
"Mas, kamu pulang ke rumah kan hari ini?" anak-anak sakit mereka cariin kamu terus."
"Iya aku pulang ke rumah. Tapi kamu gak apa-apa kan aku ajakin Airin juga ikut. Aku kasian sama Airin jika dia di rumah sendirian."
"Kalau Mbak Rani gak bolehin aku nginap di rumah kalian, aku gak apa-apa kok di rumah sendiri. Lagi pula aku udah terbiasa kok sendiri di rumah."
"Enggak kok aku gak keberatan kalau kamu nginap ke rumah aku. Aku hanya bingung aja nanti gimana jelasinnya ke anak-anak tentang siapa kamu." jawab Rani
"Kamu gak usah khawatir soal anak-anak nanti biar aku yang jelasin ke mereka." tutur Abian
"Iya." jawab Rani dengan menatap sang suami yang terus memegang tangan Airin.
"Mas, kamu kenapa gandeng terus tangan Airin, apa kamu gak tau aku cemburu lihat kamu seperti itu sama Airin." batin Rani saat menatap Abian memegang tangan Airin.
“Mbak, Mbak Rani gak apa-apa? Kok diam aja sih? Mbak Rani gak suka ya aku nginap di rumah Mbak Rani?" tanya Airin
"Enggak kok, aku gak apa-apa. Ya udah yuk pulang. Oh iya nanti kamu duduk nya di depan ya samping Mas Abi?"
"Gak usah Mbak aku duduk di belakang aja. Mbak aja yang duduk di depan, Mbak kan istri pertama nya Mas Abi, jadi Mbak yang berhak duduk di Samping Mas Abi." jawab Airin walaupun sebenarnya ia sedih karena harus berbagi suami dengan orang lain.
"Kalian gak usah bertengkar, Rani kamu duduk di depan Airin kamu gak apa-apa kan di belakang?" tanya Abian
Airin mengangguk ia kemudian naik ke mobil dan duduk di belakang. Setelah Airin masuk Abian dan Rani juga masuk. Di sepanjang perjalanan mereka hanya diam, Abian hanya fokus menyetir mobil nya, sementara Rani dan Airin hanya duduk diam menikmati perjalanan mereka.
"Yah, andai Ayah masih ada, pasti sekarang aku gak sesedih ini. Airin kangen banget sama Ayah. Kenapa Ayah pergi nya begitu cepat, Airin bahkan belum sempat membahagiakan Ayah. Yah, sekarang Airin udah menikah walaupun hanya menjadi istri kedua." Airin terlihat sedih saat mobil mereka melewati jalan di mana Ayah nya kecelakaan dan meninggal.
"Airin, kamu gak apa-apa? Kenapa kamu menangis?" tanya Rani karena ia melihat di kaca mobil kalau Airin sedang menangis.
Dengan cepat ia menghapus air mata nya. "Enggak kok aku gak apa-apa, aku hanya sedih aja soal nya di jalanan ini tempat di mana Ayah aku kecelakaan dan meninggal kan aku. Aku hanya kangen aja sama dia." jawab Airin
"Oh, jadi Ayah kamu meninggal karena kecelakaan? Terus orang yang nabrak Ayah kamu gimana? Apa ia sudah di tangkap?" tanya Rani
__ADS_1
Abian langsung menghentikan mobil nya mendadak ketika Rani mempertanyakan tentang siapa yang menabrak Ayah nya Airin.
Melihat Abian menghentikan mobil nya tiba-tiba, Airin dan Rani langsung menatap ke arah Abian.
"Mas, kamu kenapa kok berhenti? Mobil nya mogok ya atau bensin nya habis?" tanya Rani
"Enggak kok, tadi di depan ada kucing maka nya aku berhenti." bohong Abian padahal sebenarnya ia sedang ketakutan karena Rani yang tiba-tiba menanyakan siapa yang menabrak Ayah nya Airin.
Setelah tiba di rumah mereka semua langsung turun. Rani langsung membuka pintu rumah nya, dan mereka pun langsung masuk ke dalam.
"Airin, kamu tunggu di sini bentar ya, aku mau ke kamar anak-anak dulu." ucap Rani
"Aku juga mau lihat anak-anak kamu enggak apa-apa kan, di sini sendiri?" tanya Abian
"Iya, tidak apa-apa." jawab Airin
Airin menatap Abian yang merangkul Rani. Hati nya sangat sakit melihat kedua nya.
"Yeay, Papa pulang. pa, kita kangen sama Papa. Papa kok kerja terus sih, Papa kapan punya waktu nya buat kita. Semalam Ciko sakit tau Pa, Ciko cari Papa semalam. Tapi, Papa gak ada, kata Mama, Papa ada kerjaan. Papa kenapa sih kerja terus?" tanya Ciko pada Abian
Abian hanya diam menatap kedua anak nya. Ia bingung harus bagaimana menjelaskan kepada kedua nya. Begitu juga dengan Rani yang hanya diam.
"Ma, Pa, kok diam aja sih, jawab dong pertanyaan nya Ciko. Papa kok kerja terus, emang Papa udah gak sayang kita lagi ya?" tanya Ciko dengan wajah cemberut
"Enggak bukan gitu sayang, Papa emang lagi ada kerjaan di kantor. Maafin Papa ya. Papa gak bermaksud buat kalian sedih. Abang sama Kakak mau kan, maafin Papa?" Abian berusaha meminta maaf pada kedua anak kembar nya itu.
Mereka berdua hanya cemberut menatap sang Papa. Mereka kecewa sama Abian karena Abian jarang sekali main atau pun pergi jalan-jalan sama mereka.
"Ciko, Cika ayo maafin Papa kasian tau Papa nya. Masa anak nya gak mau sih Maafin Papa nya? Papa bukan nya gak mau main sama kalian tapi Papa banyak kerjaan di kantor. Papa kan kerja buat kita juga. Buat kita makan, buat kalian sekolah terus buat beli mainan. Kakak dan Abang mau ya maafin Papa?" bujuk Rani supaya kedua nya memaafkan sang Papa.
"Iya, kita mau maafin Papa." jawab kedua nya bersamaan
__ADS_1
Ternyata di saat Abian dan Rani menemui anak mereka, Airin ternyata mengintip nya di depan pintu kamar.
"Kasian mereka gara-gara aku menikah dengan Mas Abi, mereka jadi tidak punya waktu untuk bermain bersama Papa nya. Maafin Tante ya sayang, Tante gak bermaksud merebut Papa kalian. Tante janji setelah ini kalian akan punya waktu lebih banyak sama Papa kalian." ucap Airin saat menatap Abian dan Rani berbicara bersama kedua anak kembar mereka.
"Jadi sekarang kalian udah maafin Papa ni?" tanya Abian
"Iya." jawab mereka bersamaan
"Makasih ya, Papa sayang banget sama kalian." ucap Abian kemudian ia memeluk kedua anak nya bersamaan. Di ikuti Rani yang juga ikut memeluk.
Melihat mereka berpelukan seperti itu, Airin hanya bisa menangis. Ia tau ia salah telah masuk ke dalam rumah tangga Abian dan Rani.
"Maafin aku Mbak, karena telah menghancurkan kebahagiaan kamu.'' ucap Airin setelah itu ia kembali ke ruang tamu dan duduk kembali di sana.
Tak berapa lama ia duduk Abian, Rani dan kedua anak nya datang. Kedua anak nya menatap ke arah Airin yang tengah duduk.
"Ma, Tante itu siapa?" tanya Cika dengan mata nya masih melihat ke arah Airin
"Dia teman nya Papa, nama nya Tante Airin. Tante Airin akan nginap di rumah kita selama beberapa hari. Jadi Papa minta kalian harus baik ya sama Tante Airin." jelas Abian
"Hai Tante Cantik." sapa Ciko pada Airin
"Hai nama kamu Ciko kan kalau ini pasti Cika kan?" tanya Airin
"Iya Tante aku Cika dan yang ini Adik aku Ciko. Kita kembar Tante." jelas Cika
"Oh jadi kalian kembar, perkenalkan Tante nama nya Airin. Kalian boleh panggil Tante Airin. Tante teman nya Papa sama Mama." Airin memperkenalkan dirinya pada kedua anak kembar Abian dan Rani.
"Sayang sekarang kalian main dulu ya di kamar, Mama mau ngobrol sama Papa dan Tante Airin."
"Iya Ma." jawab mereka bersamaan
__ADS_1
bersambung