Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Harapan


__ADS_3

Hari demi hari pun silih berganti. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Hari ini, David sudah memegang surat adopsi setelah menunggu tiga bulan lamanya.


Keysha menikmati waktunya dengan mengurus Dini disaat suaminya pergi bekerja. Semua keluarga menyambut kedatangan Dini dengan hangat. Dan pada akhirnya, Dini pun merasa nyaman berada di tengah-tengah keluarga barunya.


Keysha baru saja turun dari mobilnya untuk menjemput anaknya yang saat ini bersekolah di taman kanak-kanak. Keysha mengembangkan senyumnya saat melihat orang tua murid yang lainnya juga berada di sana.


Jam pelajaran sudah habis. Anak-anak yang berada di dalam ruangan segera berbondong-bondong keluar untuk menemui orang tuanya yang sudah menunggu mereka.


"Mama ...." Dini dengan rambut yang dikuncir dua, berlari ke arah Keysha. Gadis itu pun merentangkan tangannya saat anak gadisnya datang menghampiri. Dini menghambur ke dalam pelukannya.


"Anak mama belajar apa saja tadi?" tanya Keysha sembari mencium kedua pipi anaknya.


"Belajar menggambar dan bernyanyi," timpal Dini.


"Dini gambar apa?"


"Gambar bunga," ucap gadis itu polos. Ia pun mengeluarkan buku dari dalam tasnya dan memperlihatkan hasil gambarnya.


"Wah anak mama ternyata bisa menggambar," puji Dini sembari mengelus puncak kepala anaknya.


"Ya sudah, sekarang kita pulang yuk. Atau Dini mau mampir sebentar ke resto?" tanya Keysha.


"Mampir ke resto," sahut Dini. Keysha pun menggenggam tangan anaknya berjalan memasuki mobil.


....


Setelah menempuh waktu selama 15 menit, mobil yang dikendarai oleh Keysha tiba di resto. Keysha berjalan menuju pintu sebelah untuk membantu Dini turun dari mobil.


Dini menggenggam tangan ibunya. Keysha membawa Dini menuju ke ruangan David.


Tok... Tok...


Keysha mengetuk pintu dan kemudian membuka pintu yang ada di hadapannya. David tengah duduk di kursi sembari memainkan ponselnya.


Saat melihat kedatangan anak dan istrinya, David pun lekas beranjak dari tempat duduknya. Dini berlari menghambur ke pelukan ayahnya.


"Anak papa baru pulang sekolah," ujar David yang kemudian membawa Dini ke dalam gendongannya.


"Papa, tidak usah menggendong Dini, soalnya Dini berat," ucap gadis kecil itu.


Mendengar ucapan Dini, membuat David maupun Keysha ikut tertawa. "Papa punya tulang yang kuat, gendong Dini tidak akan merasa berat," timpal David.


"Kalian belum makan siang?" tanya David. Dini dan Keysha menggelengkan kepalanya serentak.


"Ya sudah, kalau begitu kalian tunggu di sini. Papa akan membuatkan sesuatu untuk kalian," ujar David menurunkan Dini dari gendongannya.


David pun segera berjalan keluar dari ruangannya menuju ke dapur resto. Pria itu bisa saja menyuruh koki resto membuatkan makanan untuk anak dan istrinya. Namun, David memilih untuk menyiapkan makanan tersebut sendiri.


Keysha membuka lemari yang ada di dalam ruangan David. Lemari yang berisi beberapa pakaian Dini yang telah ia siapkan, karena memang Keysha sering membawa Dini mampir ke resto saat pulang dari sekolah.


Keysha berjalan menghampiri anaknya. Ia membuka kancing baju Dini dan memakaikan baju yang telah disediakannya.


"Mama ...."


"Iya, Nak."

__ADS_1


"Nanti kalau mama punya adik bayi, apakah mama akan tetap sayang sama Dini?" tanya gadis kecil itu tiba-tiba.


DEGGG....


Seketika Keysha mematung. Entah mengapa tiba-tiba gadis itu sampai berpikir hal demikian.


"Nak, adik bayi itu adalah adikmu. Sekalipun nantinya mama sudah memiliki adik bayi, Dini tetaplah anak mama dan papa. Kasih sayang yang kami berikan tetaplah sama dan tidak akan dibedakan," jelas Keysha.


Gadis kecil yang ada di hadapannya hanya terdiam.


"Kenapa Dini bisa berpikiran seperti itu?" tanya Keysha.


"Kata teman sekolah Dini kalau kita punya adik, mama dan papa kita tidak akan sayang lagi sama kita. Mereka akan lebih menyayangi adik kita," tutur Dini.


Keysha tersenyum sembari mencubit pipi chubby Dini dengan gemas. "Dini tidak boleh lagi berpikir seperti itu. Kasih sayang semua orang tua akan sama pada anaknya," ungkap Keysha.


"Tapi Dini kan bukan anak mama dan papa?"


Hati Keysha merasa sedikit sakit saat mendengar ucapan Dini. Gadis kecil yang ada di hadapannya ini baru berusia lima tahun tapi pemikiran yang dimilikinya cukup jauh.


"Dini ... Kami adalah orang tuamu. Sampai kapan pun mama dan papa adalah orang tuanya Dini. Meskipun mama melahirkan seorang anak lagi, Dini tetaplah anak mama dan papa. Mama minta tolong, jangan lagi berkata seperti itu ya, Nak."


Dini mengangguk pelan. "Dini minta maaf ya, Ma. Dini sudah membuat mama sedih,"ucap gadis kecil itu menatap ke dalam manik mata ibunya.


"Iya, Nak." Keysha memeluk Dini sembari menciumi puncak kepala anaknya berkali-kali.


Kasih sayang yang ia berikan pada Dini benar-benar tulus. Beberapa orang mengira bahwa Keysha dan David sengaja mengadopsi anak hanya untuk pancingan agar mereka lekas diberikan keturunan. Padahal tidak sekalipun terpikirkan bagi Keysha memanfaatkan Dini untuk menjadi pancingan.


Setelah cukup lama, David masuk ke dalam ruangannya sembari membawa nampan di tangannya. Salah seorang pelayan juga membawakan nampan untuk membantu David membawakan makanan ke dalam ruangannya.


"Fettucini creamy mushroom kesukaannya anak papa sudah datang," ujar David sembari menaruh nampan ke atas meja.


David meletakkan dua fettucini creamy mushroom serta dua gelas orange juice untuk anak dan istrinya.


"Papa tidak ikut makan?" tanya Dini.


"Papa belum lapar, Nak." timpal David.


Dini pun langsung mencicipi makanan yang ada di hadapannya. Dan sesaat kemudian gadis kecil tersebut mengacungkan dua ibu jarinya pada David.


"Masakan Papa memang terbaik," ujar Dini dengan antusias.


David mengulas senyumnya. "Anak pintar, habiskan makannya,"ujar David. Dini mengangguk dan kembali melanjutkan makannya.


....


Pagi ini Keysha merasa tak enak badan. Tubuhnya lesu karena telah memuntahkan semua isi perutnya. Sejak tadi ia merasa mual dan harus bolak-balik ke kamar mandi.


David menghampiri sang istri. Ia meletakkan telapak tangannya tepat di kening Keysha.


"Tidak panas," gumam David.


"Aku akan mengantarmu ke dokter," sambungnya.


Keysha menggeleng pelan. "Tidak usah, Sayang. Ka yg antarkan saja Dini ke sekolah dan setelahnya lekaslah pergi ke resto. Nanti aku akan menyuruh Bik Wati untuk menelepon dokter dan menyuruhnya datang ke sini," ucap Keysha.

__ADS_1


"Tapi ...."


"Sayang ... Aku tidak apa-apa, sungguh." Keysha menyela ucapan suaminya.


"Baiklah kalau begitu. Jika kau masih merasa tidak enak, segera menghubungiku," ujar David. Terlihat dari raut wajahnya yang tampak mengkhawatirkan Keysha.


"Iya, nanti aku akan menghubungimu jika aku masih merasa tidak enak badan," timpal Keysha.


Tak lama kemudian, Dini masuk ke dalam kamar. Gadis kecil itu menghampiri ibunya.


"Mama sakit?" tanyanya.


"Iya, Nak. Dini sekolahnya diantar sama papa dulu ya," ucap Keysha.


"Iya, Ma. Cepat sembuh ya, Ma. Dini sayang mama," ucap gadis kecil tersebut meraih punggung tangan Keysha dan kemudian mencium pipi ibunya.


"Mama juga sayang Dini," timpal Keysha seraya mengulas senyum.


"Kami berangkat dulu," ujar David mencium puncak kepala istrinya.


"Iya, Suamiku."


David pun keluar dari kamar bersama dengan Dini. Setelah suaminya tak terlihat, Keysha meraih kalender yang ada di atas nakas. Ia melihat tanggal terakhir yang gadis itu lingkari dengan menggunakan spidol berwarna merah.


"Aku telat 3 minggu, atau jangan-jangan ...." Keysha langsung menutup mulutnya.


Gadis tersebut langsung memanggil Bik Wati berulang kali hingga Bik Wati pun datang menghampiri.


"Bik, boleh saya minta tolong?" tanya Keysha.


"Minta tolong apa, Nyonya?"


"Tolong belikan saya tespek," ujar Keysha.


Keysha pun mengambil dompetnya dan memberikan uang yang lebih untuk Bik Wati.


"Tapi ini banyak sekali, Nyonya." Bik Wati terperangah karena Keysha memberinya uang terlalu banyak.


"Tidak apa-apa, Bik. Untuk bibi saja lebihnya," ujar Keysha.


"Terima kasih banyak, Nyonya. Kalau begitu bibi pergi dulu," ucap Bik Wati.


Keysha pun mengangguk sembari melihat Bik Wati yang sudah menghilang dari balik pintu.


"Semoga saja dugaanku benar, aku sungguh menantikannya," gumam Keysha sembari mengusap perutnya yang datar.


.


.


.


Bersambung....


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


Yang belum favorit, yuk difavoritkan supaya mendapatkan notifikasi update terbarunya~


__ADS_2