Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Bab 11 Terkena Pukulan


__ADS_3

Dania dengan air mata buayanya mulai melakukan drama pendek, seperti yang ia lihat di serial televisi. Sedikit banyak dia akan melakoni drama sebagai artis antagonis. "Jangan marah pada Alexa seperti itu, Mama. Alexa pantas menentukan kebahagiaannya."


Dalam hati Alexa Dia sangat menghujat Dania sebagai sahabat yang paling di bencinya. 'Cih, aku tidak paham dengan ucapan Dania.' karena merasa ia yang patut dipersalahkan, dia hanya bisa diam saja tanpa membela diri.


Andrea kembali berucap, kali ini ia membela Dania sebagai calon menantu idamannya. "Aku bersyukur karena Sean tidak jadi menikah denganmu Gadis miskin! Untung saja pilihanku tepat pada Dania sebagai istri Sean, Kalau tidak ada Dania mungkin aku akan menanggung malu karena gagal menikahkan putra tunggalku. Dia yang menyelamatkan keluargaku, dan kamu! Kamu hanya bisa mempermalukan keluarga kami!" cemooh nya dengan nada tinggi.


Sean yang tadinya diam saja angkat bicara. "Alexa, Apakah apakah kau sudah yakin dengan pilihanmu? Apakah kau benar-benar mencintai pria ini?" tanya Sean dengan wajah sedihnya. Ia harus mengubur perasaan itu dalam-dalam.


Wanita yang dari tadi tidak membuka mulutnya itu masih diam seribu bahasa, ia menundukkan kepalanya dan menyembunyikan kesedihan, Jika ia saat ini tidak kuasa menahan air mata maka Lexa akan menangis saat ini juga, karena keadaan lah yang memaksanya untuk tetap kuat dan bertahan. Dan terpaksa ia menganggukkan kepala, sudah mampu menjawab pertanyaan Sean untuk terakhir kalinya.


'Kau kejam Lexa, aku bisa berbuat lebih kejam darimu!' ucapnya tanpa suara.


"Biarkan saja, Ma. Biar dia bisa menyaksikan hari bahagiaku bersama Dania malam ini! Aku ingin lihat bagaimana perasaannya," ucap Sean, dengan mengajak Andrea dan Dania pergi dari sana.


Pm


"Apa tidak sebaiknya kita pergi saja dari sini?" ajak Aston. Lexa diam dan menggeleng. "Tidak, kita disini sampai acara selesai. Aku ingin melihat Sean menikmati kebahagiaannya."


Aston terdiam melihat Lexa, ia kasihan melihatnya sedih. Pada saat musik diputar dan pembawa acara mempersilahkan berdansa, pria itu mengajak Lexa berdansa bersamanya. Entah bagaimana sekarang pendapat orang lain yang melihat Lexa, yang sudah terlanjur dipermalukan Andrea pada publik.


Saat musik dimainkan, Aston meletakkan kedua tangan Lexa diatas lehernya. Sementara kedua tangannya melingkar di pinggang wanita cantik dan terlihat modis. Lexa sedikit gugup, namun ia akan berusaha menutupi kegugupannya. "Rileks Lexa," ucap Aston padanya.


Wanita itu menganggukkan kepalanya dan tersenyum. "Terimakasih Aston." Kali ini, bukan Aston dan Lexa saja yang berdansa, namun juga tamu undangan lain yang usianya lebih muda, termasuk Sean dan Dania pun ikut dalam lantunan musik.


Ada satu sesi bertukar pasangan dansa, dimana Aston harus melepaskan tangan Lexa, dan tanpa dia tahu tubuhnya ditangkap oleh Sean. Terlihat dari kedua mata Sean, jika pria itu masih mencintai Lexa. Wanita yang tampak berbeda itu menunduk.


"Bagaimana keadaanmu sekarang? Kamu sudah bahagia kah dengan dia?" tanya Sean dengan melirik Aston.

__ADS_1


"Aku sudah bahagia Sean," jawabnya lirih, dengan menggerakkan kaki-kakinya mengikuti alunan musik.


"Bohong!" teriaknya.


"Aku doakan kamu juga bahagia bersama Dania," harap Alexa pada hubungan mereka.


"Kamu tahu, aku tidak memiliki perasaan apapun pada dunia. Sesungguhnya aku masih menyimpan rasa cinta hanya untukmu seorang Alexa, Apakah kau sungguh-sungguh berniat meninggalkan aku tanpa alasan yang jelas. Aku bisa membaca dari kedua matamu Jika kamu masih mencintai aku, kau tidak bisa memungkiri perasaan karena kedua matamu tidak pernah bohong," jelas Sean.


Sean mendekap erat tubuh Lexa dalam dansanya, Ia tidak akan membiarkan wanita itu pergi lagi darinya.


Setengah berbisik Lexa berucap, dekat dengan telinga Sean. "Lepaskan aku Sean! Ku mohon, kau menyakitiku."


Sean tersenyum menyeringai. "Sakit yang kau rasakan tidak seberapa dengan sakit hati ini. Kau sudah membuat goresan luka, yang mungkin tidak akan bisa dapat disembuhkan.


Disaat musik dansa dalam tempo cepat, ia memutar tubuh Lexa beberapa kali, melempar kesamping, menarik, memeluknya, dan melepaskan lagi tubuhnya, namun kali ini priabiti tidak memegang erat tangannya, ia sengaja melepaskan tangan Lexa, dan membiarkan ia jatuh tersungkur ke lantai.


Aston yang tidak memperhatikan Lexa, segera ia menolong wanita yang sudah terjatuh di lantai itu. Dengan melepaskan wanita yang menjadi pasangan dansanya tadi.


"Lexa, berdirilah!" pria tampan itu membantu Lexa berdiri.


Ia berjalan mendekati Sean, meraih kerah bajunya dan memukulinya habis-habisan. Bukan itu saja ia mengambil kursi pesta dan menjatuhkan di tubuh Sean, tanpa perlawanan. Dania dan Ibu tunggal berteriak minta bantuan. Hingga acara itu riuh, para undangan hampir sebagian yang keluar gedung karena takut adanya perkelahian tersebut.


"Hentikan! Cukup!" Lexa menghalangi Aston untuk mendaratkan kembali pukulannya, tanpa sengaja pukulan itu mengenai perut Lexa.


Wanita itu terkapar, tak sadarkan diri. keduanya terkejut, Sean segera berdiri dan memapah tubuh Lexa, berniat ia bawa ke rumah sakit, dalam kondisi luka lebamnya.


"Dasar kurang ajar!" umpat Sean pada Aston yang diam terpaku, ia tidak percaya bisa melukai wanita yang di cintainya itu.

__ADS_1


"Alexa, maafkan aku! Aku tidak sengaja!" ucapnya lirih. Ia membuntuti langkah Sean menuju garasi. Lagi, Dania menghadang lajunya.


"Hentikan, Sean! Ini hari bahagia kita! Kamu mau pergi kemana?" tanya Dania.


"Mata kamu gak lihat? Aku sedang buru-buru! Minggir kamu Dania!" bentak Sean pada Dania yang berdiri di depan mobilnya.


"Kamu kejam Sean! Kamu meninggalkan acara berharga kita demi wanita itu! Ada kekasih Lexa, biarkan dia yang antarkan Lexa kerumah sakit! Turun Sean!" titah Dania.


Tin tin tin!


Klakson di bunyikan beberapa kali. Dan terpaksa Dania minggir, memberi jalan pada mobil Sean yang akan melintas.


"Sial!" umpat Dania.


"Padahal wanita itu sudah aku singkirkan! Kenapa masih saja jadi penghalang hubunganku dengan Sean, aku tidak bisa diamkan ini!"


Ia menghalangi mobil Aston yang akan menyusulnya. "Tunggu, aku ikut!" Sebelum Aston menjawab, wanita itu asal masuk saja ke dalam mobilnya yang akan mengikuti mobil Sean dari belakang.


"Kenapa kau naik mobilku! Pergi sana! Aku tidak mau Alexa berpikir macam-macam terhadapku," ucapnya.


Dania tidak mau tahu, dia tetap memaksa ikut. "Cepatlah susul mereka!"


Saat dalam perjalanan Dania emosi, meluapkan perasaan kesalnya pada Lexa. "Kenapa kedatangan kalian hanya membuat acara pesta pernikahanku menjadi kacau saja! Jika tahu seperti ini, aku tidak akan mengundang kalian! Hari bahagia aku hancur hanya karena kalian saja!" Dengan melipat tangan didada.


"Kau tidak perlu banyak bicara! Aku muak!" ucap Aston sama kesalnya, melihat keadaan Sean yang tadinya lemah, selepas ia pukuli, tiba-tiba ia menjadi Hero, dan membawa Alexa dengan kedua tangannya. ' Mereka masih saling mencintai, aku tidak bisa membiarkan ini terjadi!'


"Walau bagaimanapun, Sean sudah resmi menjadi suamiku!" ingat Dania kembali.

__ADS_1


__ADS_2