
Kevin mencoba masuk ke dalam ruang rawat saat Keysha sudah cukup tenang. Pria itu mencoba duduk di kursi yang ada di sisi ranjang gadis tersebut.
"Key, aku tahu semuanya begitu berat. Mari kita mulai dari awal lagi. Aku janji hal sekecil apapun akan ku katakan padamu. Sekalipun nantinya kau tidak akan kembali semula, aku tetap akan berada di sisimu. Aku janji akan menemanimu dalam keadaan susah atau pun senang." papar Kevin.
Gadis itu tersenyum miring mendengar ucapan suaminya.
"Kau tidak perlu lagi berada disisiku Kevin. Kau tidak perlu melakukan hal itu." cetus Keysha.
"Key.."
"Aku ingin bercerai darimu." tegas gadis itu.
Kevin terkejut dengan ucapan Keysha. Bagaimana mungkin istrinya bisa berkata demikian.
"Key, aku tahu kau masih terbawa emosi. Kau jangan mengucapkan hal seperti itu Key. Ku harap berpikirlah dengan jernih."
"Tidak!! aku sudah memikirkannya dengan matang. Cukup bagiku menghabiskan waktu bersamamu, Kevin. Semuanya terbuang percuma, kau telah menghancurkan hatiku hingga tak ada lagi yang tersisa untukku." ujar gadis itu.
Kevin memijat keningnya. Mengapa semua ini terjadi begitu cepat. Ia bahkan belum mengetahui kabar tentang kehamilan istrinya, dan saat itu juga ia mendapat kabar bahwa anaknya sudah tiada. Kini ia harus dihadapkan dengan sebuah kenyataan pahit bahwa Keysha meminta bercerai darinya.
"Aku tahu saat ini emosimu sedang tidak stabil. Aku akan kembali setelah kau merasa tenang." terang Kevin. Pria itu hendak melangkahkan kakinya keluar.
"Ardi.."
Mendengar Keysha yang menyebut nama adik tirinya membuat Kevin menghentikan langkahnya.
"Ku dengar Ardi juga telah tiada." gumam gadis itu dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kau tahu, dia bukanlah pria yang jahat. Ardi melakukan semuanya hanya untuk menarik perhatian kalian. Kalianlah manusia jahat yang sesungguhnya." ungkap Keysha
Kevin hanya diam sembari mendengarkan semua ucapan istrinya.
"Mama lebih memilihmu dari pada Ardi, pria itu sangat mengagumimu. Akan tetapi seiring bertambahnya usia kau justru menganggapnya sebagai seorang pesaing. Dia juga menaruh harapan besar pada Papa, namun saat ia mengetahui Papa ingin menghancurkannya, membuat Ardi merasa dikecewakan berulang kali. Itulah yang ia katakan terakhir kali sebelum dirinya menabrakkan mobil." tutur Keysha.
__ADS_1
Kevin menghembuskan napasnya dengan kasar. Pria itu mendongakkan wajahnya agar air matanya tak jatuh.
"Aku memanglah orang yang jahat." lirih Kevin dan akhirnya pria itu pun melangkah keluar dari ruangan tersebut.
Keysha kembali mengingat kejadian itu. Dimana saat Ardi berkata bahwa ia akan membawa Keysha ikut bersamanya. Namun gadis itu menolak karena ia akan tetap hidup untuk anaknya.
Tangannya kembali mengusap rahim yang sudah kehilangan janinnya. Keysha kembali menitikkan air matanya lagi. Ia merasa bahwa raganya saja yang masih hidup, akan tetapi jiwanya telah mati. Sama seperti yang dikatakan pepatah. Hidup segan mati tak mau.
***
Kevin kembali ke kediamannya. Kini pria itu tengah berada di kamarnya sembari memutar-mutar gelas yang berisi wine, lalu kemudian menenggaknya hingga kandas.
Pikirannya kusut, hatinya pun terasa sakit. Ucapan Keysha tadi masih terngiang-ngiang di telinganya. Dimana gadis itu memberitahu bahwa tujuan Ardi bukanlah untuk kedudukan ataupun harta semata, semua itu ia lakukan agar mendapat perhatian darinya.
Ingatannya kembali memutar tentang masa lalu. Dimana saat itu keduanya tak mengenal yang namanya bisnis. Mereka hidup berdampingan meskipun Kevin tak menganggap keberadaan Dewi, akan tetapi Ardi mampu mengambil hatinya. Dan pada akhirnya Kevin pun memutuskan untuk menjadikan adik tirinya itu seorang teman.
Atas tuntutan Ruslan, yang mengharuskan Kevin mendalami ilmu berbisnis, membuat hubungan keduanya semakin lama semakin renggang. Dan terciptalah sebuah kesalahpahaman yang menggiring opini tersendiri tanpa membicarakannya dengan baik.
Kevin kembali mengambil botol wine. Kali ini pria itu meminumnya langsung dari botol tanpa menggunakan gelas lagi. Setelah wine tersebut habis tak tersisa, ia melemparkan botol yang ada ditangannya ke sembarang arah.
"Mengapa aku begitu bodoh! Selama ini apa yang sudah kau lakukan." ucap pria itu bermonolog sembari memukul kepalanya beberapa kali.
Belum sampai disitu saja, kini ia harus dihadapkan kenyataan bahwa Keysha ingin bercerai darinya. Saat mendengar ucapan Keysha tadi, membuat rongga dadanya terasa sesak. Masalah seakan tak henti-hentinya menghampiri.
Ia tak ingin bercerai dari Keysha, ia juga tak ingin melepaskan Icha. Mungkin terdengar egois tapi memang seperti itulah kenyataannya.
"Apa yang harus aku lakukan? Kenapa semuanya menjadi kacau." racau pria itu sembari mengacak rambutnya frustasi.
Riko berada diluar kamar, pria itu mendengar suara pecahan yang berasal dari dalam. Ia mencoba untuk menghampiri Tuannya.
TOKKK..TOKKK..
Riko mengetuk pintu, saat suara dari dalam mengizinkannya masuk, pria itu pun langsung masuk ke kamar Kevin.
__ADS_1
Hal yang pertama kali dilihatnya adalah kamar yang sudah seperti kapal pecah. Serta keadaan Tuannya yang sangat memprihatikan. Pria itu masih mengenakan kemeja yang telah kusut di beberapa bagian. Rambut acak-acakan. Penampilannya sungguh berantakan, berbeda seperti biasanya.
"Apakah kau mau menemaniku minum?" tanya Kevin.
Riko mengangguk, ia berjalan perlahan untuk duduk di hadapan Tuannya itu. Kevin mengambil botol anggur baru yang ada di atas meja. Pria itu hendak menuangkan anggur di gelas Riko, namun dengan cepat Riko mengambil alih.
"Biar saya lakukan sendiri, Tuan." ucap Riko.
Keheningan cukup lama tercipta, keduanya sibuk meminum anggur yang ada di gelas masing-masing.
"Kau tahu, aku adalah orang yang jahat." racau Kevin.
"Secara tak langsung, aku sudah menghancurkan kehidupan orang-orang yang berada di sekitarku." sambungnya.
Kevin kembali menuangkan anggur ke dalam gelasnya, dan kemudian menenggaknya.
"Aku kehilangan anakku, serta adikku. Istriku saat ini didiagnosa akan mengalami buta permanen. Sementara aku.. diriku bahkan bisa bernapas dengan normal bak orang tanpa dosa." ujar Kevin terkekeh geli.
"Jangan menyalahkan diri, Tuan. Semuanya adalah takdir. Kita tak bisa menentangnya." Riko mencoba memberi pengertian untuk Tuannya.
"Istriku, dia gadis yang malang. Mengapa bukan aku saja yang menerima semua itu. Aku lah yang berdosa, akan tetapi mengapa ia yang harus menanggungnya." ujar Kevin.
Riko tak menjawab. Ia lebih memilih untuk menuangkan anggur ke gelas Tuannya agar tak berkata hal-hal yang membuatnya membenci dirinya sendiri.
"Aku tak ingin berpisah dari Keysha, aku sungguh mencintainya. Aku sangat mencintai dia! walau pun ini terdengar sedikit konyol karena aku menginginkan dua wanita sekaligus untuk berada disisiku. Sungguh aku tak ingin kehilangan keduanya." tukas Kevin.
Riko hanya menatap Kevin dengan seksama. Pria itu pernah mendengar jika Kevin akan menyiksa Keysha secara perlahan dan telah menciptakan sebuah neraka untuk istri keduanya itu. Namun tampaknya neraka itu membakar dirinya sendiri. Tuannya lah yang terjebak dalam neraka yang ia ciptakan.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ❤️. Yang belum favorit, jangan lupa tekan favorit ya guys🤗