
Malam itu,Binar tengah menelpon ibunya.
"Terdengar dia bermanja-manja seperti anak kecil melepas rindunya.
"Binar mungkin baru bisa jengukin ibu minggu depan ini"ucapnya.
"Iya Nak,nggak apa-apa kok...!!!
"Ibu paham dan bisa ngerti kok bagaimana kesibukan kalian, terlebih suami kamu.
"Ibu harap kali ini kamu bisa pulang bersama suami kamu yah"Ucap Bu Retno di seberang telpon.
"Binar jadi termangu mendengar permintaan ibunya.
"Insya allah Bu,kalau memang mas Hisam punya kesempatan.Binar juga nggak bisa janji,tapi nanti akan saya coba tanyakan yah Bu...!!!Binar mencoba untuk tidak membuat ibunya terlalu berharap.
"Iya Nak,semoga kalian bisa pulang sama-sama.ibu akan senang sekali menunggu kedatangan kalian,jaga diri baik-baik yah Sayang,jangan lupa sholat 5 waktu dan jadilah istri yang sholeha yang selalu patuh dan berbakti kepada suami"ucap Ibunya panjang lebar.
"Iya..Bu,insya allah Binar akan selalu menjaga amanat ibu dengan baik.
"ibu juga jaga diri yah..Bu,
jangan terlalu capek,oh iya...gimana Butiknya bu?
"Lancar kan...?tanya Binar baru mengingat dan sempat menanyakan keadaan butik ibunya.
"Alhmdulilah..Nak,lancar dan ramai pengunjung.apalagi berkat suami kamu sekarang butik ibu semakin diperluas dan pengunjung bisa leluasa untuk keluar masuk,Dan dana yang suamimu kucurkan sangat fantastis sekali,sehingga ibu bisa mengganti semua perabotan butik yang sudah lapuk.."Bu Retno memberitahu semuanya dengan begitu antusiasnya membuat Binar cukup kaget mendengarnya.
"Apa..Bu...???
"Mas Hisam,merenovasi Butik ibu???tanyanya setengah tidak percaya.
"iya Nak,memang suami kamu nggak ngomong yah?
"Binar berpikir sebentar,
"Nak,kamu masih dengerin ibu kan?tanya Bu Retno ketika Binar terdiam tak bersuara lagi.
"iya..iya..Bu,Binar masih di sini...
"Oh...selamat yah Bu,akhirnya Butik ibu bisa semakin berkembang,Mas Hisam memang sempat cerita soal itu tapi aku nggak tau kalau dia sebenarnya sudah merenovasinya"ucap Binar sengaja berbohong demi meyakinkan ibunya kalau hubungannya baik-baik aja dengan suaminya.
"Iya Nak,ibu jadi merasa nggak enak sama Suami kamu.."
"Nggak apa-apa Bu,kan sekarang dia sudah menjadi anak ibu juga jadi sudah sepatutnya dia membantu ibu"ucapnya dengan penekanan kata supaya lebih meyakinkan ibunya lagi.
"Baiklah...Nak,sekarang kamu istirahat yah.ibu juga sudah sangat mengantuk sekali..."
"Baik Bu,jaga kesehatan yah..Bu.
"Iya..Nak,
"assallamu alaikum...
"Waalaikum Salam.
"Binar mengakhiri panggilannya,
Bersamaan dengan itu pintu di ketuk oleh seseorang,
"siapa...???teriaknya dari dalam
"Ini mama sayang,"Sahut Bu Widya.
"Oh...mama,Sebentar ma"Jawab Binar lalu menyimpan Hapenya diatas ke meja kemudian melangkah membuka pintu.
"Ada apa ma???tanya Binar sedikit was-was,karena kepergok lagi tidur di kamar itu oleh mertuanya.
"Apa mama boleh masuk...???
"Mama nggak mengganggu kan??? Tanya Bu Widya tidak merasa heran lagi toh dia udah tau semuanya dari Hisam.
"Nggak kok ma,Ayo silahkan masuk ma..Ajaknya lalu kembali menutup pintu.
"Maaf ma,Binar sengaja tidur di kamar ini dulu karena nggak mau mengganggu tidur Mas Sam..yang sepertinya butuh waktu untuk sendiri dulu"kata Binar mencari alasan yang tepat untuk menutupi semuanya.
"Bu Widya hanya terdiam sebentar,
"Ayo...kemarilah sayang,duduk di dekat mama"pinta Bu Widya.
"Binar pun menurut,Dia melangkah duduk di samping Bu Widya.
__ADS_1
"Dengarlah Nak...!!!
"Tidak ada lagi yang harus kamu sembunyikan dari mama,
Mama sudah tau semuanya kok..!!!ucap Bu Widya cukup mengagetkannya.
"Maksud mama Apa???
"Mama tau kamu dan Mas kamu memang tidur terpisah selama ini dan mama juga tau Bagaimana hubungan kalian sebenarnya..!!! ucap Bu Widya dengan tenang.
"Maafkan aku ma,jika selama ini Binar sempat menutup-nutupi semuanya bahkan tega ngebohongin kalian juga"Binar menyesali semuanya.
"Tidak sayang,kamu tidak perlu minta maaf seperti itu.Meski awalnya mama sempat kecewa saat tau semua ini dari Hisam tapi mama bisa memaklumi semuanya kok, Karena kalian memang tidak saling mengenal satu sama lain,kalian menikah karena keinginan kami.Jadi jangan pernah merasa bersalah seperti itu sayang...mama mengerti bagaimana kondisi kalian sekarang....!!!ucap Bu Widya dengan penuh pengertian sambil mengenggam lembut kedua tangan mantunya itu.
"Terima kasih banyak ma,atas pengertiannya.sekali lagi maafkan Binar telah membuat mama dan papa kecewa."ucapnya penuh Haru.
"iya sayang,mama sangat menyayangi kamu Nak,mama tidak ingin kehilangan menantu sebaik kamu.
"mama mohon,supaya kamu bisa bersabar lagi menghadapi sikap suami kamu yang keras itu.Tolong bertahanlah demi mama sayang,jangan pernah berpikir untuk meninggalkan Mas kamu yah!!!
pinta Bu Widya merasa khawatir.
"Binar hanya terdiam mendengarnya,
"Mama yakin jika kalian tetap bersama,suatu saat benih-benih cinta itu akan tumbuh dan bersemi di hati kalian"kata Bu Widya penuh keyakinan.
"Tapi Mas Hisam,tidak mungkin bisa mencintai aku ma.sikapnya yang selalu dingin dan begitu acuh padaku"Keluh Binar.
"Ada hal yang sepertinya harus kamu tau sekarang sayang...Bu Widya berpikir sebentar, mungkin saatnya Binar tau semua masa lalu Hisam.
"Apa itu ma???
Apa kamu siap mendengar semuanya dari mama,tentang masa lalu suami kamu..???Bu Widya balik menanyainya.
"Insya allah ma,Binar akan berlapang dada menerima semua itu..."ucapnya tapi terdengar dia menghela napas.
"Baiklah,Dengarkan...!!! mama akan menceritakan semuanya dari awal.
"Bu Widya mengeluarkan sebuah Foto dari dalam kantong bajunya,dia memang sudah berniat untuk menceritakan semuanya pada Binar apalagi tanpa sengaja tadi dia menemukan foto itu di laci Meja kerja Hisam.
"Dia menyodorkan Foto itu ketangan Binar,
"Iya...itu foto suami kamu,diambil tepatnya 5 tahun yang lalu.
"Binar kembali memperhatikan foto itu dengan seksama,yang membuatnya begitu tertarik adalah foto seorang wanita yang berada di samping suaminya itu,sepertinya wajahnya begitu Familiar sekali...
"Bukannya ini Foto mbak Anin...ma...???tanyanya pada Bu Widya,dan sontak bu Widya terkejut bukan kepalang,
"Iya memang benar,perempuan itu bernama Anin tapi bagaimana kamu bisa mengenalinya sayang???Bu Widya begitu penasaran.
"Dia kolega baru perusahaan tempat Binar bekerja Ma dan dia baru 2 minggu di kota ini..!!!ucap Binar memberi penjelasan begitu singkat.
"Apa...???
Bu Widya begitu kaget mendengarnya,
"Memangnya siapa wanita ini ma...???
"Ada hubungan apa dengan mas Hisam sebenarnya???tanya Binar dengan jantung berdebar debar tak menentu,takut dia akan merasa kecewa mendengar penjelasan bu Widya nantinya.
"Dia adalah masa lalu suami kamu,Dengarlah mama akan menceritakan bagaimana kisah mereka dimulai....!!!
"Binar pun terdiam,sambil menarik napas yang panjang karena sepertinya dia begitu tegang sekali.
"Binar seakan tak bisa menarik napas saat mendengar Bu Widya mulai menceritakan semuanya dari awal,Bu Widya kadang kadang mengambil jeda sebentar demi memperhatikan mimik wajah menantunya yang tidak pernah berubah sama sekali,Dia sebenarnya tidak ingin melukai hati menantunya itu tapi dia lebih baik harus tau semua kebenarannya dan nggak ada yang perlu ditutup-tutupi lagi.
"Kamu masih mau mendengar semuanya sayang???tanya Bu Widya hanya ingin memastikan,Binar hanya mengangguk pelan,
"Bu Widya pun,akhirnya melanjutkan ceritanya lagi.
"Binar kembali menjadi pendengar setia,hanya sesekali dia menarik napas saking tegangnya mendengar kisah masa lalu dari suaminya itu.
"itulah alasan suami kamu sampai detik ini masih selalu bersikap dingin sama perempuan bahkan mungkin dia tidak tertarik sama sekali,karena alasannya dia begitu mencintai wanita ini terlalu dalam dan pada akhirnya dia di hianati dan di sakiti "Ucap Bu Widya mengakhiri ceritanya sambil tetap memegang tangan Binar yang sudah berkeringat dingin dari tadi.
"Kamu nggak apa-apa kan sayang???tanya Bu Widya ketika melihat Binar diam saja dan tidak memberi komentar apa-apa.
"Tidak ma,Binar baik- baik aja kok.."jawabnya dengan suara agak parau karena terhanyut sendiri dalam perasaannya saat mendengar cerita masa lalu suaminya itu.
"Tidak ada yang perlu kamu risaukan sayang,karena sekarang mama yakin Hisam sudah tidak punya rasa lagi sama wanita itu bahkan sampai detik ini dia masih sangat membencinya"Ucap Bu Widya berusaha meyakinkannya.
"Binar hanya terdiam mendengarnya,
__ADS_1
sambil menatap foto itu sekali lagi...
Dimana di dalam foto itu,suaminya tersenyum begitu bahagia bersama Wanita yang di cintainya.
"Dan tanpa sadar tiba-tiba dia teringat kembali pertemuannya kala itu dengan klien barunya yang tiada lain adalah Anin perempuan yang ada di dalam foto itu.
"Masih terekam jelas di ingatannya Saat Anin menceritakan kedekatannya dengan keluarga Salim bahkan Dia sempat kena Alergi kemarin semuanya berawal dari cerita Anin waktu itu,yang membocorkan soal makanan favorit keluarga Salim.
Dan yah,yang menjadi point''' plus nya adalah terjawab Sudah tanda tanya dihatinya kemarin,Soal masakannya itu...???
"Rupanya ini alasan mas Hisam sangat marah waktu itu???jerit batinnya.
"kenapa kamu cuman diam aja sih sayang...???Apa yang kamu pikirkan ...???Tanya Bu Widya begitu cemas.
"Nggak ada ma,Nggak ada yang aku pikirkan,aku hanya ikut terlarut dalam kesedihan saat tau cerita masa lalu mas Hisam yang ternyata begitu menyakitkan"Tentu mas Sam sangat menderita saat itu bahkan mungkin sampai sekarang dan mungkin saja dia merasa trauma"Binar memberi tanggapannya dengan sedikit bersimpatik pada suaminya .
"Kamu tidak tau bagaimana perjuangan kami dalam menyemangatinya.Dia bahkan hampir terpuruk karena masalah itu tapi ah...sudahlah sayang kita lupakan soal itu,nggak penting kita bahas lagi.
"Mama hanya minta sama allah SWT bahwasanya hanya ada kamu wanita satu-satunya yang dia cintai"yang akan selalu mendampinginya dalam suka maupun duka"begitu besar harapan Bu Widya dan tanpa sadar Binar lansung mengamininya tapi dalam hati.
"Dia tersenyum malu kepada dirinya sendiri setelah menyadari kelakuan hatinya barusan,padahal Bu Widya nggak tau bahkan nggak denger sama sekali.
"Wahai hatiku yang paling dalam,jangan lebay gitu deh...dan jangan terlalu mengharap yang lebih, Nanti yang ada malah kamu jadi kecewa..."Jerit Batinnya sendiri berusaha menolak keinginan hatinya yang sering baper tanpa permisi...(Eitttt....Emang baper itu harus permisi dulu..Neng...???nggak perlu kali.....Wkwkk)Author.
"Hai,kok malah melamun sih sayang...???
"Sepertinya Ada sesuatu yang mengganjal di pikiran kamu,ayo bilang sama mama.keluarkan semua uneg-uneg kamu selama ini.."Pinta Bu Widya sambil menatap menantunya itu.
"Ma,Beneran deh...!!!
"Binar nggak mikir apa-apa kok..!!!
Insya allah ma,saya akan berusaha menjadi istri yang baik buat mas Sam,meski Binar tau terlalu mustahil untuk bisa mengambil hati Mas Hisam apalagi mengharap untuk di cintai"keluhnya.
"Mama harap,kamu tidak akan pernah menyerah sayang.karena hanya kamu satu-satunya harapan mama untuk kebahagian Putra mama sendiri"Ucap Bu Widya sambil merangkul ke dalam pelukannya dan membelai rambut Binar layak nya menyayangi putri kandungnya sendiri dan jujur Binar bisa merasakan kasih sayang yang begitu tulus,dan tanpa sadar matanya berkaca-kaca menahan Haru.
"Oh..yah sayang,mama juga mau nunjukin ini ke kamu..!!!"kata bu Widya sambil melepaskan pelukannya lalu menyodorkan sebuah kotak ke hadapan Binar.
"Apa ini ma...???tanyanya
"ayo Buka Aja..."suruh Bu Widya.
"Binar agak ragu menerima kotak berbentuk hati itu,tapi pelan-pelan akhirnya dia membukanya juga.
tampak sepasang cincin emas putih berkilau dan mewah.
"cincin siapa ini ma?tanyanya masih tidak mengerti.
"Bu widya melebarkan senyumannya mendengar pertanyaan menantunya barusan.
"Ini cincin kawin kalian,Maafkan mama sayang, yang tidak bisa memaksa Hisam saat akad Nikah kalian untuk memakaikan cincin ini ke jari manis kamu"Bu Widya tampak menyesali hal itu.
"Binar mencoba tersenyum menanggapinya,
"Ma,sudahlah...!!!
nggak perlu di sesali lagi,toh meski tanpa cincin kawin itu,Saat ini Binar juga sudah sah jadi istri mas Hisam"ucap Binar mencoba meyakinkan Bu Widya.
"Tapi sekarang,mama mau kamu memakai cincin ini dan juga Hisam.kamu pakai yah sekarang pinta Bu Widya sambil meraih cincin itu satu lalu memberikannya kepada Binar.
"Ma,bukannya Binar nggak mau memakai cincin kawin ini.Tapi untuk sekarang aku belum bisa pakai ini ma,Binar mau cincin ini Mas Sam..yang akan memasangkannya di jari aku suatu hari kelak.
"Meski terdengar Mustahil tapi....
"Maafkan Binar,jika terlalu mengharap yang lebih ma"Ucapnya sembari meminta maaf.
"Oh...tidak sayang,nggak perlu minta maaf.mama janji akan buat suami kamu memakaikan cincin ini di jari manis kamu ini"janji bu Widya sambil memegang tangannya.
"Jangan ma,Binar juga nggak mau jika Mas Sam...sampai melakukan hal itu karena terpaksa apalagi atas paksaan mama.."
"Baiklah sayang,mama paham apa maksud kamu.mama Akan selalu mendoakan kebahagiaan kalian,semoga kamu mendapatkan kebahagiaan itu sayang,maafkan atas semua yang putra mama lakukan,apapun itu..!!!ucapnya sambil memeluknya kembali
"Binar hanya mengangguk dalam pelukannya.
"Di sisi lain,Tampak Tuan yang sedang di bicarakan itu tengah duduk di lobi kamarnya sambil bersandar di sopa,terlihat matanya memandang langit dan menerawang jauh,Ntah kemana????
"mungkinkah sudah sampai ke dasar planet lain,di temani bintang-bintang yang bersinar dengan terangnya malam itu.
"Hanya sesekali terdengar tarikan napasnya, atau mungkinkah malam itu sang pangeran sedang menunggu Rembulan muncul atau sedang menunggu bintang jatuh dari langit...Ntahlah...????
****************
__ADS_1