Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Bangga Memilikimu


__ADS_3

Setelah kejadian beberapa hari yang lalu, Keysha lebih berhati-hati dalam memasak. Gadis itu memilih untuk membantu David saja sembari melihat tanpa berani mencampur apapun di masakan suaminya.


"Kau boleh mengaduknya," ucap David mempersilahkan Keysha.


"Tidak! Lebih baik aku melihat saja. Aku takut nanti nasi gorengnya berubah rasa," ujar Keysha.


"Tidak, Sayang. Jika kau tidak membubuhkan apapun di dalamnya, rasanya akan tetap sama. Ayo sini!" ajak David.


Perlahan Keysha pun menghampiri suaminya. Ia memegang spatula dan mengaduk nasi goreng tersebut secara perlahan.


"Aku akan ke resto hari ini, apakah kau mau ikut?" tanya David.


"Aku berencana mengunjungi panti, tapi bisakah kau membantuku?" tanya Keysha.


"Bisa, bantuan apa itu?"


"Aku ingin pergi ke panti dengan memberikan sembako, tapi aku merasa ada yang kurang. Bisakah aku memesan 200 kotak nasi untuk aku bawa ke panti?" tanya Keysha.


"Baik, aku akan meminta koki resto untuk menyiapkan semuanya. Nanti aku juga akan menemanimu ke panti," ucap David.


"Terima kasih suamiku," ujar Keysha senang. Ia bahkan melupakan nasi gorengnya. Dengan sigap, David pun langsung mengambil spatula yang ada di tangan istrinya dengan cepat membalik nadi goreng tersebut.


"Hampir gosong," gumam David.


"Maafkan aku." Keysha mengedip-ngedipkan matanya membuat David sangat gemas melihat istrinya itu.


"Tidak apa-apa, siapkan piringnya saja. Nasi gorengnya sudah siap," ucap David.


David mematikan kompor dan kemudian meletakkan nasi goreng tersebut di atas piring yang sudah disiapkan oleh istrinya.


Keduanya pun duduk di meja makan untuk menikmati sarapan paginya. Sesekali David menyeka sudut bibir istrinya saat ada nasi yang menempel di bibir sang istri.


"Terima kasih sarapannya, aku sangat menyukainya." Keysha kembali memasukan nasi goreng ke dalam mulutnya.


"Habiskanlah sarapanmu, nanti kita akan pergi ke resto untuk mempersiapkan semuanya," ucap David sembari tersenyum.


Setelah menghabiskan semua sarapannya, kini keduanya langsung memasuki mobil untuk menuju ke resto.


"Sembakonya sudah dipersiapkan?" tanya David sembari mengendalikan setirnya.


"Iya, aku sudah memesannya kemarin. Nanti siang pemilik toko akan langsung mengantarkan sembakonya," ujar Keysha.


"Sudah di bayar?"


"Sudah, uangnya langsung aku transfer kemarin. Sebentar coba aku hubungi pemilik toko sembakonya," ujar Keysha mengambil ponsel di dalam tasnya.


Gadis itu mendial nomor yang di tuju dan kemudian menempelkan benda pipih tersebut ke telinganya.


"Halo."


"Halo, Ci. Untuk pesanan yang kemarin bisa diantar siang ini kan?" tanya Keysha.

__ADS_1


"Bisa, tapi nanti siang ya. Soalnya karyawan kalau pagi sibuk di toko. Untuk pengantaran kami akan melayani di siang hari."


"Baik, Ci. Nanti langsung kirim ke alamat yang saya kasih ya," ucap Keysha.


"Iya, nanti Cici hubungi kalau mobilnya sudah berangkat."


"Oke, Ci. Terima kasih ya," ujar Keysha.


"Sama-sama."


Panggilan pun terputus. Keysha memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas.


"Yang punya toko orang China?" tanya David.


"Iya," ujar Keysha seraya mengangguk.


Selang beberapa lama kemudian, mobil yang dikendarai oleh David pun tiba di resto. Pria itu segera turun dari mobilnya. David hendak membukakan pintu untuk sang istri, tetapi gadis itu sudah lebih dulu turun dari mobil.


"Ada apa?" tanya Keysha saat melihat David mengusap tengkuknya.


"Tidak apa-apa, ayo masuk."


Keduanya pun berjalan beriringan. David melihat beberapa pelayan tengah bersih-bersih. Ada yang menyapu, ada yang mengepel, ada juga yang mengelap meja.


Beberapa pelayan disana menyapa David beserta istrinya. David pun membalas sapaan tersebut dengan tersenyum begitu pula dengan Keysha. Kedua orang itu langsung berjalan menuju ke dapur.


Para pelayan yang melihat keduanya pun tersenyum penuh arti.


"Aura Pak David beda ya," ucap salah satu pelayan yang saat ini tengah mengelap meja.


"Sssttt ... ayo segera selesaikan pekerjaan kita, jika bergosip terus menerus pekerjaan tidak akan selesai dengan cepat," ucap pelayan yang lainnya.


David dan Keysha menuju ke dapur resto. Dilihatnya empat orang koki tengah menyiapkan bahan makanan.


"Pagi Pak David, Bu Keysha." ke empat koki tersebut langsung menunduk menyapa kedua orang yang baru saja masuk.


"Pagi ...," timpal David sementara Keysha tersenyum.


"Bisakah kalian menyiapkan 200 kotak nasi untuk hari ini?" ujar David.


Ke empat koki sempat tercengang, mustahil mereka bisa melakukannya jika di pagi hari karena jumlahnya lumayan banyak.


"Kami akan menyiapkannya, Pak. Tapi mungkin membutuhkan waktu di siang hari untuk menyelesaikan semuanya," jelas salah satu koki tersebut.


"Tidak apa-apa, memang akan diantar siang nanti," tukas David.


"Baik, Pak. Kami akan mulai melakukannya sekarang," ujar koki yang satunya lagi.


"Silahkan, jika sudah siap nanti panggil saya."


Ke empat koki tersebut langsung mengangguk patuh. David pun keluar dari resto bersama dengan sang istri.

__ADS_1


Kedua orang tersebut naik ke atas menuju ke ruangan David.


David membuka laptopnya, mengecek penjualannya yang kemarin-kemarin.


"Syukurlah, beberapa hari ini pengunjung cukup meningkat dari hari biasanya," gumam David.


"Syukurlah kalau begitu," ujar Keysha sembari melemparkan senyum pada suaminya.


....


Hari pun telah berganti siang. Seorang pelayan memanggil David di ruangannya.


TOKKK... TOKKK...


Setelah mengetuk pintu, pelayan tersebut muncul dari balik pintu.


"Kotak nasinya sudah siap diantar, Pak."


"Baiklah, saya akan ke sana," ucap David.


David pun beranjak dari tempat duduknya menuju ke bawah. Sementara Keysha, gadis itu tengah bernyanyi di atas panggung sembari menunggu pesanannya.


Beberapa pelayan saling bergotong royong memasukkan kotak nasi tersebut ke dalam mobil box yang berukuran mini, yang di sewa langsung oleh David untuk keperluan tertentu.


Setelah semua kotak nasi dimasukkan ke dalam mobil, David berjalan ke depan untuk memanggil istrinya.


"Ayo berangkat!" David berbicara pada istrinya yang ada di atas panggung dengan bahasa tubuh tanpa mengeluarkan suara. Keysha yang mengerti maksud dari suaminya itu, segera turun dari panggung dan kemudian mengikuti David yang berjalan menuju ke mobilnya.


Baru saja Keysha menjatuhkan bokongnya di jok mobil, tiba-tiba ponselnya berdering. Keysha pun segera mengangkat panggilan tersebut.


"Mbak, mobil kami sedang menuju ke alamat yang kemarin dikirim ya."


"Oh, iya Ci. Makasih ya Ci," ucap Keysha.


"Iya, sama-sama."


Sambungan terputus, Keysha bernapas dengan lega. "Syukurlah pesanannya bisa diantar bersamaan," gumam Keysha.


"Punya niat baik pasti sudah di kasih jalan terbaik untuk Tuhan," timpal David.


"Aku bangga memilikimu, Sayang." Pria itu mengelus rambut Keysha sejenak dan kemudian memasangkan sabuk pengaman pada tubuh istrinya.


"Mari kita berangkat," ucap David melajukan nobilnya menuju ke panti.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ♥️♥️♥️


Yang belum favorit, yuk di favoritkan supaya dapat notifikasi update terbarunya~


__ADS_2