
Seminggu kemudian,
Pulang dari Paris,Hisam tampak sangat lemas dan kurang sehat,Wajahnya pun terlihat pucat membuat Binar sangat cemas dan khawatir apalagi selama dalam pesawat pun suaminya itu lebih banyak tidur ketimbang membuka matanya walau hanya sekedar menemaninya berbincang-bincang.
Leo yang saat itu menjemput di Bandara pun merasa heran melihat kondisi Tuan muda nya yang sangat lemah dan loyo.
"Tuan muda sakit???"Tanyanya begitu mereka sudah masuk ke dalam mobil.
"Nggak aku nggak apa-apa kok,aku hanya merasa lemas saja"ucapnya dengan suara lemah
"Iya Tuan Leo,sepertinya Mas Hisam lagi kurang sehat"Sambung Binar.
"Sebaiknya kita langsung ke rumah sakit dulu memeriksakan kondisi anda Tuan,"
"Saya sependapat dengan anda Tuan Leo,saya sangat khawatir jangan sampai Mas Hisam tertular virus saat kami berada di Paris"Binar mendukung ide Leo saat itu namun Hisam menolaknya dengan alasan dia hanya kecapaean saja sambil merebahkan kepalanya di pangkuan istrinya.
"Tapi Mas,setidaknya kan kita tau kalau ternyata Mas Hisam baik baik saja,"Binar terdengar sangat khawatir.
"Aku baik-baik saja,aku hanya pengen tidur sebentar saja,ntar juga bakal baikan lagi kok,Tolong bangunin aku yah kalau udah sampai rumah".
Binar akhirnya pasrah mengikuti keinginan suaminya meski ada perasaan was-was yang bergejolak di relung hatinya saat itu,Leo pun tidak bisa berbuat apa-apa selain menurut.
Sampai rumah bukannya bisa istirahat dengan tenang,malah di sambut dramatis oleh semua anggota keluarga yang hampir ke semuanya hadir,Kedua orang tuan Hisam beserta Bu Retno bahkan Dokter Jayadi pun hadir di antara mereka bersama Dokter lainnya dan beberapa perawat.
"Ibu,Mama Papa kalian juga di sini???"Seru Binar begitu senangnya melihat kehadiran mereka semua lalu berhambur memeluk dan menyalami mereka satu persatu.
"Dokter Jay,Ada apa ini???Siapa yang sakit??Tanya Hisam keheranan melihat mereka semua.
Dokter Jayadi hanya terdiam dengan wajah sedikit tegang.
"Ma.. Pa,Ada apa ini???Kenapa pada berkumpul disini??Siapa yang sakit???Hisam beralih bertanya pada Mama Papanya sambil memeriksa kondisi mereka satu persatu.
"Nggak ada yang sakit sayang,kita semua alhamdulilah baik baik saja,Ayo kalian duduk dulu,kalian berdua pasti capek banget habis melakukan perjalanan jauh"Ucap Bu Widya sambil memeluk putranya.
"Muka kamu kok pucat begini sayang???Kamu sakit???Nada cemas Bu Widya.
"Iya Ma,kebetulan Dokter Jay juga ada di sini,Tolong Dok di periksa keadaannya mas Hisam"sambung Binar.
"Nak Hisam sakit??Timpal Bu Retno,
"Aku nggak apa-apa Bu Ma,Aku hanya merasa kecapean aja,cuman butuh istirahat nggak perlu di periksa"Tolaknya sembari menjatuhkan tubuhnya di atas sopa lalu kembali menatap Dokter Jayadi penuh selidik,Dia mulai curiga melihat gelagat aneh di wajah Dokter Jayadi yang biasanya selalu ceria tapi kali ini malah lebih banyak diam.
"Ada apa sebenarnya,Kamu nggak mungkin ke sini hanya karena ingin menyambut kedatangan kami kan???Hisam mulai melancarkan pertanyaannya dengan tatapan mengintimidasi.
"Anu Tuan muda,Dokter Jayadi tidak tau harus memulai dari mana tapi dia segera ngasi kode ke Dokter Ani agar menunjukkan hasil tes itu.
Binar melangkah duduk di samping suaminya karena sebenarnya dalam hatinya dia juga bertanya-tanya ada apa sebenarnya???
Sementara yang lain hanya terdiam dan juga tidak sabar menunggu penjelasan Dokter Jayadi yang tiba-tiba datang bergerombol,padahal Niat Bu Widya dan pak Indra beserta Bu Retno datang ke rumah putranya hanya ingin memberi kejutan buat anak mantu mereka yang masih dalam perjalanan pulang habis liburan ke Paris.
"Apa ini???"Tanya Hisam begitu Dokter Jayadi menyodorkan beberapa lembar kertas putih ke tangannya.
"Maafkan kami Tuan muda,maafkan atas kesalahan anak buah kami,maafkan atas kelalaian saya Tuan muda,Sebenarnya Nona Binar dalam keadaan sehat dan sangat subur,ini hasil pemeriksaan yang sah dan yang kemarin rupanya tertukar dengan hasil tes pasien Dokter Ani"Ucap Dokter Jayadi berusaha memberi penjelasan dengan wajah penuh ketegangan.
"Apa...???
"Iya,Tuan muda.
__ADS_1
"Memangnya kemarin hasil tes saya kenapa Mas???Dan kenapa bisa tertukar???Timpal Binar terlihat mulai kebingungan.
"Maafkan kami Nona,sebenarnya hasil tes anda kemarin salah dan ini yang sah,perawat yang membawa hasil tes anda tanpa sengaja bertabrakan dengan perawat yang membawa hasil tes pasien ini jadi tanpa sadar hasil tes itu tertukar,"Dokter Jayadi berusaha menjelaskannya pada Binar.
"Dan kemungkinan besarnya,Anda memang benar-benar positif hamil Nona"Sambung Dokter Ani membuat semua orang terkejut mendengarnya terlebih Hisam,tadinya dia ingin marah dan protes atas kejadian itu tapi setelah mendengar ucapan Dokter Ani seketika membuatnya tidak bisa berkata apa apa saking shocknya.
"Apa...???Istriku Hamil??
"Mas aku Hamil...???Binar tersenyum sumringah dan tidak percaya atas apa yang di dengarnya.
"Iya Nona karena hasil tes ini menunjukkan anda positif hamil 4 minggu"Jawab Dokter Ani kembali.
"Oh..ya allah terimah kasih banyak"Ucapnya dengan penuh rasa syukur.
"Istriku beneran hamil Dok???
"Sayang kamu beneran hamil???
Hisam masih tidak percaya dia langsung meraba perut istrinya yang masih rata dan memeluknya serta memberi kecupan yang bertubi-tubi.
"Subhanallah,kamu beneran hamil Nak!??
"Selamat yah sayang,"Bu Retno segera merangkul putrinya dengan penuh rasa haru dan bahagia.
"Pa,sebentar lagi kita bakal jadi Eyang"Sahut Bu Widya tak percaya.
"Iya Ma.."
"Ret,kamu bakal jadi nenek"Bu Widya begitu antusiasnya bergantian memberi pelukan hangat pada menantunya.
"Panjang umur kamu sayang dan sehat sehat selalu"Ucap Pak indra begitu bahagia.
Leo pun turut bahagia mendengarnya,Sementara Dokter Jayadi hanya membiarkan keluarga itu hanyut dalam kebahagiaan dia pun ikut terharu melihat mereka yang begitu bahagia mendengar kehamilan Nona Binar terlebih Tuan Hisam dia tidak tau bagaimana menggambarkan rasa bahagianya tak henti-hentinya dia memeluk dan mencium istrinya menyalurkan perasaannya,tadinya dia sangat loyo dan tidak bertenaga tapi setelah mendengar hal itu dia sepertinya punya kekuatan dan semangat yang berkali-kali lipat.
"Sebaiknya kita melakukan pemeriksaan ulang Tuan muda untuk lebih menguatkan hasi tes ini"Ucap Dokter Jayadi sedikit pelan saat melihat keadaan mulai tenang.
"Apa itu sangat perlu???"Tanya Hisam kembali merasa tegang terlebih Binar dia takut hasilnya tidak akan sama padahal mereka sudah terlanjur senang.
"Sepertinya begitu Tuan muda,meski saya sudah pastikan hasil tes ini sangat akurat tapi tidak ada salahnya kita melakukan tes kembali,saya juga sudah membawa beberapa alat tespack untuk memudahkan Nona Binar jadi hanya beberapa menit saja kita akan tau hasilnya"Sahut Dokter Ani membenarkan ucapan Dokter Jayadi.
"Oke kalau begitu,ayo sayang"
"Kok aku deg-degan yah mas,Bisik Binar sambil menggenggam erat tangan suaminya.
"Kamu tenang sayang jangan panik,insya allah semuanya akan baik-baik saja"Ucapnya berusaha menenangkan istrinya.
"Binar hanya mengangguk mengiyakan,Setelah menerima alat tespack itu dari tangan Dokter Ani,Dia segera bergegas masuk ke kamar mandi di ikuti oleh Hisam yang tidak sabar ingin mengetahui hasilnya.
"Mau aku temenin sayang???
"Ah nggak usah Mas,Tolak Binar karena merasa nggak siap jika hasilnya tiba-tiba berubah dan tidak seperti harapan suaminya.
"Kamu yakin...???"Hisam masih berusaha membujuknya.
"Yakin banget"Jawabnya lalu segera menutup pintu dan menguncinya dari dalam.
"Kenapa di kunci???"Teriak Hisam dari luar sambil menggedor gedor pintu.
__ADS_1
"Cuman sebentar Mas,"Sahut Binar dari dalam lalu mulai melorotkan celananya dan mengambil wadah kecil untuk menampung urine.
"Sudah belum sayang..???"Teriak Hisam tidak sabar.
"Belum Mas,sebentar lagi.
"Kok lama banget sih...!!!"
"Ini juga baru mau keluar,kalau Mas Hisam teriak-teriak ngagetin terus,lama banget baru mau keluar"Teriak Binar berusaha membuat suaminya diam dan tenang.
Perlahan Hisam pun diam dengan perasaan tegang sambil berdiri menungguinya di balik pintu,lain halnya yang terjadi di rumah utama di mana mereka semua sedang di landa kecemasan menanti mereka keluar dari kamar.
Bu Widya dan Bu Retno hanya saling menguatkan dan tidak sabar untuk mengetahui hasilnya meski mereka sangat yakin jika hasilnya tetap akan sama tapi tetap juga mereka merasa deg-degan dan sedikit was-was.
"Sayang...sudah belum???"
"Kok lama banget sih,ini sudah lewat 10 menit lho??Kamu nggak apa-apa kan"Hisam kembali mengedor-gedor pintu yang masih tetap terkunci rapat dan Binar pun tiba-tiba hening tidak bersuara.
"Sayang,kamu baik-baik aja kan???"
Tetap hening nggak ada jawaban,Membuat Hisam mulai panik sendiri.
"Sayang,kamu lagi ngapain kok nggak ada suara kamu lagi,Aku dobrak nih pintunya...!!!"
"Jangan nakut-nakutin aku sayang"Panggil Hisam sekali lagi,dia mulai berpikiran yang tidak-tidak.
Sambil memulai ancang-ancang untuk mendombrak pintu kamar mandi tapi ceklek..
pintu sudah di buka oleh istrinya dengan wajah murung.
"Sayang,kamu nggak apa-apa kan???"
"Kenapa sih lama banget baru buka pintunya??
Binar tetap diam dengan tatapan kosong,nggak menjawab,diapun nggak berani menatap suaminya.
"Hei,ada apa sih..???"
"Mana hasilnya..???"
"Apa hasilnya sayang...???"Tanya Hisam mulai merasa nggak enak melihat gelagat istrinya.
"Taraaa....aa....aa...aa...."
"Aku beneran Hamil Mas,Ucapnya sumringah sambil memperlihatkan tespack dengan garis merah sejajar"
Sengaja memasang akting supaya suaminya panik,
"Oh Benarkah..!!!"
Hisam langsung memeluknya,saat sudah selesai memeriksa alat tespack dengan garis dua merah menyala.
"Terima kasih sayang,terima kasih"
"Sebentar lagi aku bakal jadi Papa"Ucap Hisam dengan suara serak menahan haru,Matanya sampai berkaca-kaca tak percaya dengan semua kebahagiaan ini,padahal dia sempat putus asa karena istrinya sempat di vonis Dokter kemungkinan kecil bisa hamil lagi tapi ternyata allah punya Mukjizat lain. Kondisi tubuhnya yang melemah dan tak punya tenaga rupanya adalah sinyal soal kehamilan istrinya,dan kata Dokter Jayadi kemungkinan itu akan terus berlangsung sampai kehamilan Nona Binar berumur 20 Minggu ke atas,rupanya kehamilan yang kedua ini berbanding terbalik,kalau dulu Binar yang mengalami morning siknes sekarang justru Tuan Hisamlah yang harus merasakan itu semua bahkan dia nggak kuat makan dan nyium bau-bau. Tapi itu semua tidak membuatnya mengeluh malah dia menikmati itu semua dia bahkan tidak rela jika istrinya yang harus merasakan itu semua.Duhhhh....So manisnya Tuan Hisam...🥰😍😍😍😍😍♥️♥️♥️
**************$$$$$$$$****************
__ADS_1