
"Mama ...." seru Dini setengah berlarian menghampiri ibunya yang tengah menyiapkan tas sekolahnya.
"Ada apa, Nak." Keysha menatap anak gadisnya muncul d hadapannya.
"Lihatlah! Aku sudah bisa mengenakan kaos kaki dan sepatu sendiri," ucap Dini kegirangan. Gadis kecil itu sudah berhasil melakukannya, biasanya Keysha lah yang membantu memakaikan sepatu untuknya.
"Wah ... anak mama hebat!" tukas Keysha kagum. Ia mengusap puncak kepala anaknya.
"Sudah, berangkatlah ke sekolah. Papa sudah menunggu di bawah," ujar Keysha.
Keduanya pun langsung keluar dari kamar. Keysha menggengam tangan anak gadisnya untuk mengantarkan Dini sampai ke depan.
"Ma, Dini berangkat dulu ya," ujar Dini sembari meraih punggung tangan ibunya.
"Iya, Nak. Hati-hati di jalan ya," sahut Keysha.
"Jangan melakukan aktivitas yang berat, Key. Aku akan segera pulang setelah ini," ucap David.
Keysha menimpali ucapan suaminya dengan anggukan pelan. Saat mobil hendak melaju, Dini dari dalam mobil melambaikan tangannya. Keysha pun membalas lambaian tangan anak gadisnya itu. Setelah mobil sudah tak terlihat, Keysha kembali masuk ke dalam rumah.
.....
Di dalam kamar mandi, Keysha merasakan rasa sakit kepala yang luar biasa. Tak lama kemudian, darah pun keluar dari hidungnya. Ia melihat pantulan wajahnya di cermin. Matanya yang mulai sayu serta bibirnya kembali pucat.
"Bertahanlah sebentar lagi, setelah aku menyelesaikan semuanya," gumam Keysha mencoba mengukir senyum di wajah cantiknya dengan mata yang berkaca-kaca.
Terdengar dari luar suara pintu terbuka. Keysha baru saja hendak melangkah menemui suaminya di luar, akan tetapi tiba-tiba ia terjatuh. Kakinya benar-benar mati rasa.
Keysha masih bersyukur karena bayi yang ada di dalam kandungannya tak terjadi apa-apa saat ia terjatuh tadi.
"Sayang ...." panggil David sembari mengedarkan pandangannya.
Keysha masih mencoba untuk bangkit, tetapi semua usahanya sia-sia.
"Suamiku ... aku di kamar mandi," seru Keysha.
Mendengar suara Keysha, David melangkah mendekati pintu kamar mandi. "Apakah kau sedang mandi?" tanya David dari luar.
"Tidak, aku hanya membasuh wajahku saja. Tapi sepertinya aku ingin bermanja denganmu. Bisakah kau membawaku keluar?" tanya Keysha.
__ADS_1
David pun mencoba membuka pintu kamar mandinya. Ia melihat Keysha yang tengah terduduk di lantai kamar mandi. Gadis itu menatap ke arah David sembari melemparkan senyumnya. Baju yang ia kenakan tampak basah.
"Sayang, gendong aku." Keysha berucap dengan manja.
Tanpa berucap apapun David segera menghampiri istrinya. Ia menggendong sang istri ala bridal style dan kemudian membawanya keluar dari kamar mandi.
David menarik bangku yang sering di gunakan oleh Keysha saat gadis itu berhias. Pria tersebut beranjak untuk mengambil handuk. Ia kemudian berjongkok di depan sang istri. Meletakkan kaki Keysha di atas pangkuannya.
Dengan perlahan David mengelap kaki istrinya. Pria itu menundukkan wajahnya sembari menatap kaki Keysha dengan seksama.
Terdapat luka lecet di bagian lutut Keysha. David pun segera mengambil kotak obat di dalam laci nakas. Ia mengobati lutut sang istri.
Bahu David naik turun, pria itu tak mampu lagi menahan air mata yang sedari tadi ia coba tahan. David mengambil pakaian Keysha. Mengganti baju Keysha yang basah.
"Maaf ...," ucap Keysha lirih.
David hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Sesekali ia menyeka air mata yang jatuh. Namun, lagi-lagi air mata itu tumpah.
Hanya Keysha yang mampu membuatnya menjadi pria yang lemah. Keysha lah kelemahan David.
Melihat suaminya yang masih setia menunduk, tak menatap matanya. Membuat Keysha menyentuh rahang David dengan kedua tangannya. Ia menghapus air mata yang masih mengalir di pelupuk matanya.
Sementara Keysha memejamkan matanya. Air matanya ikut jatuh. Namun, inilah kenyataannya. Sebesar apapun ia bertahan tetap akan percuma. Tak mungkin pula baginya untuk mengorbankan janinnya untuk yang kedua kalinya.
"Aku harus bagaimana, Key." batin David.
.....
Malam ini, Keysha berada di atas tempat tidur. Gadis itu masih sibuk mengerjakan tulisannya, sementara sang suami sudah terlelap.
Keysha melirik David sebentar, ia pun mengulas senyum. Dan kemudian kembali mengerjakan novel yang sebentar lagi hampir rampung.
Jemarinya dengan lihai menari di atas keyboard. Sesekali gadis itu membenahi kacamata yang bertengger di batang hidungnya.
"Aku harus segera menyelesaikannya, sebelum keadaanku semakin memburuk," batin Keysha.
Cukup lama Keysha berkutat di depan layar laptop, setelah hampir satu setengah jam lamanya. Akhirnya novel tersebut terselesaikan. Keysha memindahkan filenya ke dalam flashdisk dan kemudian menyimpannya di dalam laci nakas tempat tidur.
Ia menutup laptopnya, meletakkannya juga di atas nakas. Ia pun mengubah posisinya menjadi berbaring. Di pandangnya wajah sang suami yang tampak kelelahan akibat mengurusnya seharian ini.
__ADS_1
Tesss...
Setetes air mata jatuh di sudut matanya. Keysha membelai rambut suaminya yang masih terlelap.
"Suatu saat nanti, aku akan sangat merindukanmu," gumam Keysha.
Ia mencondongkan badannya sedikit. Mencium kening David dan kemudian turun hingga ke bibir pria tersebut. David membuka matanya saat bibir ranum sang istri menyentuh bibirnya.
"Sayang, kita sudah lama tidak melakukannya," ujar Keysha.
David menggeleng pelan. "Tidak sayang, kau belum sehat." tolak David.
"Aku tahu kau menginginkannya juga. Begitu pula denganku. Lakukanlah perlahan, hmmm ...."
David pun langsung mengubah posisinya berada di atas sang istri. Ia menyangga tubuhnya dengan satu tangan dan tangan yang satu lagi membelai wajah nan cantik yang ada di hadapannya.
Mata David mulai memerah, ia pun meraup bibir nan kenyal itu dengan rakus. Air mata mengalir dari telaga bening mereka yang saat ini tengah dibendung oleh hasrat dibalut dengan kesedihan yang berbaur menjadi satu.
Keysha melihat David menghentikan permainannya. Ia pun mengambil alih dengan memegang rahang suaminya menyesap bibir nan seksi milik pria yang ia cintai. Menautkan lidah serta mengabsen satu persatu barisan gigi.
"Sayang ...." Keysha menatap David dengan tatapan memohon agar David segera melakukan tugasnya.
David pun langsung mengambil alih permainan. Dengan perlahan ia mulai melakukan aksinya. Terdengar suara rintihan nikmat dari bibir sang istri membuat David gemas dan kembali meraup bibir manis itu.
Meskipun tengah dikuasai oleh b*rahi, namun David tetap berhati-hati. Setelah sama-sama di puncaknya, David semakin mempercepat pergerakannya hingga akhirnya keduanya pun terkulai lemas usai pelepasannya.
David menciumi seluruh wajah Keysha bertubi-tubi. Ini adalah pertama kalinya Keysha menawarkan diri untuk David. Biasanya, David lah yang meminta dan memulainya.
"Key, aku mencintaimu. Sampai kapan pun aku akan tetap seperti itu." suara David sedikit serak dan bergetar saat mengucapkan kalimat tersebut.
"Aku juga mencintaimu, Suamiku."
.
.
.
Bersambung ....
__ADS_1
Menjelang ending nih, yuk kasih gift sama votenya. Like sama komennya juga ya❤️