
"Ada apa?" tanya David setelah keduanya saling berhadapan.
Indah luruh sembari memegang kaki David.
"Maaf...." Gadis itu tersedu.
David segera meraih pundak Indah. Ia tak ingin wanita itu berlutut padanya.
"Jangan seperti ini, Kak. Ayo berdirilah," ucap David.
Kini pria itu memanggil Indah dengan sebutan 'Kak' karena memang tak pantas jika gadis itu berlutut di depannya meskipun usia mereka hanya selisih dua tahun.
"Aku minta maaf karena tak berkata jujur padamu," ucap Indah yang masih tersedu.
David menaikkan sebelah alisnya. Ia tidak paham dengan kata-kata yang keluar dari mulut gadis itu.
"Aku sangat berdosa karena lebih mementingkan egoku. Sebenarnya aku tahu Keysha menerima pernikahan itu hanya demi dirimu. Ia lebih mementingkan masa depanmu dibandingkan masa depannya sendiri."
DEGGG...
David membeku seketika, selama ini Indah telah mengetahui semuanya. Akan tetapi gadis itu lebih memilih diam dan menjalin hubungan dengannya.
"Aku tahu aku salah, Vid. Tolong maafkan aku," ucap Indah.
David mencoba menarik napasnya dalam. Sakit? tentu saja! Gadis yang ada di hadapannya ini sudah membohonginya selama bertahun-tahun. Membuat David amat membenci Keysha pada saat itu.
Namun, David memilih untuk berdamai. Jika ia bersikap kasar, maka semuanya tak akan selesai. Ia lebih memilih untuk menghadapi masalah ini dengan kepala dingin. Toh, sekarang Keysha sudah kembali ke dalam pelukannya.
"Baiklah, aku akan memaafkanmu, tapi dengan satu syarat....."
"Apa itu?" tanya Indah.
"Kau harus menyembunyikan tentang hubungan yang pernah kita jalani. Tolong jangan menceritakan apapun pada Keysha, jika kau memang peduli padanya, lakukan syarat yang ku ajukan tadi," tegas David.
"Baiklah, aku tidak akan pernah mengatakan apapun tentang masa lalu kita. Kini aku lebih memilih untuk mengikhlaskanmu padanya," timpal Indah sembari menghapus air mata yang membasahi pipinya.
Di waktu yang bersamaan, Keysha masih menunggu di kursi tadi. Ingatan gadis itu kembali saat di mana David tiba-tiba saja diam mendapati seseorang yang ada di depan pintu.
Tak hanya itu, Keysha juga tahu saat ia duduk di sini, tidak hanya dirinya dan David saja. Gadis itu juga mengetahui adanya orang lain di antara mereka.
"Kak Indah, mengapa dia tak menyapaku."
__ADS_1
Mata Keysha berkaca-kaca. Tentu saja ia mengetahui keberadaan Indah yang tak jauh darinya sejak tadi. Gadis itu masih mengingat jelas parfum favorit Indah yang dikenakannya sejak dulu.
Sedari tadi Keysha diam hanya menunggu sapaan dari gadis itu, tetapi sahabatnya itu tak kunjung menyapa dirinya. Hal tersebut tentu saja membuat Keysha menjadi murung.
Tak lama kemudian, David dan Indah pun datang menghampiri Keysha. Pria itu menganggukkan kepalanya untuk memberikan kode pada Indah.
Indah mencoba mengukir senyum di wajahnya meskipun dalam hati gadis itu sudah menjadi serpihan.
"Keysha...." panggil Indah yang segera memeluk Keysha.
Keysha yang sedari tadi memperlihatkan wajah murungnya, akan tetapi saat mendengar suara Indah memanggil namanya, membuat wajah gadis itu kembali ceria.
"Kak Indah...." mata Keysha berbinar saat Indah memeluknya. Gadis itu membalas pelukan sahabatnya dengan sangat erat. Sudah cukup lama mereka tak bertemu, dan kini Keysha merasa senang karena telah kembali di pertemukan.
"Sudah lama sekali, aku merindukanmu," ucap Indah melonggarkan pelukannya. Saat menatap wajah Keysha, ada rasa bersalah yang amat besar dalam hatinya. Indah sadar bahwa dirinya terlalu jahat karena tak menginginkan Keysha untuk kembali ke Indonesia. Ia juga menyembunyikan fakta yang sesungguhnya dari David. Namun, Indah ingin memperbaiki kesalahannya. Ia merelakan David kembali menjalin hubungan dengan Keysha.
"Aku juga merindukan Kakak," timpal gadis itu mengulas senyumnya.
Indah menggenggam tangan Keysha dengan erat. Setelah mendengar cerita dari David tentang semua yang telah di lalui oleh Keysha. Indah memilih untuk membiarkan Keysha bahagia dengan David. Gadis itu mencoba untuk ikhlas dan tak lagi mengharapkan cinta David.
"Apakah sudah ada kabar dari rumah sakit tentang pendonor mata?" tanya Indah.
Keysha menggelengkan kepalanya pelan.
"Jangan patah semangat, saat ini kau jangan berpikir yang macam-macam. Fokuslah untuk kesembuhanmu setelah itu, hiduplah dengan bahagia," papar Indah.
"Kehadiran Kak Indah juga salah satu sumber kebahagiaanku," ujar Keysha sembari tersenyum.
Mendengar hal tersebut, membuat Indah kembali menitikkan air matanya. Kini ia merasa seribu kali bersalah setelah mendengar ucapan Keysha tadi.
"Aku juga bahagia karena memilikimu, Key," ujar Indah.
David yang melihat keakraban dari kedua wanita yang ada di hadapannya, membuat pria itu ikut menitikkan air mata bahagia. Kini semuanya sudah kembali ke posisi semula. Hanya saja tinggal memperbaiki dan menata hidup yang baru untuk ke depannya.
David melebarkan tangannya untuk memeluk kedua wanita yang ada di hadapannya saat ini.
"Baiklah, sekarang kita sudahi semua kesedihan ini. Bagaimana jika sekarang kita berjalan-jalan mencari udara segar di luar. Numpung Kak Indah sedang berada di Jakarta," ucap David memberi usulan.
"Baiklah, aku setuju!" ujar Keysha dengan semangat.
Kini keduanya pun menunggu jawaban dari Indah yang tak kunjung bersuara.
__ADS_1
"Jangan ditanya! aku pastinya juga setuju," ucap Indah.
Keysha pun bersorak gembira. Beberapa pengunjung resto tampak melihat mereka bertiga yang sedikit heboh di ruangan tersebut.
"Baiklah, kalau begitu biarkan aku yang membawa tas dan tongkatmu ini," ujar Indah yang langsung mengambil tongkat di genggaman Keysha serta tas yang di bawa oleh gadis itu.
"David, tugasmu adalah menggendong Keysha," sambung Indah.
"Tidak usah...." Keysha menolak, tapi Indah tetap memaksa.
"Siap, aku akan melakukan tugasku dengan baik," ujar David yang langsung menggendongnya Keysha.
"Turunkan, aku benar-benar malu," Keysha menutup wajahnya yang mulai memerah dengan sebelah tangannya.
"Kau tidak perlu merasa malu," bisik David membuat gadis itu melayangkan pukulan kecil di dada bidang kekasihnya.
Indah berjalan lebih dulu menuju ke parkiran.
"Tidak apa-apa, semuanya akan baik-baik saja. Yang kau lakukan saat ini sudah benar," Indah meyakinkan dirinya untuk tidak menaruh rasa sakit hati lagi. Cara ini adalah cara yang efektif untuknya agar lebih cepat membuang perasaanya pada David.
Ketiga orang tersebut sudah memasuki mobil. David sendirian duduk di kursi depan sementara Keysha lebih memilih duduk di kursi belakang bersama Indah.
"Kalian membuatku terlihat seperti supir taksi," ujar David.
"Begitu lah yang ku rasakan saat aku mengantarkan kepergianmu saat pertama kali hendak melanjutkan kuliahmu. Kalian bermesaraan di kursi belakang sementara aku harus duduk sendirian di kursi depan," ujar Indah.
Keysha dan David terkekeh mengingat kejadian mereka di masa lalu.
"Baiklah kalau begitu, aku akan mengantarkan kalian sampai selamat di tempat tujuan," ujar David yang kemudian melajukan kendaraan roda empat tersebut.
.
.
.
Bersambung...
Gimana? udah nggak ada lagi penghalang nih. Udah aman wkwkw. Sekarang tinggal part uwwu-uwwu babang mpid sama mbak Key nih. Seperti biasa, bagian yang seperti ini membuatku gigit jari di pojokan 😌
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ❤️
__ADS_1
Yang belum favorit, cusss difavoritkan supaya mendapatkan notifikasi update terbarunya~