Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Bab 10 Drama Dania


__ADS_3

Hari dimana di adakannya pesta pernikahan Sean dan Dania datang juga. Sedikit lunglai, tapi demi undangan sahabatnya itu, ia harus datang. Ajakan Aston ia terima. Sebelum pergi ke pesta undangan Dania, ia sudah berada di salon selama empat puluh menit. Pria yang menjabat sebagai Direktur itu menunggunya dengan sabar.


Meski sekali-kali ia melihat jam yang berada di tangannya, namun demi wanita itu, ia sanggupi untuk menunggunya. Setelah menit kelima puluh , ia selesai di make up. Semua sudah tertata sesuai dengan rencana Aston, untuk membuat wanita itu tampil beda dari biasanya. Salon itu di sewa Aston sehari hanya untuk mendandani Alexa seorang. Agar perias hanya fokus pada Alexa.


Ia ingin Sean melihat perubahan Lexa setelah ia bersamanya. Sangat di sengaja untuk membuat mereka cemburu. Tidak lama kemudian seorang penata make up mengantarkan Lexa keluar, kedua mata Aston fokus ke wajah Lexa. Dia tidak lepas pandang dari wanita cantik bergaun hitam itu, gaun setinggi lutut, berenda, dengan aksesoris bunga di lengannya. Rambut yang di tata bergelombang di bagian bawahnya .


Pemilik salon memanggil Aston berulang kali, namun tampaknya ia tidak fokus dengan suara wanita berambut pendek dengan logat suara yang sedikit di buat-buat itu, memang dia seorang pria tapi berwajah cantik. "Pak Aston? Kekasih yey sudah selesai. Lihatlah dia sangat cantik menawan. Sungguh eyke pun sampai tidak mengira hasilnya sebagus ini," ucap pria cantik yang lemah gemulai tingkahnya.


"Pak!" Lagi, pria itu berteriak memanggil nama Aston.


"Ah, apa? Maaf-maaf!" ucap Aston yang baru sadar, jika ia baru saja melamun beberapa saat.


"Nah kan, eyke bilang juga apa, jika yey memang sangat cantik banget cin!" Pujinya sambil manggut-manggut.


"Benar-benar sangat cantik, kamu Lexa," puji Aston mengagumi Alexa. Tangannya menggapai Lexa, dan ia memperlakukan wanita itu seperti ratu.


Pemilik salon bertepuk tangan dan bersorak gembira, ia senang melihat mereka berdua, tampak serasi. "Semoga kalian berjodoh, amin."


Aston membuka pintu mobilnya, mobil termahal yang dia punya, yang biasa ia pakai untuk mengantarkan Lexa pulang hanya mobil pinjaman. "Silahkan Tuan Putri Lexa!" Dengan tangan di rentangkan sebelah, menunjuk ke arah dalam mobil.

__ADS_1


Lexa tersenyum kecut. Seperti biasanya jika pria itu bicara atau berulah, ia terhibur. "Sudah, jangan melawak , nanti gincu ku pudar!"


Dengan menjalankan mesin mobil, mereka saling bicara. "Tidak mungkin pudar, itu kan salon termahal. Beruntunglah kamu bisa di make up mereka. Kamu gak perlu protes!"


Alexa seketika diam ketika mereka itu, mengajak mat ucapannya, ia menambahkan lagi laju kecepatan mobilnya hingga tanpa mereka sadari mereka sudah sampai di tempat tujuan.


Keluarga besar Sean, menyewa gedung khusus pernikahan, yang sudah didekorasi apik oleh pendekar terkenal, hingga dari pintu gerbang sudah ditata sedemikian rupa, dan perjalanan menuju pintu utama seperti istana sebuah kerajaan besar. Semuanya serba gemerlapan, tidak ada minus di mata Alexa ataupun Aston.


Alexa berjalan di gandeng oleh pria tampan tinggi semampai, dengan dada bidang, yang kini memakai setelan jas berwarna hitam selaras dengan sepatu dandasinya. Terdapat aksesoris bunga kecil di saku. Menambah terlihat lebih karismatik.


Alexa pun sedikit grogi saat berdekatan dengan Aston yang tampil berbeda. Ditambah lagi ia masih kepikiran akan dua orang yang setelah ini dan menjadi pasangan suami istri. Yang seharusnya mempelai wanita adalah dirinya. Alexa mengatur nafasnya.


Alexa menganggukkan kepala. "Ya Aston, terima kasih ya, kamu sudah menguatkan aku!"


Sampai di pintu utama mereka berjalan dengan menebarkan senyuman, sampai bagian lighting menyorot mereka dari pintu utama menuju mempelai yang berdiri di sebelah panggung.


Semua mata tertuju pada mereka, tidak ada satupun luput dari pandangan. Hingga sedikit terdengar lirih mereka berbisik. Meski ada irama lagu melankolis yang mengiringi acara, tetap terdengar di telinga keduanya. "Lihatlah pasangan itu sangat serasi sekali.


Suara mereka sampai terdengar di telinga Sean, pria itu segera menatap kedatangan Aston dan Alexa. Tubuhnya bergetar melihat mereka, apalagi mereka bergandengan tangan bak pasangan yang tidak dapat dipisahkan. Membuat hatinya sakit dan cemburu. Meski di dalam lubuk hatinya ia masih mencintai Alexa.

__ADS_1


Dari kejauhan, Alexa sudah mempersiapkan hatinya untuk berjabat tangan dengan Sean demi mengucapkan selamat kepada mereka. Kaki Lexa makin lama makin mendekati mempelai, namun sudah letih dan berat rasanya. 'Apakah aku akan kuat, melewati malam ini, Hari ini adalah hari dimana hancurnya hidupku, hari di mana pria yang aku sayangi akan dimiliki oleh sahabatku sendiri, sepertinya aku tidak akan sanggup menjadi saksi pernikahan mereka. Aku tidak sekuat itu meskipun aku sudah berusaha keras untuk bertahan. Ya Tuhan, kuatkan hamba.'


Sebelum kakinya melangkah mendekati Sean dan Dania, Nyona Andrea menghadang Lexa. Terpaksa keduanya berhenti, lihat hati Lexa ingin menyapa calon ibu mertuanya dulu, wanita itu mendekati Alexa dan mengangkat tangannya.


Plak!


Sebuah tamparan keras mengenai wajah wanita cantik bergaun hitam itu, semua yang riuh terdiam melihat Lexa


"Berani-beraninya kamu datang di acara pernikahan putraku! Apakah kamu tidak punya malu? Atau urat malumu sudah putus? Tinggal Sampai berani menunjukkan wajahmu di hadapan ku maupun Sean? Apa kamu tidak cukup menyakiti hati anakku Alexa? Perempuan yang tidak jelas asal usulnya?" bentak Nyonya Andrea setelah menamparnya.


Lexa merasa kesakitan hingga ia menahan pipinya yang terasa panas. "Saya minta maaf Nyonya Andrea, saya datang ke sini hanya memenuhi undangan yang diberikan Sean untuk saya," ucapnya dengan gemetar.


Aston tidak tinggal diam, ia berjalan kedepan untuk melindungi Alexa. "Nyonya, Anda benar-benar keterlaluan. Kami datang ke sini sebagai tamu undangan, jadi perlakukan kami dengan baik, Bukan Dengan melakukan tindakan kekerasan seperti yang baru saja kau lakukan pada kekasih saya!"


Plok! Plok! Plok!


Andrea tersenyum menyeringai. "Minggir kamu!" Andrea menyingkirkan tubuh Aston menyamping.


"Wah, wanita miskin ini pintar mencari pria kaya rupanya, hubunganmu dengan Sean baru saja aku restui karena sebelumnya aku sangat menentang hubunganmu dengan putraku, tapi sekarang? Di saat kamu akan melakukan pernikahanmu dengan putraku, tiba-tiba kau putuskan begitu saja Padahal semua sudah dipersiapkan, dasar wanita murahan!" oloknya pada Alexa.

__ADS_1


Sean dan Dania berjalan mendekati mereka. "Hentikan, Mama. Alexa tidak bersalah, dia pantas mencari kebahagiaannya," ucap Dania mencari muka. Dia berpura-pura mendukung Alexa. Tanpa mengasihani dirinya sendiri.


__ADS_2