
Sebelum berangkat ke kantor Trio patri Binar berusaha menyempatkan diri untuk singgah sebentar ke Dealer Resmi tempatnya menyicil motor selama ini,Rencananya dia akan melunasi pembayaran untuk 1 bulan ini setelah habis gajian kemarin. motornya pun sudah kembali di pakai hanya sehari setelah kejadian itu.
Setelah memarkirkan motornya,dia pun segera melangkah masuk. menemui petugas leasing yang biasa mengurus surat surat pembayarannya tiap bulan.
"Tanpa basa basi,Binar lansung menyodorkan beberapa surat-surat yang diperlukan beserta uang tunai yang sengaja di tarik dari ATM nya kemarin.
"Sang petugas leasing,Tiba-tiba mendorong uang beserta surat-surat itu kembali ke hadapan Nya beserta sebuah buku BPKB.
"Binar mengerutkan keningnya merasa heran.
"Terima kasih atas kerja samanya selama ini Nona,perusahaan sangat bangga dan senang mendapat pelanggan seperti Anda ini.
"Dan perusahaan,tidak akan berpikir dua kali jika saja Nona menginginkan motor keluaran terbaru lagi Dan siapa tau Nona punya niat untuk menambah koleksi motor atau ingin mengganti motor yang sekarang"ucap sang petugas leasing semakin membingungkan nya.
"Tunggu dulu pak,aku tidak mengerti apa maksud bapak???
tanya Binar merasa kebingungan dari tadi.
"Ini surat BPKB nona sudah terbit, itu artinya Motor Nona sudah lunas sebelum jangka yang di tentukan"Sang petugas leasing kembali memberi penjelasan yang semakin membuatnya tidak mengerti.
"Apa...???
"perasaan baru berjalan 10 bulan pak..??
"Dan saya belum pernah merasa melunasi nya??
"Aneh banget...???
"mending bapak cek dulu deh,kali aja bapak salah orang..???ucap Binar tetap tidak percaya.
"Nggak Nona...!!!
"Ini Benar,sudah ada laporannya masuk dari kemarin,malah sudah hampir sebulan.
Dan pihak perusahaan sudah beberapa kali menghubungi Nona untuk datang mengambil BPKB motor Nona ini, tapi tidak pernah tersambung.
"Makanya hari ini kami sangat senang,akhirnya Nona datang sendiri dan kami bisa segera menyerahkan surat kepemilikan ini"Sang petugas Leasing mencoba meyakinkannya.
"Baiklah pak,Nanti akan saya kabari selanjutnya karena berhubung Saya ada keperluan penting hari ini,jadi saya nggak bisa berlama-lama dulu di sini"Ucap Binar sambil memasukkan surat-surat dan uang beserta surat BPKB motornya ke dalam tasnya lalu segera mohon pamit
"Siapa yang lunasi yah???
"Apa mungkin itu kerjaan mas Hisam???
"Ah...nggak mungkin?
"Dia kan nggak tau kalau motor itu masih aku cicil"Binar terus berperang melawan batinnya sendiri.
terdengar dia menarik napas yang panjang,
"Meski mukanya masih tampak bingung tapi dia memutuskan,Nanti saja akan menanyakan hal itu karena dia harus buru-buru ke kantor Trio Patri menghadiri undangan Rapat.
...............
"Kesan pertama Binar,tatkala bertemu dengan Anin untuk yang kesekian kalinya.
kecantikannya yang semakin hari semakin mempesona.
"Beberapa detik matanya tak berkedip menikmati wajah cantik Anin.Saat itu Binar membatin dalam hatinya.
"Tuan Hisam memang mencintai wanita yang tepat,Dan mbak Anin memang sangat pantas sekali bersanding dengannya di banding diriku yang tidak ada apa-apanya ini...??
"Binar merasa minder sendiri,apalagi saat Anin menyambutnya begitu ramah dengan senyum sumringahnya.
"Binar.....Apa kabar????tanyanya sambil mengulurkan tangannya mengajak bersalaman.
"Alhmdulilah baik Mbak..."jawabnya singkat.
"Mari silahkan duduk,
pertemuan mereka hari itu,membuat Binar merasa sedikit canggung.sungguh jauh berbeda saat mereka bertemu untuk yang pertama kalinya,meski Anin tetap merasa santai bahkan sangat ramah sekali padanya.yah mungkin karena dia belum tau siapa sebenarnya dirinya???
"Tapi apa yang bisa aku banggakan dengan status aku yang sekarang..??toh nyatanya mas Hisam tidak pernah menginginkan aku justru mbak Anin Lah wanita yang dia cintai"Jerit batinnya yang paling dalam sambil menatap Anin yang sedang sibuk memeriksa beberapa lembar dokumen yang dibawanya hari itu.
"Mbak Anin,memang sangat cantik...!!! kembali mengagumi dalam hati.
"Hai,Ada apa???
"kok malah bengong seperti itu??
"Apa sih yang sedang kamu pikirkan,dari tadi aku perhatikan kamu terus melamun saja.
kelihatannya nggak konsen seperti biasanya..???
"Ada masalah???tanya Anin merasa heran.
"oh..nggak ada apa-apa kok mbak..!!!jawabnya singkat dan jadi salah tingkah sendiri karena merasa kepergok.
"Anin hanya tersenyum menanggapinya,
__ADS_1
"Ya..sudah kalau begitu,Ayo kita keluar cari makan dulu baru kita lanjutkan kembali,karena sepertinya kamu butuh angin segar dulu untuk membuat pikiran dan semangat kamu supaya bisa fresh kembali"ucap Anin sambil menutup dokumen yang sementara di pelajari nya itu lalu mengajak Binar untuk keluar mencari angin segar sekalian makan siang bareng.
"Meski awalnya Binar sedikit ragu tapi begitu dilihatnya ketulusan yang begitu terpancar dimata Anin membuatnya mengekor dari belakang.
"Santai dong,jangan canggung begitu..anggap saja kita ini udah kenal lama dan bersahabat baik"Ucap Anin memecah kesunyian tatkala mereka sudah duduk di sebuah restoran kecil yang berada tidak begitu jauh dari kantor Trio patri berada.
"Binar cukup kaget mendengar penuturan Anin barusan tapi sepertinya Anin tidak main-main,tampak penuh pengharapan di matanya.
"Kamu tau..Nar,(Binar maksudnya).
"semenjak aku kembali kesini,aku benar-benar merasa sangat kesepian.nggak punya teman yang bisa diajak ngobrol apalagi tempat untuk mencurahkan segala keluh kesal di hati.."terdengar Anin menghela napas yang cukup berat.
"Aku merindukan masa-masa kuliah dulu,Punya banyak teman dan sahabat baik.tapi sekarang mereka semua sudah pada memilih jalan hidupnya masing-masing bahkan ada yang keluar negeri dan bahkan sudah menetap di sana,tapi aku sendiri malah memilih untuk kembali ke tanah Air dan melanjutkan berkarir di sini,karena di sinilah kebahagiaanku terasa lebih berarti dan hidup kembali,aku kesepian di negeri orang terlebih kehidupan di sana jauh berbeda dengan kehidupan kita di sini"ucap Anin tanpa sadar mengeluarkan keluh kesah hatinya di hadapan Binar dan Binar pun hanya bisa menjadi pendengar yang baik.
Dia hanya terdiam,ikut larut dalam cerita Anin sambil sesekali dia mengangguk tanda mengerti meski ada keresahan di dalam hatinya tapi dia berusaha bersikap lebih tenang.
"kamu Tau,5 tahun aku di negeri orang tapi sedikit pun aku tidak bisa merasakan yang namanya kebahagiaan dan ketenangan dalam hati karena sesungguhnya kebahagiaan aku itu Ada di sini...Anin kembali melanjutkan ceritanya.
"Ahh...maaf Yah...???
"Aku jadi curhat nih...!!!ucap Anin segera menyadarinya.
"Oh..nggak,Nggak apa-apa kok mbak..!!!
"Cerita aja,aku siap dan mau kok mendengar semuanya.Mbak Anin boleh kok menganggap aku ini teman atau mungkin juga sahabat baik"Jawab Binar spontan.
"Tidak sadar dengan ucapannya sendiri
"Oh,makasih..Nar.
"Ntah kenapa?
sejak pertama kali kita ketemu kemarin,aku merasa sangat nyaman dengan sikap baik kamu serta keramahan dan kerendahan hati kamu itu,aku seperti menemukan teman baik aku kembali dan aku tanpa sadar ingin bercerita panjang lebar dan akhirnya jadi curhat"Anin menertawai dirinya sendiri.
"Binar hanya tersenyum mendengarnya,
"Sahabat...???
"Apa aku nggak salah ucap tadi...??
"Lucu..yah?ngajakin bersahabat mantan kekasih Suami...???
"Yah,mungkin nggak ada salahnya....???jerit batinnya sambil menertawai dirinya dalam hati.
"Hei,aku perhatikan sepertinya sekarang kamu kayak lebih senang melamun yah??tegur Anin ketika mendapati Binar kembali terdiam dan terlihat melamun lagi.
"Binar kembali tersentak,Sambil menatap Anin yang tersenyum begitu tulus padanya.
"Anin tampak tersenyum mendengarnya,
"karena sebuah kekuatan cinta meski dilandasi kekecewaan yang teramat dalam,Tapi karena alasan itulah yang membuatku bisa bertahan dan sesukses sekarang"Jawab Anin bangga.
"Binar jadi termangu mendengarnya,meski di lubuk hatinya yang paling dalam,ada sebuah perasaan yang merasa disentil mendengar penuturannya barusan tapi tak begitu di tanggapi nya.
"Nah tuh kan...!!!Jadi lupa pesan makan kita deh..??
gara-gara aku yang tiba-tiba terbawa perasaan begini,
"Ayo kamu pesan makan dulu yah..???
supaya bisa kembali bersemangat lagi,program kita nanti nggak hanya butuh pikiran tapi juga tenaga lho..!!! jadi kamu harus isi yang banyak dan cas full yah"ucap Anin bercanda.
"Binar hanya mengangguk mendengarnya sambil melihat-lihat daftar menu yang ada disitu.
setelah memesan makanan kesukaan mereka masing-masing,mereka pun lanjut ngobrol santai kembali.
"ngomong-ngomong,kamu sendiri sudah berkeluarga belum sih???
"Ayo dong,cerita sedikit tentang keluarga kamu.biar kita bisa kelihatan lebih akrab begitu"pinta Anin.
"Binar tersenyum mendengarnya,
"Ah..mbak Anin aja yang lanjutkan ceritanya,Secara cerita tentang kehidupan aku tidak ada yang begitu menarik untuk dibahas mbak"Binar ngomong yang sejujurnya.
"Lho kok begitu sih???
"Semua orang itu,punya cerita hidupnya masing-masing.tapi mungkin nggak akan ada yang seburuk cerita hidup aku di masa lalu.
"tapi nggak apa-apa kok,kalau memang kamu nggak mau cerita...!!!
"Aku ngerti kok,"Kata Anin.
"oh..yah,kamu sudah punya suami???
tanya Anin penasaran.
"Binar hanya mengangguk,
"Oh,Sungguh bangga dan beruntung laki laki yang bisa punya istri secerdas diri kamu ini.
__ADS_1
"Aku aja bangga dan senang atas talenta dan pencapaian yang kamu dapatkan sekarang"puji Anin kagum.
"Makasih mbak,jawab Binar.
"Tapi tak seberuntung diri mbak Anin,yang bisa di cintai oleh Tuan Hisam suami aku"Batinnya kembali bergejolak.
"Kamu memang lulusan terbaik yah...??
"Aku sudah memeriksa semua berkas kamu lho..!!!
"Makanya dari kemarin aku memang sudah merekomendasikan kamu lewat pak Jatmiko agar kita bisa bertemu lansung"Aku harap kita bisa bekerja sama dengan baik..pinta Anin penuh harap.
"Insya allah mbak,tergantung dari pihak mbak Anin saja.Dengan senang hati aku siap membantu"Jawab Binar apa adanya.
"Dan semoga kita bisa bersahabat dengan baik juga?pinta Anin tiba-tiba,
"Yah tentu saja,jawab Binar cukup kaget.
"Makasih yah,Sahut Anin sambil tersenyum sumringah sekali.
"Mbak Anin sendiri,sudah punya suami??
tanya Binar secara tiba-tiba..
"Meski awalnya ragu untuk menanyakan hal itu,tapi keinginan hatinya begitu kuat,yang memaksanya untuk menanyakan soal itu?
"Anin tiba-tiba Terdiam mendengar pertanyaannya sambil menatap Binar sebentar lalu terlihat dia tersenyum tipis.
"Aku masih single lho..Nar,Jawabnya dengan nada meyakinkan.
"Ntah kenapa Binar yang mendengarnya jadi sedikit kecewa.
"Kenapa Mbak Anin belum menikah?tanyanya lagi penasaran.
"Nggak ada yang suka Nar,jadi gimana ceritanya mau menikah??jawabnya singkat.
"Mbak Anin cantik,
"modal cantik Aja nggak cukup untuk mendapatkan pendamping yang setia"Jawab Anin cepat menimpali.
"Tapi selain cantik,mbak Anin juga baik dan punya karir yang sangat bagus,bahkan Wanita idaman pria menurut aku"ucap Binar tulus mengakuinya.
"Anin tertawa kecil mendengarnya,
"pasti ada alasannya,sampai saat ini mbak Anin belum menikah??Binar kembali menerka-nerka sendiri.
"Aku memang selalu menutup pintu hatiku untuk laki-laki lain,Karena aku hanya mencintai satu orang pria dalam hidupku dan jujur aku tidak bisa menggantikan posisi dia dihati aku sampai sekarang atau mungkin sampai aku menutup mata"Jawab Anin sejujurnya,sambil menerawang jauh.dia tidak melihat perubahan di wajah Binar saat mendengar penuturannya barusan.
"Itu alasan aku belum menikah sampai sekarang...Nar,yah karena aku masih sangat mencintainya sampai detik ini"Ucapnya lagi.
"Siapa laki-laki beruntung itu mbak???tanya Binar pura-pura tidak tau,
Tapi jangan tanya bagaimana perasaannya saat mendengar itu semua.
"Suatu saat aku akan kenalkan orang itu sama kamu,tapi kamu juga janji akan mengenalkan suami kamu padaku yah"pinta Anin.
"Nggak Ah,takut mbak Anin akan jatuh cinta sama suami aku"Seloroh Binar dengan serius.
"Ditanggapi Anin dengan tertawa,
"Takut amat sih,sahut Anin diujung tawanya.
"Binar hanya ikut tersenyum,
"Memang suami kamu ganteng??? bisa ngalahin ketampanan laki-laki ini??tanya Anin begitu polosnya sambil menyodorkan Hapenya ke hadapan Binar tak sedikit pun ada rasa curiga dihatinya tentang siapa sebenarnya wanita yang ada dihadapannya kini.
"Binar perlahan mengambil Hape itu ke tangannya.
"Hampir saja dia berteriak tatkala melihat foto siapa yang ada dibalik layar hape itu,untung dia memang sudah mengetahui semua kebenarannya sebelum itu.
"Meski dia sempat menutup mulutnya dengan tangannya sendiri,
"Tampak foto jadul Hisam Yang sedang memeluk Anin dengan begitu mesra.
"Wow...cukup tampan,Serunya memuji.
"Sangat tampan,ujar Anin membenarkan sambil menerima hapenya kembali dan menatap foto itu sebentar,lalu menyimpannya kembali ke dalam tasnya.
"Sekarang,dia lebih tampan dari foto itu.
Bahkan lebih berwibawa,dan semakin mempesona"Puji Anin sambil tersenyum penuh arti membayangkan sosok Laki-laki yang dipujanya itu.
"Dan jujur mendengar itu semua,ada perasaan bergejolak di relung hatinya.
Mungkinkah dirinya sedang cemburu mendengar hal itu????
"wanita mana sih yang tidak cemburu mendengar Suaminya di puja-puji wanita lain apalagi wanita itu adalah mantan kekasihnya di masa lalu.Pembaca sendiri bagaimana???yakin nggak akan cemburu.....?????????
kalau aku sih (penulis),so pasti bakal cemburu apalagi suami se level Tuan Hisam...ðŸ¤ðŸ¤ðŸ˜‚
__ADS_1
setelah pertemuan mereka itu,Binar dan Anin kelihatan lebih akrab dan bisa di bilang hubungan keduanya berjalan cukup baik bukan karena sesama rekan bisnis saja melainkan berteman sangat baik,Meski Binar masih merahasiakan identitasnya pada Anin tapi Dia berusaha menjadi sahabat yang baik meski terkadang dia harus berkorban perasaan setiap kali Anin membahas laki-laki yang di cintainya itu dan tiada lain adalah suaminya sendiri.
************