Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Firasat


__ADS_3

David baru saja pulang dari resto. Sore itu ia menemukan sang istri tengah duduk di ruang tengah sembari menonton serial kartun bersama dengan anaknya.


"Papa ...." Dini melirik sang ayah yang berjalan menuju ke arahnya.


"Kalian sedang apa?" tanya David.


"Lagi nonton Doraemon Pa," timpal Dini.


"Kamu baru pulang, Sayang." Saat ini beralih Keysha lah yang membuka suara. David mengecup kening istrinya.


"Bagaimana hasil check up mu?" tanya David.


"Dokter bilang janin kita kuat dan sehat," timpal Keysha sembari mengusap perutnya. Ia memilih untuk menyembunyikannya pada sang suami.


"Syukurlah, lain kali aku akan ikut denganmu, Sayang. Sekalipun kau kekeh untuk melarangku, aku akan tetap melakukannya," tegas David.


"Baiklah, sebaiknya kau mandi dulu sana!" titah Keysha.


"Iya, papa mandi dulu baru boleh cium adik," ujar Dini mencoba menghalangi David tepat di depan Keysha.


Melihat Dini yang begitu posesif, membuat Keysha maupun David terkekeh. Adanya gadis kecil itu membuat rumah menjadi terasa hangat.


"Ya sudah, kalau begitu papa cium mama saja," ujar David menghujani ciuman di wajah Keysha.


"Dini juga mau dicium Pa," cicit gadis itu.


David tertawa, Ia pun mendekati anak gadisnya dan menciuminya.


"Tapi jangan cium adik, tunggu papa sudah mandi baru boleh cium adik yang ada di dalam perut mama," tuturnya.


"Baiklah anak gadisku. Ya sudah kalau begitu papa mandi dulu," ujar David yang kemudian berjalan menuju ke kamar untuk membersihkan dirinya yang terasa lengket.


....


Keysha tengah berada di kamar Dini. Ia berbaring bersama anak gadisnya untuk menidurkannya. Keysha menepuk-nepuk pelan punggung Dini hingga gadis kecil itu terlelap.


Ia melihat Dini dengan seksama, meskipun saat ini ia tengah mengandung, tetapi kasih sayang yang diberikannya pada Dini tak berkurang sedikit pun. Seakan Dini adalah anak kandung baginya.


Mengingat tentang kehamilan, Keysha kembali dihantui rasa takut. Namun, ia tetap berpikiran positif karena gadis itu tak ingin terjadi apa-apa pada kehamilannya. Apalagi dokter sempat berkata saat ini kandungan Keysha sangat lemah. Sebisa mungkin gadis itu mengontrol dirinya untuk tidak terlalu stres.


Melihat Dini yang sudah lelap dari tidurnya, Keysha pun bangun dan menutupi tubuh anak gadisnya itu dengan selimut. Setelahnya, ia mengecup puncak kepala Dini.


Keysha mematikan lampu kamar, hanya menyisakan lampu tidur saja yang menyala. Gadis itu pun segera keluar dari kamar Dini menuju ke kamarnya.


Sesampainya di kamar, Keysha melihat David tengah berada di atas tempat tidur sembari membaca buku.

__ADS_1


"Anak kita sudah tidur?" tanya David saat melihat sang istri masuk ke dalam kamar.


"Iya," timpal Keysha.


Keysha berjalan mengambil tas yang ia pakai tadi siang. Mengambil foto hasil USG-nya, dan langsung menyerahkan benda tersebut pada suaminya.


"Ini ...." David menatap selembar foto yang ada di tangannya dengan mata yang berkaca-kaca. Hatinya menghangat saat melihat bentuk si kecil dalam perut ibunya.


"Cepatlah tumbuh, Nak. Papa sangat ingin menggendongmu," ujar David sembari mengusap foto tersebut.


Keysha yang melihat suaminya seperti itu menatapnya dengan tersenyum. Keysha pun merebahkan tubuhnya tepat di samping suaminya.


David dengan sigap memeluk istrinya dan kemudian turun untuk menyapa si kecil yang saat ini masih bersemayam di dalam rahim sang istri.


"Sayangnya Papa jangan di dalam perutnya mama ya, Nak." David mengelus perut istrinya yang sudah mulai membuncit.


Keysha terharu melihat David yang begitu menantikan kehadiran sang buah hati. Ada rasa bersalah dalam dirinya karena menutupi bahwa saat ini kandungannya lemah. Namun, Keysha tak ingin membuat David bertambah khawatir lagi.


"Sayang, aku mengantuk. Ayo kita tidur," ajak Keysha.


David mengangguk. Ia pun meletakkan buku yang dibacanya tadi ke atas nakas. Lalu kemudian berbaring di samping istrinya.


Keduanya berbaring dengan saling berhadapan. Tangan David menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik sang istri.


"Aku juga mencintaimu," balas Keysha seraya tersenyum.


"Tapi aku takut," sambung pria itu.


Keysha mengernyitkan keningnya.


"Takut kenapa?" tanya Keysha.


"Entahlah, terkadang ada rasa sedih dalam diriku saat menatapmu. Perasaan akan takut kehilanganmu," tutur David.


Deggg...


Mendengar ucapan David, Keysha kembali teringat kejadian siang tadi. Entah mengapa suaminya memiliki sebuah firasat yang buruk akan tentang dirinya, akan tetapi Keysha juga tak menampik bahwa ia saat ini juga sempat berpikir hal yang sama. Namun, gadis itu memilih untuk mengabaikannya. Keysha beringsut lalu mengecup kening suaminya.


"Jangan berbicara yang tidak-tidak. Bukankah aku saat ini ada di hadapanmu dan masih bersamamu."


David tampak berpikir, ucapan istrinya memang ada benarnya juga. Kenapa ia harus berpikiran yang tidak-tidak di saat sang istri tengah mengandung.


"Tidurlah, Sayang." Tangan David bergerak membelai rambut istrinya.


Perlahan Keysha pun memejamkan matanya. Melihat sang istri tampak sudah lelap, David pun ikut memejamkan matanya.

__ADS_1


....


Hari ini Keysha pergi keluar membawa mobilnya sendiri. Hal ini tentu saja dilakukannya secara diam-diam saat suami dan anaknya tak ada di rumah.


Keysha memanggil Pak Sardi dan kedua asisten rumah tangganya untuk menghadap pada gadis itu.


"Ada apa, Nyonya?" tanya Pak Sardi.


"Begini, saya akan keluar rumah sebentar. Pak Sardi tidak usah mengantarkan saya, karena saya akan membawa mobil sendiri," papar Keysha.


"Tapi nyonya, tuan sudah menitipkan pada saya untuk tidak menyuruh nyonya membawa mobil disaat sedang hamil," ujar Pak Sardi.


"Saya punya urusan penting Pak Sardi, jangan bilang ke suami saya," timpal Keysha.


"Begitu juga Bik Ratna dan Bik Wati." Keysha mengalihkan pandangannya pada kedua asisten rumah tangganya.


"Tapi, bagaimana jika nanti Tuan David menelepon untuk menanyakan nyonya disaat nyonya berada di luar?" kini Bik Wati lah yang angkat bicara.


"Katakan saja kalau saya sedang tidur. Saya harap kalian tidak ada yang membuka mulut tentang ini!" ancam Keysha.


"Baik, Nyonya." ketiganya pun menyahut serentak.


"Ya sudah, kalau begitu saya pergi dulu."


"Hati-hati di jalan Nyonya," ucap Pak Sardi.


Keysha mengangguk pelan dan langsung meraih tasnya yang ada di atas meja. Gadis itu berjalan keluar rumah diiringi oleh ketiga orang yang berada di belakangnya.


Keysha masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan kendaraan roda empat tersebut menuju ke rumah sakit. Hari ini hasil tes pemeriksaannya minggu lalu telah keluar.


Keysha tiba di depan rumah sakit. Gadis itu bergegas turun dari mobilnya untuk menuju ke ruangan dokter radiologi yang ditemuinya kemarin.


Saat tiba di depan pintu, Keysha menarik napasnya dalam dan menghembuskannya dengan perlahan. Ia merasa sedikit gugup. Setelah dirasa sudah sedikit tenang, gadis itu langsung memutar kenop pintu.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejaknya berupa like, komen, serta votenya ♥️♥️♥️


Yang belum favorit, yuk difavoritkan supaya mendapatkan notifikasi update terbarunya~

__ADS_1


__ADS_2