Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka
Kenangan Manis


__ADS_3

Setelah hampir satu minggu berada di rumah sakit. Keysha pun akhirnya kembali ke rumah. Gadis itu meminta untuk pulang karena ia terlalu mual akan bau obat-obatan yang ada di rumah sakit.


David tak lagi mengurus resto. Pria itu memilih untuk menemani sang istri di rumah. Sementara resto, saat ini diurus oleh kedua orang tuanya.


"Sayang, jika kau ingin pergi ke resto, tidak apa-apa." mendengar ucapan sang istri membuat David menatap Keysha dengan lekat.


"Keinginanmu tidak bisa diganggu gugat. Begitu pula denganku, Key. Jangan memaksaku," timpal David dingin.


Pria itu masih kesal dengan keputusan Keysha yang tak mau menjalani kemoterapi. Namun, disisi lain David juga berat jika harus kehilangan sang buah hati.


"Maafkan aku karena sudah membuatmu susah," ujar Keysha.


Seketika David menghela napasnya dengan berat. Ia merengkuh tubuh mungil sang istri. "Maafkan aku juga, seharusnya aku bisa memahamimu."


"Perlakukan aku seperti orang yang sehat, jangan memperlakukanku seolah aku orang yang lemah dan tak bisa berbuat apa-apa lagi," ujar Keysha.


David hanya menganggukkan kepalanya pelan. Mencoba menepis semua rasa ego yang ia miliki. Mengalah dengan keputusan yang pada akhirnya akan membuatnya kehilangan untuk kedua kalinya.


Namun, jika bisa memilih. David lebih baik di tinggal oleh Keysha dengan pria lain dibandingkan dengan caa yang seperti ini. Setidaknya pria itu masih bisa menatap Keysha dari kejauhan, sedangkan dipisahkan oleh maut hanyalah menyisakan sebuah kepedihan disertai dengan kenangan manis yang pernah tercipta.


"Aku mencintaimu, Keysha. Aku mencintaimu ...." batin David menjerit seraya merengkuh tubuh mungil yang semakin mengecil setiap harinya.


....


Malam ini, Keysha bersama dengan anak dan suaminya tengah menikmati makan malam. Gadis itu menatap nasi yang ada di piringnya cukup lama. Sesungguhnya saat ini ia benar-benar tak memiliki napsu makan. Namun, Keysha tak enak hati. Takut jika suaminya akan sedih dengan kondisinya yang seperti ini.


Sesaat kemudian, Dini yang semula berhadapan dengan Keysha, pindah tempat duduk. Gadis kecil tersebut memilih untuk duduk di sebelah Keysha.


"Mama, Dini suapin makan ya," tawar Dini.


"Tidak usah, Nak. Dini makan saja, mama bisa makan sendiri kok," timpal Keysha.


Dini menggelengkan kepalanya. "Dulu mama sering suapin Dini. Sekarang Dini yang gantian suapin mama makan. Karena kalau mama makan sendiri, mama makannya sedikit," papar Dini.


Gadis kecil itu menyendokkan nasi beserta lauk pauk. Ia pun membawa sendok tersebut tepat di depan wajah Keysha.


"Ayo buka mulut mama," ujar Dini.

__ADS_1


Keysha pun menuruti ucapan gadis kecilnya itu. Sementara David, ia sedikit mendongak agar air matanya tak jatuh.


"Anak mama makin pintar," ujar Keysha.


"Siapa dulu dong mama papanya," timpal Dini yang sesaat kemudian mengundang gelak tawa Keysha dan David.


Pada akhirnya, Keysha pun menghabiskan makanannya dengan saling bersuapan dengan Dini.


Setelah makan malam, ketiga orang tersebut tengah duduk di teras rumah. Dini menghibur kedua orang tuanya dengan celotehan yang dikeluarkan oleh gadis kecil itu.


Terkadang Dini bernyanyi dan membentuk tangannya dengan hati pada Keysha dan David. Kedua orang tuanya pun membalasnya dengan melakukan hal yang sama.


Malam itu, suasana rumah kembali hidup. Mereka melupakan semua kesedihan yang kemarin sejenak. Menikmati malam dengan canda tawa.


....


Keysha berada di kamar Dini. Membacakan cerita untuk gadis kecilnya itu sebelum tidur. Setelah melihat Dini terlelap, Keysha pun menutup buku cerita yang ada di tangannya. Meletakkan buku tersebut di atas nakas.


Keysha menatap Dini cukup lama, tangannya membelai rambut panjang milik anak gadisnya.


"Jika mama sudah tidak ada, kau harus mandiri ya, Nak," batin Keysha.


Saat keluar dari kamar Dini, Keysha melihat David berada di ruang tengah. Pria itu menatap foto pernikahan mereka yang berukuran besar terpampang di ruangan tersebut.


Keysha berjalan mendekati suaminya. Sadar akan kehadiran Keysha, membuat David segera menghapus air mata yang sempat jatuh.


"Sayang, kau belum tidur?" tanya Keysha lembut.


"Belum. Aku menunggumu," timpal David seraya melemparkan senyum.


Keysha mengarahkan pandangannya pada foto yang ada di depannya. Gadis itu menarik segaris senyum di bibirnya.


"Kau tahu, menikah denganmu adalah hal yang paling indah dalam hidupku. Aku pernah berkata padamu bukan, pernikahan ini serasa mimpi," tutur Keysha.


"Namun, aku sudah meraih mimpiku. Dan sudah mengecap rasanya hidup bahagia bersamamu. Kelak jika aku__"


"Ayo kita tidur, aku sudah mengantuk." David sengaja memotong ucapan istrinya karena pria itu sudah bisa menebak kalimat yang selanjutnya akan mematahkan hatinya.

__ADS_1


Keysha mengangguk. Gadis itu menautkan tangannya pada tangan David. Keduanya pun langsung berjalan menuju ke kamar.


Hari demi hari mereka lalui. Keysha terlihat seperti biasa saja, meskipun sesekali gadis itu tampak menahan kesakitan ya sendirian.


Seperti hari-hari biasa, Keysha menyelesaikan tulisannya. Sementara David, setia mengawasi sang istri.


Keysha memanfaatkan waktunya yang tersisa dengan banyak hal. Ia mengajak keluarga besar untuk berkumpul dan mengadakan acara barbeque di belakang rumah. Gadis itu tak henti-hentinya mengukir senyum di wajah cantiknya.


Keysha juga mengajarkan pada Dini tentang banyak hal. Agar kelak anak gadisnya itu mandiri tanpa harus menyusahkan ayahnya.


Malam itu, Keysha juga berhasil menjadi istri yang baik. Baginya istri yang baik adalah istri yang mampu memberikan kebahagiaan meskipun dengan hal terkecil.


Kali ini, Keysha memasak untuk suami dan anaknya. Ini adalah masakan perdana Keysha yang terasa lezat. Terlihat David dan Dini tampak lahap menyantap hidangan malam itu. Keysha menatap kedua orang tersebut dengan tersenyum.


Keysha POV


Kecelakaan yang kemarin menimpaku, membuatku teringat akan satu hal. Sesungguhnya aku sudah mati, tetapi Tuhan masih bermurah hati dengan memberiku waktu agar berjodoh dengan pria yang saat ini ada di hadapanku.


Tuhan mengabulkan mimpi yang belum aku capai. Memberiku kesempatan untuk kembali mencintai David dan merasakan kehangatan sebuah keluarga bersama orang-orang yang ku cintai.


Dan kini, aku sudah menikmati semua itu. Aku bersyukur masih diberikan kesempatan hidup hingga saat ini. Penyakit ini, merupakan teguran dari Tuhan untukku agar mempersiapkan diri serta membuat perpisahan sebaik mungkin agar tak terlalu menimbulkan luka yang pedih.


Beberapa kali, aku mendapati suamiku menangis sendirian. Aku tahu, aku jahat! Namun, kelak ia akan terbiasa tanpa aku. Maafkan karena keegoisanku untuk mempertahankannya. Sekalipun aku melepaskan bayiku, tetap saja aku juga pada akhirnya akan mati oleh penyakit ini.


Cintaku pada suamiku juga tak terhingga. Namun, aku tak bisa meninggalkan anakku sendirian. Sekarang ia punya Dini. Gadis kecilku yang akan mengurusnya di hari tua nanti.


Satu hal yang aku pinta dari yang maha membolak-balikkan takdir, jika kelak waktuku tiba, aku ingin menyelesaikan semua tugasku agar aku pergi dengan damai.


.


.


.


Bersambung....


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ❤️❤️❤️

__ADS_1


Yang belum favorit, yuk di favoritkan supaya dapat notifikasi update terbarunya~


ig : ayasakaryn24


__ADS_2