
Hari itu Aston Marck mengadakan live di media sosial, acara itu di liput di beberapa channel televisi untuk mengklarifikasi video tentang istrinya yang sudah merusak nama baiknya dan Alexa.
Nama Alexa segera ia bersihkan pada hari itu juga. Ia membawa bukti video asli yang direkamnya sendiri pada waktu itu. Ia hanya mengekspos wajah Alexa, yang terlihat samar-samar, dalam beberapa video penuh sensor, Aston menjelaskan jika bukan wajah Alexa yang terekspos di sana melainkan wanita lain. Yang sudah terbiasa bekerja sebagai model video dewasa.
Meski kala itu banyak wartawan yang bertanya dan berkelit tentang informasi yang diberikan Aston untuk melindungi sang istri. Namun semua yang ia kerjakan dengan uang hasilnya jauh lebih memuaskan. Mereka dalam waktu yang lama saat pembahasan sesi tanya jawab akhirnya di dimenangkan oleh Aston, bersama pria seorang pengacara yang melindungi nya. Hari itu juga nama istrinya sudah di bersihkan.
Berita ini menjadi trending topic di beberapa media sosial, pekerjaan Aston untuk membuat Alexa kembali mengaguminya telah membawa hasil. Dia yakin istrinya akan merasa banyak hutang budi padanya. Ia akan selalu menjadi Hero disaat Lexa membutuhkan bantuannya.
Berita itu terdengar juga di telinga Sean. Ia yang diam-diam keluar mencari informasi ke warung tetangga, tanpa sengaja melihat wajah Aston tersorot di media televisi dalam tayangan sebuah berita bisnis. Ia melihat pria itu menayangkan beberapa video sensor yang menunjukkan wajah wanita yang ternyata bukan Alexa pelakunya. Dan nama Alexa kali ini telah bersih dari semua tuduhan. Termasuk Sean yang saat ini tengah mengembangkan senyumnya. "Benarkah semua yang diucapkan Aston? Jika ia, berarti aku telah salah menuduhnya yang bukan-bukan, aku sudah menyakiti hatinya. Namun Kenapa Alexa menghindariku dan tidak mau menceritakan semuanya secara jujur? Malah dia menunjukkan kemesraan padaku secara terang-terangan. Aku harus bertanya kejelasan itu pada Alexa."
Sean disana menyamar sebagai pemuda biasa, ponakan jauh dari Ibu Dewi, dan menginap beberapa hari di rumah beliau. Tidak ada yang bisa mengenalinya karena wajahnya sedikit dibedakan dengan foto Sean yang sedang viral di beberapa awak media.
"Ada lagi Mas yang ingin dibeli?" tanya penjaga warung, yang semula sudah memberinya sebuah nasi bungkus yang ia belinya.
Sean gelagapan, ia takut berlama-lama di luar. Segera ia menjawab, "Tidak Buk, maaf numpang melihat berita di televisi, di rumah Ibu Dewi belum ada tv nya. Terimakasih sebelumnya."
"Oh ya, gak apa-apa. Sama-sama, Nak!" jawabnya.
Sean segera pergi dari sana. Beberapa orang pembeli saling bersuara lirih meyakinkan siapa pria yang baru datang ke warung tersebut. Penjual hanya menirukan pesan Ibu Dewi, jika pemuda itu hanya ponakan Bu Dewi saja.
Sampainya di rumah Bu Dewi, ia tidak segera makan nasi itu, ia hanya banyak memikirkan Lexa semata, wajahnya lebih baik dari sebelumnya, ya terus mengembangkan senyum itu saat memikirkan mantan kekasihnya yang saat ini masih ia cintai.
__ADS_1
"Ah, jikalau benar demikian, Apakah aku masih bisa bersatu kembali dengan Alexa? Sepertinya itu tidak akan bisa jadi kenyataan lagi, karena Lexa sudah dimiliki oleh Aston."
****
Dania yang di sibukkan oleh pencarian Sean, sering menghubungi Aston, hingga Lexa sering kali mendengar percakapan mereka melalui media telepon. Namun wanita itu tidak mencurigai mereka sama sekali karena ia hanya mengira jika Dania bertanya tentang keberadaan sang suami.
Wanita itu berdiri di tanaman hias tinggi yang menutupi tubuhnya dari pandangan Aston didalam gerbang restauran. Kebetulan penjaga keamanan tidak berada di tempat. Ia diam sambil mendengarkan secara detail apa yang diperbincangkan oleh mereka. Entah kenapa pada saat yang bersamaan mereka bisa bertemu di tempat ini. Sepintas Ia berpikir jika mereka sudah merencanakan pertemuannya, namun itu masih dugaan Lexa. Ia masih percaya sepenuhnya kepada sang suami tanpa memikirkan hal buruk apapun.
Dari gerak gerik Aston ia terlihat berbeda, seperti sedang membunyikan sesuatu, dan entah ia pun belum mengetahui nya.
Suatu pembicaraan yang sebelumnya tidak ia duga, terdengar di telinga Alexa. Membuat kakinya bergetar dan darahnya serasa berhenti seketika.
Kedua telinga Alexa pasang dengan benar, wanita itu menunggu jawaban Aston dari pernyataan Lexa. Ia gemetar saat mendengar Dania membiarkan soal video palsu. 'Video apa yang mereka maksud? Dan untuk apa Dania membayar Aston?' Lexa mengerutkan kening.
"Aku tidak ingin melakukan itu, karena aku benar-benar mencintai Alexa, Aku tidak ingin merusak hidupnya, Aku hanya ingin melakukannya setelah kami menikah," jawab Aston, ia memalingkan wajahnya.
Lexa masih diam mencerna semua pembicaraan mereka. 'Sebenarnya apa sih inti dari pembicaraan mereka? Ayo donk, aku ingin tahu.'
Dengan mengintai ia hampir di digigit semut. Tetap ia tahan.
"Lalu sekarang, apa sudah kau dapatkan?" tanya Dania.
__ADS_1
"Tidak mudah untuk bisa mendapatkan semua itu!"
"Aston, apa kamu benar-benar tidak mengetahui dimana keberadaan Sean? Aku sudah letih mencarinya." Dania mengeluh, berharap pria itu bisa membantunya.
"Aku tidak tahu, dan aku juga tidak bisa bantu. Aku malah senang Sean hilang, dia tidak akan mengusik hubungan ku dengan Alexa lagi," jawab Aston ringan. Dania memukulnya karena geram.
Jawaban itu membuat Lexa terkejut, dia tidak menyangka bahwa alasan bisa berkata itu pada mantannya, yang mengira pria itu lebih baik dari Sean, nyatanya tidak.
"Kalau kau tidak membantuku, aku akan katakan pada Alexa jika pria bertopeng yang menyekapnya dulu saat ia berada di dalam kamar hotel, adalah kamu! Dan semuanya permainan kita, haha," ucapnya dengan nada mengancam.
Deg!
'Apa? Jadi pria yang menyikapku dan menganiayaku di dalam hotel itu adalah Aston sendiri, orang suruhan Dania, dengan tujuan yang memisahkanku dengan Sean, dan mereka akhirnya berhasil menggagalkan pernikahanku dengannya, Aku tidak menyangka jika semua ini atas campur tanganmu juga,' Lexa bergelut dalam pikirannya.
"Aku pergi, sebelum Alexa menge,-" ucap Aston terpotong, saat melihat istrinya sudah berdiri di sampingnya saat ia akan beranjak.
"Alexa?" sapanya dengan takut.
Pok! Pok! Pok!
"Oh! Seperti itu ceritanya, aku baru tahu. Ternyata kamu pria yang busuk ya, Mas. Selamat atas keberhasilan kalian menipu semuanya, termasuk aku yang sudah percaya 100% terhadapmu, Ternyata kalian adalah manusia yang kejam! Aku sangat membenci kalian! Aku tidak ingin melihat kalian lagi!" Teriak Alexa, dengan membendung air matanya.
__ADS_1