
Setelah cukup lama menghabiskan waktu berbulan madu, kini David dan Keysha sudah tiba di Jakarta. Kedatangan keduanya di sambut hangat oleh orang tua dari kedua belah pihak.
"Mama ... Papa ...." Keysha setengah berlari menghampiri kedua orang tuanya. Ia pun memeluk orang tuanya serta mertuanya secara bergantian.
"Bagaimana? Apakah menyenangkan?" tanya Kirana.
"Sangat menyenangkan," timpal Keysha dengan antusias.
"Ceritakan, tempat mana saja yang kalian kunjungi," kali ini Santi yang membuka suara.
Keysha menceritakan semuanya, bahkan gadis itu melupakan sang suami yang berada di belakangnya karena terlalu asyik untuk bercerita dengan kedua wanita yang saat ini bersamanya.
Mereka menaiki mobil yang berbeda. Kirana, Santi, dan Keysha menaiki mobil yang dikendarai oleh Kirana. Sementara Danu, Bram, serta David menaiki mobil yang dikendarai oleh Bram.
Kedua mobil itu pun melaju beriringan menuju ke rumah David. Setibanya di sana, Keysha dan David langsung beristirahat. Sementara kedua orang tua mereka singgah hanya sebentar saja dan kemudian kembali melakukan aktifitasnya masing-masing.
....
David menggeliat, perlahan pria itu membuka matanya. Ia melihat Keysha yang tak ada lagi di sampingnya. Pria itu langsung beranjak dari tempat tidurnya, keluar kamar untuk mencari keberadaan sang istri.
PRANG ....
BUGHH...
Bunyi suara berisik dari dapur. David mengernyitkan keningnya, ia pun berjalan menuju ke dapur untuk mengecek situasi dan kondisi dapurnya saat ini.
"Nyonya, biarkan kami saja untuk menyiapkan makan malam,"
"Iya, Nyonya. Serahkan semuanya pada kami saja, lagi pula Nyonya masih terlihat kelelahan setelah perjalanan,"
Sayup-sayup David mendengar suara kedua asisten rumah tangganya yang berada di dapur. David mempercepat langkahnya. Dan benar saja, ia melihat kedua asisten rumah tangganya tengah memandangi Keysha yang sibuk memasak di dapur.
"Tambahkan sedikit garam Nyonya," ujar Bik Ratna memberi masukan pada Keysha.
PRANGGG...
Keysha tak sengaja kembali menjatuhkan piring yang ada di sampingnya. Gadis itu menutup mulutnya sembari membelalakan mata.
__ADS_1
"Maaf ...." ucap Keysha
Gadis itu meraih wadah yang berisi garam dan kemudian menambahkan satu sendok penuh garam tersebut ke dalam masakannya.
Bik Wati dan Bik Ratna hendak mencegahnya, tetapi gadis tersebut sudah terlanjur menumpahkannya ke dalam masakan. Keysha menatap kedua asisten rumah tangga tersebut kebingungan.
"Ada apa? Apakah garamnya kurang banyak?" tanya Keysha memastikan.
"Cu-cukup Nyonya, jangan ditambahkan lagi." cegah Bik Ratna dan Bik Narti secara bersamaan.
Keysha kembali mengaduk-aduk masakannya. "Aku ingin menjadi istri yang baik, sudah bisa memasak untuk suamiku," gumam Keysha yang seakan memuji dirinya bahwa masakan yang saat ini dibuatnya tersebut akan terasa sangat lezat.
Dari jauh David memperhatikan tingkah istrinya. David beberapa kali menepuk keningnya. Satu jam Keysha berada di dapur, akan dipastikan bahwa keesokan harinya piring yang ada di dapur tersebut bisa saja tak tersisa.
Keysha mengangkat masakannya dan kemudian meletakkan masakan tersebut ke piring. Gadis itu menata makanannya, mempercantik tampilan makanan tersebut dengan hiasan daun parsley.
Mata Keysha tak sengaja menangkap sosok David yang sudah berdiri di ambang pintu sembari bersedekap.
"Sayang, sini cicipilah masakanku," ujar Keysha.
David tersenyum melihat sang istri yang antusias sedangkan ia akan dipastikan segera mempersiapkan mental dan lidahnya saat mencicipi masakan dari istrinya itu.
"Cicipilah, aku menambahkan rasa cinta di dalamnya," ucap Keysha.
David mengambil sendok, ia pun mulai mencicipi rasa sup tersebut. Kening David langsung berkerut dan kemudian alisnya langung bertaut.
"Akhirnya aku bisa tahu sebatas mana kau mencintaiku, Istriku." ujar David.
"Tentu saja, karena aku membuatnya dengan sepenuh hati." Keysha tampak bersemangat sembari mengembangkan senyumnya sementara David mati-matian menahan rasa pahit di lidahnya karena rasa asin dari sup tersebut terlalu kuat.
"Silahkan dihabiskan!" ucap Keysha.
Mendengar hal tersebut, David bersusah payah meneguk salivanya. Satu sendok mendarat di lidahnya saja sudah hampir membunuhnya apalagi satu mangkuk.
"Kau tidak ikut makan?" sindir David.
Keysha menggelengkan kepalanya. "Aku tidak makan malam hari, karena berat badanku bertambah jadi aku melakukan program diet," timpal gadis itu.
__ADS_1
"Oh ...." David menganggukkan kepalanya dan kemudian kembali mengaduk-aduk sup yang ada di mangkuknya.
Satu sendok kembali mendarat di lidahnya, dengan segera pria tersebut meraih air minum yang tak jauh darinya, meneguk air tersebut hingga kandas.
"Ada apa? Tampaknya kau haus sekali," ucap Keysha dengan polosnya. Gadis itu kembali menuangkan air ke gelas milik suaminya.
David menjadi bingung, dimakan akan membunuhnya tak dimakan ia akan membuat Keysha kecewa. Pria itu sedari tadi memperhatikan gerak-gerik istrinya. Ia sangat bersemangat saat memasakkan sesuatu untuk David.
Namun, jika David menegurnya dan mengatakan bahwa masakan tersebut tidak enak, tentu saja Keysha akan kecewa dan merutuki dirinya karena tak bisa menjadi istri yang baik.
David kembali menyendokkan supnya, dengan gerakan perlahan pria tersebut memasukkan sup itu ke dalam mulutnya. Namun, tiba-tiba saja Keysha mencegahnya. Gadis itu membuka mulutnya ingin minta disuapi oleh sang suami.
"Syukurlah, setidaknya ini cara yang benar. Biarkan dia mencicipinya sendiri dari pada mencerca masakannya secara langsung," batin David.
David pun langsung memberikan satu suapan sup tersebut ke dalam mulut istrinya. Makanan tersebut mendarat di lidah Keysha. Spontan Keysha membelalakkan matanya, gadis itu langsung berlari ke toilet yang ada di dapur. Ia memuntahkan sup yang ada di mulutnya.
"Rasanya sangat asin," gumam Keysha.
Setelah membasuh mulutnya, Keysha berjalan keluar menghampiri suaminya yang masih duduk di meja makan.
"Mengapa kau tidak mengatakan sesuatu? Sup itu hampir saja membunuhku!" umpat Keysha kesal.
"Aku tidak sanggup mengatakannya tidak enak, karena kau membuatnya sepenuh hati dan aku tahu bagaimana rasa cintamu padaku," papar David.
"Maafkan aku, kau salah paham akan hal itu. Aku kira rasanya benar-benar lezat, maka dari itu aku berkata demikian. Sungguh! aku tidak bermaksud meracunimu," jelas Keysha sembari mengangkat kedua jarinya membentuk v.
"Meskipun kau tidak bisa memasak, bukan berarti kau adalah istri yang buruk, Sayang. Aku menikahimu untuk menjadikanmu ratu bukan seorang pembantu," ucap David tulus, ini adalah cara untuk mengantisipasi rasa kecewa istrinya.
"Tapi aku iri pada wanita lain yang bisa memasak untuk suaminya. Ajari aku memasak ya?" ujar Keysha sembari memainkan kuku jemarinya.
"Baik, nanti aku ajari," timpal David. Seketika Keysha pun menjadi senang karena suaminya akan mengajarinya memasak.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ❤️❤️❤️❤️❤️
Yang belum favorit yuk di favoritkan supaya dapat notifikasi update terbarunya~