunya seperti itu.

__ADS_1


"Bu Retno hanya menanggapinya dengan tersenyum,


"Jangan bilang kamu cemburu yah,karena Nak Hisam ngasi hape mahalnya ke ibu...???Ledek Bu Retno sengaja ingin memancing perasaan putrinya saat itu,Hisam sedikit tergelak saat mendengar ucapan Mertuanya tadi,Tapi dia sangat mendukung dan nggak sabar menunggu reaksi Binar bagaimana??


"Ish....ibu Apaan sih,kenapa juga Binar harus cemburu,nggak ada faedahnya bu..??Jawabnya sambil mencoba menyembunyikan senyum dan wajahnya yang terlihat bersemu memerah,


"Terus kenapa nyembunyiin wajah seperti itu dari ibu,kamu malu yah sama ibu...??Goda Ibunya lagi,


"Ibu...Apa sih...!!!!"Kok sikap ibu akhir-akhir ini sedikit aneh begitu??Tanyanya tidak percaya,


"Nggak kok...!!!"


"ibu merasa biasa aja,"Bu Retno mencoba berkelit,padahal dia sengaja melakukan itu semua demi membuatnya terhibur sehingga perlahan dia bisa melupakan kesedihannya.


"Nah sudah siap bu,ayo kita makan"Ajak Binar sembari meletakkan masakannya yang sufah matang diatas meja,lalu menyiapkan dua buah piring untuk dirinya dan ibunya,


"Nak,sudah dulu yah...!!!"Ucap Bu Retno merasa tidak enak,apalagi melihat raut wajah menantunya yang terlihat masih tidak rela mengakhiri VC nya,


"Bu...aku kangen banget sama masakan Binar"Ucap Hisam begitu jujur dengan raut wajah sedih membuat bu Retno merasa iba mendengarnya,


"Maafkan ibu Nak,sampai saat ini ibu hanya bisa bantu sampai sebatas ini saja,"


"Ibu lagi apa sih...???


Di panggil kok anteng banget main hapenya,"keluh Binar sambil geleng-geleng kepala,masih tidak percaya dengan sikap ibunya.Dia lalu mendekat ke arah ibunya karena merasa penasaran,apalagi sekarang Bu Retno malah membelakanginya.


"Mas Hisam"Ucapnya lirih.


"Hisam jadi gelapan karena merasa ketahuan,


"Bu Retno langsung meraih hapenya kembali,


"Nak Hisam maafkan ibu..."


"Nggak apa-apa Bu,Bisa aku bicara dengan Binar sebentar bu..??pintanya dengan nada memohon.


"Bu Retno hanya mengangguk sambil menyodorkan hape itu ke hadapan Binar yang hanya bisa diam termangu,masih bingung mencerna apa sebenarnya yang telah ibunya lakukan saat itu.


"Bicaralah Nak,suami kamu pengen bicara denganmu"Pinta Bu Retno dengan tatapan memohon,


"Binar tetap tak bergeming,dia hanya menatap hape yang ada di tangan ibunya dengan tatapan dingin.


Perlahan dia membalikkan wajahnya ke arah lain,tak mau menatap wajah suaminya lagi,


"Binar,bicaralah Nak walau hanya sebentar saja"Pinta bu Retno lagi,


"Saya rasa nggak ada yang perlu di bicarakan Bu,"Jawabnya singkat lalu berlalu meninggalkan ibunya tanpa mau ngobrol dengan suaminya apalagi menyentuh hape itu.

__ADS_1


"Bu Retno hanya bisa menatapnya dengan tatapan sedih,sambil beralih menatap menantunya kembali.


"Ibu minta maaf Nak,"Hanya kata maaf yang mampu dia ucapkan di depan menantunya saat itu.


"Nggak Apa-apa Bu,Hisam ngerti kok,setidaknya dengan ngeliat dia baik-baik saja itu sudah membuatku lega Bu"


"Maafkan Hisam yang uda ngerepotin ibu"Ujar Hisam sedikit merasa bersalah.


"Tidak Nak,kamu nggak perlu minta maaf,


Kamu jaga kesehatan yah Nak,percayakan istrimu pada ibu"


"Baik Bu,kalau begitu Hisam tutup dulu panggilannya yah,kalau ibu merasa tidak sibuk atau keberatan Hisam akan telpon lagi nanti"Ucapnya penuh harap.


"Bu Retno hanya tersenyum sambil mengangguk.


********


Hisam hanya bisa pasrah menatap layar hapenya sesaat setelah panggilan VC nya dengan mertuanya itu berakhir,Wajahnya terlihat kembali murung dan sedih karena penolakan Binar yang tak mau ngobrol dengannya.


"Dadaku terasa sesak menahan rasa rinduku ini,Tapi Kenapa kamu malah menghukum aku seperti ini...???"Batinnya sambil terus menatap layar hapenya.


Kedatangan Leo tidak membuatnya terusik,Dia terus memandangi foto Binar di hapenya.


"Maaf tuan muda,Nyonya barusan menelpon katanya Anda tidak sempat sarapan sebelum berangkat tadi,apa nggak sebaiknya anda keluar sarapan dulu atau anda mau saya pesankan sesuatu??Tanya Leo pelan,


"Nggak usah,aku nggak merasa lapar..."jawabnya singkat,


"Tapi Tuan,Anda bisa sakit jika terus-terusan seperti ini...???"Leo merasa khawatir apalagi akhir-akhir ini,Dia bahkan tidak memikirkan dirinya sendiri,penampilannya acak-acakan tak terurus,Pekerjaannya pun jadi terbengkalai bahkan beberapa skejul penting harus di tunda atau di batalkan begitu saja,karena kesenangannya hanya terus memegang hapenya tanpa tau batas waktu.


"Leo jadi harus yang menghandle semuanya.


"Nona Gimana kabarnya hari ini???


Semoga semakin baik,Anda harus kuat dan punya semangat hidup karena semangat hidup tuan muda sekarang hanya ada pada diri anda Nona,Tuan Hisam bahkan seperti anak kecil yang nggak mau makan,Kata Nyonya beliau selalu melewatkan sarapan,penampilannya semakin amburadul,perusahaan pun hilang kendalinya.Saya mohon Nona pulanglah demi tuan muda,beliau sangat merindukan andaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Leo sempatkan siang itu untuk mengirim pesan kepada Binar.


"Isi DM Leo masuk begitu bertubi-tubi di hapenya,Binar hanya sekedar membacanya sebentar tak memberi balasan.


Dia hanya menarik napas yang panjang,lalu kembali termenung.


"Tadi malam pun Mama mertuanya menelpon sambil menangis tersedu meminta dirinya untuk pulang ke rumah,


"Pulanglah Nak,Mama merindukan kamu terlebih mas Kamu,mama dan papa sangat sedih melihat keadaannya sekarang,dia seperti tidak punya semangat hidup kehilangan anaknya juga kamu,dia bahkan nggak mau makan,selalu menolak semua masakan mama,karena hanya ingin memakan masakan kamu,"Ucap Bu Widya dengan suara serak.


Ntah kenapa itu malah membuatnya kembali bersedih,perlahan air matanya jatuh menetes di pipinya.

__ADS_1


****************$$$$$$$$$$$$***********


__ADS_2