
Hisam tampak tengah sibuk menyelesaikan beberapa pekerjaa nya bersama Leo di ruang kerjanya.
"Apa ini Leo...???"Tanyanya ketika sebuah lampiran jadwal terselip di salah satu map yang tengah Leo perlihatkan malam itu.
"Maaf tuan muda,"Nyonya besar sudah merencanakan ini semua dari awal,beliau ingin pestanya segera di gelar minggu ini bahkan Nyonya pun sudah mesan tiket ke Cappadocia"Ujar Leo mencoba memberi penjelasan tatkala Hisam terlihat mulai kebingungan.
"Apa....???"
Ke Cappadocia...???
"Iya tuan,Nyonya menginginkan anda dan Nona Binar berangkat ke Turkey untuk berbulan madu ke sana"Sahut Leo,
"Tidak mungkin...!!!"
"Lho kenapa tidak mungkin tuan...???"Tanya Leo merasa heran.
"Aku nggak mungkin bilang soal ini pada Leo,karena kita nggak mungkin bisa berangkat ke Cappadocia minggu ini,apalagi menikmati bulan madu seperti yang mama inginkan,secara kan masa nifas Binar masih belum mencapai targetnya "Pikirnya dalam hati,Dia merasa kesal sendiri jika memikirkan itu semua.
"Pastikan pestanya berjalan seperti yang mama inginkan,tapi soal berangkat ke Turki sebaiknya di tunda dulu sampai awal bulan depan"Ujar Hisam memastikan.
"Tapi tuan,Tiketnya sudah Nyonya booking sayang kalau harus di tunda lagi"
"Kalau begitu kamu saja yang berangkat ke sana,ajakin pacar kamu liburan ke sana"Sahut Hisam begitu santainya.
"Apa....????"Saya tuan,
"Iya...kamu"Memang siapa lagi...???"
Leo tersenyum nyengir mendengarnya,
Anda kan tau sendiri kalau sampai sekarang saya masih belum punya gebetan tuan"Ujar Leo dalam hati.
"Lho kenapa cuman diam saja,Kamu setuju kan dengan ide saya ini daripada tiketnya hangus percuma,lebih baik kamu pergi liburan dan bersenang-senang,"sahut Hisam tanpa merasa berdosa.
"Cihhhh....!!!"saya tau anda sengaja memancing saya,Batin Leo.
"Tapi tuan,Nyonya besar pasti akan merasa sedih dan kecewa saat tau anda menolak keinginannya"
"Saya akan memberitahu mama apa alasan saya menolak untuk berangkat minggu ini,
"Tapi apa alasan anda menolaknya tuan...???"Leo tetap kekeh ingin mengorek keterangan.
"Masih banyak hal yang harus saya pertimbangkan lebih dulu sebelum meninggalkan Salim group,salah satunya kesehatan Binar juga masih belum pulih betul"Hisam akhirnya bisa punya alasan yang tepat untuk membuat Leo akhirnya bungkam tak bertanya lebih lanjut lagi,"
"Baiklah tuan muda setidaknya saya punya alasan yang kuat yang bisa saya jelaskan pada nyonya besar semisal dia menanyakan hal ini"jawab Leo lega.
__ADS_1
"Oke...!!!"
Tapi tolong rahasiakan hal ini dulu dari Binar,Saya ingin bikin kejutan buat dia"Pinta Hisam sumringah.
"Dan oh yah,pastikan semua media datang meliput agar semua orang bisa tau,Siapa sebenarnya wanita yang aku cintai selama ini??"ucapnya begitu antusias.
"Baik tuan muda,semuanya akan berjalan seperti yang anda inginkan"Jawab Leo turut bahagia mendengarnya."
Semoga anda dan Nona bisa bahagia selamanya tuan,Apapun rela saya lakukan demi kenyamanan dan kebahagian anda dengan Nona,Ujar Leo dalam hati lalu segera mohon pamit.
Sepeninggal Leo,Hisam langsung menutup laptopnya dan bergegas menemui istrinya.
"Bik,bibi...ngeliat Nona....???Tanyanya pada Bik Ranti sesaat sudah mulai lelah mencari namun tak juga menemukan keberadaan istrinya ada dimana???
"Eh tuan,Tadi sebelum bibik ambil cucian ini,bibik sempat berpapasan di ruang utama mungkin lagi di bawah nonton barangkali Tuan"Jawab Bik Ranti sekenanya.
"Oh ya udah bik, biar aku yang cari ke bawah"
"Iya Tuan,
Bik Ranti menyunggingkan senyumnya,dia terlihat bahagia melihat hubungan kedua majikannya semakin membaik meski harus melewati cobaan yang begitu berat dengan kehilangan calon bayi mereka tapi Bik Ranti percaya suatu saat kebahagiaan mereka akan semakin lengkap dengan Nona Binar bisa mengandung lagi.
"Dalam hati dia memanjatkan doa"
"Bik Ranti Bilang katanya lagi nonton,kok nggak ada"Lirihnya.
Tiba tiba Ekor matanya menangkap pintu kamar tamu terbuka sedikit membuatnya yakin jika istrinya pasti tengah berada di sana.
Tanpa membuang waktu dia langsung bergegas ke sana, dan benar saja dia mendapati istrinya tengah menangis terisak sambil memandangi sebuah topi mungil di tangannya.
Hati Hisam ikut teriris sedih demi di lihatnya Binar mencium Topi itu lalu mendekapnya dengan linangan air mata.
Perlahan dia melangkah masuk mendekatinya,Binar belum menyadari kehadiran suaminya saat itu tapi ketika sebuah tangan menyentuh bahunya sontak membuatnya tersentak dan mendongak.
Hisam semakin tidak tega saat kelopak mata bening itu menatapnya iba dan berkabut air mata,Tanpa berucap sepatah kata dia langsung meraih Binar ke dalam pelukannya.
"Hei,kamu kenapa menangis...???"pura-pura bertanya padahal dia tau alasannya,Dia
Merangkul dan mengusap-usap rambut istrinya,
"Kenapa aku harus kehilangan anak aku mas...???"
"Kenapa.....???"Sesalnya di sela isak tangisnya.
Hisam tak mampu berucap apa apa,dia hanya bisa diam dengan perasaan yang tak bisa di jelaskan.Tanpa dia sadari kedua matanya pun basah saat melihat istrinya kembali menangis Histeris di dalam pelukannya.
__ADS_1
"Kamu yang sabar yah,kita harus kuat melewati semua ini sama-sama,meski kita merasa sangat kehilangan tapi bukan berarti kita harus terus bersedih seperti ini,Aku yakin suatu saat allah akan gantikan kebahagiaan yang berlimpah selagi kita mau bertawakal kepadanya"Ucapnya sambil membelai rambut istrinya berusaha memberi ketenangan,
Binar akhirnya terdiam walau masih sesekali terdengar dia terisak.
Hisam benar benar tak sanggup melihatnya menangis seperti itu.Berkali-kali dia mengecup pucuk kepala istrinya mencoba menyalurkan kekuatan dan semangat.
"Kamu masih ingat kan mas,Saat kita beli Topi ini???"sambil menunjukkan Topi mungil yang sedang di pegangnya.
"Hisam hanya mengangguk mengiyakan karena memang waktu itu mereka sama-sama membeli Topi sepaket itu.
"Ternyata ucapan aku waktu itu terbukti kan mas,Seharusnya aku percaya mitos itu...!!!"Seharusnya aku mengingat mati pesan nenek buyut aku untuk tidak membeli apa-apa atau menyiapkan sesuatu sebelum tujuh bulanan,Ntah kenapa aku ingin mengulang kembali hari di mana kita membelinya dan dengan senang hati aku akan menolak untuk membeli apa-apa"Sesalnya dengan suara serak.
"Sudahlah sayang,kamu nggak usah menyalahkan diri kamu sendiri seperti ini,tidak ada yang perlu kamu sesali,ini adalah Takdir ilahi tidak ada yang bisa menepisnya atau mengelak dari semua itu.Kematian dan kehidupan murni adalah ketetapannya,kita hanya bisa bertawakal dan tidak menyerah dalam memohon petunjuknya,Mungkin ini adalah ujian hidup kita dan kita harus menerimanya dengan sabar dan ikhlas."
"Binar kembali terisak.."mencoba menahan pilu dihatinya.
"Biarlah kenangan itu jika harus kembali mampir sejenak di kepala kamu,kenanglah sayang kalau dengan cara itu bisa melegakan hatimu"tapi bukan berarti kita harus berhenti berjuang dan berharap padanya,kita harus tetap jalani setiap episode kehidupan kita dengan tidak berhenti berdoa dan berikhtiar padanya,semoga suatu hari yang indah kelak,dia menitipkan kembali simungil di tengah-tengah kita"Ucap Hisam tetap berusaha bersabar menguatkannya meski dia juga sebenarnya merasa sangat sedih jika harus mengingat semua itu.
"Mungkin karena kehadirannya tidak pernah terencana atau kita duga mas,sehingga Allah ngerasa kita belum siap padahal aku sudah sangat siap lho mas bahkan sangat menyayanginya"
"Iya aku tau sayang,Aku pun sangat menginginkannya bahkan begitu bahagia saat mengetahui kehamilan kamu saat itu,kamu nggak tau bagaimana pengorbananku setiap malam harus nungguin kamu tertidur dulu baru bisa mengendap-endap masuk ke kamar kamu hanya demi bisa merasakan kehadirannya di perut kamu, itu pun dengan cara pelan-pelan agar tidak membuat kamu terbangun"Ucap Hisam akhirnya jujur mengakui semua perbuatannya saat itu.
"Kenapa harus mencuri-curi seperti itu mas,kenapa nggak ngomong langsung di hadapan aku...???"
"Aku takut kamu bakal menolaknya,"
"Seandainya kamu bilang waktu itu mas,mungkin kamu bisa berlama-lama ngerasakan kehadirannya di hidup kamu,Nggak harus secara sembunyi-sembunyi seperti itu...!!!"Sesalnya.
"Andai kita tau dia akan pergi secepat ini dari kita,tak akan aku biarkan waktu terbuang begitu percuma,bagaimana yah rupanya mas...???mirip kamu atau mirip aku...??? Lanjut Binar dan pada akhirnya kembali menangis,Hisam pun tak bisa lagi menahan haru perasaannya,sambil mempererat dekapannya dia juga ikut menangis.
"Maafkan aku sayang,seharusnya aku bisa menjaga kamu dengan baik sehingga semua ini tidak akan pernah terjadi"Sesalnya sambil menghujani ciuman ke kening istrinya.
"Cukup sudah air mata kamu jatuh mengalir seperti ini,aku janji akan mengganti seluruh dukamu dengan kebahagiaan yang tiada tara"ucap Hisam sambil menyeka air mata istrinya."
"Aku janji.."
Binar hanya bisa menjawab dengan anggukan di kepala.Perlahan namun pasti hatinya mulai kembali tenang dia bisa merasakan kedamaian berada di dalam dekapan suaminya.
"Aku janji,ini air mata kamu yang terakhir.Tidak akan aku biarkan kamu menangis lagi,yang ada kamu akan selalu tersenyum bahagia melewati hari hari kita bersama"Janji teguh Hisam dalam hatinya,lalu kembali memberi kecupan lembut di kening istrinya.
***************$$$$$$$$$*************
LAMA BARU UPDATE LAGI YAH...????
Maaf....ππππBeberapa hari ini kembali diterpa kesibukan yang lumayan membuat tenaga dan pikiran terporsir banyak jadi otomatis dunia halu nya jadi terbengkalai,mudah-mudahan ke depannya bisa lebih baik lagi.Sekali lagi Author mohon maaf,karena belum bisa membagi waktu dengan baik,apalah daya author hanya seorang ibu rumah tangga yang punya banyak tanggung jawab yang tidak bisa di nomor duakan jadi menulisnya terpaksa harus menjadi nomor yang kesekian,Author harap para Readers ku semua bisa mengerti dan memaklumi.πππSayang banget yah,hari kasih sayang kemarin harus terlewat tanpa kehadiran Tuan Hisam dan Binar ??? tapi meski begitu banyak cinta dan sayang dari Author buat kalian semua,β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ Semoga selalu bahagia dengan yang tersayang dan terkasih,peluk sayang dari Author ππππππππππππππππππππππππππππ
__ADS_1