
Malam ini David berulang kali menghubungi Keysha. Gadis itu tengah memakan cokelat truffle yang dibawa oleh David siang tadi. Ia menatap ponselnya sejenak dan kemudian kembali menolak panggilan dari kekasihnya itu. Bukan hanya sekali, tapi hal ini ia lakukan sudah kesekian kalinya.
"Kenapa di-reject?" gumam pria itu saat mendapati panggilan tersebut ditolak lagi oleh Keysha.
Ia pun kembali mengingat-ingat kejadian siang tadi, dimana saat itu David meninggalkan Keysha begitu saja. David mengirimi pesan singkat pada Keysha.
Tringgg...
Notifikasi pesan terdengar dari ponsel Keysha. Gadis itu segera meraih ponselnya dan membuka pesan singkat yang dikirimkan oleh kekasihnya itu.
Angkat telepon dariku, jika kau masih mengabaikannya maka aku akan datang ke rumahmu untuk melamar.
Saat membaca rentetan pesan tersebut, cokelat yang ia makan tersangkut di tenggorokannya membuat gadis itu langsung tersedak. Dengan cepat, Keysha meraih air minum yang ada di atas meja.
"Luar biasa, bahkan aku bingung dengan pesan yang ia kirimkan ini. Apakah ini suatu ancaman atau merupakan sebuah kejutan," gumam Keysha.
Keysha kembali mendapatkan telepon dari David. Namun, tampaknya gadis itu lebih memilih konsekuensinya dibandingkan mengangkat panggilan tersebut dengan segera.
"Aku lebih memilih pilihan kedua, karena menurutku itu adalah resiko yang paling manis ku dapatkan," ucap Keysha. Gadis itu langsung menolak lagi panggilan dari David sembari mengembangkan senyumnya.
David menaikkan sebelah alisnya saat ia mendapatkan penolakan lagi dan lagi dari kekasihnya itu. Pria itu beranjak dari tempat duduknya.
"Kau pikir, aku akan main-main dengan ucapanku? kita lihat saja siapa yang akan menang," ucapnya sembari menyeringai.
Di waktu yang bersamaan, Keysha kembali menatap layar ponselnya yang sudah tak kunjung berdering.
"Apakah dia serius dengan ucapannya? atau dia berbalik marah padaku?" gumam gadis itu.
Namun, Keysha tak mempedulikan semua itu. Toh, walaupun konsekuensi yang ada di pesan tersebut tak terpenuhi, Keysha juga tak merasa sedih karena menurutnya hal itu merupakan hal yang cukup konyol.
.....
Pukul 9 malam, Keysha sudah merasa sangat mengantuk. Sedari tadi ia menonton televisi untuk mengisi waktu di malam harinya. Sementara kedua orang tuanya sudah memasuki kamar terlebih dahulu, pekerjaan yang menyita waktu istirahatnya, membuat Danu dan Kirana kelelahan dan memilih tidur lebih awal.
Keysha beranjak dari tempat duduknya untuk mematikan televisi. Gadis itu berjalan menuju ke kamar mandi, menggosok gigi dan membersihkan wajahnya sebelum tidur.
Setelah semuanya selesai, Keysha pun langsung menuju ke kasurnya, menarik selimut dan mulai memejamkan matanya. Ia pun mulai masuk ke dalam alam mimpinya.
Samar-samar Keysha mendengar suara petikan gitar.
Dengarkan lah, wanita pujaan ku
Malam ini akan ku sampaikan
Keysha mendengar suara pria yang tengah menyanyikan lagu tersebut. Keysha tersenyum karena baginya ini adalah sebuah mimpi indah. Mungkin ia masih terlalu berharap akan konsekuensi manis yang dijanjikan oleh David tadi.
Hasrat suci kepadamu, dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini
__ADS_1
Aku ingin mempersuntingmu
T**uk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Setelah mendengar sepenggal dari lagu itu, mengapa Keysha merasa bahwa ini adalah nyata. Telinganya menangkap begitu jelas lagu yang dinyanyikan tersebut.
Dan pada akhirnya mata Keysha pun terbuka sempurna. Gadis itu mengubah posisi yang semula berbaring menjadi duduk. Dan benar saja, telinganya tak salah dengar bahwa lagu itu dinyanyikan dengan sangat nyata.
Keysha pun beranjak dari tempat tidurnya, ia menyingkap gorden kamarnya dan melihat siapa yang berada di bawah sana. Kekasih hatinya tengah menyanyikan sebuah lagu dengan iringan petikan gitar yang ada di tangannya.
Dan Keysha baru mengetahui hal itu!
Sekeliling pria itu terdapat hamparan kelopak bunga serta lilin yang membentuk hati yang begitu besar. Dan saat ini David berada di dalam lingkaran lilin tersebut.
Dengarkanlah, wanita impianku
Malam ini akan ku sampaikan
Dengarkanlah kesungguhan ini
Keysha menopang dagunya mendengarkan sang pujaan hati bernyanyi. Suara berat sedikit serak yang terdengar seksi serta petikan gitar yang menjadi iringan lagu tersebut. David sangat lihai memainkan alat musik yang ada di tangannya.
Aku ingin mempersuntingmu
Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Ada rasa hangat menjalari hatinya saat David menyanyikan lagu tersebut. Setelah menyudahi nyanyiannya tadi, David langsung mendongak menatap Keysha yang saat ini tengah memperhatikannya di jendela kamarnya.
"Keysha Amanda, menikahlah denganku!" seru David.
DEGGG...
"Benarkah saat ini David tengah melamarku? dia tak main-main dengan ucapannya?" Keysha setengah tak percaya saat mendengarkan ucapan David.
__ADS_1
"Keysha, maukah kau menjadi istriku? Berbagi suka duka denganku, menatapku setiap hari dengan mengulas senyum di wajah cantikmu. "
Keysha terharu, matanya berkaca-kaca mendengarkan setiap kalimat yang David ucapkan untuknya.
"Jangan menolak ku Keysha, karena lamaranku ini bersifat memaksa!" tambah pria itu yang spontan membuat Keysha terkekeh.
Sementara di lain ruangan, kedua orang tua Keysha tengah mengintip juga dari balik gorden. Sebelumnya, David menelepon Kirana menyatakan bahwa ia akan memberikan kejutan untuk putrinya. Kirana dan David pun menyusun rencana, Kirana sengaja mengajak suaminya untuk memasuki kamar lebih awal dan membiarkan anak gadisnya itu sendirian.
"Turunlah, karena tenggorokan ku sudah sakit sedari tadi berteriak," ucap David.
"Ckckck, lihatlah! dia bertindak seperti debt collector . Dia sedang melamar atau menagih hutang?" gumam Danu memperhatikan David sedari tadi.
Keysha pun segera keluar dari kamarnya. Gadis itu berjalan menuruni anak tangga dengan langkah yang cepat. Setelah sampai di depan gadis itu pun langsung menghambur ke pelukan sang kekasih.
"Bagaimana? Apakah kau menerima lamaranku?" tanya David.
"Bukankah kau tidak menyediakan dua pilihan. Hanya ada satu pilihan dan pertanyaanmu tadi tidak membutuhkan jawaban lagi," ucap Keysha sembari tersenyum.
David membingkai wajah Keysha dan memperhatikannya dengan seksama. Wajah Keysha yang polos tanpa riasan masih terlihat sangat cantik dimata pria itu.
"Begini lebih aman dari pada siang tadi," ujar David dalam hati.
Ya, setidaknya dengan wajah yang seperti ini gadis itu terlihat seperti gadis yang polos dan lugu. Dibandingkan riasan yang dipakainya siang tadi, yang memperlihatkan kesan seksi dan bisa saja membuat David hilang kendali seketika.
"Jadi, kapan kau akan membawa orang tuamu kemari, untuk mengatur tanggal pernikahan kita?" tanya Keysha.
"Besok, aku akan membawa kedua orang tuaku menemuimu," ujar David.
"Ehmmm..., bukankah jika melamar itu identik dengan pemasangan cincin di jari manis? mana cincinku?" ucap Keysha menagih.
"Maaf, tapi aku lupa membawanya."
"Hah?!" Keysha terkejut dengan ucapan David barusan.
"Yang penting kau sudah menerima lamaran dariku, itu sudah cukup. Sisanya, aku bisa memberikannya di keesokan harinya." pria itu tertawa sembari mengusap tengkuknya.
.
.
.
Bersambung....
Mak help😭 lu pas adegan biasa-biasa aja romantis banget, kenapa pas adegan ngelamar lu malah planga-plongo mpid. Tolong jangan ngelawak🥴
Gimana nih, updatenya makin ngegas masa komen sama likenya segitu-gitu aja. Gas keun juga dong sekalian sama hadiahnya kalau ada😂
Yang belum favorit, yuk favoritkan supaya dapat notifikasi update terbarunya~
__ADS_1