Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Modus


__ADS_3

Siang ini David mengendarai mobilnya menuju ke rumah Keysha. Setiba di rumah tersebut pria itu langsung turun dari mobilnya. Tak lupa ia membawa beberapa bingkisan makanan serta buah-buahan untuk diberikannya pada Keysha.


David mengetuk pintu rumah tersebut beberapa kali. Tak lama kemudian, pintu pun terbuka. Dilihatnya seorang wanita yang kemarin bersama Keysha di resto yang membukakan pintu untuknya.


"Maaf cari siapa?" tanya Bik Asih.


"Saya pria yang di resto kemarin, Bu." timpal David.


Bik Asih tampak berpikir sejenak mengingat-ingat kejadian kemarin. "Oh iya iya saya ingat." ujar Bik Asih .


"Tapi, ada perlu apa kemari?" tanyanya lagi.


"Saya ingin bertemu dengan gadis yang kemarin untuk meminta maaf secara langsung." ujar David. Ini sedikit trik licik dari pria itu untuk bertemu dengan mantan kekasihnya.


"Kalau begitu silahkan masuk." ujar Bik Asih.


David pun mengangguk dan kemudian berjalan memasuki rumah tersebut.


"Silahkan duduk, bibi panggil Non Keysha sebentar." ucap Bik Asih sembari berlalu dari hadapan David.


David duduk di sofa yang ada di ruang tengah, ia pun melirik sekeliling rumah tersebut. Pria itu melihat foto keluarga yang di pajang di ruang tengah, namun tak satu pun foto pernikahan yang ia temukan di tempat itu. Hal ini membuat David sedikit bertanya-tanya.


Dimana foto suaminya?


Mengapa tak ada foto pernikahan Keysha sama sekali di rumah ini?


Cukup lama ia bergelut dengan pikirannya sendiri, hingga kemunculan Keysha membuyarkan lamunannya.


Dengan tongkat pemandunya gadis itu menghampiri kursi. David hendak membantu langkahnya, namun saat ia melihat Keysha berjalan tanpa terjatuh atau menabrak benda apapun, David mengurungkan niatnya. Bahkan gadis itu mengambil posisi yang benar, tepat berada dihadapannya.


"Maaf, ada perlu apa mencariku?" tanya Keysha.


"Saya datang kesini untuk meminta maaf secara langsung pada Nona Keysha atas kejadian kemarin." jelas David.


"Tapi, bukankah kemarin sudah minta maaf? kenapa harus minta maaf lagi?" tanya gadis itu dengan polos.


"Emmm... saya rasa permintaan maaf kemarin tidak begitu cukup. Saya masih bertanggung jawab atas kondisi Nona Keysha, saya hanya takut nona Keysha terluka akibat kejadian kemarin." sahut David.

__ADS_1


Yah begitulah pria, jika memang ada maunya seribu cara pun akan ia lakukan.


"Oh, aku tidak apa-apa. Lagi pula kemarin hanya sebuah kejadian kecil. Tak perlu di permasalahkan terlalu serius." pungkas Keysha.


"Tetap saja, setidaknya saya memperlihatkan rasa tanggung jawab saya." ucap David tak mau kalah.


"Sebentar, dari mana kau mengetahui nama dan alamat rumahku?" selidik Keysha.


"Untuk nama saya mengetahuinya dari si Ibu tadi, dan alamat rumah saya mengetahuinya kemarin. Saya sengaja mengikuti Nona Keysha saat pulang kemarin hanya untuk memastikan apakah Nona pulang dengan selamat." ujar David membuat alasan.


Keysha tak menjawabnya lagi. Hingga keheningan pun tercipta cukup lama di antara keduanya. Keysha memainkan kuku jarinya, gadis itu merasa bahwa dugaannya adalah benar. Pria yang ada dihadapannya ini memanglah mantan kekasihnya dulu. Namun Keysha memilih berpura-pura untuk tidak mengenalnya.


"Apakah dia sama sekali tidak mengetahui siapa diriku?" batin David.


"Ya, akan lebih baik jika ia tak mengenaliku." batin David lagi.


Tak lama kemudian, Bik Asih datang dengan membawa teh serta camilan untuk tamu tersebut.


"Tidak usah repot-repot, Bu." ucap David saat Bik Asih meletakkan teh yang dibawanya di atas meja.


"Tidak repot kok, silahkan diminum Tuan."ujar Bik Asih yang kemudian beranjak pergi dengan membawa nampan yang telah kosong.


Seandainya Keysha dapat melihat, mungkin ia sudah tersipu malu dengan tatapan itu.


"Ini ada sedikit buah tangan dari saya." ujar David sedikit mendorong bingkisan yang dibawanya tadi.


"Seharusnya tidak perlu repot-repot untuk membawakan ini, tapi terima kasih." ucap Keysha.


Mendengar ucapan gadis yang ada dihadapannya, membuat David terkekeh.


"Saya juga mendengar dari salah satu pegawai saya, bahwa Nona hendak mengisi posisi sebagai penyanyi di resto saya. Kira-kira kapan Nona bisa hadir? kami sangat membutuhkan seseorang yang dapat mengisi posisi tersebut." ujar pria itu.


"Bagaimana jika mencari orang lain saja, sepertinya aku tidak bisa mengisi posisi tersebut." sahut Keysha.


"Ayolah Nona, kami sangat membutuhkan Anda. Bahkan beberapa pegawai saya meminta agar anda yang mengisi tempat tersebut. Ah bukan hanya itu saja, bahkan pelanggan yang ada di resto saya pun memintanya, karena mereka pernah mendengar anda bernyanyi di resto saya dan mereka menyukai suara anda." ujar David yang masih berbicara dengan formal.


Pria itu tak mau kalah, ia menggunakan seribu cara untuk membujuk Keysha agar menyetujuinya. Dengan begitu, David tidak perlu bersusah payah lagi mencari keberadaan Keysha dan membuat gadis itu tetap berada di sisinya.

__ADS_1


Keysha tampak berpikir sejenak untuk menerima tawaran dari David.


"Tolong lah Nona." ujar David dengan wajah memelas.


Setelah cukup lama berpikir, Keysha pun menyetujui untuk menyanyi di resto tersebut. Toh, awalnya dia juga senang, namun saat melihat David yang sepertinya lihai dalam berpura-pura untuk menjadi orang lain, membuat Keysha ingin masuk dalam permainan David.


"Wah terima kasih Nona kalau begitu, sungguh saya sangat senang dengan keputusan bijak yang anda buat." ujar David.


"Kalau begitu, kapan aku bisa mulai bekerja?" tanya Keysha.


"Kapan pun anda mau." timpal David.


"Baiklah kalau begitu tunggu sebentar, aku akan bersiap-siap dulu." ujar Keysha. Gadis itu beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke kamar.


David sempat terperangah dengan ucapan Keysha. Ia tak menyangka jika gadis itu ingin hari ini langsung bekerja.


Usahanya tak sia-sia, modus pria yang berkedok tanggung jawab itu akhirnya membuahkan hasil yang sempurna. Kini David dapat menemui Keysha kapan pun, dengan alasan sebagai partner kerja. Alasan yang cukup kuat jika suatu hari nanti ia di datangi oleh suami gadis itu. Karena David sama sekali tak mengetahui bahwa status Keysha adalah seorang janda.


Setelah memakan waktu selama lima belas menit, Keysha pun keluar dari kamarnya. Gadis itu memanggil Bik Asih untuk berpamitan akan pergi ke resto.


Keduanya pun berjalan keluar rumah. Bik Asih menuntun Keysha hingga masuk ke dalam mobil David.


"Kalau bisa pulangnya jangan terlalu sore, takutnya Nyonya khawatir." ujar Bik Asih.


"Baiklah." timpal David sembari mengulas senyumnya.


Ia pun melajukan mobilnya menuju ke resto. Tak henti-hentinya pria itu mengembangkan senyum kemenangannya.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ♥️.

__ADS_1


Klik favorit untuk mendapatkan notifikasi update terbarunya~


__ADS_2