Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Ketoprak


__ADS_3

Keysha masih sibuk menyanyi di ruangan yang di sediakan oleh Kevin. Namun tiba-tiba permainannya terhenti. Gadis itu memegang perutnya yang berbunyi untuk minta diisi.


"Padahal aku baru saja makan beberapa jam yang lalu dan sekarang perutku kembali merasa lapar." gumam Keysha.


"Ckckck... padahal aku ingin diet." ujar gadis itu lagi menggelengkan kepalanya.


Keysha pun beranjak dari tempat duduknya. Gadis itu meletakkan gitar yang ia peluk ke tempat semula. Ia melangkah pergi dari ruangan itu.


Keysha berjalan menuju ke dapur. Dilihatnya beberapa pelayan yang masih sibuk memberesi dapur tersebut. Keysha melirik beberapa bahan makanan di dalam kulkas. Salah seorang pelayan yang baru saja sadar akan kehadiran Nyonya-nya langsung menundukkan kepala.


"Apakah ada yang anda butuhkan, Nyonya?" tanya pelayan tersebut.


Keysha menggigit bibirnya. Gadis itu bingung ingin mengatakannya atau tidak. Sebenarnya ada salah satu makanan yang ia rindukan. Namun koki disini adalah orang luar, tentu ia tidak mengerti tentang apa yang dibutuhkan oleh Keysha.


"Aku.. ingin makan sesuatu." ujar Keysha.


"Baiklah Nyonya, katakan apa yang ingin Anda makan. Kami akan segera menyiapkannya." ucap pelayan tersebut.


"Tapi, aku ingin makan makanan yang berasal dari Indonesia. Apakah kalian bisa memasaknya untukku?" tukas Keysha.


"Katakan apa nama makanan tersebut, Nyonya. Kami mengetahui beberapa masakan dari Indonesia."


"Apakah kau tahu Ketoprak?" tanya Keysha pelan.


"What? Ketorak?"


"No, bukan Ketorak tapi Ketoprak." ujar Keysha memperjelas ucapannya.


Pelayan tersebut tampak menoleh ke arah pelayan yang lainnya. Menanyai mereka satu persatu tentang makanan yang disebutkan oleh Nyonya-nya. Namun semua pelayan disana menggeleng perlahan.


"Kami benar-benar minta maaf Nyonya, tak ada satu pun dari kami yang mengetahui tentang makanan yang Anda maksud." ucap pelayan tersebut.


Keysha pun berpikir keras. Sungguh ia ingin makan Ketoprak tapi sayangnya satu pun tidak ada yang mengetahui makanan itu. Dan gadis itu menemukan ide. Ia meraih ponselnya, melihat cara pembuatan ketoprak melalui internet. Ia pun menyebutkan satu persatu bahan yang tertulis disana dalam bahasa Inggris.


Para pelayan tampak menyimak ucapan Keysha sembari mengangguk perlahan. Setelah Keysha mengucapkan satu persatu bahan serta cara pembuatannya, pelayan tersebut dengan gesit menyiapkan semua bahan tersebut dan kemudian memasaknya. Kebetulan bahan yang ada di dalam kulkas sangat lengkap dan pembuatan ketoprak terbilang sederhana.


Keysha menunggu dengan sabar ketopraknya tersebut. Baru kali ini ia menginginkan sesuatu namun tak bisa menundanya ataupun digantikan dengan makanan lainnya.

__ADS_1


Selang beberapa saat kemudian, pelayan pun menghidangkan makanan yang diminta oleh Keysha tadi. Mata Keysha berbinar melihat ketoprak dengan saus kacang yang tampak menggoda. Tak menunggu waktu lama, Keysha melahap ketoprak tersebut.


Gadis itu memejamkan matanya saat perpaduan antara bumbu kacang dan bahan yang lainnya menyentuh lidahnya. Menari di dalam mulutnya.


"Sungguh ini sangatlah enak." puji Keysha yang mengacungkan kedua ibu jarinya.


Pelayan tersebut tersenyum melihat kepuasan dari Nyonya-nya itu.


"Kami sangat senang sekali jika anda menyukainya, Nyonya. Ini adalah pertama kalinya kami memasak ini." ucap sang pelayan.


"Apakah kalian menyiapkannya dalam jumlah yang banyak?"


"Tidak Nyonya, sesuai dengan takaran yang anda sebutkan saja." jawab pelayan tersebut.


"Kalau begitu nanti kalian buat sendiri jika penasaran dengan rasanya." ucap Keysha yang memasukkan kembali satu suap ketoprak ke dalam mulutnya.


"Baik Nyonya, kalau begitu selamat menikmati." ujar pelayan tersebut yang kemudian melangkah pergi.


Keysha tak menghiraukan sekelilingnya. Gadis itu sibuk mengisi perutnya dengan ketoprak yang ada dihadapannya. Ia sudah merasa sangat lapar dan hanya makanan inilah yang ingin dinikmatinya saat ini.


Selepas mengantar kepergian tuannya ke bandara, Riko melajukan mobilnya menuju ke kantor. Pria itu memasang earphone ke telinganya mengangkat panggilan dari salah satu suruhannya.


"Apakah kondisi aman terkendali?" tanya Riko.


"Iya, bos."


"Ardi tidak menyakitinya kan?"


"Tidak, bos. Tuan Ardi justru tidak terlalu menghiraukan keduanya." ujar suara dari seberang telepon.


"Terus awasi pergerakannya. Ingat jangan sampai kalian lengah sedikit pun! atau kalian akan tau akibatnya." ucap Riko yang kemudian memutuskan panggilannya.


"Setidaknya pria itu masih memiliki hati untuk tidak menyakiti orang yang berharga bagi saudara tirinya." gumam Riko yang kemudian menambah laju kecepatan mobilnya.


...


Keysha mengusap perutnya setelah menghabiskan makanannya. Gadis itu meletakkan piring tersebut ke dapur.

__ADS_1


"Biar saya saja, Nyonya." ucap pelayan yang melihat Keysha berjalan menuju dapur sembari membawa piring tersebut.


"Tidak apa-apa, aku bisa membawanya. Lanjutkan saja pekerjaanmu." tukas Keysha yang kembali melangkahkan kakinya.


Saat masuk ke dapur, Keysha terkejut melihat beberapa pelayan yang menatap ke arahnya sembari menikmati ketoprak. Seluruh pelayan yang ada di dapur pun segera beranjak dari tempat duduknya dan kemudian menundukkan kepala.


"Nyonya maafkan kami, kami penasaran dengan rasa makanan ini. Dan ternyata rasanya membuat kami tak berhenti untuk memakannya." ujar salah satu pelayan.


"Tidak apa-apa, aku merasa senang karena kalian suka makanan dari Indonesia. Lain kali aku akan merekomendasikan beberapa makanan untuk kalian cicipi." ujar Keysha terkekeh geli.


Salah satu pelayan langsung mengambil piring kotor yang ada di tangan Keysha. Gadis itu menatap pelayannya satu persatu sembari tersenyum.


"Silahkan lanjutkan makan kalian." ujar Keysha yang kemudian melangkah pergi.


...****************...


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 16 jam dari London ke Jakarta. Kini Kevin menuju ke rumah utama untuk bertemu sang papa. Kepulangannya tentu saja terbilang mendadak tanpa memberitahu Ruslan. Pria itu menuju ke rumahnya menggunakan taksi.


Tak lama kemudian, taksi tersebut memasuki pekarangan rumah utama. Kevin memasuki rumah sembari menarik koper yang ada ditangannya.


Dewi yang tengah bersantai di ruang tengah sembari menonton televisi tampak terkejut melihat kepulangan anak tirinya itu.


"Kevin.." gumam Dewi yang kemudian berjalan menghampiri anak tirinya.


"Apakah ada masalah? mengapa kau pulang tanpa mengabari? dimana Keysha?" rentetan pertanyaan keluar dari mulut Dewi namun tak ada satu pun yang ditanggapi oleh lawan bicaranya.


Kevin menatap wajah ibu tirinya sekilas. Tentu saja ia membenci ibu dari pria yang telah menahan kedua orang berharga baginya. Kevin berlalu dari hadapan Dewi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Dewi hanya menatap punggung Kevin yang meninggalkannya. Dengan cepat wanita itu segera meraih ponselnya untuk mengabari sang suami. Ruslan terkejut dengan kepulangan Kevin yang tiba-tiba. Apalagi pria itu hanya sendirian tidak bersama dengan istrinya. Ruslan sudah bisa menebak bahwa Kevin memiliki masalah yang cukup serius kali ini. Ia amat mengenal bagaimana sosok putranya itu.


Mendengar hal tersebut, Ruslan mencoba menghubungi Kevin.


"Mengapa kau pulang tiba-tiba? apakah menurutmu memimpin sebuah perusahaan itu adalah hal lelucon yang seenaknya kau tinggalkan kemana saja?!" bentak Ruslan.


"Aku ingin membicarakan sesuatu setelah papa pulang." ujar Kevin yang kemudian langsung memutuskan sambungan teleponnya.


"Dasar anak kurang ajar!" geram Ruslan.

__ADS_1


__ADS_2