
David berada di kamarnya, pria itu menjatuhkan dirinya di kasur. Pandangannya menatap ke arah langit-langit rumah.
Ucapan Danu tadi masih terngiang-ngiang di telinganya. David mengambil ponselnya di dalam saku, ia melihat beberapa panggilan yang terlewat, dan tak lain itu dari kekasihnya.
Ia mengusap wajahnya dengan kasar. Satu sisi ia menginginkan Keysha namun di sisi lainnya pria itu merasa tak enak hati pada Indah.
"Apa yang harus aku lakukan," ucapnya sembari memainkan rambut gondrongnya.
Pria itu memilih bangkit dari pembaringannya. Menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Menghidupkan air shower dan menikmati setiap air yang membasahi tubuhnya.
Mata David terpejam, sesekali ia mengusap wajahnya. Otot-otot perutnya tampak tercetak sangat jelas, membuat gadis mana pun mungkin mengidamkan tubuh itu.
Pria itu keluar dari kamar mandi dengan kondisi lebih segar. Dengan rambut yang basah, serta baju handuk yang menutupi bagian tubuhnya.
Ponselnya kembali berdering, David meraih benda pipih itu di atas tempat tidurnya.
"Kau kemana saja? Jangan membuatku khawatir!" bentak suara dari seberang telepon dengan nada yang tinggi.
"Maaf," timpal David sangat singkat, padat, dan jelas.
"Maafkan aku, sungguh aku sedikit kesal karena tak mendengar kabarmu hari ini," ujar Indah menjadi sedikit lembut karena merasa bersalah pada David.
David hanya diam, tak menjawab ucapan gadis itu.
"Bagaimana keadaan resto? apakah hari ini sangat ramai?" tanya Indah.
"Iya, hari ini aku sibuk mengurus beberapa hal, maaf jika membuatmu menunggu kabar dariku."
"Ah, tidak apa-apa. Aku bisa memakluminya. Yang penting aku mendengar kabar darimu dan itu sudah cukup bagiku." sahut gadis itu.
"Tidurlah, hari sudah malam. Aku juga sudah mengantuk." ujar David.
"Baiklah, selamat beristirahat."
Tak lama kemudian, sambungan telepon terputus. Pria itu menatap layar ponselnya. Ada rasa bersalah dalam dirinya karena telah membuat Indah seperti ini. Akan tetapi ia juga tak bisa mengambil keputusan yang cepat.
Ia masih perlu memantapkan hatinya, alasan pria itu hendak berada di samping Keysha apa hanya rasa bersalah, ataukah memang karena ia menginginkan gadis itu.
Setelah semuanya menjadi jelas, ia akan menyelesaikan hubungannya dengan Indah. Tak ingin membuat gadis itu terlalu berharap akan dirinya.
...****************...
Keesokan harinya, David kembali menjemput Keysha di rumahnya. Jika kemarin ia menjemput gadis itu agak siang, namun kali ini pria itu sudah menjemput Keysha di pagi hari.
Bik Asih yang saat itu sedang menyapu halaman rumah. Ketika ia melihat pria kemarin datang kesini lagi, Bik Asih pun langsung menghampirinya.
"Cari Non Keysha ya?" tanya Bik Asih sembari tersenyum penuh arti.
__ADS_1
"Iya," sahut David malu-malu sembari mengusap tengkuknya.
"Silahkan masuk dulu Den," Bik Asih langsung masuk ke dalam rumah.
Keysha saat itu tengah sarapan bersama keluarganya. Bik Asih pun berjalan menuju ke meja dapur untuk memberitahukan kedatangan David.
"Ada apa, Bik?" tanya Kirana
"Anu Nyonya, laki-laki yang bersama Non Keysha kemarin datang kesini lagi," ucap Bik Asih.
Keysha mendengar hal tersebut langsung tersedak. Kirana langsung memberikan minum untuk anak gadisnya itu.
"Makannya pelan-pelan, Nak," ujar Kirana mengelus punggung Keysha.
Keysha mendadak ketakutan, ia takut jika keberadaan David akan membuat papanya menjadi murka.
"Bawa dia kesini, katakan padanya untuk ikut bergabung sarapan bersama," ujar Danu.
Keysha tercengang saat mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh ayahnya. Ia pikir jika papanya akan mengusir David secara langsung karena sudah lancang kemari, namun apa yang Keysha pikirkan ternyata salah.
Bik Asih mengangguk ia pun kembali ke depan untuk memanggil tamu dari anak asuhnya itu. Sementara Kirana, ia menyenggol lengan Keysha.
"Siapa dia? apakah dia pacarmu?" goda Kirana menanyai anak gadisnya itu. Kirana sangat setuju jika Keysha kembali membuka hatinya untuk pria lain.
Semalam Kirana cukup lama mengingat-ingat pria yang kemarin berbincang dengan suaminya. Dan ternyata setelah ia ingat, pria itu adalah pria yang dilihatnya saat pertama kali datang ke restoran baru tersebut.
"Ayo sini, ikut sarapan bersama kami!" ajak Kirana.
David mengangguk sembari tersenyum. Pria itu langsung meraih tangan kedua orang tua Keysha untuk menyalaminya. Dan masalahnya dengan Danu, David pikir tak perlu di perpanjang lagi. Yang lalu biarlah berlalu.
Kirana mengulas senyumnya saat melihat David. Wanita paruh baya itu dengan sigap langsung mempersilahkan David untuk duduk di kursi kosong yang ada di sebelah Keysha.
"Silahkan dinikmati,"ujar Danu.
David memasukkan nasi goreng yang ada dihadapannya ke dalam mulutnya.
"Bagaimana? rasanya enak?" tanya Kirana dengan antusias.
"Enak, Bu." ucap David yang kembali melahap makanan yang ada di depannya.
Melihat suasana yang seperti ini, Kirana merasa bahwa mereka sedang menikmati sarapan bersama dengan seorang menantu. Keysha yang kembali tersenyum dan dapat melihat lagi. Melupakan semua luka di masa lalunya, merupakan suatu impian yang sangat dinantikan oleh Kirana.
Ia berharap anak gadisnya itu dapat menata hidupnya lagi dan berbahagia dengan kehidupan barunya bersama lelaki yang ia cintai.
"Mengapa kau tak melanjutkan makanmu? Hanya senyum-senyum saja sedari tadi," tegur Danu yang melihat istrinya itu melamun.
"Ah tidak, aku hanya membayangkan sesuatu," timpal Kirana.
__ADS_1
"Apa?"
"Kau tidak perlu mengetahuinya," sahut Kirana. Mendengar hal tersebut semua orang yang ada disana langsung tertawa.
"Oh iya nama kamu siapa, Nak?" tanya Kirana tiba-tiba.
David menghentikan aktivitasnya. Wanita paruh baya yang ada dihadapannya ini menanyakan namanya di depan Keysha. David sangat menyembunyikan identitasnya agar gadis yang ada di sampingnya ini akan merasa lebih nyaman dan tak menjauh darinya.
Kirana masih menunggu jawaban dari David yang tiba-tiba saja bungkam.
"Habiskan dulu makananmu, bicarakan nanti saja," ujar Danu membuka suara.
"Baiklah," ucap Kirana melanjutkan makannya.
Setelah menyelesaikan sarapan, Keysha pun langsung menyampaikan sesuatu pada orang tuanya.
"Ma, Pa, sebenarnya kedatangan dia kesini untuk menjemputku. Aku bekerja di restorannya sebagai seorang penyanyi," cicit Keysha.
Gadis itu mungkin saja akan mendapat restu dari Kirana, tapi belum tentu dengan Danu.
"Tidak apa-apa sayang, asalkan hal tersebut membuatmu senang, maka lakukanlah," celetuk Kirana.
Keysha bergeming menunggu jawaban dari papanya.
"Lakukanlah, asalkan pulangnya tepat waktu," tukas Danu.
Senyuman pun terpatri jelas di wajah cantik Keysha.
"Baiklah, Pa. Kalau begitu aku berangkat dulu," ucapnya berpamitan dengan kedua orang tuanya.
David juga berpamitan dan kemudian membawa Keysha untuk masuk ke dalam mobilnya.
.
.
.
Bersambung ...
🙋♀️: Kak minta foto David yang ada roti sobeknya dong.
✍️: Boleh, tapi cuma nemunya satu padahal pengennya banyak gitu buat koleksian😌 ternyata si babang mpid masih menjaga auratnya😂
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ❤️
__ADS_1
Yang belum favorit, jangan ragu-ragu buat favorit biar langsung dapet notifikasi update terbarunya~