Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Kembali Tersenyum


__ADS_3

David membawa masakannya menuju ke meja dimana Indah yang sudah menunggunya disana. Pria itu meletakkan piring yang dibawanya ke atas meja.


Indah tampak mengendus wangi dari masakan yang dihidangkan oleh kekasihnya itu.


"Apa ini?" tanya Indah.


"Pesto chicken bake." ujar David menjelaskan nama makanan yang ia hidangkan.


"Aromanya sedap sekali." ucap Indah.


"Silahkan cicipi." ujar David.


Tak menunggu waktu lama, Indah pun segera memotong daging yang ada di piringnya dan memasukkan potongan tersebut ke dalam mulutnya.


"Hmmm ini sangat luar biasa." ucap gadis itu sembari mengangkat kedua ibu jari tangannya.


David tersenyum dan kembali mempersilahkan kekasihnya itu untuk melanjutkan makannya.


....


David menutup restonya saat pengunjung sudah tidak ada lagi. Ia melirik Indah yang masih menunggunya di parkiran. Pria itu pun menghampiri kekasihnya.


"Ayo, aku akan mengantarmu ke penginapan." ujar David.


David sengaja tak menawari Indah untuk tidur di rumahnya meskipun Indah adalah sahabat kakaknya. Sejak mereka memiliki hubungan, David lebih memilih agar kekasihnya itu tidur di penginapan saja. Ia tidak ingin jika suatu saat nanti akan timbul fitnah yang menjelekkan tentang dirinya di sekitar.


David menghidupkan mesin motornya. Indah pun langsung duduk di belakang. Ia melingkarkan tangannya di pinggang David. Pria itu menatap sekilas tangan yang ada di pinggangnya, dan kemudian melajukan kendaraan roda dua tersebut ke jalanan.


"Saat seperti ini, terkadang sempat terpikir olehku untuk meninggalkan usahaku dan ikut tinggal disini bersamamu." ujar Indah.


"Kau terlalu berpikir keras akan hal itu. Usahamu menjamin, jika kau tinggal disini maka semuanya akan mulai dari nol lagi." jelas David.


"Tidak masalah bagiku, selagi aku bisa bersamamu. Terkadang entah mengapa aku terlalu takut jika kelak kau akan berpaling dariku." tukas Indah.


David tak menimpali ucapan kekasihnya. Ia menatap lurus ke depan melajukan kendaraannya dengan sedikit cepat.


Motor yang dikendarai oleh David telah tiba di hotel. Pria itu pun memberhentikan motornya. Indah memberikan helm yang ia pakai pada kekasihnya.


"Mengapa kau selalu menghindari pertanyaan ku?" tanya Indah.


David terdiam sejenak, dan sesaat kemudian menatap Indah dengan seksama.


"Aku tidak menghindarinya, hanya saja aku bingung harus menjawab pertanyaan yang kau berikan padaku." sahut David.


"Lebih baik kau tidak usah berpikiran yang buruk tentangku. Masuklah dan lekas beristirahat." ucap David.

__ADS_1


Indah pun mengangguk, setelah David melakukan motornya, Indah segera masuk ke dalam penginapan.


****


Keesokan harinya, Keysha di tuntun oleh Bik Asih keluar dari kamarnya menuju ke meja makan. Kirana dan Danu sudah menunggu anak gadisnya disana.


Keysha menduduki salah satu kursi yang ada dihadapannya. Kirana tersenyum sembari menyambut anak semata wayangnya.


"Pagi, Nak.." sapa Kirana.


"Pagi, Ma.." timpal Keysha.


Danu tersenyum melihat Keysha yang tak lagi murung. Sebelumnya gadis itu hanya diam tanpa membalas ucapan kedua orang tuanya. Bahkan untuk berbicara pun rasanya berat.


"Ma, bisakah untuk memberitahukan apa saja yang ada dihadapan ku?" tanya Keysha.


"Aku hanya ingin arahan tanpa harus mama yang melakukan semuanya. Biar aku saja.."lanjut Keysha.


"Baiklah, di depanmu ada sepiring nasi goreng yang menjadi sarapan kita pagi ini." ujar Kirana.


Keysha pun langsung meraba piring yang ada dihadapannya.


"Sendok dan garpu terletak sekitar lima centi dari piringmu." ucap Kirana lagi, Keysha pun meraba sebelah kanan dari piringnya. Dan benar saja, gadis itu menemukan alat makan tersebut.


"Di sebelah kiri ada gelas yang sudah terisi air minum, dan dihadapanmu ada mama dan papa yang ikut makan bersamamu." tutur Kirana lagi.


"Terima kasih sarapannya." ucap Keysha.


Gadis itu menyendokkan nasi goreng tersebut ke dalam mulutnya. Danu serta Kirana menatap anak gadisnya dengan mata yang berkaca-kaca. Terjal yang dilalui oleh Keysha memang sangat sulit.


Bik Asih dari kejauhan menatap Keysha dengan penuh haru. Derita atas kehilangan serta hancurnya pernikahan Keysha tergantikan dengan kebahagiaan yang dihadirkan oleh kedua orang tuanya.


"Mama dan Papa akan pergi ke butik nanti, karena bisnis papa sedang jatuh, Papa akan membantu mama untuk menghandle butik. Kamu mau ikut atau tetap tinggal?" tanya Danu pada anak gadisnya.


"Aku akan tinggal disini saja, Pa." sahut Keysha.


"Baiklah kalau begitu nanti Bik Asih yang akan menjagamu ya, Nak." Kirana membuka suara.


Keysha mengangguk patuh, ketiga orang itu pun kembali melanjutkan sarapannya.


Setelah sarapan, Danu dan Kirana masuk ke dalam mobil untuk pergi ke butik. Diantara banyak kendaraan yang dulunya terparkir di garasi, kini yang tersisa hanya satu. Bahkan cabang butik milik Kirana pun banyak tutup hanya untuk membantu perekonomian sang suami.


Keysha melambaikan tangannya saat mendengar suara mobil yang telah melaju. Bik Asih dengan sangat hati-hati menuntun Keysha untuk kembali masuk ke dalam rumah.


"Bik.."

__ADS_1


"Ya, Non." timpal Bik Asih.


"Maukah bibi membawaku berkeliling rumah. Aku ingin mengetahui apa saja yang ada di sekitarku dan menyimpannya dalam ingatan. Aku harap suatu saat nanti aku tidak di bimbing lagi jika harus pergi kemana pun." ujar Keysha.


"Baik, Non. Dengan senang hati bibi akan mengajak Nona Keysha untuk berkeliling." sahut Bik Asih.


Bik Asih pun membawa Keysha ke ruang tengah. Menyebutkan benda-benda yang ada di ruang tengah. Keysha mencoba meraba dan mengingatnya. Ia mengikuti instruksi dari Bik Asih.


Kaki Keysha sempat terbentur keras dengan meja yang ada di ruang tengah tersebut. Bik Asih dengan sigap membantu Keysha yang hampir terjatuh.


"Tidak apa-apa, Bik." ujar Keysha seraya tersenyum.


Bik Asih menatap anak asuhnya dengan penuh kekhawatiran, akan tetapi Keysha tak menyerah untuk mempelajari benda-benda yang ada di sekitarnya.


Setelah cukup lama berada di ruang tengah, kini Keysha beralih ke dapur. Bik Asih tetap memberikan arahan seperti tadi, sementara Keysha menghampiri benda yang disebutkan berdasarkan instingnya.


Saat Keysha berhasil meraih sesuatu tanpa terjatuh atau pun salah. Gadis itu merasa senang. Bahkan saat Bik Asih berada di sampingnya, Keysha langsung memeluk Bik Asih sembari berjingkrak-jingkrak.


Keysha pun merasakan sedikit lelah. Ia meminta Bik Asih untuk membawanya ke teras sembari menghirup udara segar.


Keduanya duduk di teras. Sesekali Keysha memejamkan matanya membayangkan apa yang ada dihadapannya saat ini. Gadis itu kembali tersenyum. Senyum yang dulu sempat hilang kini kembali terpatri di wajah cantiknya.


"Kondisi ekonomi kami saat ini sedang sulit, apakah bibi tetap akan berada di sampingku?" tanya Keysha.


"Bibi tetap akan bersama Nona Keysha sampai kapan pun. Kan bibi sudah pernah berjanji pada Non Keysha bahwa bibi akan selalu menjaga Non Keysha." ucap Bik Asih dengan tulus.


Mata Keysha berkaca-kaca. Gadis itu hendak meraih tangan Bik Asih, dengan sigap Bik Asih pun langsung menangkupkan tangannya pada tangan Keysha.


"Terima kasih, Bik." ucap Keysha sembari menitikkan air matanya.


"Sama-sama, Non." timpal Bik Asih menghapus air mata yang jatuh di pipi Keysha.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ❤️.


Selamat tahun baru ya guys 🥳🥳🥳


Gak apa-apa lah meskipun aku ngucapinnya kecepetan😁

__ADS_1


Yuk kita sambut tahun berikutnya dengan semangat baru serta harapan baru❤️


Doain aku juga ya semoga didekatkan jodohnya tahun ini😂 soalnya ngerasa iri aja sama karya sendiri pas romantis2 gimana gitu sedangkan yg nulis cuma mingkem di pojokan sambil gigit jari😂


__ADS_2