
Awan pun menjadi mendung. Langit ikut berkabung, turut mengantar sosok gadis hebat yang mampu menghadapi cobaan yang berat dan beristirahat dengan senyum yang masih terpatri di wajah cantiknya.
David menatap gundukan tanah yang ada di hadapannya. Pria itu mencoba tegar meskipun hatinya saat ini sedang hancur sehancur-hancurnya. Ia menaburkan kelopak mawar di makam sang istri.
Dini, saat ini tengah berada di gendongan Kirana. Gadis itu menangis tak henti-hentinya karena kembali kehilangan sosok ibu untuk kedua kalinya.
"Mama ...," ucapnya yang tak henti-hentinya memanggil Keysha.
David mengambil Dini dari pelukan mertuanya. Ia pun mencoba menenangkan gadis kecil tersebut.
"Nak, mama beristirahat. Mama tidak akan merasa sakit lagi setelah ini. Jadi, Dini harus ikhlas ya, Nak." David mencoba membujuk anak gadisnya.
Dini mengangguk pelan sembari sesegukan. Gadis kecil itu ikut menaburkan bunga di makam Keysha sembari sesekali menyeka air matanya.
"Mama ... titip salam buat adik. Mama jangan sakit lagi ya, Dini janji jadi anak yang baik supaya tidak menyusahkan papa," tutur Dini.
David tersenyum sembari mengusap kepala gadis kecil itu. Hanya Dini yang kini tersisa, ia akan membesarkan anak gadisnya dengan penuh kasih sayang.
....
Di lain tempat, Kevin tengah memandang ke arah jalanan. Tubuhnya tampak kurus serta bibirnya tampak pucat. Pria itu tengah duduk di kursi roda dengan sesekali mengetikkan jemarinya di penyangga kursi tersebut.
Terdengar suara pintu di ketuk. Tak lama kemudian, asisten Riko pun masuk.
"Tuan ...." suara Riko tercekat, ia seakan tak mampu melanjutkan kalimatnya.
Kevin meremas lututnya. Berita satu Minggu yang lalu di dengarnya, tentang gadis yang mengisi hatinya telah berpulang tampaknya memang benar. Kevin terbatuk-batuk, dadanya terasa sesak.
Melihat Tuannya yang tampak kesakitan, seketika membuat Riko langsung menghampiri Kevin.
"Tuan ...."
Dengan cepat Riko memberikan pertolongan pertama. Kevin, sudah beberapa tahun terakhir pria ini mengidap penyakit jantung yang menggerogoti tubuhnya.
Riko pun segera membawa Kevin menuju ke rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, Kevin segera di bawa oleh dokter menuju ke ruang UGD untuk diberikan penanganan lebih lanjut.
Riko menghubungi Icha yang saat ini tengah menjemput anaknya. "Nyonya ... Tuan Kevin berada di rumah sakit B," ujar Riko saat telepon tersambung.
Icha seketika syok, ia yang baru saja hendak membawa mobilnya masuk ke pekarangan rumah, terpaksa memutar balik kendaraan roda empat tersebut.
"Mama, kenapa kita balik lagi?" tanya Varo menatap ibunya dengan heran.
"Papa sedang di rumah sakit, Nak."
"Papa sakit lagi ya, Ma?" tanya bocah kecil tersebut.
__ADS_1
Icha menimpalinya dengan sebuah anggukan sementara pandangannya fokus menatap ke depan.
Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu sekitar dua puluh menit, akhirnya Icha pun tiba di rumah sakit. Ia segera mencari keberadaan Riko.
Saat kakinya menuju ke ruang UGD, dilihatnya Riko tampak mondar-mandir di depan dengan wajah yang penuh kekhawatiran.
"Bagaimana?" tanya Icha berjalan menghampiri Riko.
Mendengar suara Icha, seketika Riko langsung melayangkan pandangannya ke arah Nyonya-nya itu.
"Masih dalam penanganan dokter, Nyonya."
"Apakah dia sudah tahu tentang berita kematian Keysha?" tanya Icha penuh selidik.
"Sudah lama Tuan mengetahui berita tersebut, Nyonya. Hanya saja, dia meminta pada saya untuk mencari kebenarannya," papar Riko.
Icha mengacak rambutnya seketika. Ia tahu, jika suaminya masih menyimpan cinta untuk mantan istrinya. Bahkan, Kevin pernah berkata jujur pada dirinya bahwa ia mencintai Keysha dengan porsi yang berbeda.
Tak lama kemudian, dokter yang menangani Kevin pun keluar dari ruang UGD. Dengan cepat, Icha dan Riko menghampiri dokter tersebut.
"Bagaimana kondisi suami saya, Dok?" tanya Icha.
Sang dokter menggelengkan kepalanya pelan. "Kami sangat menyesal tidak bisa menyelamatkan pasien," ujar dokter tersebut.
"Pasien sudah meninggal dunia."
DEGGG...
Jantung Icha berpacu dengan cepat. Ia pun menerobos masuk ke dalam ruangan. Dilihatnya sang perawat yang hendak menyelimuti tubuh Kevin.
"Suamiku ...." Icha menatap jasad sang suaminya dengan perasaan sedih. Beberapa kali Icha mengguncang tubuh Kevin, Riko pun mendongakkan wajahnya mencoba untuk menahan air matanya.
"Sebesar itukah rasa cintamu, Tuan. Bahkan kau tak bisa membiarkannya pergi sendirian," batin Riko.
"Beritahukan perasaan anda padanya, Tuan. Sudah waktunya untuk nyonya Keysha mengetahui semuanya,"
...****************...
Setelah hampir dua bulan kepergian Keysha. David kembali melakukan aktivitasnya seperti biasa. Hari ini, novel yang di tulis oleh sang istri baru saja ia terima.
Pria itu membuat rak yang cukup besar untuk menampung 50 buku novel yang ia ambil untuk pribadi. Supaya jika kelak buku tersebut rusak, David masih memiliki banyak simpanan yang akan menemaninya hingga akhir usianya.
100 buku ia bagikan secara cuma-cuma. Karena seperti apa yang dikatakan oleh Keysha sebelum gadis itu menghembuskan napas terakhirnya, bahwa ia ingin semua orang memeluk kisahnya secara fisik walaupun raganya sudah tiada.
David mengambil flashdisk yang ia simpan di laci. Pria itu mencoba memberanikan diri untuk membuka video yang tersimpan di dalamnya, meskipun hal tersebut akan membuatnya kembali teringat pada Keysha.
__ADS_1
David mencoba memutar salah satu video yang memperlihatkan Keysha tengah berada di dalam kamar.
Suamiku, sedang apa? Apakah kau sudah makan? Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan. Saat kau menonton video ini, mungkin aku sudah tidak ada lagi di sisimu. Satu hal yang harus kau tahu, hatiku tetap akan tinggal bersamamu.
Setiap pertemuan, pasti akan ada perpisahan. Namun, sebelum aku berpisah darimu, aku memiliki beberapa daftar yang harus ku lakukan padamu sebelum aku pergi.
*Yang pertama, aku ingin menciptakan kenangan manis bersama keluarga besar kita. Lalu yang kedua, aku ingin mengajarkan pada Dini untuk lebih mandiri. Dan yang ke tiga, sebenarnya ini keinginanku sejak lama. Yaitu, berkemah denganmu. Menatap langit malam sembari dihangatkan dengan api unggun serta saling memeluk satu sama lain. Namun, hal itu tertunda karena kondisiku yang kurang memungkinkan. Semoga saja sebelum aku pergi, aku dapat mewujudkan keinginanku yang terakhir.
Oh iya, tunjukkan pada Dini satu persatu rekaman videoku saat ia berulang tahun nanti. Aku ingin mengucapkan pada anak gadisku, namun waktuku tak banyak. Anggap saja, itu adalah kado ulang tahun dariku untuknya.
Suamiku, kau harus tetap berbahagia tanpa aku. Lanjutkan hidupmu dan tataplah dunia dengan tersenyum. Aku mencintaimu*...
Di akhir video, Keysha pun memberikan kecupan lalu kemudian melambaikan tangannya.
David menitikkan air matanya. Ia bahkan menangis tersedu setelah menonton video yang baru saja diputarnya.
David kemudian mencoba membuka video yang dimaksudkan oleh Keysha tadi. David pun mulai memutarnya satu persatu.
Selamat ulang tahun, Anak Gadis Mama. Wah kak Dini sudah umur 7 tahun nih. Berarti tambah tinggi dong. Rajin-rajin sekolahnya ya, Nak. Jangan malas belajar. Makannya harus teratur ya sayang, jangan sampai sakit. Mama sayang Dini ...
Tangan David kembali membuka video yang lainnya dan kemudian kiriman video tersebut terhenti saat ulang tahun Dini ke 17.
*Selamat ulang tahun, Sayangku. Cium dari jauh dulu (melemparkan flying kiss). Dini sudah 17 tahun nih, sudah dewasa. Hmmm... pasti anak mama sangat sekarang.
Nak, ini ucapan mama yang terakhir untuk Dini. Semoga Dini sudah bisa benar-benar melepaskan mama ya sayang. Mama sangat menyayangi Dini dengan tulus. Kau adalah hal yang berharga bagi kami, jangan tergoda dengan pergaulan bebas, jaga diri baik-baik karena Dini adalah gadis yang istimewa. Mama sangat menyayangi Dini*...
David tak dapat berkata-kata, Keysha telah mempersiapkan semuanya dengan rapi. Kiriman video ini, seakan mampu menemani anak gadisnya di setiap bertambahnya usia.
Istrinya memanglah wanita yang luar biasa. Gadis yang sangat istimewa hingga Tuhan pun mengambilnya lebih cepat karena terlalu menyayanginya.
.....
Waktu demi waktu di lalui David. Ia mengisi kekosongan saat malam hari dengan membaca novel sang istri saat hendak tidur. Sesekali ia tertawa saat membaca tulisan Keysha yang membawanya pada sebuah kenangan manis. Tak lama kemudian David tertidur seraya memeluk novel tersebut.
Dini sudah mendewasa, gadis itu kini sudah memasuki usianya yang ke 17 tahun. Setelah memutar video yang ditunjukan oleh ayahnya, membuat Dini berpikir dan mulai memahami kepergian sang ibunda saat itu juga.
David hampir setiap hari datang berkunjung ke makam Keysha. Ia memanjatkan doa-doa serta menabur mawar di atas makam sang istri. Terkadang David juga sesekali membagikan kisah yang sudah di laluinya meskipun hal tersebut terlihat sedikit gila karena pria itu tampak berbicara sendirian.
Kedua orang tua Keysha yang melihat David yang sampai saat ini masih melajang, ia pun menasihati David untuk mencari pengganti Keysha, karena akan lebih baik jika David menikah lagi dan memiliki keturunan dari darah dagingnya sendiri.
Namun, dengan tegas David menolaknya. "Jika Keysha mengorbankan nyawanya untuk anak kami, maka aku akan mengorbankan sisa hidupku untuk mencintainya."
Bersambung....
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ❤️❤️❤️
__ADS_1