
Setelah beberapa hari keluar dari rumah sakit, gadis itu selalu berada di rumahnya setiap hari. Padahal ia ingin melihat-melihat suasana luar yang tak lama ia lihat. Namun, karena kedua orang tuanya takut jika Keysha kelelahan, ditambah lagi ia juga baru keluar dari rumah sakit, mau tak mau Keysha harus berada di rumah untuk sementara waktu sampai matanya benar-benar pulih.
Untuk menghilangkan rasa suntuknya di rumah, ya gadis itu sering kali melakukan video call bersama Indah.
"Kak, kenapa kau semakin terlihat sangat tua," ucap Keysha saat melakukan panggilan video call dengan Indah.
"Hey hey hey, jaga ucapanmu ya. Kau tahu, beberapa pria mengatakan bahwa aku terlihat seperti anak remaja," timpal Indah.
"Mungkin bukan dari segi wajah, bisa jadi sikapnya," balas Keysha yang tak mau kalah. Mengganggu Indah adalah salah satu hobinya, apalagi jika wanita itu sudah merajuk, Keysha merasa sangat senang.
"Terserah kau saja!" tukas Indah memperlihatkan ekspresi memberengut di layar ponsel Kesyha.
Keysha tertawa terbahak-bahak saat melihat Indah yang mulai kesal.
"Awas saja, jika aku bertemu denganmu, akan ku cubit habis pipimu," ujar gadis tersebut.
Tak lama kemudian, terdengar suara mobil dari luar. Keysha beranjak dari tempat tidurnya menuju ke jendela kamarnya. Dan benar saja, pria pujaan hatinya sudah berada di depan baru saja turun dari mobil sembari membawa sebuket bunga, tak lupa juga dengan camilan manis yang menjadi kesukaan Keysha.
"Kak, sudah dulu ya. Aku mau pacaran dulu," ucap Keysha yang kemudian melambaikan tangannya pada benda pipih tersebut. Gadis itu langsung memutuskan panggilan tanpa mendengar apa yang hendak diucapkan oleh Indah.
Ia pun setengah berlari, menghampiri cermin untuk menata rambut yang sedikit berantakan. Tak lupa juga dengan memakai bedak serta menorehkan lip tint di bibirnya yang sedikit terasa sedikit pucat.
TOK..TOK...
Keysha mendengar suara pintunya terketuk.
"Non,... ada Den David di bawah," seru Bik Asih.
Keysha membuka pintunya, ia melihat Bik Asih yang tengah berdiri di depan kamarnya.
"Katakan padanya untuk menunggu sebentar," ujar Keysha yang kemudian menutup kembali pintu kamarnya.
Bik Asih tertegun melihat Keysha dengan riasannya yang sedikit tebal padahal gadis itu hanya menetap di dalam rumah.
Dengan cepat Keysha mengambil pakaian untuk mengganti pakaian santai yang ia kenakan saat ini. Dan pilihannya jatuh pada dress bermotif bunga. Gadis itu juga membenahi kacamatanya serta sedikit merapikan rambutnya. Setelah dirasa penampilannya sudah cukup, ia pun segera turun menemui kekasihnya.
Ekor mata David menatap wanita yang saat ini tengah menuruni anak tangga seakan memperagakan wanita yang lemah gemulai dan anggun seperti yang ada di dalam serial drama.
Setelah berada di hadapan David, gadis itu menyelipkan rambutnya di balik telinga. David tertegun terlihat dari jakunnya naik turun karena bersusah payah meneguk salivanya.
__ADS_1
"Sial! Kenapa dia kelihatan sangat cantik sekali hari ini," batin David.
"Bibirnya ...." pria itu mengalihkan pandangan pada bibir Keysha yang menggoda.
"****!!!" David mengumpat kesal, pikirannya sudah kemana-mana dan ini tak bisa dibiarkan. Biasanya pria ini tak pernah memikirkan hal itu meskipun jaraknya terbilang dekat dengan Keysha. Namun, kali ini Keysha terlihat benar-benar berbeda.
"Sayang, hello ...." ucap Keysha sembari melambaikan tangannya tepat di depan wajah David. Mata pria itu tak lagi berkedip sedari tadi.
David yang sedari tadi berperang dengan pikirannya seketika sadar saat Keysha memanggilnya sedari tadi.
"Kenapa melamun? Ada apa?" tanya Keysha heran.
David mengusap wajahnya dengan kasar, mencoba untuk membuang pikiran kotor yang saat ini bersarang di kepalanya.
"Ah tidak apa-apa. Mengapa kau berhias seperti ini, bukankah kita hanya berada di dalam rumah saja?" tanya David.
"Aku ingin memperlihatkan penampilan terbaikku. Sudah lama aku tidak menghias diriku seperti ini. Apakah aku terlihat cantik?" Keysha memainkan rambutnya.
"Sial.. sial.. sial!!" David mengumpat di dalam hatinya saat melihat Keysha yang semakin memperlihatkan aura dalam dirinya.
"Emmm.. itu... orang tuamu mana?" tanya David lagi.
"Tidak, ini tidak bisa dibiarkan. Semakin ia mempercantik dirinya semakin membuatku takut," ucapnya dalam hati.
"Ayolah David! Kau harus positive thinking," benak David mencoba untuk mensugesti dirinya agar tetap berada di jalan yang benar.
Tak lama kemudian, Bik Asih pun datang menghampiri keduanya.
"Non, bibi pergi ke pasar sebentar," ujar Bik Asih.
"Oke Bik, hati-hati di jalan," timpal Keysha.
Bik Asih pun mengangguk dan kemudian pergi meninggalkan kedua orang tersebut di dalam rumah.
David membelalakkan matanya saat Bik Asih melangkah pergi. Keringatnya mulai mengucur di keningnya. Setan di telinga seakan berbisik "Gas ajalah bro numpung lagi nggak ada orang,"
David menggelengkan kepalanya, mencoba menepis bisikan setan yang ada di telinganya. Alarm tanda bahaya seakan berbunyi. Mustahil bagi David untuk bisa berlama-lama berada di tempat ini. Bisa-bisa ia memakan Keysha saat itu juga tanpa ampun.
Keysha melangkah ke kursi dan mengangkat sebelah kakinya dengan memperlihatkan duduk yang anggun. Tetapi pikiran David sudah tak lagi sehat. Pria itu segera memberikan buket bunga yang ada di tangannya serta bingkisan camilan yang ia buat sendiri.
__ADS_1
"Ini, ambilah...." ucap pria tersebut menyodorkan bunga yang ada di tangannya dengan paksa.
"Terima kasih," ucap Keysha meraih bunga tersebut sembari menyunggingkan senyumnya.
"Bibir merah itu ...." David menyerah, pikiran kotornya akan semakin menguasai dirinya.
"A..aku pulang," ucap David gugup.
"Pulang? kenapa cepat sekali." Keysha menatap heran kekasihnya itu.
"Tidak apa-apa," timpal pria itu singkat, tak lama kemudian ia pun berlari keluar rumah Keysha.
Keysha melihat David hingga di ambang pintu. Pria itu sangat cepat berjalan menuju mobilnya dan melajukan kendaraan roda empat itu menuju ke jalanan.
Sedangkan Keysha tercengang dengan kulit yang sedikit ternganga. "Ada apa dengannya? Apakah dia sedang sakit?" gumam Keysha saat melihat mobil David yang sudah menghilang dari pandangannya.
Sementara di dalam mobil, David menghirup napasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya dengan perlahan. Pria itu merasa lega, ia seperti baru saja keluar dari sarang buaya yang hendak menerkamnya kapan pun.
"Ada apa dengan riasannya? Seharusnya jika di dalam ia tidak memakai riasan atau tidak usah mandi sekalian. Kenapa...." David mengusap wajahnya dengan kasar karena frustasi.
"Kenapa dia memakai riasan yang begitu tebal? Apakah dia tidak tahu aku hampir saja tidak bisa menahan diriku saat itu juga! Pesona seorang janda memang luar biasa," gumam David, pria itu menginjak gas mobilnya untuk menambah kecepatan laju kendaraan tersebut.
.
.
.
Bersambung...
Kurang lebih seperti inilah tampilan mbak Key yang bikin babang mpid ketar-ketir 😂
Gimana nih bang, gas aja lah😌😈
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ♥️♥️♥️
__ADS_1
Yang belum favorit, yuk klik favorit biar dpt notifikasi update terbarunya~