Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Arti Nama


__ADS_3

Malam ini, David dan Keysha tengah berbaring sembari berbincang-bincang. Kali ini topik pembicaraan mereka adalah tentang nama anak yang ada di dalam rahim Keysha. Bayi yang belum bisa ditebak jenis kelaminnya.


"Aku sudah menyiapkan nama untuk anak kita,".ucap Keysha dengan mata yang berbinar.


"Benarkah? Siapa namanya?" tanya David.


"Jika anak kita laki-laki, maka aku akan menamainya Mirza Pradipa Reza," sahut Keysha.


"Nama yang bagus. Biasanya seseorang yang memberikan nama, memiliki arti terselip di balik nama tersebut. Nama yang kau berikan, apa artinya?" tanya David lagi yang sedikit memajukan badannya dan merengkuh tubuh sang istri.


"Arti nama itu adalah seorang anak laki-laki yang baik, seperti sebuah cahaya dalam kegelapan," jelas Keysha.


"Itu kalau anak kita laki-laki, tapi jika seorang wanita, apakah kau juga sudah mempersiapkan namanya?" tanya David lagi.


"Tentu saja, aku sudah mempersiapkan semuanya. Jika dia wanita, aku akan menamainya Aleta Queenby Elvina," ujar Keysha.


"Artinya?"


"Nama tersebut memiliki arti seorang gadis berjiwa pemimpin yang bijaksana, melindungi semua orang bagaikan malaikat bersayap," papar Keysha.


"Suatu saat nanti, aku ingin anak kita menjadi pelindung serta memberi cahaya untuk kita dalam kegelapan. Aku sangat menyayanginya lebih dari apapun," sambung Keysha.


"Berarti rasa sayangmu untukku akan terkalahkan olehnya," ujar David seraya mengusap perut sang istri.


"Aku sudah memberikan semua yang ku miliki untukmu, sekarang aku tinggal memberikan hal yang serupa untuknya." Keysha mengulas senyumnya.


David mencium puncak kepala sang istri. Entah mengapa kehamilan Keysha kali ini membuat David sedikit merasa takut. Namun, pria itu tak ingin berprasangka buruk, karena seorang anak adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa. Seharusnya pria itu bersyukur karena Tuhan telah memberikannya seorang keturunan.


"Tidurlah, Sayang. Hari sudah larut malam, besok aku akan mengantarmu ke dokter untuk check up." ucap David.


"Sayang, besok aku minta antar Pak Sardi saja. Kau h


sibuk menghandle resto dan mengurus Dini untuk antar jemputnya," tandas Keysha.


"Tapi, Sayang__"


"Tidak, David. Kau bisa mengantarku nanti setelah kau sedang tidak sibuk." Keysha langsung memotong ucapan suaminya.


David menghembuskan napasnya dengan kasar. Memang akhir-akhir ini ia sangat disibukkan untuk mengurus resto. Biasanya di saat ada keperluan, David menyuruh untuk kedua orang tuanya bergantian menjaga resto. Namun, karena mereka tengah menikmati liburan di Bali, sementara Kinan saat ini sibuk bekerja, jadi tak ada yang dapat menggantikan David.


"Baiklah. Setelah mama dan papa pulang, aku akan fokus untuk menjagamu," tandas David.


Keysha beringsut mendekat dan kemudian ...

__ADS_1


Cup


Satu kecupan singkat ia hadiahi untuk sang suami.


"Sudah, jangan menekuk wajahmu seperti itu. Aku sudah memberikan vitamin untukmu, sekarang tersenyumlah!" tutur Keysha.


"Jangan memancingku, Sayang. Kau tahu, aku harus berpuasa untuk menahan hasratku. Demi dirimu dan anak kita," ucap David.


Keysha terkekeh. Ia menenggelamkan kepalanya di dada bidang suaminya. Perlahan mata mereka mulai berat dan tertutup sempurna. Keduanya pun akhirnya terlelap dengan saling memeluk.


....


Setelah suami dan anaknya pergi, Keysha pun segera bersiap untuk melakukan check up pada kandungannya. Baru saja ia mencapai di ambang pintu, tiba-tiba kepalanya kembali terasa sakit yang luar biasa.


"Arghhh ...." Keysha memegang kepalanya. Gadis itu tertatih berjalan ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya sejenak.


Keysha memilih untuk menahan rasa sakitnya. Gadis itu enggan untuk meminum obat apapun karena kondisinya yang saat ini tengah hamil muda.


Pak Sadri yang sedari tadi menunggu Keysha tampak mondar-mandir. Pria tua tersebut menunggu kedatangan Nyonya-nya yang tak kunjung turun.


"Nyonya kemana? Apakah tidak jadi pergi ke dokter?" gumam Pak Sadri.


Setelah cukup lama terbaring di tempat tidur, Keysha merasa sudah sedikit mendingan. Gadis itu pun segera bersiap-siap untuk keluar dari kamar.


"Baik, Nyonya."


Pak Sardi segera membukakan pintu untuk Keysha. Setelahnya, ia pun bergegas masuk ke dalam mobil.


Sesampainya di rumah sakit, Keysha segera memeriksakan kehamilannya pada Dokter kandungan. Dokter tersebut menempelkan alat ke bagian bawah perut Keysha yang langsung terhubung ke layar monitor.


Keysha ke layar monitor tersebut. Dimana calon bayinya masih belum berbentuk. Namun, saat melihat ekspresi dari dokter membuat Keysha sedikit heran.


"Ada apa, Dok?" tanya Keysha.


"Di sini kondisi kandungan ibu sangat lemah," ucap Dokter tersebut.


Bak tersambar petir di siang hari Keysha mendengar hal tersebut.


"Apakah ibu memiliki keluhan saat ini?" tanya dokter lagi.


"Begini Dok, akhir-akhir ini saya merasa mual disertai kepala sakit yang luar biasa. Terkadang, saya juga merasakan kaki saya mati rasa," tutur Keysha menjelaskan keluhan yang sering dialaminya.


"Untuk masalah itu, saya tidak bisa mendiagnosisnya sekarang, tapi saya sarankan untuk ibu menjalani pemeriksaan lebih lanjut lagi."

__ADS_1


Keysha mulai diselimuti oleh rasa takut. Awalnya manik mata gadis itu tampak berbinar, kini menjadi sendu.


Keysha melakukan pemeriksaan lebih lanjut, sesuai dengan anjuran dokter kandungan tadi.


Keysha menuju ke ruangan dokter radiologi. Gadis tersebut menceritakan beberapa gejala yang sering dialaminya, dokter pun langsung membawa Keysha untuk melakukan pemeriksaan MRI scan.


Keysha mengisi formulir data diri terlebih dahulu untuk pemeriksaan tersebut. Setelahnya, ia pun segera di perkenankan masuk ke dalam ruangan. Keysha mengganti baju yang dikenakannya dengan baju rumah sakit. Gadis itu juga melepas beberapa aksesoris yang menempel di tubuhnya.


Memakan waktu sekitar 20 menit berada di dalam tabung untuk pemeriksaan, Keysha pun akhirnya sudah kembali mengenakan pakaiannya seperti sedia kala.


"Kapan saya bisa tahu hasilnya, Dok?" tanya Keysha.


"Hasilnya akan keluar dalam satu minggu," timpal dokter tersebut.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu dok."


Dokter menimpalinya dengan sebuah anggukan. Gadis itu pun langsung keluar dari ruangan tersebut. Keysha menjadi cemas, ia menyusuri lorong rumah sakit dengan memegang perutnya. Sungguh ia sangat berharap jika semuanya akan baik-baik saja.


"Tenang, aku jangan merasa panik dulu. Toh, hasilnya juga belum keluar dan sejauh ini masih bisa dikatakan baik-baik saja," gumam Keysha mencoba mensugesti dirinya.


Gadis itu mengambil napasnya dalam-dalam dan menghembuskannya dengan perlahan. Ia pun menuju ke parkiran. Dilihatnya Pak Sardi yang masih setia menunggunya.


"Maaf ya Pak Sardi, karena membuat bapak sudah menunggu lama," ujar Keysha.


"Tidak apa-apa, Nyonya." Pak Sardi berjalan ke samping mobil untuk membukakan pintu.


"Apa bapak merasa lapar? Kita cari makan di dekat sini saja dulu," tandas Keysha.


"Tidak Nyonya, saya tidak merasa lapar," kilah Pak Sardi. Namun, perutnya tak dapat diajak untuk berkompromi. Perut Pak Sardi mengeluarkan suara yang seketika membuat Keysha terkekeh.


"Tapi saya mendengar loh cacing-cacing di perut Pak Sardi sudah berdemo. Ayo kita cari tempat makan dulu di sekitaran sini," perintah Keysha.


Pak Sardi pun mengangguk pelan, dan kemudian menutup pintu mobil saat Keysha sudah masuk ke dalamnya. Ia segera berlari menuju ke kursi kemudi, melajukan kendaraan roda empat tersebut membelah jalanan siang hari.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ❤️❤️❤️

__ADS_1


Yang belum favorit, yuk difavoritkan supaya mendapatkan notifikasi update terbarunya~


__ADS_2