
Malam ini David benar-benar membawa kedua orang tuanya datang ke rumah Keysha untuk melamar gadis tersebut. Pria itu tak pernah main-main dengan ucapannya.
Kedatangan David dan keluarganya disambut hangat oleh keluarga Keysha.
"Silahkan masuk," ujar Pak Danu yang berjalan beriringan dengan Pak Bram yang tak lain adalah ayahnya David. Sementara Kirana tampak berbincang dengan Santi, ibunya David.
Sementara dia sejoli tersebut hanya saling melempar pandangan sembari tersenyum malu.
Pak Danu langsung membawa keluarga David untuk menyantap jamuan yang telah mereka persiapkan sedari tadi.
"Sebelum membahas tentang anak-anak, alangkah baiknya jika kita menyantap hidangan yang telah kami sediakan terlebih dahulu," ujar Danu.
"Wah, saya jadi tidak enak nih. Kedatangan kami sedikit merepotkan rupanya," celetuk Pak Bram.
"Halah, biasa saja. Anggap rumah sendiri, lagi pula sebentar lagi kita akan menjadi keluarga besar," timpal Kirana.
"Kami sangat menantikan hal itu," ucap Santi sembari terkekeh.
Mereka pun berjalan ke arah meja makan. Berbagai makanan sudah ada di atas meja. Kedua keluarga tersebut menikmati makan malamnya. Sementara Keysha dan David sibuk saling mencuri pandang.
David mengerlingkan matanya pada Keysha, dan gadis itu pun membalasnya dengan hal serupa. Mata Kirana tak sengaja menangkap kelakuan keduanya.
"Kalian kenapa seperti ini?" tanya Kirana menggoda sembari memperaktikan gerakan mata David tadi.
"Mungkin matanya sakit," timpal Danu.
Ke empat orang tua tersebut tertawa geli sementara David dan Keysha menunduk malu karena sudah ketahuan.
"Jaman sekarang anak-anak bucinnya kelewatan ya jeng," celetuk Santi.
"Iya, tidak mengenal tempat," sahut Kirana sembari terkekeh.
"Bucin itu apa, Ma?" tanya Bram.
"Aduh papa bucin itu singkatan dari budak cinta," jelas Santi.
Danu dan Bram hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
....
Setelah menikmati makan malamnya, kini kedua keluarga tersebut berada di ruang tengah. Bik Asih datang dengan membawa nampan yang berisi teh hangat serta camilan.
"Wah tidak usah repot-repot, kami baru saja makan," ujar Bram saat melihat Bik Asih menjamunya lagi, padahal mereka baru saja menikmati makan malam.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, kurang lengkap rasanya jika berbincang tanpa ditemani secangkir teh dan camilan," sahut Danu.
"Terima kasih untuk jamuannya, Pak Danu. Saya jadi tidak enak karena sudah merepotkan," ujar Bram.
"Kami tidak merasa direpotkan, Pak Bram. Justru kami sangat senang dengan kedatangan kalian," sanggah Danu.
"Baik, kalau begitu kita berbicara langsung ke intinya saja. Kedatangan kami ke sini untuk melamar putri Pak Danu. Kira-kira apakah lamaran dari anak kami diterima?" ucap Bram diakhiri dengan kalimat gurauan.
"Tentu saja Pak Bram, kami sangat senang karena David menginginkan putri kami. Namun, sedikit saya jelaskan,. putri kami ini memiliki banyak kekurangan mungkin dari segi pernikahan, David masih status perjaka sedangkan anak kami sudah pernah gagal dalam pernikahannya. Apakah David dan keluarga mau menerima putri kami dengan segala kekurangannya?" tanya Danu.
"Untuk masalah itu kami sudah mengetahuinya, Pak Danu. Jika menyangkut masalah sempurna atau tidaknya, anak kami juga bukanlah pria yang sempurna. Namun, semoga ke depannya ketidaksempurnaan mereka akan saling melengkapi," tutur Bram dengan bijak.
Pak Danu merasa bersyukur karena putrinya di terima di keluarga David meskipun dengan statusnya yang pernah gagal dalam pernikahan.
"Baiklah, berarti masalah yang itu sudah clear ya. Nah sekarang kita tinggal mengatur kapan rencana pernikahan keduanya," ujar Danu.
"Untuk tanggal penetapan pernikahan, sebaiknya kita tanya pada anak-anak, mungkin mereka sudah merencanakannya." Pak Bram mengalihkan pandangannya ke arah David dan Keysha yang saat ini duduk dengan posisi yang saling berhadapan. Arah pandang yang lainnya pun mengikuti Pak Bram.
"Minggu depan, gimana?" ujar David sembari memperlihatkan deretan gigi putihnya.
Bram mengusap wajahnya frustasi saat mendengar jawaban dari anaknya, sementara Danu terkekeh sembari menggelengkan kepala.
"Sebaiknya turuti saja, lebih cepat lebih baik," celetuk Kirana.
Mendengar sahutan dari para ibu-ibu yang ada di sana, membuat Danu memijat keningnya sembari membenahi kacamatanya. Sementara Bram tak bisa berkata apa-apa lagi.
"Baiklah, minggu depan kita akan gelar pernikahan mereka. Bagaimana Pak Danu, apakah setuju?" tanya Bram.
"Saya setuju saja," ucap Danu.
David tampak senang, ia memandang Keysha dengan senyum yang tersungging. Keysha juga melakukan hal yang sama.
"Tapi, untuk kalian berdua. Jika ada keperluan saja bertemu. Seperti fitting baju pengantin, atau mengambil gambar untuk pra wedding," ucap Kirana.
"Iya, nantikan bakalan ketemu terus," ujar Santi.
David mengangguk patuh mendengar ucapan dari ibu dan calon mertuanya. "Tidak masalah, yang penting minggu depan sudah sah," batinnya.
Setelah cukup lama berbincang, tak terasa waktu pun sudah mulai larut. Keluarga David berpamitan untuk pulang. Pak Danu beserta anak dan istrinya mengantarkan kepulangan dari keluarga David.
Kirana dan Keysha melambaikan tangannya saat mobil yang dinaiki oleh David dan keluarganya mulai melaju ke jalanan hingga mobil tersebut tak terlihat lagi.
Kirana merangkul anak gadisnya, mencium kedua pipi putrinya dengan gemas.
__ADS_1
"Akhirnya putriku sudah menemukan pria yang tepat," ujar Kirana.
"Papa harap setelah ini kau berbahagia Nak," ucap Danu.
Keysha menganggukkan kepalanya sembari mengulas senyum. Ia pun merangkul kedua orang tuanya.
"Mari masuk, hari sudah malam waktunya untuk tidur," ajak Kirana. Ketiga orang tersebut berjalan masuk ke dalam rumah.
Keesokan harinya, Keysha melakukan video call dengan Indah. Ia pun memberitahukan pada sahabatnya tentang pernikahannya yang akan dilaksanakan tak lama lagi.
Terlihat di layar ponsel bahwa lawan bicaranya itu tengah menikmati makan siangnya. Namun, saat Keysha memberitahukan hal tersebut, sontak gadis itu langsung tersedak.
"Menikah?!" tanya Indah tak percaya.
"Iya," timpal Keysha singkat disertai anggukan pelan.
"Wait, kepulangan ku dari Jakarta sekitar empat hari yang lalu. Aku putus dari David sekitar satu minggu, dan minggu depan kalian akan melangsungkan pernikahan?!" Indah mengulangi pertanyaannya lagi karena menurutnya waktu mereka berpacaran sangatlah singkat.
"Iya, untuk apa lama-lama kalau pada akhirnya tidak jadi menikah." Keysha yang baru saja mengucapkan kalimat tersebut langsung sadar dan menutup mulutnya.
"Bagus, kau sudah berani menyindirku," umpat Indah kesal.
"Bukan seperti itu Kak, sungguh aku tidak bermaksud menyindir kakak," ucap Keysha sembari mengangkat kedua jarinya membentuk v.
"Terserah kau saja, intinya aku turut berbahagia atas pernikahan kalian. Mungkin tiga hari sebelum hari H aku akan ke Jakarta," ucap Indah.
"Ck, kalian memang rumit. Kalau begitu kenapa tidak menggelar pernikahan saat aku masih di sana kemarin. Aku harus bolak-balik Pontianak ke Jakarta dalam kurun waktu dua minggu ini," sambung Indah berdecak kesal.
"Ya maaf, hehehe ...." Keysha hanya menyunggingkan senyumnya sembari memperlihatkan rentetan giginya.
.
.
.
Bersambung....
Ciecie... seneng banget yang bakalan nikah, bakalan unboxing secepatnya. Betewe bagian unboxingnya diskip ah~😌
Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejaknya berupa like, komen, serta votenya ♥️♥️♥️♥️
Yang belum favorit, favoritkan dulu yuk supaya dapat notifikasi update terbarunya~
__ADS_1
Oh iya, yang mau silahturahmi ke ig bisa follow ig ku ya. Nanti disana aku posting dekor pernikahannya David